DaerahProyek

Tak Libatkan Kelompok Tani Proyek CV.TJS Diprotes Warga

Nelwan (detaknews.id) SigiSulteng- pembukaan akses jalan ke kantong produsi dihadang warga.

Pasalnya proyek yang dikerjakan CV. Tebe Jaya Sejahtera (TJS) di desa Pewunu kecamatan Dolo Barat – Sigi itu merusak kebun tanah pertanian warga setempat.

Proyek pembukaan akses jalan ke kantong produksi itu melekat di Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov).

Kontrak kerja proyek itu dimulai sejak 7 April 2022 dengan masa kerja 70 hari kalender.

Proyek fasilitas umum itu di danai Anggararan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022, senilai Rp. 197.695.000 dengan Nomor kontrak 027/2204/SPK/PA-A/IV/2022.

Pihak pekerjaan proyek di fase item proses pembukaan ruas jalan kantong produksi, tanpa sengaja alat berat exavator milik CV. TJS yang dikemudikan oleh operator itu, meyenggol pagar lahan kebun milik warga sampai rubuh.

Apalagi alat berat melewati area persawahan warga yang kesemuanya sudah ditanami palawija. Tanaman wargapun rusak karenanya.

Sehingga semua pemilik kebun itu marah, termasuk pemilik kebun yang terkena senggolan exavator yang bernama Fery.

melihat lahannya itu rusak, Fery pun langsung gusar dan meminta ganti rugi pada pihak kontraktor pertanian.

“Alhamdulillah cepat. cepat oleh kontraktor bernama Saiful Iqbal, tapi kini sudah aman,”tutur Randi pelaksana lapangan pada proyek itu menjawab detaknews group deadline-news.com Kamis (23/6-2022) di Sigi.

Sambung Rendi, kemudaian disusul lagi dengan buang hamparan pengerasan pasir batu dan krikil (sirtukil), namun tetap saja beberapa orang pemilik lahan tersebut sontak naik pitam dan keberatan ketika alat berat itu membongkar lahan milik mereka, sehingga menimbulkan kegaduahan beberapa saat di lokasi proyek itu.

Tak ayal mereka para pemilil lahan naik pitam ke pihak pengelolah proyek itu, karena tanpa ada pemberitahuan sebelumya.

Bukan hanya itu, ketika penggrissan berikutnya dimana letak rintisan itu tepat di titik persawahan milik warga, dikarenakan tampa adanya konfirmasi terlebih dahulu dari pihak pengololah proyek ke warga masyarakat pemilik lahan, membuat warga menyetop pekerjaan itu.

“Dan tanpa tedeng aling-aling langsung melabrak operator alat berat dan pelaksana proyek itu dengan penuh rasa kekesalan,”tutur Fery.

Progres pekerjaan proyek itu saat ini diperkirakan sudah mencapai bobot 75% persen, akan tetapi sambung Randi, masih ada titik item secara tekhnis sementara dalam pengecoran yaitu plat duiker.

Dititik pertama pemasangan gorong-gorong parit sudah kelar, namun tidak sesuai dengan kapasitas dan debit air di parit itu yang diameternya hanya 40 cm, mestinya kapasitas gorong-gorong dipasang diparit itu ukuran diameternya kisaran 50 cm.

Menurut Sirigau salah seorang warga pemilik lahan disekitar bantaran parit, kapsitas gorong-gorong itu berukuran 40 cm itu, belum maksimal untuk sebuah parit besar dimana arus airnya cukup deras.

“Kadang kala ketiaka di musim hujan kata Srigau, air sering pasang di parit itu, karena di hulu ada sungai kering, saat sungai itu pasang maka debit airpun meruah dan meluber kemana-mana, hingga menenggelamkan sawah dan membanjiri kebun warga di sekitar tempat itu,”keluhnya.

Randi menjelaskan, pelaksana proyek itu, telah melakukan koordinasi kepada para pemilik lahan, akan tetapi di tengah berjalannya proyek itu, timbul masalah baru, dan kini jadi polemik.

Proyek di prioritaskan khusunya pada pembuatan akses jalan kantong produksi yang mana diperuntukan agar memanimalisir dan melancarkan akses jalan dan aktifitas para petani melakukan rutinitasnya setiap hari di desa setempat itu.

“Namun miris, pelaksana proyek dan pihak pemeritah desa dan perangkatnya tidak melibatkan ketua kelompok tani pada saat rakor desa, dimana sejak dilakukan hingga tiga kali pertemuan, sampai akhirnya proyek itu terlakasana dan berjalan sudah capai progres 75% persen,”jelasnya.

Namun pihak proyek mengabaikan ketrelibatan ketua kelompok tani di desa itu idealnya, selaku yang berwenang jadi penerima hibah proyek yang bersumber dari dinas perkebunan dan petrnakan itu.

Adalah kelompok tani bernama Ralinta, yang diketuai oleh Subhan. tampak ketua kelompok tani itu merasa kecewa, lantaran tidak difungsikan dalam program pemerintah itu.

Hal ini terjadi diduga ulah kontraktor bersama pemeritah desa setempat yang tanpa melakukan sosialisasi dan koordinasi terlebih dahulu terhadap kelompok tani.

“Padahl dalam bunyi berita acara (draf) dan rencana anggaran pembiayaan (RAB) ada keterlibatan ketua kelompok tani disitu sangat jelas tercantum namanya,” ujar Randi menirukan curhatan salah seorang warga desa.

Makaanya sampai (pencairan) penarikan di termen kedua ini agak tersendat, karena pelaksana proyek dan ketua kelompok tani itu terjadi mis komunikasi, diduga ada masalah internal yang cukup riskan antara kedua belah pihak dibalik proyek ini.

“Dikarenakan seblumnya pihak pelaksana proyek tanpa koordunasi terlebih dahulu terhadap si penerima hiba, dalam hal ini Subhan, adalah ketua kelompok tani Ralinta di desa itu,”tandas Randi.

Lain halnya dikatakan mantan kepala desa (Kades) yang saat itu masih menjabat, Iksan Sobe ketika di temui deadline-news.com group detaknews.id di kediamannya Kamis (21/6-2022), mengatakan, yang lalu, team tehknis reviu dari dinas terkait telah meninjau lokasi proyek itu.

“Dimana proyek yang dikerjakan oleh pelaksana CV TJS Tersebut dalam empat tahap, yakni, Perintisan ruas jalan kantong produksi, hamparan pengerasan (sirtu), pemasangan gorong-gorong dan pembuatan plat duiker mendekati progres 75% persen,” jawabnya.

Soal keterlibatan ketua kelompok tani Ralinta, papar mantan kades itu, saat ini pihak pengrlolah proyek dan perangkat desa sudah melakukan upaya koordinasi pada ketuanya.

Namun belum ada tindak lanjut yang signifikan diperoleh dari ketua kelompok tani itu.

Sebagai Kades yang mana masih saat itu, Iksan mengaku, tindakan dilakukan perbaikan pada proyek pembukaan jalan kantong priduksi itu, secara berpikir proyek itu keseluruan semuanya aman dan tidak ada masalah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *