Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Usung Konsep Ekoteologi Di Hari Bumi, Gubernur Sulteng Melalui Asisten Pemerintahan & Kesra Dukung Gerakan Reboisasi Sejuta Pohon

    Usung Konsep Ekoteologi Di Hari Bumi, Gubernur Sulteng Melalui Asisten Pemerintahan & Kesra Dukung Gerakan Reboisasi Sejuta Pohon

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr. Fahrudin, S.Sos, M.Si menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif Kementerian Agama RI yang resmi mencanangkan Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa di momen peringatan Hari Bumi Tahun 2025.

    “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” tegasnya yang menghadiri acara ini pada Selasa (22/4), di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng.

    Gerakan ini merupakan inovasi Kemenag RI dalam rangka menghidupkan persahabatan antara alam dan umat beragama, melalui penanaman sejuta pohon matoa.

    “Ini bukan hanya komitmen pada lingkungan tapi juga untuk mengajak umat dan masyarakat terlibat langsung,” imbuhnya agar semua pihak proaktif membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

    Dipilihnya pohon matoa tak lepas dari keunggulannya yang mampu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, mencegah erosi dan memperbaiki kualitas tanah.

    Pohon ini juga dapat tumbuh di seluruh wilayah, mulai dari barat hingga timur Indonesia.

    Kemampuan pohon untuk bertahan dalam cuaca ekstrim menjadikan ia simbol ketangguhan ekologis.

    Selain itu, pohon matoa juga membawa peluang tumbuhnya ekonomi lokal yang bersandar pada alam.

    Seperti daun matoa dapat dijadikan obat herbal, buahnya yang manis dapat dikonsumsi, dan kayunya yang kokoh namun ringan dapat diolah menjadi bahan konstruksi maupun karya kerajinan tangan.

    “Saya juga mengajak masyarakat menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan,” sambungnya agar potensi ekonomi matoa diberdayakan.

    Sementara Kepala Kanwil Kementerian Agama diwakili Kabag TU Moh. Taslim menuturkan penanaman sejuta pohon matoa dilaksanakan serentak hari ini oleh seluruh satker Kemenag RI.

    Dari sejuta pohon, ia optimis seluruh satker Kemenag di Sulteng dapat berkontribusi menanam matoa hingga 60 ribu pohon.

    “Bukan hari ini harus satu juta (pohon) tapi dilakukan bertahap,” ujarnya menjelaskan gerakan ini.

    Lebih jauh ia sampaikan bahwa gerakan tersebut adalah implementasi dari penguatan ekoteologi yang digagas Kemenag dalam menyatukan nilai keagamaan dengan tanggungjawab lingkungan.

    “Merawat bumi sama dengan merawat kehidupan dan merawat kehidupan sama dengan wujud cinta kita kepada Tuhan,” serunya agar seluruh umat beragama di Sulteng kolaborasi menghijaukan bumi sebagai rumah kita bersama.

    Kegiatan dihadiri perangkat daerah terkait yakni dinas lingkungan hidup dan dinas kehutanan, FKUB, dewat adat dan tokoh-tokoh organisasi keagamaan lintas iman.***

    Sumber: Ro Adpim Setdaprov Sulteng

  • Buka Orientasi Bagi 4.354 Orang PPPK (P3K) Pemprov Sulteng, Gubernur Sulteng Apresiasi Pelaksanaan Orientasi P3K Lingkup Pemprov Sulteng

    Buka Orientasi Bagi 4.354 Orang PPPK (P3K) Pemprov Sulteng, Gubernur Sulteng Apresiasi Pelaksanaan Orientasi P3K Lingkup Pemprov Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, membuka secara resmi Orientasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Pendidik, Tenaga Kesehatan, Tenaga Teknis Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui zoom meeting/Virtual bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (21/04/2025).

    Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekdaprov Novalina, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan orientasi kepada PPPK (P3K) lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

    Sebagai PPPK (P3K) harus banyak bersyukur karena P3K ini adalah sebuah kebijakan afirmasi yang diambil oleh pemerintah pusat untuk mengakomodir P3K yang selama ini bekerja mengabdikan diri sebagai tenaga kontrak di Pemerintah Daerah.

