• Warga Bakar Kantor Tambang di Morowali, Legislator PKB Sebut Penegakan Hukum yang Tidak Adil Picu Kemarahan Publik

    Warga Bakar Kantor Tambang di Morowali, Legislator PKB Sebut Penegakan Hukum yang Tidak Adil Picu Kemarahan Publik

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, angkat bicara terkait penangkapan aktivis lingkungan dan jurnalis yang memicu kemarahan masyarakat hingga berujung pada aksi pembakaran kantor perusahaan tambang di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

    Ia menilai peristiwa tersebut merupakan akumulasi kekecewaan publik terhadap aktivitas perusahaan tambang yang dinilai sarat persoalan, ditambah dengan langkah penegakan hukum yang dinilai tidak sensitif terhadap rasa keadilan masyarakat.

    Safri menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh dilihat secara sepihak. Menurutnya, penangkapan itu justru menimbulkan kecurigaan publik terhadap proses penegakan hukum, terlebih di tengah konflik berkepanjangan antara masyarakat dan perusahaan.

    “Kami sangat menyayangkan penangkapan aktivis lingkungan dan jurnalis. Ini menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat,” ujar Safri dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).

    Meski demikian, Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tetap mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi melakukan tindakan melawan hukum, termasuk aksi pembakaran fasilitas perusahaan.

    “Kami memahami kemarahan masyarakat, tetapi tindakan anarkis tidak bisa dibenarkan. Semua pihak harus menahan diri dan mempercayakan penyelesaian masalah melalui jalur hukum,” imbau Safri.

    Safri secara khusus mewanti-wanti aparat kepolisian agar bekerja secara profesional, objektif, dan transparan dalam menangani kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

    “Semua punya kedudukan yang sama di mata hukum. Kami ingatkan polisi jangan tebang pilih, keadilan jangan diperjualbelikan. Proses semua pihak yang terlibat, termasuk perusahaan,” tegas Safri.

    Safri mengatakan jika penegakan hukum hanya menyasar masyarakat sementara dugaan pelanggaran oleh perusahaan diabaikan, maka hal itu berpotensi memperbesar konflik sosial dan memperdalam ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum khususnya kepolisian.

    Safri juga mendesak agar polisi tidak hanya fokus pada dampak kerusuhan, tetapi berani mengusut akar persoalan, termasuk dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.

    “Kalau ingin situasi kondusif, jangan hanya kejar masyarakat atau aktivis. Bongkar juga dugaan pelanggaran perusahaan. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan pemodal,” desaknya.

    Mantan aktivis PMII ini meminta polisi mengusut dugaan aktivitas penimbunan dan perusakan kawasan mangrove yang dilakukan oleh PT. Teknik Alum Servis (PT TAS) yang ditaksir merugikan negara puluhan miliar rupiah.

    Safri menegaskan bahwa merusak atau mengubah fungsi hutan mangrove untuk kepentingan tambang melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    “Merusak atau mengubah fungsi hutan mangrove untuk kepentingan tambang, seperti membuka lahan atau menimbunnya, merupakan tindakan yang melanggar UU 32 Tahun 2009 Tentang PPLH,” tegasnya.

    Selain melanggar UU PPLH, perusakan ekosistem mangrove kata Safri, juga melanggar UU Nomor 27 Tahun 2007 Juncto UU Nomor 1 Tahun 2014 yang mengatur larangan merusak mangrove.

    “UU/27/2007 Juncto UU/1/2014 jelas melarang kegiatan industri atau pembangunan apa pun yang merusak ekosistem mangrove dan aparat enegak hukum dapat menindak tegas pelaku perusakan mangrove,” urainya.***

  • Gubernur Anwar Hafid Pimpin Apel Gabungan Perdana 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

    Gubernur Anwar Hafid Pimpin Apel Gabungan Perdana 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memimpin Apel Gabungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Senin pagi (5/1/2026).

    Apel gabungan ini menjadi apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulawesi Tengah di awal tahun 2026.

