{"id":11692,"date":"2026-02-06T20:44:31","date_gmt":"2026-02-06T12:44:31","guid":{"rendered":"https:\/\/detaknews.id\/?p=11692"},"modified":"2026-02-06T20:44:32","modified_gmt":"2026-02-06T12:44:32","slug":"putra-parigi-moutong-nelson-metubun-resmi-dilantik-jadi-direktur-pestisida-kementan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/detaknews.id\/?p=11692","title":{"rendered":"Putra Parigi Moutong Nelson Metubun, Resmi Dilantik Jadi Direktur Pestisida Kementan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Widi\/Wiwid (detaknews.id) &#8211; Jakarta \u2013 Karier birokrat tulen asal Kabupaten Parigi Moutong, Ir. Nelson Metubun, SP., MP., menapaki babak baru di level nasional. Hari ini, Jumat (6\/2\/2026), Nelson resmi mengemban amanah sebagai Direktur Pestisida pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bProsesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB. Nelson dilantik bersama puluhan pejabat lainnya di lingkungan Kementan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u200bAmanah Strategis untuk Pertanian Indonesia<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bJabatan Direktur Pestisida merupakan posisi krusial dalam struktur Kementan. Nelson kini bertanggung jawab penuh dalam pengendalian, pengawasan, serta memastikan ketersediaan pestisida yang aman dan tepat guna bagi petani di seluruh pelosok negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bKepada redaksi melalui sambungan telepon, Nelson menyatakan kesiapannya untuk menjaga integritas dan dedikasi di kancah nasional tanpa melupakan akar pengabdiannya di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200b\u201cKami mohon doa restu agar dapat berbuat yang terbaik. Saya siap menjalankan tugas ini, termasuk berkontribusi memajukan pertanian di Sulawesi Tengah maupun daerah lainnya di Indonesia,\u201d ungkap Nelson optimis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u200bRekam Jejak Gemilang di Sulawesi Tengah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bSebelum ditarik ke pusat, Nelson dikenal sebagai figur bertangan dingin saat menjabat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah (4 Maret 2022 \u2013 31 Desember 2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bSejumlah torehan prestasi yang menjadi catatan emas di Sulteng antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\u200b<strong>Prestasi SAKIP:<\/strong> Meraih nilai \u201cA\u201d selama tiga tahun berturut-turut untuk Dinas TPH Sulteng.<\/li>\n\n\n\n<li>\u200b<strong>Surplus Beras:<\/strong> Membawa Sulteng menempati peringkat ke-9 nasional sebagai penyumbang surplus beras tahun 2023.<\/li>\n\n\n\n<li>\u200b<strong>Kunjungan Kenegaraan:<\/strong> Menghadirkan Presiden RI dalam agenda Panen Raya dan Peresmian Irigasi Gumbasa.<\/li>\n\n\n\n<li>\u200b<strong>Momentum Nasional:<\/strong> Sukses menyelenggarakan Jambore Nasional Penyuluh Pertanian yang dihadiri 5.000 peserta.<\/li>\n\n\n\n<li>\u200b<strong>Diplomasi Pusat:<\/strong> Berhasil menghadirkan dua Menteri Pertanian (SYL dan Amran Sulaiman) ke Sulteng dalam kurun waktu hanya enam bulan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sosok &#8220;Panglima Penyuluh&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bNelson merupakan birokrat yang meniti karier benar-benar dari bawah. Mengawali bakti sebagai CPNS Penyuluh Pertanian pada tahun 1998, dedikasinya pada dunia penyuluhan membuatnya dijuluki sebagai <strong>\u201cPanglima Penyuluh\u201d<\/strong> Sulawesi Tengah. Kepercayaan ini dikukuhkan dengan terpilihnya beliau sebagai Ketua Perhiptani Sulteng periode 2024\u20132029.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bSecara akademis, putra kelahiran Parepare 16 November 1972 ini juga tidak main-main. Setelah menyelesaikan S1 dan S2 di Universitas Tadulako (Untad), saat ini ia tengah merampungkan studi Doktoral (S3) serta Program Profesi Insinyur di kampus yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>\u200bApresiasi dan Ucapan Terima Kasih<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bMenutup keterangannya, Nelson menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pimpinan yang telah membimbingnya di daerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bSecara khusus, ia berterima kasih kepada Gubernur Sulteng <strong>Anwar Hafid<\/strong>, serta mantan Gubernur <strong>H. Rusdy Mastura<\/strong>. Ucapan serupa dialamatkan kepada Wakil Gubernur, Sekdaprov, serta seluruh jajaran mitra kerja yang selama ini menjadi mesin penggerak keberhasilannya di Sulawesi Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bDengan pangkat Pembina Utama Madya (IV\/d), Nelson kini bersiap memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui tata kelola sarana pertanian yang lebih solid di level kementerian.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Widi\/Wiwid (detaknews.id) &#8211; Jakarta \u2013 Karier birokrat tulen asal Kabupaten Parigi Moutong, Ir. Nelson Metubun, SP., MP., menapaki babak baru di level nasional. Hari ini, Jumat (6\/2\/2026), Nelson resmi mengemban amanah sebagai Direktur Pestisida pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian RI. \u200bProsesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/detaknews.id\/?p=11692\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Putra Parigi Moutong Nelson Metubun, Resmi Dilantik Jadi Direktur Pestisida Kementan<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11693,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_FSMCFIC_featured_image_caption":"","_FSMCFIC_featured_image_nocaption":"","_FSMCFIC_featured_image_hide":"","footnotes":""},"categories":[28,41,48],"tags":[1496,1497],"class_list":["post-11692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-peristiwa","category-utama","tag-kementan","tag-putra-parigi-moutong","entry"],"cc_featured_image_caption":{"caption_text":"","source_text":"","source_url":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11692"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11692\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/detaknews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}