    “Tidak semua orang punya kesempatan sebagai Tenaga P3K, Kebijakan afirmasi adalah yang terakhir untuk mengangkat P3K. Jadi tidak ada lagi pengangkatan. Kalaupun ada Pemda yang menerima ASN baru, maka kebijakannya hanya lewat 1 (satu) pintu yaitu penerimaan melalui CPNS , tidak ada jalur lain”,tegasnya.

    Kepada PPPK (P3K), diharapkan untuk mendukung program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur dengan 9 (sembilan) program prioritas Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani lancar, Berani Menyala, Berani Sejahtera, Berani Makmur, Berani Harmonis dan Berani Berintegrasi, yang dikemas dalan visi menjadikan Sulawesi Tengah wilayah pertanian dan industri yang berkelanjutan dapat terakselerasi dalam SULTENG NAMBASO.

    “Bagi Para PPPK (P3K) yang ada gagasan, ide, inovasi kreatif, silahkan disampaikan kepada atasan dalam rangka mendukung 9 (sembilan) program berani , sehingga bisa berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

    Pada kesempatan ini juga, diingatkan kepada para PPPK (P3K) kaitannya dengan bidang tugas, sebelum masa kontrak selesai tidak diperbolehkan untuk bermohon pindah kerja .

    Formasi dibuka sesuai dengan kebutuhan organisasi.
    PPPK (P3K) diterima berdasarkan formasi yang dibutuhkan sehingga sebelum masa kontrak selesai, tidak diperbolehkan untuk pindah tempat kerja karena semua telah disusun berdasarkan formasi dari masing-masing instansi OPD.

    Tetapi ada beberapa kondisi yang ditemui cukup banyak PPPK (P3K) yang minta pindah. Untuk sementara masih berlaku 5 (lima) tahun masa kontrak, dan dalam masa tersebut di evaluasi tiap tahun kinerja berdasarkan disiplin kerja, loyalitas dan kemampuan keuangan daerah.

    “Ayo tunjukkan rasa kesadaran kita, pemahaman terhadap tanggung jawab sebagai PPPK (P3K), pahami kesulitan-kesulitan yang dialami oleh Pemda dalam mengatur semua dan menata kembali ASN kita,” ungkapnya.

    Orientasi bagi PPPK (P3K) yang di fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah dengan materi utama Pengenalan Struktur Organisasi dan tata kerja, Pengenalan Jabatan, Pengenalan Manajemen Kinerja Organisasi, Penerapan fungsi dan tugas ASN di tempat kerja. Dan materi tambahan membangun integritas ASN.

    Dasar pelaksanaan orientasi bagi PPPK ( P3K) adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PP Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Manajemen PPPK( P3K) , Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pengembangan Kompetensi PPPK (P3K) dan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Nomor 289 Tahun 2022 Tentang Pedoman Orientasi PPPK(P3K).

    Orientasi bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian
    (PPPK) ini bertujuan memperkenalkan nilai-nilai, tugas dan fungsi ASN kepada Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    Dengan sasaran peserta memiliki kemampuan dalam memahami dan mengimplementasikan fungsi dan tugas ASN serta nilai etika pada instansi pemerintah. Terbentuk karakter ASN berakhlak dan bangga melayani bangsa pada ASN PPPK (P3K).

    Pembelajaran materi pengenalan fungsi dan tugas ASN melalui zoom meeting/virtual selama 2 (dua) hari dari tanggal 21 April hingga 22 April 2025 diikuti oleh peserta sebanyak 4.354 orang yang terdiri dari Tenaga Pendidik 3.254 orang, Tenaga Kesehatan 492 orang dan Tenaga Teknis 608 orang dengan jumlah 16 angkatan berasal dari 34 perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

    Orientasi bagi PPPK (P3K) turut diikuti oleh Plt. Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah Yasin Baculu, 34 Kepala OPD , Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah Pendidikan Menengah lingkup pemprov Sulteng, para Koordinator dan para Widyaswara serta pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional lingkup BPSDM Prov Sulteng.***

    Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Sulteng

  • Resmi Diluncurkan, Program Berani Sehat Harapan Bagi Masyarakat

    Resmi Diluncurkan, Program Berani Sehat Harapan Bagi Masyarakat

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi meluncurkan program “Berani Sehat” pada 13 April 2025. Program ini memungkinkan seluruh masyarakat Sulteng mendapatkan layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP, tanpa harus memikirkan status aktif BPJS.

    Program “Berani Sehat” merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sulawesi Tengah, BPJS Kesehatan, dan Dinas Sosial. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala akses kesehatan karena kendala administrasi atau tunggakan iuran BPJS.

    Namun, mekanisme pelaksanaannya menjadi pertanyaan di tengah masyarakat, terutama bagi peserta BPJS Mandiri atau yang memiliki tunggakan.

    Menurut penjelasan Suci, Frontliner BPJS Kesehatan, program ini tetap menggunakan sistem jaminan dari BPJS Kesehatan, namun dengan skema dukungan dari pemerintah daerah.

    “Programnya Pak Gubernur ini bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Sosial. Masyarakat yang ingin mengakses layanan kesehatan gratis cukup membawa KTP dan diarahkan ke Dinas Sosial terlebih dahulu,” jelas Suci kepada media ini saat ditemui di “Mall Pelayanan Masyarakat Sulteng Nambaso” di Jodjokodi Convention Center (JCC) Senin, 21 April 2025.

    Prosedur Pendaftaran dan Penanganan Tunggakan

    Bagi peserta BPJS Mandiri yang memiliki tunggakan, prosesnya tidak langsung serta-merta dihapus. Mereka tetap diwajibkan menyicil tunggakan melalui program Rehabilitasi Iuran Bertahap (Rehab) dari BPJS Kesehatan.

    “Peserta datang ke Dinas Sosial untuk verifikasi data. Jika ditemukan tunggakan, peserta diarahkan ikut program cicilan. Minimal harus membayar satu bulan cicilan terlebih dulu,” terang Suci.

    Setelah pembayaran cicilan pertama dilakukan, peserta melapor kembali ke Dinas Sosial dengan membawa bukti pembayaran. Dinas Sosial akan mengalihkan status kepesertaan dari BPJS Mandiri menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah. Dengan status PBI tersebut, layanan kesehatan bisa langsung diakses tanpa kendala meskipun tunggakan masih ada.

    Suci menegaskan bahwa tunggakan tetap menjadi tanggung jawab peserta, namun hal itu tidak akan menghambat pelayanan kesehatan.

    “Yang penting sudah ada cicilan pertama. Walau masih ada tunggakan, peserta tetap dilayani di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

    Fleksibel dan Tidak Memaksa

    Masyarakat tetap memiliki pilihan untuk bertahan sebagai peserta mandiri jika tidak ingin dialihkan ke program bantuan pemerintah. Namun, penting dicatat bahwa peserta bantuan otomatis berada di kelas 3, sedangkan peserta mandiri bisa memilih kelas 1 atau kelas 2.

    “Kalau ada masyarakat yang tetap ingin mandiri, tidak masalah. Tapi jika ingin dilayani gratis melalui program Berani Sehat, harus mengikuti alur melalui Dinas Sosial dan bersedia dialihkan ke kelas 3,” jelas Suci.

    Program ini juga mencakup layanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit. Masyarakat cukup menunjukkan KTP saat berobat, bahkan jika sebelumnya belum pernah menjadi peserta BPJS aktif. Di lokasi layanan, petugas akan membantu verifikasi dan proses pendaftaran jika diperlukan.

    Penjelasan dari Dinas Sosial

    Indar, Frontliner Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa proses pengalihan kepesertaan BPJS Mandiri ke program bantuan pemerintah tetap dimulai dari Dinas Sosial di tingkat kabupaten atau kota.

    “Kalau yang mau beralih dari mandiri ke bantuan pemerintah, harus ke Dinas Sosial kabupaten/kota. Nanti pihak Dinas Sosial yang mengusulkan peralihannya,” jelas Indar.

    Ia juga menjelaskan, bahwa warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak tetap bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit dengan membawa KTP.

    “Kalau untuk keperluan pelayanan kesehatan langsung, cukup bawa KTP saja ke faskes. Di sana ada operator yang akan bantu proses datanya,” katanya.

    Untuk proses peralihan kepesertaan, biasanya warga akan dimintai alasan dan urgensinya.

    “Biasanya ditanya alasannya. Umumnya karena faktor ekonomi. Nantinya akan disurvei, tapi untuk detil proses seperti surat keterangan miskin saya kurang tahu, itu mungkin tergantung kebijakan di daerah masing-masing,” ungkapnya.

    Indar juga menambahkan, meskipun tidak semua prosedur teknis dapat langsung dijelaskan secara rinci, yang pasti Dinas Sosial akan menilai kebutuhan dan urgensi dari setiap permohonan peralihan status tersebut.

    Dengan adanya kerja sama lintas lembaga ini, pemerintah daerah berharap akses kesehatan benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh warga tanpa hambatan biaya maupun administrasi.***

  • Pelatihan Kepemimpinan Nasional Angkatan LXII Tahun 2025 Resmi di Buka, Wagub Sulteng Sambut Baik Pelatihan untuk Peningkatan Kualitas Pemimpin

    Pelatihan Kepemimpinan Nasional Angkatan LXII Tahun 2025 Resmi di Buka, Wagub Sulteng Sambut Baik Pelatihan untuk Peningkatan Kualitas Pemimpin

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mengikuti secara virtual Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025 dari ruang kerjanya pada Senin (21/4/2025).

    Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ini dibuka langsung oleh Kepala LAN, M. Taufiq. Dalam sambutannya, ia menekankan urgensi transformasi kepemimpinan birokrasi di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

    “Kepemimpinan saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan global, gelombang digitalisasi, serta kompleksitas permasalahan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, budaya belajar harus menjadi fondasi utama,” ujar Taufiq.

    Ia juga menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis dalam membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu menjadi teladan melalui kebijaksanaan dan integritas.

    Pelatihan Kepemimpinan Nasional Angkatan LXII Tahun 2025 diikuti oleh 42 peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif para pejabat pimpinan tinggi madya, dengan masa pelatihan selama kurang lebih lima bulan menggunakan metode blended learning-menggabungkan pembelajaran klasikal dan non-klasikal.

    Untuk itu, Wakil Gubernur dr. Reny menyambut baik pelatihan ini sebagai langkah penting dalam menyiapkan pemimpin yang adaptif, responsif, dan berdampak nyata bagi pembangunan bangsa.

    “Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan LXII Tahun 2025 ini. Pelatihan ini merupakan bagian penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin birokrasi yang visioner, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika zaman,” ucap Wagub

    Wagub berharap para peserta mampu memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat nilai integritas, serta merancang terobosan-terobosan strategis dalam pelayanan publik.***

    Sumber rilis: PPID Utama/Humas Pemprov. Sulteng

  • dr. Reny A. Lamadjido Ajak Perempuan Sulteng Ambil Peran dalam Pembangunan di Hari Kartini: Saya Percaya Perempuan Memiliki Peran Penting

    dr. Reny A. Lamadjido Ajak Perempuan Sulteng Ambil Peran dalam Pembangunan di Hari Kartini: Saya Percaya Perempuan Memiliki Peran Penting

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Memperingati Hari Kartini, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido mengajak seluruh perempuan di daerah ini untuk terus berjuang, berprestasi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan. Ia menegaskan, perempuan memiliki potensi besar untuk membawa perubahan, dan peringatan Hari Kartini adalah momentum untuk memperkuat semangat tersebut.

    “Saya percaya bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat. Di Sulawesi Tengah, kita punya banyak perempuan hebat yang berkontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Mereka adalah Kartini masa kini,” ujar dr. Reny.

