BisnisEkonomiKotaTOP STORIESUtama

Sentuhan Film Pendek ke Dunia Kuliner: Robin Tanod Usung Konsep Kreatif Lewat FIVE Cafe di Kota Palu

Foto Vibes FIVE Cafe di jalan Patimura Palu – Foto dok Detaknews.id

Ilong (detaknews.id) – Palu – Perjalanan karier seseorang sering kali menghadirkan alur yang tak terduga. Berawal dari passion di dunia sinematografi dan pembuatan film pendek, Robin Tanod, seorang anak muda kreatif asal Kota Palu, kini sukses mentransformasi semangat berkaryanya ke dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui FIVE Cafe.

Situs media detaknews.id mencatat, kiprah Robin bermula dari ketagihannya mengolah narasi visual dan estetika di balik lensa kamera. Namun, kepekaannya melihat peluang bisnis ekonomi kreatif mendorongnya memberanikan diri membuka usaha kuliner modern yang kini menjadi tempat favorit berkumpulnya Generasi Z (Gen Z) di Kota Palu.

​Filosofi di Balik Nama “FIVE” dan Konsep Solid Crew

​Nama FIVE Cafe ternyata menyimpan makna mendalam yang erat kaitannya dengan latar belakang keluarga Robin. Kata five dalam bahasa Indonesia berarti lima. Robin merupakan anak kelima atau anak terakhir di dalam keluarganya.

​Melalui kafe ini, ia membawa misi personal untuk merekatkan ikatan keluarga serta menyatukan saudara-saudaranya yang memiliki berbagai keterampilan berbeda. Dengan slogan “Solid Brew, Solid Bros”, kafe ini menjadi simbol persatuan di mana saudara-saudaranya yang memiliki keahlian di bidang seni, akuntansi, hingga lapangan, dapat berkumpul dan berkolaborasi dalam satu wadah.

​”Jadi bagaimana tujuan saya sebagai anak kelima, anak terakhir, mau merekatkan ikatan keluarga, saudara-saudara saya dengan cara membuat coffee shop ini,” ujar Robin Tanod.

Bukan Sekadar Jual Produk, tapi Jual Vibes dan Ruang Ekspresi Gen Z

​Di tengah maraknya pertumbuhan kedai kopi di Kota Palu, Robin memiliki pandangan tersendiri mengapa ia memilih mendirikan FIVE Cafe. Menurutnya, ia tidak sekadar menjual produk makanan dan minuman, melainkan menjual vibe, suasana baru yang unik, serta pengalaman bagi pengunjung.

​FIVE Cafe dirancang bukan hanya sebagai tempat nongkrong biasa, melainkan sebagai wadah kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif di Kota Palu, mulai dari komunitas musik DJ hingga komunitas skateboard.

Robin juga mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung yang datang didominasi oleh Gen Z. Bagi generasi muda saat ini, kafe tidak hanya berfungsi untuk menikmati kopi, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang untuk mengekspresikan diri, menampilkan karya seni, fesyen, hingga unjuk kinerja.

​Antusiasme publik pun terlihat jelas saat pelaksanaan grand opening FIVE Cafe pada tanggal 10 bulan 10 tahun 2026 lalu. Di luar ekspektasinya, acara tersebut dipadati oleh pengunjung dari kalangan Gen Z, termasuk banyak wajah baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.

​Bantu Pemerintah Berdayakan SDM dan Tekan Pengangguran

​Langkah bisnis yang dijalankan Robin Tanod membawa dampak sosial positif yang nyata di Kota Palu. Melalui FIVE Cafe, ia berkontribusi langsung membantu Pemerintah Kota Palu dalam memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, khususnya bagi para pemuda pencari kerja.

​Saat ini, FIVE Cafe telah memberdayakan sebanyak 8 orang tenaga kerja yang terbagi di bagian bar (barista) dan dapur (kitchen). Selain itu, kehadiran kafe ini juga membuka peluang ekonomi bagi para pengemudi ojek online (ojol) seperti Maxim maupun layanan pesan-antar yang ke depannya direncanakan untuk dikembangkan secara mandiri guna merangkul lebih banyak anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap.

​Pemkot Palu dan Pemprov Sulteng Wajib Beri Apresiasi

​Inisiatif dan keberanian Robin Tanod dalam membangun UMKM mandiri memicu harapan agar dinas terkait dan pemerintah daerah bergerak lebih aktif. Pemerintah Kota Palu maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) wajib memberikan apresiasi dan perhatian khusus kepada generasi muda yang berani membuka lapangan kerja secara mandiri.

​Dukungan dan apresiasi dari pemerintah daerah dianggap sangat krusial, seperti:

  • ​Kemudahan Perizinan dan Legalitas: Memberikan insentif serta kemudahan administrasi bagi wirausahawan muda.
  • Akses Permodalan dan Pembinaan: Membuka ruang pendampingan usaha serta fasilitasi akses perbankan atau modal.
  • Pemberian Ruang dan Promosi: Melibatkan UMKM lokal anak muda dalam setiap agenda resmi pemerintahan maupun promosi daerah.

Langkah Robin Tanod menjadi bukti nyata bahwa anak muda tidak selalu harus menunggu pekerjaan datang, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri sekaligus membantu pemerintah memperkuat perekonomian daerah dan menekan angka pengangguran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *