• Lukman Said Minta Bupati Yaumil Bersikap Tegas

    Lukman Said Minta Bupati Yaumil Bersikap Tegas

    Anditas (detaknews.id)-Pasangkuyusulbar-Ketua Fraksi PDIP DPRD Pasangkayu Sulbar H.Lukman Said, S.Pdi, M.Pdi menjawab detaknews.id group deadline-news.com via messenger Selasa petang (19/4-2022), mengatakan Bupati Pasangkayu Sulbar Yaumil Ambo Djiwa,SH harus bersikap tegas terhadap Sekretaris daerah Firman.

    Pasalnya kata ketua asosiali DPRD Kabupaten suluruh Indonesia (ADKASI) itu, kelihatannya pemerintah daerah kabupaten Pasangkayu sudah tidak kompak didalam memberikan pelayanan ke masyarakat dan melaksanakan tugas-tugas pokok pemerintahan.

    “Sekda Firman jalan sendiri, bupati jalan sendiri. Olehnya agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik baik, maka antara Bupati, Wakil Bupati dan Sekda harus kompak,”kata politisi PDIP itu dengan nada menyarankan.

    Menurutnya Bupati, Wakil Bupati dan Sekda adalah tiga serangkai yang tidak boleh terpisah dan harus kompak dibawah komando Bupati.

    “Bupati Yaumil tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Harus segera mengganti Sekda dan menunjuk pejabat sekda yang loyal dan dapat bersinergi dengan bupati untuk menjalankan program-program pemerintahan sesuai visi dan missi Bupati,”jelas mantan ketua DPRD Pasangkayu itu.

    Hal senda juga dikatakan pegiat antikorupsi Anwar Hakim.

    Anwar menegaskan Bupati selaku user berhak dan berwewenang mengganti sekda kapan saja.

    “Kalau Sekda Firman sudah jalan sendiri tidak loyal terhadap Bupati Yaumil selaku pimpinan daerah, ya Bupati harus segera mengusulkan ke Gubernur dan Gubernur meneruskan ke Mendagri untuk pergantian Sekda. Minimal segera menunjuk pelaksana tugas atau pelaksana haria (PLT atau PLH) Sekda. Sehingga tugas-tugas pokok pemerintahan dan pelayanan publik segera berjalan,”tandas Anwar.

    Anwar mencontohkan beberapa kepala daerah mengganti Sekdanya karena sudah tidak loyal dan jalan sendiri.

    “Bupati Pasangkayu harus bersikap dan bertindak tegas seperti Bupati Morowali, Bupati Tojo Unauna tiba – tiba langsung lenserkan sekdanya dan menunjuk PLH. Dan itu no problem oleh karena bupati itu adalah merangkap selaku PPK,”ujar Anwar. ***

  • Pekerjaan PT.KPR Di Sigi “Terbengkalai”

    Pekerjaan PT.KPR Di Sigi “Terbengkalai”

    Nelwan (DN group) SigiSulteng-walau sudah diberikan masa perpanjangan waktu 50 hari, namun PT Karya Pembangun Rizky (KPR), hingga kini belum mampu menyelesaikan pekerjaannya secara sempurna.

    Dalam masa perpanjangan kontrak untuk penimbunan siklop dan pengendalian sedimen (chaneel work) di bantaran sungai Paneki hingga saat ini masih terlihat ada “terbengkalai” di beberapa titik.

    Pun pembuatan gorong-gorong atau normalisasi saluran (primer) pembuangan air dari rumah warga juga antisipasi rembesan air hujan masih menyisahkan pekerjaan yang belum tuntas.

    Pantauan deadline news.com Jumat (15/4-2022) Jika dilihat dari jalur sungai paneki yang berkelok-kelok, penimbunan material di siklop, dari hulu sampai kehilir sungai, namapak terputus di beberapa titik.

    Bahkan ada yang samasekali tidak dilakukan penimbunan, begitu juga dengan pembuatan konstruksi gorong-gorong atau saluran pembuangan air di beberapa titik.

    Memang ada dibeberapa titik konstruksi gorong-gorong itu sudah dilakukan plasteran, kurang lebih ada 4 gorong-gorong telah usai di plaster, selebihnya masih tampak terlihat pengecorannya kurang maksimal di beberapa bagian, nampak juga tonjolan koral akibat pemakaian bahan semen yang kurang sempurna.

    Proyek itu melekat di Kementerian Pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) dengan liding sektor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu yang didanai negara pendonor JICA asal negara Jepang.

    Proyek yang berskala multy years itu pihak rekanan yakni PT. KPR mendapat dispensasi perpanjangan waktu kontrak selama 50 hari, itupun sisa perpanjangan waktu kerjanya sudah menyeberang bulan.

    Dari masa kontrak awal 5 oktober 2020 samapi pelaksanaan kegiatan proyek 19 oktober 2020 hingga limit waktu Ferbuari 2022 masa kalender 485 hari kerja.

    Dari masa sebelum perpanjangan kontrak yang dilonggarkan oleh pihak kementrian PUPR leding sektor BWSS lll Palu dengan anggaran awal dari dana Loan JICA No IP – 580 thn 2020 – 2022 senilai Rp, 49. 943, 876, 000, 00 (miliar).

    Sampai mengalami tiga kali adendum ke masa perpanjangan kontrak, perusahaan asal Maksar itu dapat ketambahan anggaran 10% senilai Rp,53. 838, 253, 000, 00 (miliar).

    Dengan No kontrak adendum ke lll, 11 Mei 2021 / nilai kontrak adendum lll, Rp,53. 838, 253, 000, 00 – No kontrak adendum lV NK0201 / PPK – SDP, ll – PJSA – ST – BWS13 / 141 / Tgl kontrak Adendum V 27 Desember 2021.

    Di perbatasan desa Kalukubula dan Kabobona, terdapat jembatan penyebrangan yang diperuntukan ke warga setempat yang juga di buat oleh PT KPR.

    Namaun sayangnya, soal progres penimbunan material di bibir siklop yang dikerjakan oleh PT. KPR sungai Paneki tersebut, belum juga kelar, padahal oleh pihak kementrian PUPR leding sektor balai sungai sulawesi Ill sudah melonggarkan waktu 50 hari.

    Untuk progres penyelesaian penimbunan material dibibir siklop pengendalian sedimen sungai Paneki tersebut, namun hingga saat penimbunan material siklop itu tak kunjug selesai.

    Mahmut, adalah salah seorang warga dusun dua desa Kabobona/Dolo, yang juga rumahnya dipinggir bantaran sungai, jawabnya saat di konfirmasi deadline- news.com Ahad (17/4-2022) dirinya mengaku, dengan adanya proyek multy yers kontrasi normalisasi pengendalian sedimen yang di kelolah oleh PT. KPR asal Maksar itu, “alhamdulillah,” bahwasanya pemerintah sangat perduli akan keselamatan jiwa warga juga lingkungan hidupnya.

    kata dia, suatu kesyukuran buat seluruh warga yang tinggal dan hidup di bibir bantaran sungai ini, terlebih lagi, dimana pihak pengololah proyek itu, membangun sebuah jembatan penyeberangan yang menghubungkan dusun 2 dan dusun 3 untuk warga desa Kabobona, “tuturnya.

    Lain hal yang dikatakan mas Parmanbyang juga salah seorang warga dusun 2 Kabobona, dimana posisi rumahnnya terletak disisi kanan jembatan baru itu, dia menambahkan, keberadaan jembatan baru itu, lebih mumudahkan akses jalur taransportasi antara dua dusun yang terpisah oleh aliran sungai.

    Soalnya pekerjaan mayoritas warganya adalah usahawan industri rumahan yaitu memproduksi batu merah (batu bata).

    “Maka dengan keberadaan jembatan tersebut, yang juga pembangunanya dininsiasi sendiri oleh pengelolah proyek PT. KPR, jalur transpotrtasi makin lancar untuk kepentingan bisnis industri rumahan yang ada di dua dusun ini, “bebrnya.

    Akan tetapi ujar dia, soal batas waktu atau masa kalender kerja proyek ini, dirinya mengaku tidak tahu menahu, yang jelas terakhir aktifitas para pekerja proyek itu,tepat pada 1 Ramadhan atau 3 April bulan berjalan, dan sampai saat ini tak ada lagi terlihat adanya aktifitas para pekerja proyek itu.

    “Disisi sebelah kiri jembatan terlihat ada satu titik gorong-gorong pembuangan air hujan ke aliran sungai dan mal pengocorannya tampak masih menempel di lingkaran gorong-gorong tersebut, mungkin pada saat itu, karyawan proyek lupa membuka malnya, “tandanya.

