Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menerima audiensi Ketua Relawan Semeton Provinsi Sulawesi Tengah, Putu Eddy Tangkas Wijaya, bersama Owner PT Raja Boga, Restu, di VIP Room Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, pada Selasa (29/04/2025).
Pertemuan singkat ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, Arnold Firdaus.
Dalam audiensi tersebut, Owner PT Raja Boga Restu menyampaikan rencana untuk membuka cabang baru di Sulawesi Tengah. Perusahaan ini berfokus pada penyediaan daging segar untuk memenuhi kebutuhan di kawasan industri.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dr. Anwar Hafid menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran PT Raja Boga akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain memenuhi kebutuhan daging berkualitas di sektor industri, investasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya optimis.
Sementara, Ketua Relawan Semeton, Putu Eddy Tangkas Wijaya, dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen mereka untuk mendukung upaya investasi yang bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Tengah.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulteng diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Farid R. Yotolembah, S.Sos, M.Si menghadiri acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Abdul Aziz Lamadjido (UNAZLAM) Angkatan IV di Hotel Aston Palu, Selasa (29/4).
Acara diikuti 126 wisudawan dari program sarjana dan pascasarjana. Hadir pula dalam kesempatan itu, Rektor UNAZLAM Dr. M. Darma Halwi, SE, MM, Ketua Yayasan Panca Bhakti Ir. H. Rendy Lamadjido, unsur Forkopimda, Walikota Palu diwakili Kadis Pendidikan Kota Palu Hardi, S.Pd, M.Pd, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta perwakilan LLDIKTI Wilayah XVI, Dr. Irwan Halid, M.Si.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Staf Ahli Farid, gubernur mengapresiasi dedikasi seluruh civitas akademika UNAZLAM dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu di Sulawesi Tengah.
Ia juga menekankan pentingnya lulusan agar tidak hanya bercita-cita bekerja di pemerintahan, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja sesuai kompetensi dan potensi mereka.
“Saya berharap para lulusan tidak hanya menggantungkan cita-cita menjadi pegawai negeri, tetapi juga harus berdikari dan mengkreasikan lapangan kerja sendiri, agar menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan Sulawesi Tengah yang maju dan berkelanjutan,” pesannya.
Gubernur juga mengapresiasi peran para dosen dan tenaga pendidik yang telah membimbing mahasiswa dengan penuh dedikasi, serta mendorong pengelola UNAZLAM untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu, dalam sambutannya, perwakilan LLDIKTI Wilayah XVI Dr. Irwan Halid, M.Si mengajak para wisudawan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas dan kampus, melainkan harus terus berlanjut dalam berbagai konteks informal dan nonformal, termasuk meningkatkan soft skill dan literasi digital agar mampu bersaing di era kompetitif saat ini.
“Terus semangat kembangkan diri dan buktikan diri kalian orang-orang terbaik yang dilahirkan UNAZLAM Palu,” suntik Irwan Halid memberikan motivasi ke lulusan.
Sementara orasi ilmiah diisi oleh Dekan Fakultas Sospol UNAZLAM Dr. Muzakir Tawil, M.Si yang menekankan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan kampus dan perkuliahan.
Wisuda berlangsung dengan penuh khidmat dan haru, menandai babak baru bagi lulusan untuk berkontribusi dalam membangun dan mewujudkan visi Sulteng Nambaso.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-V Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulawesi Tengah, yang bertempat di Aula Sinergitas BPSDMD, Selasa (29/4/2025).
Kesempatan itu Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kiprah Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Dharma Wanita Persatuan juga sebagai organisasi yang mewadahi istri-istri Aparatur Sipil Negara, memiliki peran sangat penting dan strategis. Tidak hanya mendukung tugas suami di Pemerintahan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup perempuan, keluarga, dan masyarakat secara luas.
“Untuk itu para istri-istri harus mendoakan suami yang baik-baik selalu dalam lindungan Allah, jangan sampe dioakan yang buruk ataupun kita sering ngambek, nanti kita juga yang sakit,” ujar wagub sambil bercanda senyum.