    Ribuan ASN dari berbagai perangkat daerah tampak mengikuti apel tersebut. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr.Reny A.Lamadjido,Sp.PK,M.Kes, Sekretaris Daerah Provinsi Drs.Novalina,MM, para kepala perangkat daerah/widyaiswara/administrator/pengawas.

    Dalam amanatnya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya ASN menghafal dan menghayati Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta memaknai secara sungguh-sungguh sumpah jabatan, baik bagi pejabat struktural, fungsional, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    “Sumpah jabatan jangan dianggap main-main. Kita bersumpah di hadapan Allah SWT. Itu adalah tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

    Ia mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat komitmen pelayanan publik. Menurutnya, sekitar 22.126 ASN (PNS dan P3K) Pemprov Sulawesi Tengah yang dibiayai negara memiliki satu tujuan utama, yakni melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

    “Negara membiayai kita bukan tanpa tujuan. Rakyat hanya membutuhkan dua hal dalam pelayanan, yaitu kepastian dan kesungguhan. Tolong, kalau ada rakyat yang mengadu, layani sesuai kemampuan kita,” katanya.

    Gubernur juga menekankan bahwa pada tahun 2026, pola kerja ASN harus bersifat kolektif, bukan individual. Mulai dari kepala dinas hingga staf, seluruh ASN diminta bekerja sebagai satu tim untuk mencapai target pembangunan daerah.

    Untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengaktifkan Command Center sejak malam pergantian tahun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pelayanan publik sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah memasuki era digitalisasi pemerintahan pada tahun 2026.

    Melalui Command Center tersebut, setiap pertanyaan, laporan, maupun keluhan masyarakat yang masuk akan diterima oleh operator dan selanjutnya diteruskan secara cepat dan tepat kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti.

    “Tindak lanjut dari respons terhadap masyarakat ini akan berpengaruh pada penilaian kinerja, termasuk dalam penambahan penghasilan aparatur,” ungkapnya.

    Selain itu, Beliau meminta ASN meningkatkan disiplin, khususnya dalam kepatuhan terhadap jam kerja. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memahami dan mengimplementasikan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni 9 Berani.

    Program tersebut meliputi Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Berdering, Berani Berintegritas, dan Berani Berkah.

    “Seluruh ASN harus menjadi penggerak utama keberhasilan 9 Berani. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.

    Terakhir Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sikap sebagai aparatur negara, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.***

  • Buka Muscab IBI Kab. Morowali, Wabup Iriane Tekankan Transformasi Kesehatan

    Buka Muscab IBI Kab. Morowali, Wabup Iriane Tekankan Transformasi Kesehatan

    Ilong (detaknews.id) – Morowali – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Morowali Tahun 2026, yang digelar di Hotel Soldadu, Desa Bente, Kabupaten Morowali, Sabtu (3/1-2026).

    Kegiatan Muscab tersebut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali Ny. Darmayanti Iksan, unsur Forkopimda Kabupaten Morowali, pejabat teras Pemerintah Kabupaten Morowali, Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Morowali beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali beserta OPD terkait, para pimpinan organisasi profesi kesehatan, organisasi perempuan, serta seluruh bidan peserta Muscab.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh bidan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

    “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh bidan. Anda adalah pejuang kemanusiaan yang berdiri di garis terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, mulai dari pelosok desa hingga pusat kota,” ujar Iriane Iliyas.

    Wabup juga menyoroti tema Muscab IBI Tahun 2026, yakni “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”, yang dinilainya sangat strategis dan relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan saat ini.

    Menurutnya, tema tersebut mengandung tiga pesan penting. Pertama, penyatuan langkah dalam transformasi kesehatan, Kedua, pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (continuity of care), guna mewujudkan generasi emas yang bebas stunting, Ketiga, pelayanan berbasis bukti (evidence-based).

    Melalui Muscab ini, Wakil Bupati berharap akan lahir kepengurusan IBI Kabupaten Morowali yang solid serta mampu merumuskan program kerja yang inovatif dan berkelanjutan.