    Sementara itu pelaksana proyek dari pihak Karya Pembangunan Rezeki Oni Marundu yang dikonfirmasi mengakui memang masih banyak item pekerjaan mereka yang belum selesai.

    “Pagi, masih banyak belum selesai,”aku Oni via chat di whatsappnya Minggu (17/4-2022) sekitar pukul 6.58 wita. ***

  • Sekda Tak Hadir di Hut 19 Tahun Pasangkayu

    Sekda Tak Hadir di Hut 19 Tahun Pasangkayu

    Andi Attas Abdullah (detaknews.id)-Pasangkayusulbar-Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Pasangkayu Sulbar Firman mestinya memberi contoh dan tauladan yang baik bagi PNS di daerah itu, untuk hadir bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun ke 19 kabupaten Pasangkayu Senin (18/4-2022).

    Tapi kenyataannya justru Sekda Firman tidak hadir dalam momentum sakral itu. Tidak ada yang tahu apa alasan Sekda Firman sampai tidak hadir diacara Hut ke 19 Pasangkayu itu.

    Firman memang bukan putra asal Pasangkayu. Tapi asal Kendari Sulawesi Tenggara.

    Namun karena Pasangkayu yang dulu dikenal Mamuju Utara adalah bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia, sehingga tidak ada dikotomi antara putra kelahiran Pasangkayu maupun bukan untuk dapat diterima mengabdi sebagai pegawai negeri sipil ataupun pejabat di daerah itu.

    Namun sangat disayangkan Sekda Firman tidak hadir dalam peringatan hari ulang tahun ke 19 Pasangkayu itu.

    “Kami sangat menyayangkan ketidak hadiran Sekda Pasangkayu Bapak Firman dalam momen peringatan hari jadi Pasangkayu ke 19 ini. Padahal mestinya beliau dapat memberi contoh yang baik bagi pegawai Negeri Sipil di daerah ini, dimana menghargai jeripayah hasil perjuangan tokoh-tokoh pemekaran sampai daerah ini bisa menjadi otonomi baru,”tegas salah seorang kepala desa di Pasangkayu itu yang minta namanya tidak disebutkan kepada deadline-news.com usai rapat paripurna peringatan Hut Pasangkayu ke 19.

    Sementara itu Bupati Pasangkayu H.Yaumil Ambo Djiwa yang dimintai tanggapannya terhadap ketidak hadiran Sekda Firman, mengatakan beberapa hari lalu beliau minta izin ke luar daerah, tapi sampai sekarang belum ada kabar beritanya, kenapa tidak hadir di momen peringatan Hut ke 19 Pasangkayu ini.

    Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty Saal,SH menjawab deadline-news.com mengatakan ada yang kurang di momen peringatan Hut ke 19 Pasangkayu ini.

    “Sebab ketidak hadiran Sekda Firman pada peringatan Hut ke 19 Pasangkayu ini terasa ada yang kurang,”tandasnya.

    Sumber lain di Pasangkayu menyebutkan Sekda Firman sering keluar daerah, sampai-sampai diduga banyak pekerjaan yang menjadi tugas pokoknya terbengkalai.

    Sebut saja daftar pelaksanaan anggaran (DPA) tahun 2022 ini, masih banyak yang belum rampung. Sehingga banyak kegiatan yang belum jalan secara maksimal.

    “Heran juga kita, kok Sekda ini tidak fokus lagi bekerja seperti saat Bupati Agus Ambo Djiwa, beliau lebih banyak kegiatan di luar daerah. Padahal bisa didelegasikan jika memang ada kegiatan pemerintahan yang sangat penting dihadiri di luar daerah,”kata sumber itu.

    Sekretaris Daerah Pasangkayu Firman yang dikonfirmasi via telepone selulernya di nomor 08219033645* tidak memberikan jawaban.

    Sampai berita ini naik tayang telepon seluler Sekda Firman yang dihubungi beberapa kali sangat sulit tersambung, pas nada sangbung masuk langsung putus. ***

  • Bangkit Maju Berkelanjutan Bersatu Dalam Keberagaman 19 Tahun Pasangkayu

    Bangkit Maju Berkelanjutan Bersatu Dalam Keberagaman 19 Tahun Pasangkayu

    Andi Attas Abdullah (detaknews.id)-Pasangkayusulbar-Senin Pagi (18/4-2022), tepatnya pukul 10:29 wita, rapat paripurna hari jadi Kabupaten Pasangkayu ke 19 tahun.

    Adalah Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty Saal,SH membuka rapat paripurna hari jadi ke 19 Pasangkayu Sulawesi Barat itu.

    Hari jadi Pasangkayu ke 19 tahun itu, mengambil tema “Bangkit Maju Berkelanjutan Dalam Keberagaman.”

    “Peringatan hari jadi Pasangkayu yang ke 19 tahun ini merupakan ke syukuran kita terhadap karunia Allah SWT Tuhan yang Maha Esa. Dan merupakan kilas balik dari perjuangan terbentuknya Kabupaten Pasangkayu 19 tahun lalu,”kata politisi Partai Hanura itu.

    Menurutnya untuk memajukan dan mengembangkan Pasangkayu agar lebih maju dan berkelanjutan, maka kita harus bersama-sama.

    “Karena dengan kebersamaan kita dapat membangun Pasangkayu yang lebih maju dan berkelanjutan didalam pembangunan,”ujar Ketua DPRD Pasangkayu itu.

    Sementara itu Bupati Pasangkayu H.Yaumil Ambo Djiwa,SH mengatakan akibat pandemi, hari jadi Pasangkayu diperingati secara sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Olehnya mari kita bergandengan tangan untuk mengisi pembangunan daerah ini, karena pendahulu kita telah berjuang dan berkorban untuk melahirkan Pasangkayu sebagai daerah otonomi baru,”ujar Bupati Yaumil.

    Bupati Yaumil mengajak semua masyarakat Pasangkayu untuk bersama-sama dan bersinergi memaju daerah ini.

    “Karena dengan kebersamaan pembangunan berkelanjutan Pasangkayu dapat kita laksanakan dan wujudkan. Peringatan hari jadi Pasangkayu ke 19 ini, bertepatan dengan malam ke 17 Ramadhan 1443 Hijriah. Momentum ini merupakan berkah bagi Pasangkayu sekarang dan kedepan, sehingga lebih maju dan berkembang,”ucap Bupati Yaumil dalam sambutannya dihadapan Paripurna DPRD Pasangkayu.

    “Dirgahayu Pasangkayu ke 19 tahun.”***

  • drg.H.Herry Muliadi,M.Kes Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Palu

    drg.H.Herry Muliadi,M.Kes Terpilih Aklamasi Pimpin DMI Palu

    Anditas (detaknews.id)-Palusulteng-drg.H.Herry Muliyadi,M.Kes terpilih secara aklamasi pimpin Dewan Masjid Indonesia (DMI) kota Palu dalam musyawarah daerah (Musda) Pertama (I) Ahad (17/4-2022) di sekretarian DMI Wilayah Sulteng.

    Adalah Syamsul Rijal Labatjo (Ijal) pimpinan MUSDA I DMI kota Palu itu. Peserta Musda itu diikuti 8 Masjid Jami dan 1 Masjid Agung dari 8 kecamatan se Kota Palu.

    Usai terpilih drg.Herry minta semua unsur bekerja secara tim sesui tugas masing-masing.

    “Saya tidak bisa bekerja sendiri, olehnya pola kerja tim yang kita terapkan dalam organisasi keummatan ini,”kata Herry dihadapan peserta Musda.

    Sebelumnya adalah Moh.Iqbal Andi Magga memimpin DMI kota Palu. Namun karena masa jabatannya telah berakhir dan sudah menjadi pengurus Pimpinan Wilayah DMI Sulteng, sehingga sudah harus pergantian ketua dan penyegaran pengurus. ***

     

  • “Ada Tiga Pasangan Balon Gubernur Sulteng 2024”

    “Ada Tiga Pasangan Balon Gubernur Sulteng 2024”

     

    Walau Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2024 masih dua tahunan, tepatnya 27 November 2024, namun suhu politik mulai menghagat diberbagai daerah, termasul Sulteng.

    Adalah hari-hari besar keagamaan dan nasional sebagai momen tepat mensosialisasikan diri bagi mereka yang ingin mencalonkan diri pada Pemilu 2024 itu.