Musprov kali ini juga yang mengangkat tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini, menurut Wagub, menunjukkan komitmen DWP untuk turut serta dalam agenda nasional menuju Indonesia Emas, dengan membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia unggul.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi dan teknologi, melainkan juga pembangunan karakter dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama. Di sinilah peran DWP sangat dibutuhkan, membangun dari rumah, dari keluarga, dan dari komunitas,” tambahnya.
Wagub berpesan kepada seluruh anggota DWP agar terus mendorong partisipasi aktif keluarga-keluarga dalam proses pembangunan, tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku yang tanggap terhadap berbagai permasalahan, serta memahami program dan kebijakan Pemerintah.
“Saya percaya, dengan kekompakan, kepemimpinan visioner, dan semangat kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan Sulawesi Tengah mampu melakukan transformasi organisasi yang kokoh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, Wagub mengucapkan selamat bermusyawarah dan berharap Musprov ke-V ini menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggota serta masyarakat luas. Ia juga mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan berkelanjutan.tutupnya.
Sementara Ketua DPW Provinsi Sulawesi Tengah Ny. Yeni Fahrudin Yambas juga menyapaikan ucapan terimkasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang dalam hal ini mendukung penuh dan berkolaborasi.
Ia juga menyampaikan seiring adanya visi Indonesia Emas 2045 perempuan memiliki peran penting dalam mewujudkannya, perempuan harus siap dihadapkan pada isu strategis sekaligus tantangan yang dihadapi dimasa yang akan datang.
“Hendaknya organisasi DWP ini terus menjadi rumah bagi kita semua sekaligus menjadi pilar penting dalam menguatkan peranan perempuan serta mendukung program visi kepala daerah yaitu sembilan berani”ujarnya.
Selain itu ia berharap para anggota Dharma Wanita Persatuan selalu menjalin kekompakan, silaturahmi, persatuan dan kesatuan, saling mendukung, berbagi informasi dan bekerja sama dengan multi pihak untuk mewujudkan program yang telah direncanakan.
“Semoga kedepannya Dharma Wanita Persatuan dan Pemerintah Provinsi maupuan Kabupaten/kota selalu solid,kolaborasi yang baik untuk membangun daerah kedepan.”pungkasnya.
Turut hadir Kepala BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, Para Ketua DWP Kabupaten/Kota,Sekretaris PKK,Ketua BKOP, serta mitra kerja Terkait.***
Ilong (detaknews.id) – Jakarta – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara blak-blakan mengungkap ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dialami daerahnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen, Selasa (29/4/2025).
Dalam forum yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendsgri) Ribka Haluk dan dipimpin langsung Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda, Anwar menumpahkan kegelisahan yang selama ini dirasakan masyarakat Sulawesi Tengah terhadap ketidakadilan distribusi hasil kekayaan alam.
Dalam pernyataannya, Anwar Hafid menyampaikan fakta mencolok bahwa meskipun Sulawesi Tengah menjadi salah satu kontributor terbesar bagi penerimaan negara dari sektor tambang, termasuk industri smelter yang disebut Presiden menyumbang hingga Rp570 triliun, provinsinya hanya menerima DBH sekitar Rp200 miliar per tahun. Ia menggambarkan kondisi daerahnya sebagai “hancur-hancuran” akibat aktivitas pertambangan yang masif namun tak memberi dampak signifikan bagi pendapatan daerah.
“Saya contohkan Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah itu adalah salah satu provinsi penyumbang defisit terbesar juga di Indonesia ini. Bapak Presiden bilang ada Rp570 triliun dari pajak yang berasumber dari industri smelter yang ada di Sulawesi Tengah. Tapi coba Bapak bayangkan setiap tahun DBH itu kami hanya mendapatkan Rp200 miliar. Negeri kami itu hancur-hancuran, Pak. Tambang di mana-mana, hancur-hancuran, Pak, negeri kami itu,” ungkap Anwar penuh emosi di hadapan Komisi II.