    “Pilihlah pemimpin yang mampu merangkul seluruh anggota dan membawa IBI menjadi mitra strategis pemerintah daerah yang semakin kuat,” pesannya.

    Menutup sambutannya, Wakil Bupati Morowali secara resmi membuka Musyawarah Cabang IBI Kabupaten Morowali Tahun 2026.

    “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Morowali Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.***

  • Wagub Sulteng Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Dorong Moderasi dan Harmoni Beragama

    Wagub Sulteng Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Dorong Moderasi dan Harmoni Beragama

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (3/1/2026).

    Dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur dr. Reny bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

    Disampaikan dalam sambutan Menteri Agama, selama 80 tahun pengabdiannya, Kementerian Agama telah menjalankan peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Kementerian Agama juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan pemberdayaan ekonomi umat.

    Pengembangan ekonomi umat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi pesantren serta pengelolaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Di sektor pendidikan, Kementerian Agama terus meningkatkan kualitas madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan melalui inovasi kurikulum serta penguatan sarana dan prasarana. Selain itu, Program Desa Sadar Kerukunan menjadi salah satu upaya konkret dalam merawat toleransi dan harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

    Menghadapi tantangan era digital, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu bertransformasi menjadi aparatur yang adaptif, profesional, dan berintegritas, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan kerukunan umat beragama.

    Pada kesempatan tersebut, Wagub dr. Reny juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berprestasi dan berdedikasi dalam mendukung tugas dan fungsi Kementerian Agama di Provinsi Sulawesi Tengah.

    Upacara peringatan HAB ke-80 ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A., unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, serta ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.***

  • Gelar Rilis Akhir Tahun, Kapolda Sulteng Paparkan Capaian Kapolisian Dalam Penanganan Kasus

    Gelar Rilis Akhir Tahun, Kapolda Sulteng Paparkan Capaian Kapolisian Dalam Penanganan Kasus

    Ismail (detaknews.id) – Palu – Polda Sulteng gelar rilis akhir tahun dan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 60 kg, bertempat di halaman depan kantor Polda Sulteng, Selasa, (30-12/2025).

    Adapun rilis akhir tahun ini bertujuan untuk memaparkan segala pencapaian yang telah berhasil diperoleh dan dikerjakan oleh pihak Polda Sulteng sepanjang tahun 2025. tercatat tren positif berupa penurunan angka kriminalitas sebesar 12 persen dibandingkan tahun 2024.

    Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi, menyampaikan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari penguatan fungsi pencegahan dan peningkatan patroli intensif di seluruh wilayah hukum Sulawesi Tengah.

    Berdasarkan data yang dipaparkan Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 7.895 laporan polisi (LP) yang masuk ke Polda Sulteng dan Polres jajaran. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka 8.972 kasus.

    Dari total laporan tersebut, Polda Sulteng menunjukkan performa penyidikan yang impresif dengan menyelesaikan sebanyak 5.842 kasus atau mencapai rasio penyelesaian perkara sekitar 74 persen.

    Adapun Kejahatan konvensional masih menempati urutan tertinggi dalam dinamika Kamtibmas di Sulawesi Tengah. Berikut rincian pengungkapan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik:

    Pencurian Biasa: 1.240 kasus (berhasil diungkap 892 kasus).
    Curanmor: 765 kasus (berhasil diungkap 412 kasus).
    Pencurian dengan Pemberatan (Curat): 512 kasus.
    Penganiayaan Berat: 438 kasus.

    Lebih lanjut, Kapolda Sulteng juga mengatakan sektor narkotika mencatatkan angka pengungkapan yang signifikan sebagai bentuk komitmen jenderal bintang dua tersebut dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Bumi Tadulako. Sepanjang 2025, jajaran Ditresnarkoba berhasil mengungkap 612 kasus dengan total 845 tersangka yang diamankan.

    Barang bukti yang berhasil disita dari berbagai operasi meliputi:
    Sabu-sabu: 62,4 Kilogram.
    Ganja: 18,2 Kilogram.
    Ekstasi: 2.150 butir.