    Berbagai media digunakan sebagai tempat melakukan komunikasi politik satu arah.

    Misalnya memasang spanduk, pamplet, benner, Baliho di tempat-tempat umum dan rumah-rumah ibadah dengan kalimat ucapan selamat yang diserta foto.

    Media sosial seperti face book, media meanstrim seperti media cetak, media online dan media elektronik tak ketinggalan menjadi pilihan bersosialisasi bagi mereka yang akan maju di pilkada 2024 itu.

    Mari kita mencoba memprediksi siapa saja bakal calon pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2024.

    Kemungkinan besar hanya ada tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2024 mendatang.

    Pertama bakal calon pasangan Ahmad Ali dengan Mohammad Hidayat Lamakarate disingkat MAHIR.

    Pasangan ini refresentasi wilayah timur dan Barat. Ahmad Ali mewakili wilayah timur. Sedangkan Hidayat Lamakarate refresentasi lembah Palu (To Kaili).

    Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur MAHIR ini hampir pasti maju di Pilgub Sulteng 2024 yang kemungkinan besar diusung koalisi Partai Nasdem dengan Gerindra.

    Ahmad Ali yang sebelumnya adalah anggota DPR RI dua periode daerah pemilihan Sulteng. Dan pada pileg 2024 tidak lagi mencalonkan diri untuk DPR RI dari dapil Sulteng, tapi kemungkinan dari Dapil DKI Jakarta atau Banten.

    Atau bisa masuk bursa Calon Gubernur atau Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bahkan mungkin saja masuk calon wakil Presiden RI di 2024.

    Tapi dengan tidak mencalonkan lagi sebagai anggota DPR RI Dapil Sulteng menimbulkan banyak spekulasi politik. Akan kah Ahmad Ali maju sebagai Calon Gubernur Sulteng dengan menggandeng Hidayat Lamakarate?

    Kedua tokoh muda Sulteng ini intens berkomunikasi lewat kolaborasi dewan masjid Indonesia dengan palang merah Indonesia (DMI – PMI) dalam program Donor darah setiap malam selama bulam suci Ramadhan di sekretariat DMI Sulteng jalan Balai Kota Utara No.01 Palu disamping lapangan Vatulemo.

    Dalam bincang-bincang sore di sekretariat dewan masjid Indonesia wilayah Sulteng, Ahmad Ali menegaskan beri kesempatan Rusdy Mastura (Cudy) untuk menyelesaikan programnya sesuai visi dan Missinya.

    “Olehnya jangan ganggu konsentrasi Ka Cudy dengan Isu-isu politik (Pilgub) Sulteng 2024. Yang pasti Nasdem senantiasa memberi dukungan dan mensuport kebijakan-kebijakan yang diambil gubernur Cudy sepanjang berpihak kepada rakyat. Karena Nasdem berjuang untuk kepentingan rakyat,”tegas wakil ketua umum DPP Nasdem Sulteng itu.

    Pasangan kedua Rusdy Mastura (Cudy-Incumbent)- Anwar Hafid dengan singkatan CUAN = CUDY – ANWAR. Pasangan ini bisa jadi diusung oleh koalisi Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN.

    Kalaupun misalnya bung Cudy tidak jadi maju di Pilgub Sulteng karena memberi kesempatan yang lain untuk “bertarung” di Pilgub Sulteng 2024, maka bisa jadi pasangan Anwar Hafid – Sigit Purnomo dengan singkatan AS.

    Atau kemungkinan ketiga Anwar Hafid berpasangan dengan Mohamad Irwan Lapatta (Bupati Sigi) dengan singkatan AMIN = Anwar – Mohamad Irwan, yang akan diusung koalisi Partai Demokrat dengan Partai Golkar dan PDIP.

    Kemudian kemungkinan pasangan ke tiga Mohamad Irwan Lapatta (Bupati Sigi) akan berpasangan Ma’mun Amir dengan singkatan pasangan IMAN.

    Pasangan ini bisa jadi diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Golkar.

    Irwan Lapatta sepertinya sangat siap maju di Pilgub Sulteng 2024 dengan membangun komunikasi di daerah – daerah menggunakan organisasi sayap Partai Golkar yakni KOSGORO.