Ia juga menyoroti kelemahan sistem perpajakan yang hanya mengenakan pajak di “mulut tambang”, bukan di “mulut industri” seperti halnya di wilayah-wilayah lain yang telah mengadopsi izin usaha pertambangan pemurnian. Menurutnya, jika pajak dikenakan saat produk nikel telah menjadi stainless steel, maka nilai ekonomis dan PAD Sulawesi Tengah bisa bersaing dengan provinsi-provinsi kaya seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Tak hanya itu, Anwar menyoroti kebijakan tax holiday dan tax allowance yang diberikan kepada perusahaan industri smelter hingga 25 tahun. Sementara cadangan nikel di Morowali, katanya, hanya tinggal 10 tahun. Ia mengkhawatirkan kondisi pasca-ekspolitasi nikel, ketika semua keuntungan telah diraup dan wilayahnya ditinggalkan tanpa hasil berarti.
“Kemarin saya paksa, Pak. Tapi takutnya nanti dilaporin lagi saya ke pusat. Saya bilang kalau kalian tidak mau membuka perwakilan di Sulawesi Tengah, silakan angkat kaki. Tapi mereka semua sekarang bilang, Gubernur apa-apa sih, biar marah juga nggak ada masalah. Kita nggak ketemu juga, nggak ada juga keperluan kita sama Gubernur,” tambah Anwar dengan nada kecewa.
Ia juga menyinggung keberadaan NPWP para pengusaha yang mayoritas terdaftar di Jakarta.
“Jadi mereka benar-benar mengambil keuntungan di sana. Kita yang merasakan dampaknya, kita tidak punya apa-apa,” ujarnya seraya meminta Komisi II untuk memperjuangkan hak daerah secara lebih serius.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari pengawasan dana transfer pusat ke daerah. Ia menyebut selama ini DPR RI belum maksimal mengawasi setelah dana ditransfer ke APBD. Komisi II, katanya, ingin mendalami penggunaan berbagai jenis dana, termasuk Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil, dan Dana Insentif Daerah.
“Kita tahu hakikat dana transfer pusat ke daerah ini adalah dana APBN yang ditransfer ke provinsi dan kabupaten/kota masing-masing. Tapi selama ini DPR RI belum melakukan pengawasan setelah dana itu masuk ke APBD,” kata Rifqi.
Ia juga menyoroti kinerja BUMD yang di banyak daerah justru menjadi beban, bukan aset. Komisi II kini mendorong hadirnya regulasi pembinaan dan pengawasan BUMD, termasuk kemungkinan pembubaran BUMD yang tidak sehat.
Rapat ini juga membahas reformasi birokrasi dan penyelesaian masalah honorer, yang disebut Rifqi masih menjadi pekerjaan rumah besar di berbagai daerah. Ia memastikan bahwa forum seperti ini akan terus dilanjutkan secara berkala agar kebijakan pusat benar-benar berpijak dari kebutuhan nyata di daerah.
Bagi Anwar Hafid, forum ini menjadi ruang penting untuk menyampaikan kegelisahan yang selama ini tak terdengar. Ia menegaskan bahwa para kepala daerah, meski dipilih langsung oleh rakyat, masih terkekang oleh wewenang pusat dan sistem regulasi yang kerap tak berpihak pada kepentingan daerah.
“Komisi 2 ini adalah komisi yang sangat strategis. Dan pintu kami ada di situ, Pak. Mungkin sudah waktunya, Pak, dikorek-korek lagi,” pungkas Anwar dengan harapan besar.
RDP ini menjadi momentum penting, menegaskan bahwa desentralisasi fiskal di Indonesia masih menyisakan ketimpangan yang dalam, dan suara dari daerah seperti Sulawesi Tengah harus menjadi prioritas dalam pembenahan kebijakan nasional.**
Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi memperpanjang kerjasama dengan maskapai PT. Sriwijaya Air untuk transportasi udara calon jamaah haji tahun 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Drs. Awaludin, MM dan Chief Executive Officer (CEO) Sriwijaya Air, Freeman Fang, di ruang kerja Asisten Pemerintahan dan Kesra, pada Senin (28/4).
Dalam perjanjian tersebut, PT.Sriwijaya Air akan melayani penerbangan pulang-pergi (PP) dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu menuju Bandara Sultan Aji Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Acara penandatanganan turut dihadiri Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Muchsin Pakaya, SE, M.Si, serta Kepala Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang Dr. Ir. Fahrudin, ST, M.Si.
Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin Yambas, M.Si, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT. Sriwijaya Air atas pelayanan prima kepada jamaah haji Sulteng pada tahun 2024 lalu.
“Kami berharap kualitas layanan yang sudah sangat baik ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan untuk musim haji 2025. Komunikasi intensif tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi kendala di lapangan,”ujarnya.
Tahun ini, kloter pertama (BPN-7) Sulawesi Tengah akan berangkat dari Palu menuju Balikpapan pada tanggal 16 Mei 2025, diikuti oleh 5 kloter keberangkatan lainnya. Total ada 1.994 calon jamaah haji Sulawesi Tengah yang akan diberangkatkan.
Sebagai penutup rangkaian acara, Pemerintah Provinsi Sulteng dan manajemen Sriwijaya Air saling bertukar cinderamata sebagai simbol kemitraan yang erat dan berkelanjutan.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan menyelimuti Aula Lapas Kelas IIA Palu pada Senin (28/4), saat insan pemasyarakatan Sulteng memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 yang diselenggarakan secara hybrid.
Gubernur diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si., menghadiri acara tersebut.
Diantara undangan, nampak Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulteng Bagus Kurniawan, Kepala Perwakilan BI Sulteng Rony Hartawan, forkopimda, pejabat yang mewakili Walikota Palu, serta jajaran kepala satker kementerian/lembaga.
Acara didahului penampilan warga binaan yang menampilkan kesenian marawis, tarian tradisional dan seni olah vokal.
Dilanjutkan pemutaran video profil yang memperlihatkan berbagai aktivitas pembinaan, seperti pelatihan pertukangan, produksi air kemasan, hingga kerajinan tangan.
Dalam video tersebut, sejumlah warga binaan menyampaikan rasa terima kasih karena keterampilan itu menjadi bekal penting untuk reintegrasi sosial mereka setelah bebas.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam sambutannya secara virtual mengajak jajaran pemasyarakatan untuk tidak hanya berperan sebagai pegawai, melainkan juga menjadi orang tua, sahabat, dan guru bagi warga binaan, sehingga mereka siap kembali ke tengah masyarakat.
“Marilah kita merefleksikan apa yang telah kita kerjakan selama ini. Tentu Lapas sudah bertransformasi dari waktu ke waktu. Mudah-mudahan apa yang dilakukan untuk memberikan bimbingan pada warga binaan selalu lebih baik,” pesan Menteri Imipas ke seluruh insan pemasyarakatan se Indonesia.
Momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61 juga jadi pengingat bahwa membangun kembali manusia adalah tugas mulia dari institusi pemasyarakatan supaya warga binaan dapat kembali berguna dan pasti bermanfaat bagi masyarakat.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, turun langsung memimpin sesi wawancara peserta dalam uji kompetensi dan evaluasi kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (28/4).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Palu ini dipandu oleh Sekretaris Daerah Dra. Novalina, MM, yang bertindak sebagai Ketua Panitia Seleksi. Ia didampingi oleh para anggota pansel: Ahmad Husin Tambunan, S.STP, M.Si, Prof. Dr. Djayani Nurdin, SE, M.Si, Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, M.Si, dan Dr. Surahman, SH, MH.