    Selain capaian eksternal, Kapolda Sulteng juga menegaskan transparansi dalam penegakan disiplin anggota sebagai upaya menjaga integritas institusi.

    Tercatat sebanyak 56 personel dijatuhi sanksi disiplin dan 18 personel direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat pelanggaran berat, termasuk keterlibatan dalam jaringan narkoba.

    “Kami terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Keberhasilan ini adalah modal kami untuk menghadapi tantangan pengamanan di tahun 2026 mendatang,” tegas Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi.***

  • Kasus Penganiayaan Menyebabkan Korban Meninggal Dunia

    Kasus Penganiayaan Menyebabkan Korban Meninggal Dunia

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Alih-alih menutup tahun dengan kesadaran dan pengendalian diri, kekerasan justru menodai akhir 2025 di Kota Palu. Seorang pemuda tewas mengenaskan akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam, Sabtu (27/12/2025) dini hari.

    Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita di Jalan Suprapto Nomor 16 B, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur. Korban diketahui bernama Mohamad Alan Hidayat (23), seorang pelajar/mahasiswa.

    Ia meninggal dunia akibat luka tusukan dan sayatan.
    Tim Resmob Tadulako Polresta Palu bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat terkait penemuan mayat di pinggir jalan.

    Dari hasil penelusuran jejak darah dan keterangan saksi, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial S.H. (30), warga Kecamatan Palu Timur, beserta sebilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

    Kapolresta Palu Kombes Pol. Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, S.H., M.H., menyampaikan sikap tegas institusi terhadap tindak kekerasan yang merenggut nyawa manusia.

    Kapolresta Palu menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran hukum serius.

    “Tidak ada pembenaran atas penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Negara hadir melalui hukum, bukan amarah,” tegas Kapolresta Palu melalui Kasat Reskrim.

    Polresta Palu memastikan proses hukum berjalan tegas dan profesional.

    “Terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik tengah melengkapi administrasi penyidikan serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa,” jelas AKP Ismail.

    Kapolresta Palu mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

    “Di penghujung tahun, seharusnya kita menahan diri dan saling menjaga. Jika ada dugaan tindak pidana, serahkan kepada aparat penegak hukum,” tambahnya.

    Berdasarkan penyelidikan awal, penganiayaan dipicu dugaan korban hendak mencuri tabung gas milik terduga pelaku. Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari materi penyidikan yang akan diuji secara hukum.

    Korban telah menjalani visum luar di RS Bhayangkara Palu sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

    Kasus ini menjadi ironi pahit di akhir tahun ketika semestinya orang belajar menutup lembaran dengan refleksi, satu nyawa justru melayang karena emosi sesaat — dan satu lainnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.***

  • Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Nasional Ruas Tagolu-Tentena Jadi Sorotan Masyarakat, Diduga Proyeknya Berjalan Lambat

    Proyek Preservasi dan Pelebaran Jalan Nasional Ruas Tagolu-Tentena Jadi Sorotan Masyarakat, Diduga Proyeknya Berjalan Lambat

    Hanya Terdapat 4 Alat Berat Dilokasi Preservasi dan Pelebaran Jalan Nasional

    Ismail (detaknews.id) – Poso – Pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Nasional ruas Tagolu-Tentena di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan warga masyarakat.

    Keluhan bermunculan seiring progres yang diduga berjalan lambat dan kondisi jalan yang dianggap membahayakan.

    Pantauan tim koalisi investigasi deadline-news.com, radarpalu.id, metrosulawesi.id dan detaknews.id media pada Jumat (26/12-2025) menunjukkan minimnya aktivitas di lokasi proyek senilai Rp101 miliar itu.

    Temuan tim koalisi investigasi media ini menemukan hanya 4 alat berat (Alber) yang terdapat dalam proyek sepanjang 56 kilometer itu.

    Yakni Asphalt Paver untuk menghampar aspal, Tandem Roller atau Vibro Roller (Stum) untuk pemadatan, Motor Grader untuk meratakan permukaan yang tertutup terpal dan bomag terlihat terparkir di pinggir jalan dibelakang rumah warga di sekitar Pandiri.

    Selain itu tidak ditemukan Basecamp pekerja maupun dump truk untuk mobilisasi material.

    Menurut beberapa warga sekita penempelan jalan yang sudah digali sebelumnya sekitar minggu pertama dan kedua Desember 2025, dan jelang beberapa hari Natal sudah tidak ada aktivitas pengerjaan sampai Jum’at (26/12-2025) tidak ada aktivitas.

    Kondisi ruas jalan Tagolu Tentena itu menjadi perhatian utama warga Poso maupun pengguna jalan dari berbagai daerah. Pasalnya sebagian badan jalan sudah dilubangi tapi belum ditempeli aspal, sehingga rawan kecelakaan khususnya para pengendara sepeda motor dari luar maupun keluar Poso yang melewati jalan itu.

    Sejumlah lokasi menunjukkan badan jalan yang sudah digali atau dilubangi namun belum segera diaspal kembali.

    Situasi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

    Memperparah kondisi, rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat minim tersebar di sepanjang lokasi proyek.

    Dengan mudik Natal dan Tahun Baru sedang berlangsung, warga mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wikayah XIV Sulawesi Tengah dan kontraktor pelaksana untuk lebih serius menangani pekerjaan jalan itu.

    Mereka meminta penambahan rambu K3 demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

    Proyek multi-year (2025-2027) ini dikerjakan oleh PT Toreloto Battu Indah, kontraktor asal luar Sulawesi Tengah.

    Meski belum menyeluruh, beberapa titik telah menjalani pekerjaan tambal sulam aspal, seperti di Desa Pandiri, Tampemadoro, Kuku, dan Sangira.

    Penggalian tanah, penimbunan, dan pemadatan material untuk pelebaran jalan juga mulai dikerjakan di Desa Sulewana dan Saojo.

    Pelaksana proyek, H. Enday Dasuki, sebelumnya mengklaim progres pekerjaan terus berjalan dengan pencapaian 3-4 persen pada pertengahan Desember.

    Namun, pencapaian tersebut belum sejalan dengan harapan warga akan kecepatan penyelesaian di jalur vital Trans Sulawesi menuju Makassar dan kabupaten lain di Sulteng.

    Kepala satuan kerja (Satker) PJN 4 Rollis yang dikonfirmasi Sabtu (27/12-2025) via chat di aplikasi whatsAppnya terkait menimnya ALBER (ALAT BERAT) menuliskan ini masih suasana natal.

    “Natalan bg, di sana mayoritas nasrani bg,”tulis.

    Sebelumnya H ENDAY DASUKI yang diduga menggunakan bendera PT. Toreloto Battu Indah untuk pake ruas jalan nasional Tagolu Tenten Poso itu mengklaim sudah ada alat berat di lokasi pekerjaannya dan untuk penutupan lubang galian (patching) mengambil prodak hot mix sama kontraktor lokal Anggun yang memiliki AMP Asphalt Mixing Plant di Poso.

    “Alat sdh ada yg di Poso. Sy di palu lg sama temen². Dan Ambil hot mix sementara dr anggun, alat dr afang dll. Persisnya yg tau dilapangan, anda hubungi saja staf sy dilapangan,”tulisnya.

    Kepala BPJN XIV Sulteng Bambang yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAplnya sebelumnya menuliskan Paket tersebutkontrak MYC.

    “utk thn ini (2025), msh penanganan rutin sj (patching)..thn depan bru masuk penanganan efektif overlay,”tulisnya.

    Disinggung soal alat berat yang masih minim di lolakasi proyek, Kabalai
    BPJN Bambang menegaskan jika pihaknya secara prinsip rekanan harus mendatangkan dan menyediakan alat berat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.