    Namun demikian bukan berarti menafikkan bakal calon lain, seperti Bupati Donggala Dr.H.Kanjeng Ario Kasman Lassa,SH, MH, Moh.Saleh Bantilan (Mantan Bupati Tolitoli), Sigit Purnomo Said (mantan wakil walikota Palu) dan Moh.Lahay (Bupati Touna).

    Sigit Purnomo, Kasman Lassa dan Moh.Saleh Bantilan adalah kader PAN, sehingga tidak mungkin ketiganya maju lewat satu partai yang sama. Pasti ada pilihan-pilihan yang paling tepat untuk mewakili kader partainya.

    Kemudian bisa jadi ada calon perempuan dari Pilgub Sulteng 2024, misalnya Liliana Muhidin Said, Nurmawati Bantilan, Luciana Baculu Amran Batalipu, Dra. Hj. Sri Indraningsih Lalusu, MBA.

    Sri adalah kader PDIP yang saat ini Ketua Komisi 1 DPRD Sulteng, Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDIP.

    Tulisan ini hanya mencoba memprediksi siapa saja yang akan maju “bertarung” di Pilgub Sulteng 2024. Karena yang menentukan maju tidaknya seorang calon adalah partai pengusungnya. ***

  • Bupati Diminta Sebaiknya Menonjobkan Sekda Firman

    Bupati Diminta Sebaiknya Menonjobkan Sekda Firman

    Anditas (detaknews.id)-Pasangkayusulbar- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasangkayu adalah top leader ASN.

    Dan bertindak sebagai ketua Tim APBD Pemda Pasangkayu. Sehingga harus bertindak atas dasar sengetahuan Bupati dan aturan yang berlaku.

    Tapi sepertinya Sekda Pasangkayu Firman diduga bertindak sendiri, tanpa koordinasi dengan Bupati maupun wakil Bupati.

    “Bahwa saya dapat info dari sana yang bersangkutan sudah tidak harmonis dengan bupati, dan bila tidak segera diantisipasi akan berpotensi bocornya “kapal kambuna” yang pada gilirannya aph pesta porah,”kata Anwar Hakim via chat di whatsappnya Selasa (19/4-2022).

    Menurut Anwar Hakim kalau itu benar kasusnya bahwa bupati berdasarkan UU No 30 THN 2014 tentang admimistrasi pemerintahan sebaiknya menon jobkan saja sekda tersebut.

    Kata Anwar bahwa kemudian bupati adalah yang paling bertanggung jawab dalam anggaran apbd dan APBN. Karena akan bisa jadi soal jika tidak segera di nonjobkan.

    “Lebih bagus kalau dia di nonjobkan dari pada melahirkan dampak extra ordinery yang bisa berujung bupati dapat masuk jurang KPK dst,”tandas Anwar.

    Pegiat anti korupsi itu menegaskan barang kali Firman selaku sekda kurang memaknai eksistensi seorang kepala daerah berdasarkan UU no 23 THN 2014 tentang Pemda.

    Sementara itu Abdul Rahman di akun face book anggota group Info kota Mamuju menuliskan statusnya apakah itu dis komunikasi ataupun disharmonisasi, yang pasti kehadiran sekab hukumx wajib.

    “Kecuali alasan parmanen/berhalangan tetap, sy menanggapi itu kesan tdk loyal pada pimpinan, apapun argumenx itu layak ditinjau kembali keberadaan sbg sekab…sy jg mantan pejabat esln Il di pasangkayu memahami betul bgmn kita harusx loyal pd tugas dan loyal pd pimpinan itu harga mati…. 😂,”Tulis Abdul Rahman disertai emonji tertawa.

    Sebelumnya ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty Saal,SH menjawab deadline-news.com usai memimpin rapat paripirna peringatan hari jadi Pasangkayu ke 19 Senin (18/4-2022), mengatakan ketidak hadiran Sekda terasa ada yang kurang.

    “Yang pastinya terasa ada yang kurang dalam momentum peringatan hari jadi kabupaten Pasangkayu ke 19 ini, dengan tidak hadirnya pak Sekda,”kata Politisi Partai Hanura itu.

    Ketidak hadiran sejumlah pejabat pada peringatan hari jadi Kabupaten Pasangkayu ke 19 Senin (18/4-2022), mendapat tanggapan dari wakil ketua DPRD Pasangkayu Irpandi Yaumil Ambo Djiwa.

