Merasa Diperas dan Difitnah di Medsos, Rendy Lamadjido Laporkan Oknum Mengaku Wartawan ke Polda Sulteng

Ilong (detaknews.id) – Palu – Merasa dicemarkan nama baiknya melalui Platform media sosial akun face book sakura net di Info kota Palu Ir.Rendy A Lamadjido melaporkan akun tersebut ke Ditreskrim Siber Polda Sulteng.

Bukan hanya dicemarkan nama baiknya, tapi Rendy mengaku dan merasa diperas oleh oknum yang mengaku wartawan berinisial R.

“Awalnya saya beberapa kali membantunya mulai dari Rp, 500 ribu, kemudian Rp, 1,000,000, Rp, 1,800,000 dengan rentang waktu dua dua hari minta dibantu lagi dan terakhir dia minta uang tiket Jakarta Palu sebesar Rp, 2,800,000 pada Selasa (16/6-2026) pas waktu gempa, tapi saya tawarkan mau bantu tiket, bukan uang tunai, karena posisi semua staf lagi mengungsi atau kocar kacir akibat gempa, namun R ini tidak mau menerima tiket maunya uang tunai Rp, 2,800,000. Tapi karena saya tidak memberikannya maka dia (R) masukkanlah saya di medsos face book info kota Palu pada Rabu (17/6-2026) dengan berbagai macam tuduhan dan penghinaan dengan kata-kata pembohonglah, pemain perempuanlah dan tuduhan-tuduhan mencemarkan nama baik keluarga Lamadjido,”kata Rendy saat konfrensi pers Kamis (18/6-2026) di hotel Aston Palu.

Menurutnya keluarga Lamadjido di Sulteng khususnya kota Palu marah besar dan mencari-cari oknum R itu yang mengaku wartawan itu.

“Dan untuk menghindari kemarahan keluarga Lamadjido itu maka saya mengundang teman-teman media untuk klarifikasi tuduhan-tuduhan yang menyudutkan saya di face book akun info kota Palu itu. Sekaligus rencana pelaporan ke Ditreskrim Siber Polda Sulteng hari ini,”jelas Rendy.

Kata Rendy bayangkan kalau R ini minta uang tidak boleh ditunda, maunya segera dipenuhi. Padahal saudara bukan, staf bukan, dan sudah sering saya bantu, tapi tega-teganya di fitnah saya di akun medsos face book info kota Palu.

Sementara itu R yang dikonfirmasi via telepone dan chat di aplikasi whatsAppnya Kamis sore (18/6-2026) mengaku dijanji-janji sama Rendy Lamadjido mau dikirimkan tiket. Tapi tidak ada.

“Disingung soal permintaan uang Rp, 2,800,000 R mengaku sudah bouking tiket tinggal membayar sisanya Rp, 700 ribu, dan dijanji 3 jam akan dikirim namun konga saja tidak ada dikirim,”ujarnya.

Ditanya soal sering minta bantuan sama Rendy, R mengatakan tidak ada bantu Rendy yang selama ini bantu saya Menteri hukum Supratman Andi Agtas.

“Konga saja itu Rendy, dia janji-janji saja mau bantu tapi tidak ada. Dan saya secara pribadi tidaklah pernah mencermarkan nama baiknya melaikan itu teman grup wa.Sampaikan ke beliau trma kasih sudah memperalat kami,”tulis R.***

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *