Kasus Malaria dan DBD Meningkat, Dinkes Sulteng Tetapkan Kejadian Luar Biasa di Beberapa Kabupaten
Fahril (detaknews.id) – Palu – Kasus malaria dan demam berdarah dengue (DBD) dilaporkan meningkat di beberapa wilayah Sulawesi Tengah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr. Jumriani, menyampaikan bahwa situasi ini telah memicu tindakan darurat di beberapa kabupaten.
“Di Morowali Utara, terjadi peningkatan kasus malaria dengan empat kasus kematian. Kabupaten lain yang juga mengalami peningkatan adalah Ampana, Donggala, dan Morowali. Ketika ada kematian akibat malaria, ini dinyatakan sebagai kejadian luar biasa,” ungkap dr. Jumriani.
Selain malaria, kasus DBD juga menjadi perhatian serius. Utamanya ada anak usia remaja yang dinyatakan meninggal diakibatkan oleh penyakit DBD. Hal tersebut dinyatakan sebagai kejadian luar biasa.
“Baru-baru ini, di Morowali Utara, seorang anak sekolah meninggal akibat DBD, yang juga dinyatakan sebagai kejadian luar biasa,” tambahnya.
Faktor cuaca pancaroba dengan hujan di malam hari dan panas terik di siang hari meningkatkan aktivitas nyamuk, mempercepat perkembangbiakan mereka. Nyamuk Aedes yang menyebarkan DBD tumbuh subur di genangan air bersih, tempat mereka bertelur.
Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah telah melakukan investigasi di Morowali Utara dan menemukan banyak tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti di bekas gelas plastik dan ban bekas yang menampung air.
“Tempat penampungan air yang tidak sering dikuras juga menjadi tempat jentik berkembang. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk selalu menguras dan membersihkan bak air serta menggunakan abate,” jelas dr. Jumriani.
Untuk mengatasi situasi ini, Dinas Kesehatan telah melakukan advokasi kepada pemerintah setempat dan masyarakat untuk kerja bakti massal. Dinkes Sulteng juga turut menyalurkan bantuan logistik ke daerah yang terdampak untuk ikut membantu penanggulangan penyakit malaria dan DBD.
“Kami memberikan logistik berupa kelambu untuk malaria dan peralatan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Fogging dilakukan di beberapa kelurahan yang mengalami peningkatan kasus,” terang dr. Jumriani.
Sementara itu, di Kota Palu, meski belum ada kasus malaria, kasus DBD masih ditemukan meski belum ada kematian. Puskesmas di Kota Palu juga aktif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit, berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi.
“Jika ada kebutuhan logistik dan fogging, kami siap mendukung. Beberapa instansi, termasuk Bank Indonesia, telah melakukan fogging secara rutin,” katanya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah telah menerima surat dari Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit monkeypox.
“Kami diinstruksikan untuk selalu waspada dan siap dalam menghadapi potensi peningkatan kasus,” tutup dr. Jumriani.
Dengan langkah-langkah ini, Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memantau dan mengendalikan penyebaran penyakit di wilayah tersebut, serta memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.***