    Menurutnya apapun kesibukan lain, harusnya ditanggalkan dulu demi menghargai hasil perjuangan para tokoh pemekaran daerah otonomi baru Pasangkayu yang hari ini tanggal 18 April 2022 genap berusia 19 tahun.

    “Tidak ada alasan, harusnya para pejabat daerah hadir dalam momen sakral ini, sebagai bentuk penghargaan bagi daerah ini dan para tokoh pejuang pemekaran. Karena kita tidak bisa jadi pejabat tanpa perjuangan mereka memekarkan daerah ini,”tegas politisi partai Golkar Pasangkayu Sulbar itu.

    Ketua KNPI Pasangkayu itu menegasakan luangkanlah waktumu walau setengah hari demi peringatan hari jadi Pasangkayu ke 19 ini. Kan tidak merugikan, apalagi kalau seorang pejabat daerah.

    “Bayangkan Rektor UIN Makassar saja jauh-jauh datang ke Pasangkayu demi menghadiri peringatan hari jadi ke 19 Pasangkayu. Masa kalian yang pejabat daerah tidak ada waktu sedikitpun untuk hadir bersama-sama sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa Pasangkayu bisa jadi Kabupaten dan kalian jadi pejabatnya,”ucap politisi muda Partai Golkar itu.

    Sekretaris Daerah Pasangkayu Firman yang dikonfirmasi via telepone selulernya di nomor 08219033645* tidak memberikan jawaban.

    Sampai berita ini naik tayang telepon seluler Sekda Firman yang dihubungi beberapa kali sangat sulit tersambung, pas nada sangbung masuk langsung putus. ***

  • Lukman Said Minta Bupati Yaumil Bersikap Tegas

    Lukman Said Minta Bupati Yaumil Bersikap Tegas

    Anditas (detaknews.id)-Pasangkayusulbar-Ketua Fraksi PDIP DPRD Pasangkayu Sulbar H.Lukman Said, S.Pdi, M.Pdi menjawab detaknews.id group deadline-news.com via messenger Selasa petang (19/4-2022), mengatakan Bupati Pasangkayu Sulbar Yaumil Ambo Djiwa,SH harus bersikap tegas terhadap Sekretaris daerah Firman.

    Pasalnya kata ketua asosiali DPRD Kabupaten suluruh Indonesia (ADKASI) itu, kelihatannya pemerintah daerah kabupaten Pasangkayu sudah tidak kompak didalam memberikan pelayanan ke masyarakat dan melaksanakan tugas-tugas pokok pemerintahan.

    “Sekda Firman jalan sendiri, bupati jalan sendiri. Olehnya agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik baik, maka antara Bupati, Wakil Bupati dan Sekda harus kompak,”kata politisi PDIP itu dengan nada menyarankan.

    Menurutnya Bupati, Wakil Bupati dan Sekda adalah tiga serangkai yang tidak boleh terpisah dan harus kompak dibawah komando Bupati.

    “Bupati Yaumil tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Harus segera mengganti Sekda dan menunjuk pejabat sekda yang loyal dan dapat bersinergi dengan bupati untuk menjalankan program-program pemerintahan sesuai visi dan missi Bupati,”jelas mantan ketua DPRD Pasangkayu itu.

    Hal senda juga dikatakan pegiat antikorupsi Anwar Hakim.

    Anwar menegaskan Bupati selaku user berhak dan berwewenang mengganti sekda kapan saja.

    “Kalau Sekda Firman sudah jalan sendiri tidak loyal terhadap Bupati Yaumil selaku pimpinan daerah, ya Bupati harus segera mengusulkan ke Gubernur dan Gubernur meneruskan ke Mendagri untuk pergantian Sekda. Minimal segera menunjuk pelaksana tugas atau pelaksana haria (PLT atau PLH) Sekda. Sehingga tugas-tugas pokok pemerintahan dan pelayanan publik segera berjalan,”tandas Anwar.

    Anwar mencontohkan beberapa kepala daerah mengganti Sekdanya karena sudah tidak loyal dan jalan sendiri.

    “Bupati Pasangkayu harus bersikap dan bertindak tegas seperti Bupati Morowali, Bupati Tojo Unauna tiba – tiba langsung lenserkan sekdanya dan menunjuk PLH. Dan itu no problem oleh karena bupati itu adalah merangkap selaku PPK,”ujar Anwar. ***