Dalam sesi wawancara yang berlangsung mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan, para pejabat diuji tidak hanya dari aspek kompetensi teknis, namun juga integritas, kepemimpinan, dan inovasi yang telah mereka capai selama mengemban jabatan.
Kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya evaluasi ini sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih profesional dan akuntabel.
“Kita ingin memastikan bahwa pejabat yang memimpin Perangkat Daerah benar-benar punya kompetensi, dedikasi, serta mampu membawa perubahan yang nyata untuk Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Ia berharap, melalui proses ini, setiap pejabat dapat terus meningkatkan kualitas kinerjanya demi mendukung visi pembangunan daerah dalam bingkai Sulteng Nambaso.
Proses uji kompetensi ini disambut positif oleh para peserta yang melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kinerja terbaik sekaligus mengasah profesionalisme di lingkungan birokrasi Pemprov Sulteng.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Kongres Mbaso yang digagas Forum Pemuda Kaili Bangkit.
Dalam audiensi yang berlangsung di kediaman pribadinya, Senin pagi (28/42025), Ia menilai forum tersebut sebagai upaya strategis memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Gubernur Anwar Hafid, mengutip falsafah yang menurutnya menjadi prinsip hidup selama merantau.
Kongres Mbaso dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025, dengan tema besar penguatan hukum adat dan pelestarian budaya lokal.
Ia pun mengapresiasi inisiatif tersebut dan mendorong Forum Pemuda Kaili Bangkit untuk menyusun kajian akademis guna memformalkan hukum adat di Sulawesi Tengah.
“Bantu saya buat kajiannya untuk memformalkan Hukum Adat,”ujarnya.
Sejak disahkannya peraturan daerah terkait Lembaga Adat, upaya pelestarian budaya lokal di Sulteng mendapat landasan hukum yang lebih kuat. Namun, Ia menilai diperlukan langkah lanjutan untuk memastikan eksistensinya dalam sistem hukum formal.
Selain persoalan adat, Beliau juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian bahasa daerah. Ia mendukung penuh rencana pembuatan kamus bahasa lokal oleh Forum Pemuda Kaili Bangkit dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan penggunaan bahasa daerah di sekolah, khususnya di lingkungan keluarga.
Di bidang pendidikan, Ia mengungkapkan rencana pemerintah membangun Sekolah Rakyat yang menyasar peserta didik dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.
Program ini akan membentuk 1.000 Tadulako, sebutan untuk pemuda-pemudi Sulteng yang akan mendapatkan akses pendidikan melalui pembiayaan pemerintah.
Menurutnya, Kementerian Sosial telah menyetujui usulan Pemerintah Provinsi, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tojo Una-una dan Donggala.
Dalam pertemuan itu, Ia juga menyinggung isu lingkungan terkait maraknya buaya di sekitar teluk Palu. Ia pun mengusulkan agar buaya-buaya tersebut ditangkar guna menjaga keamanan serta membuka potensi ekonomi baru berbasis ekowisata.
Sementara, Ketua Panitia Kongres Mbaso, Abd Rahman Syamsu, menyampaikan bahwa kongres mendatang akan mengangkat tema kearifan lokal serta pembahasan hukum adat yang disinergikan dengan program pemerintah daerah.
Ia juga memastikan komitmen Forum Pemuda Kaili Bangkit dalam rangka menyusun kamus bahasa daerah untuk mendukung program pelestarian budaya di sektor pendidikan, serta upaya penangkaran buaya di seputar teluk Palu.**
Ilong (detaknews.id) – Palu – Semarak Sulteng Nambaso 2025 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah kembali mengguncang Kota Palu. Pada Sabtu (26/4/2025).
Puluhan ribu warga memadati Lapangan Imanuel Palu untuk mengikuti kemeriahan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.
Setelah sukses dengan minggu pertama yang dibuka oleh Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dan dimeriahkan oleh penampilan spektakuler Marion Jola, gelaran week 2 semakin membara.
Kali ini, panggung Semarak Sulteng Nambaso menghadirkan Last Child dan Justy Aldrin sebagai bintang utama yang mengguncang malam puncak.
