Prestasi PT. WJP, Pengerjaan Value Proyek Pengendalian Sedimen 4 Track Sungai Di Kab. Sigi Sulteng

Trusting Mitigasi 100 Tahun Kedepan
Nelwan/Ilong (detaknews.id) – Sigi Sulteng – Konsistensi Pemprov Sulawesi Tengah mengakomudir gercep visi pembangunan infrastruktur melalui Kementrian Pelaksanaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ditjen Sumber Daya Air SNVT Jaringan Sumber Air BWSS III Palu Sulawesi Tengah, spesifik menggandeng sejumlah perusahaan BUMN, salah satunya adalah finding partners PT. Waskita Jaya Purnama (WJP).
Chief Executive Officer (CEO) PT. WJP H. Enday Dasuki yang juga selaku Direct executive atau leadership pelaksana 4 paket proyek River Implovement And Sediment Control (RISC) Gumbasa River, Rogo River and Pondo River area yang juga terbagi dalam 4 titik area sungai yang berbeda, dengan persentasi quantitas bobot kerja, rampung 100% (persen) sejak April 2025, dan intens menuai capaian produksi maksimal diantaranya:
Titik jalur utama terletak di sungai Gumbasa Pakuli Selatan Kecamatan Gumbasa, dibangun chyclop (pengendalian sedimen) atau Sabodam, titik jalur kedua terletak di sungai Rogo didesa Rogo, juga dibangun konstruksi chyclop (pengendalian sedimen) atau Jembatan Oprit Channe, sementara titik jalur sungai Pema desa Pulu Kecamatan Dolo Selatan, konstruksi beton chyclop (pengendalian sedimen), dan titik jalur terakhir terletak si sungai Pondo desa Beka Kecamatan Marawola, bangunan chyclop (pengendalian sedimen) atau jembatan oprit channel.
Keempat titik jalur proyek tersebut dipetakan di Kabupaten Sigi Sulteng, merupakan proyek mitigasi (penanggulangan bencana) pasca bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi tragedi 28 September 2018.
Merujuk pada sequence kombonasi ke4 paket proyek yang dilebeli dengan jenis pekerjaan River Improvement And Cediment Control In Gumabsa River, Rogo River, Pondo River Area yang dekerjakan oleh penyedia jasa PT. WJP dan ditandai (fixed) dengan priode kontrak kerja sesuai akumulatif Unit Price (harga satuan) sebesar Rp. 163.093.612.000.00 (milyar).
Project Maneger PT. WJP (Waskita Jaya Purmama) Dadan Setiana beberapa saat yang lalu menjawab media deadline-nrws.com, detaknews.id perihal Sistem pengelolaan beberapa klaster proyek itu diproses dengan seoptimal mungkin, menurutnya treatment beberapa item pekerjaan, secara teknis dulakukan proteksi keseimbangan metode melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatuhan suitability (keselerasan) dan sekali gus mengefektifkan ketahanan kapasitas Elemen bahan (material) konstruksi yang akan digunakan, serta mengutamakan literal kepekatan maksimum struktur bobot beton, dengan standar kualitas konstruksi disetiap range jalur beton daek (shyclop) di 4 titik jalur sungai tersebut.
Kontras mengekploitir ketahanan peak (klimaks) produksi sesuai aturan kerjaja yang berlaku yaitu, mulai dari kadar density beton K-225, K-275 dan K-3000.
“Progres pelaksanaan kontrak keja ditetapkan sesuai dengan jadwal penerbitan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) yaitu sejak 18 Juli 2023, dengan priode frekwensi pengerjaan ditentukan sampai dengan limit waktu 533 hari,” ujarnya.
Dadan Setiana menguraikan bahwa making proyek penanggulangan bencana (mitigasi), adalah bagian dari unit proyek Pengendalian Sedimentasi dijalur sungai gumbasa, Pakuli Selatan Kec. Gumbasa, dimana klaster tata ruang proyek itu terbagi dalam beberapa item seperti, konstruksi wing Sabodam dan jembantan Oprit channel didua titik landscape yang berbeda, untuk takaran kepekatan maximum elemen campuran konstruksi beton nya diproteksi dengan K-3000.
“Proyek multi years yang juga dilebeli River Implovement And Sediment Control (RICC) disokong oleh dana loan Japan International Coorporation Agency (JICA) Ingress Protection IP melalui BWS Sulawesi lll Palu Sulawesi Tengah dengan jumlah total pagu senilai Rp. 163.093.612.000.00 (milyar),” urainya.
Lanjut, ia mengemukakan bahwa antusiasme tim teknis WJP dalam mengandilisasi ritme pengelolaan peroyek RISC itu digarap dengan secara optimal sesui kenteuan speak dan aturan kerja yang berlaku,
Maka aspek dari ke4 paket proyek itu, meski terbagi dalam beberapa klaster dan beberapa item pekerjaan pada akhir April 2025 kemarin, pengerjaannya juga selesai secara serentak, setelahnya dilakukan proses closing yang tersurat dalam draft profetional Hand Over (PHO) dan hight draft Final Hand Over (FHO).