    “Kalau kami prinsipx mereka harus datangkan alat apakah milik atau sewa. Dan kami tetap laksanakan evaluasi dan tahapan pengendalian kontrak pak,”akunya.***

  • Gelar Pengecekan Harga Jual Beras Berkala Di Pasar Tradisional, IPDA Ridho: Pengendalian Harga Pangan Berhasil Diterapkan, Beras Sudah Stabil

    Gelar Pengecekan Harga Jual Beras Berkala Di Pasar Tradisional, IPDA Ridho: Pengendalian Harga Pangan Berhasil Diterapkan, Beras Sudah Stabil

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras berkala di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Sabtu, (27-12/2025).

    Adapun kegiatan yang dimulai pukul 10:00-16:00 itu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu, menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan hasil pengecekan harga jual yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus Polresta Palu IPDA Ridho mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual dan pengimbauan kepada pedagang agar harga jual beras tetap stabil seperti saat ini.

    “Tadi Kami melakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Inpres tepatnya di Belawa Raya dan toko Maju dan harga jualnya terbilang sudah stabil sesuai HETnya,” ungkap IPDA Ridho.

    “Untuk harga jual berasnya sendiri dibanderol seharga Rp. 14,900/kg (premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP). Jika di cocokkan dengan HET, harga jualnya sudah stabil sesuai regulasi dan ketetapan pemerintah,” tutur IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual beras guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu sampai akhir tahun.

    “Sampai hari ini, kami terus melakukan pengimbauan serta mengingatkan kepada pedagang beras agar tidak melakukan penjualan melebihi regulasi yang ada. Karena jika kedapatan akan diberikan sanksi,” pungkas IPDA Ridho.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.***

  • Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil dan Stok Masih Melimpah Di Akhir Tahun

    Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil dan Stok Masih Melimpah Di Akhir Tahun

    AKP Ismail: Pengendalian Harga Jual Beras Berhasil dilakukan, Bersama Kita Jaga Kestabilan Harga Jual Beras

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras berkala di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Sabtu, (27-12/2025).

    Adapun kegiatan yang dimulai pukul 10:00-16:00 itu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu, menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan hasil pengecekan harga jual yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus Polresta Palu IPDA Ridho mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual dan pengimbauan kepada pedagang agar harga jual beras tetap stabil seperti saat ini.

    “Tadi Kami melakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Inpres tepatnya di Belawa Raya dan toko Maju dan harga jualnya terbilang sudah stabil sesuai HETnya,” ungkap IPDA Ridho.

    “Seperti yang kita ketahui bersama, harga jual beras berdasarkan ketetapan pemerintah untuk beras premium Rp. 14,900/kg, medium Rp. 13,500/kg dan SPHP Rp. 12,500/kg,” pungkas Kanit Eksus itu.

    Ia juga mengatakan pengimbauan ini bertujuan untuk menjaga harga jual agar tetap stabil seperti saat ini.

    “Tujuan kami selain menjaga harga jual tetap stabil seperti saat ini, kami juga tetap memastikan stok berasnya tetap tersedia hingga akhir tahun 2026,” tuturnya.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Pengendalian harga jual beras berhasil kami lakukan, sehingga kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • IPDA Ridho Sampaikan Masyarakat Tidak Perlu Panik Dengan Pangan Beras: Harga Sudah Stabil, Stoknya Melimpah

    IPDA Ridho Sampaikan Masyarakat Tidak Perlu Panik Dengan Pangan Beras: Harga Sudah Stabil, Stoknya Melimpah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V & Kanit Eksus Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu dan Ritel Modern di Wilayah Hukum Polresta Palu, Jumat (26-12/2025).

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras dari Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa untuk harga jual beras saat ini telah terjangkau oleh masyarakat dan telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

    “Tadi kami melakukan pengecekan harga jual beras di beberapa toko pengecer di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu dan ritel modern. Dan Alhamdulillah untuk harga jualnya berhasil di tekan dan distabilkan sesuai HET menjelang akhir tahun,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    “Seperti sebelumnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah yakni untuk beras premium Rp. 14,900/kg, medium Rp. 13,500/kg dan SPHP Rp. 12,500/kg. Kami harapkan juga harga ini bisa terus bertahan di tahun 2026 mendatang,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, Kanit Eksus Polresta Palu itu juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan serta pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan akan terus memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.**