Acara dimulai sejak sore hari dengan penampilan band-band lokal seperti Komunitas Polelea Sigi, Moy Nandez, dan The Moska yang membawakan 2 hingga 3 lagu masing-masing, menghidupkan suasana di Lapangan Imanuel.
Menjelang malam, selepas istirahat Magrib, acara berlanjut dengan sesi edukasi singkat tentang pentingnya kekayaan intelektual yang dibawakan oleh perwakilan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah.
Usai break Isya, panggung kembali bergemuruh dengan penampilan FEO 404 Not Found, diikuti penyanyi lokal Septi Vhanesa.
Suasana makin memanas saat Justy Aldrin, artis ibu kota, tampil dengan membawakan 4 hingga 5 lagu andalannya, sebelum akhirnya Last Child menutup malam dengan full performance yang membuat ribuan penonton larut dalam semangat dan emosi.
Tidak hanya menjadi hiburan semata, acara ini juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Puluhan tenant UMKM yang menjajakan aneka produk makanan, minuman, hingga kerajinan tangan, turut merasakan dampak positif dari membludaknya pengunjung. Omzet mereka melonjak tajam, menambah semarak perayaan HUT ke-61 Sulawesi Tengah.
Dengan antusiasme yang begitu besar, Semarak Sulteng Nambaso week 2 membuktikan bahwa semangat masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus bersatu dan berbahagia dalam perayaan HUT ke-61 provinsi ini benar-benar membara.
Kehadiran langsung Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido semakin menegaskan komitmen pemimpin daerah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat melalui momentum bersejarah ini.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyerukan pentingnya membangun Sulteng dengan menerapkan nilai-nilai luhur keteladanan Rasulullah.
Seruan ini disampaikan pada acara Tablig Akbar dan Halal Bi Halal di Masjid Al-Haq Muhammadiyah, Ahad (27/4).
Di hadapan jamaah subuh, gubernur dalam tausiyahnya mengulas empat wasiat penting Rasulullah saat pertama kali tiba di Yastrib (Madinah).
Pertama, menebarkan salam (menjaga kedamaian). Dua, memberikan makan (mengembangkan solidaritas). Tiga, menyambung silaturahim (memperkuat persaudaraan) dan empat, menegakkan sholat malam ketika orang lain terlelap tidur (meningkatkan ketakwaan).
Empat wasiat ini dinilainya masih relevan sebagai rujukan penting membangun Sulteng dengan dilandasi ketaatan spiritual dan solidaritas.
“Jadikan dirimu sumber kebahagiaan bagi orang lain bukan jadi malapetaka,” pesannya.
Gubernur juga menganjurkan dua amalan utama yang harus dijaga dan dijadikan rutinitas sehari-hari yaitu istigfar dan shalawat.
“Kalau mau sukses hidup ini amalkan dua ini saja,” ujarnya berwasiat.
Sementara takmir Masjid Al-Haq Ust. Moh. Dalil menuturkan bahwa kegiatan taklim rutin dilaksanakan setiap subuh agar masjid ini kembali dipenuhi jamaah.
Kebersihan dan fasilitas masjid juga ikut dibenahi secara bertahap agar jamaah semakin nyaman beribadah.
“Jamaah sepi karena kegiatan hanya sholat jadi dibuat kegiatan taklim dan pengajian rutin,” ujarnya melaporkan.
Di bagian lain, pengurus wilayah Muhammadiyah Abdul Hafid mengapresiasi dan berterimakasih atas kehadiran gubernur di tengah kesibukannya untuk mengisi tausiyah subuh itu.
“Kalau pak gubernur punya program BERANI maka kita harus TAKUT, Taati dan Ikuti,” ucapnya berkelakar.
Nampak menyertai gubernur, Kadis Cikasda Dr. Andi Ruly Djanggola, S.E., M.Si dan Karo Kesra Drs. Awaludin, M.M.***