“Proses lanjutan setelah usai melakukan kulminasi masa perampungan progres, setelah sebelumnya tim teknis WJP juga telah mengklasifikasi catatan akhir seluruh dokumen proyek guna kelengkapan part admistrasi, atau melakukan closing catatan pertanggung jawaban dalam draf PHO dan FHO, dan kontinyitas retensi pemeliharaan dalam jangka waktu 365 hari Kalender, monitoring pun intens dilakukan oleh pihak WJP,” ucapnya lebih lanjut,
Tak hany itu, menilik klimaks jejak hasil karya prosuksi oleh penyedia jasa (kontraktor) PT. WJP devisi BUMN dalam mereprentasikan progres pengerjaan proyek RISC yang kini sukses dengan pencapaian bobot kerja yang maksimal dan signifikan.
Sementara Efesiensi jejak capaian pembangunan jaringan talud (grounsill), Sabo Dam dan jembatan Oprit Channel yang difrem dengan nilai estetik dan memiliki daya manfaat yang efektif sampai 100 taun kedepan.
Dalam hal ini WJP turut mempersami menyuksekan program Pemorov Sulteng dalam melakukan gercep pembangunan prasarana infrastruktur secara merata, efesien dan ekfektif dalam skala prioritas diberbagai front strategis.
Salah satu proyek strtegis yang telah sukses ditangani oleh Chief Executive Officer (CEO) atau Direct Executive bernama Enday Dasuki adalah penyedia jasa (Kontraktor) PT WJP dan juga sebagai direktur utama Proyek tersebut, atau selaku lidership pengelola protofolio proyek yang lebih besar dan sering kali memimpin departemen, diyakini sangat mengutamakan tretmen paripurna dan teknis penglelolaan tata kelola proyek yang baik dan efesian –
Serta mengedepangkan profesionalitas dengan output pekerjaan nlai terbaik.
“Ttrusting untuk teknis penglolaan struktur konstuksi tata ruang dari keempat paket proyek itu, dikepalai oleh Projeck Maneger Dadan Setiana yang juga selaku penangung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pebgendalian seluruh proyek, “pungkasnya.
Dadan Setiana kembali menguraikan bahwa pengulikan formasi peak utama dari ke4 paket poyek itu adalah bagian dari unit penanggulangan mitigasi di sungai Gumbasa, sementara dalam uraian bentangan volume pekerjaan (employment) disepanjang jalur chyclop (talud) sejauh 3,2 kilo meter itu, spesifik memprospek sistem pengerjaan konstruksi yang berkulitas, dengan mengutamakan ketahanan bobot fisik beton kontras dan memadai.
Sebagai indikator dan detil masing-masing longform dalam indeks ketahanan produksi dengan 3 farian karekteristik konstruksi beton daek (groundsill) yang punya nilai plus dan benar-benar pekat dan sangat kokoh diantaranya adalah, melakukan perampungan dengan metode closing dan memprotek autentikfikasi struktural dinding beton daek (Retaining Wall) dengan realitas speak mulai dari K-175, K-250 hingga K-300, “tandasnya.
Tak hanya itu. secara teknis simplikasi format pengerjaan proyek itu terpaut dalam defenisi ukuran kuantitas capaian progres yang efesien.
Begitu juga dengan jejak periode dalam kegiatan proyek itu kontras dan berkesesuaian ketika masa kontrak kerja itu mulai berlaku, dan sekali gus dipersamai dengan jadawal SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) teranggal 18 Juli 2023, dan hingga berakhirnya progres perampungan proyek itu diclosing sesuai dengan jadawal masa kontrak yang ditentukan
“Sedangkan untuk singkronisasi terkait eskalasi ketahanan formasi reproduksi speak fisik bangunan secara keseluruhan pada bagian struktur konstruksi shyclop sejauh 3,2 kilo meter itu, merujuk pada cakupan prosesi mengenai aspek penguatan teknis pengelohan bahan baku untuk keseimbangan material konstruksi
Dan mematuhi takaran leksikal daya kapasitas pada proses pengulikan struktur elemen bangunan beton yang telah terakumulasi dalam pembagian beberapa klaster disetiap segmen pekerjaan, “ujarnya.
Ia juga menambahkan soal akumulasi terkait intensitas kuantitatif velue hasil vclosing perampungan part pekerjaan, menurutnya bahwa hal itu merupakan bagian dari catatan yang masuk dalam kategori berbagai aspek untuk nilai persentase hasil kerja proyek, serta kombinasi nilai karakteristik dalam struktur elemen beton daek secara keseluruhan, dan output standar bobot pekerjaan yang WJP suguhkan, dan alhasil spesifik mendapat nilai kualitas pekerjaan terbaik, menurut rasio presepsi high asessment atau tingginya penilaian publik.
Terlebih, jika melihat penampakan hasil pengerjaan konstruksi dindiding Daek (retaining wall) dengan panjang bentangan fertikal 70 meter, sementara bentangan horizontal ketingginnya mencapai 19 meter.
Dan formasi tiga segemen wing Sabo Dam di sungai Gumbasa itu, kapsitas speak dan tingkat ketahanan bobot konstruksi dinding beton (daek), kokoh dan stabil, dan telah tertaut dalam proteksi mitigasi guna perlindungan resiko bencana banjir bakal 100 tahun kedepan.
“Eksistensi dan profesionalitas gaya protokoler penyedia jasa PT. WJP dalam menuntaskan pembangunan 4 paket proyek di4 titik track sekali gus patut diapresiasi dan diacungi jempol.
Jika melihat realitas jejak pengerjaan 4 paket proyek tersebut, dipoles dengan metode nuansa estetika bergaya arsitektur radikal yang sangat sempurna yakni mengutamakan kualitas dan kekuatan konstruksi (construction strength).***