    Sebagai sosok perempuan yang dipercaya mendampingi Gubernur Anwar Hafid, dr. Reny diberi mandat khusus untuk membenahi sektor kesehatan. Ia dikenal dengan program unggulan Berani Sehat, sebuah terobosan yang menjamin pelayanan kesehatan gratis hanya dengan menggunakan KTP Sulawesi Tengah.

    “Masih banyak masyarakat kita yang tidak bisa berobat karena tidak punya biaya. Bahkan ada yang sudah punya jaminan kesehatan tapi tidak aktif. Dengan Berani Sehat, cukup dengan KTP, masyarakat bisa berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit mana pun di Indonesia,” jelasnya.

    Tak hanya kesehatan, dr. Reny juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi perempuan. Melalui program Berani Cerdas, ia ingin memastikan anak-anak perempuan di Sulawesi Tengah mendapatkan kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.

    Namun ia mengakui, tantangan yang dihadapi perempuan masih besar. Masih ada persoalan akses pendidikan dan kesehatan, kekerasan terhadap perempuan, hingga stereotip gender yang menghambat potensi perempuan untuk berkembang.

    “Ini perjuangan yang belum selesai. Kita harus terus bekerja keras agar perempuan Sulawesi Tengah punya kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memberi kontribusi nyata,” tegasnya.

    Menutup pesannya di Hari Kartini, dr. Reny mengajak seluruh perempuan Sulawesi Tengah untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.

    “Teruslah melangkah dan berkarya. Jadilah Kartini masa kini yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah. Perempuan Sulawesi Tengah harus Berani Sehat dan Berani Cerdas!,” tegasnya.***

  • Banyak Peminat, Program Unggulan Berani Cerdas Sukses Menarik Hati Masyarakat

    Banyak Peminat, Program Unggulan Berani Cerdas Sukses Menarik Hati Masyarakat

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Baru dibuka program berani cerdas secara umum pendaftar sudah mencapai 27.719 orang. Dan 22.946 orang diantaranya yang sudah memasukkan persyaratan biodata.

    Sedangkan yang baru mendaftar nama 4.773 orang, dengan rincian sebagai berikut :

    Strata satu (S1), 16.225 orang, strata dua (S2), 3.535 orang, strata tiga (S3), 302, kemudian diploma tiga (D3) 279, diploma empat (D4) 211 orang, sementara program profesi 134 orang dan SMA 1.527 orang.

    program Beasiswa Berani Cerdas ini sebagai langkah nyata dalam membangun generasi muda yang berdaya saing.

    Program ini dilaunching dalam rangkaian perayaan HUT Sulteng ke-61 dan disampaikan melalui video oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, dalam acara “Semarak Sulteng Nambaso”, Sabtu malam, 19 April 2025.

    Mengacu pada penjelasan Yudiawati, program ini menyasar siswa SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta, serta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

    Pemerintah daerah menjanjikan pembebasan biaya pendidikan sekaligus beasiswa, agar tidak ada lagi generasi muda yang terhalang akses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

    “Program ini meliputi pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Kami ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” ujar Yudiawati dalam video resminya.

    Selain bantuan untuk jenjang pendidikan menengah, pemerintah juga menawarkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.

    Harapannya, mahasiswa tidak perlu lagi menanggung beban biaya tinggi saat menempuh perguruan tinggi.

    Tak kalah penting, bantuan juga difokuskan pada siswa SMK yang tengah menjalani persiapan masuk dunia kerja.

    Pemerintah menanggung biaya praktik kerja industri dan uji kompetensi keahlian sebagai bekal nyata sebelum mereka lulus.

    “Kami juga memberikan biaya praktek kerja industri dan uji kompetensi keahlian bagi siswa SMK. Gunakan kesempatan ini dengan baik,” tambahnya.

    Pendaftaran program ini dapat dilakukan secara online melalui situs resmi https://beranicerdas.sekolahkukeren.id. Alternatif lain, peserta juga bisa memindai QR code yang tersedia di pamflet resmi yang telah disebar ke sekolah-sekolah.

    Namun, perlu dicatat, pendaftaran hanya dapat dilakukan dalam rentang waktu pukul 08.00 hingga 23.00 WITA setiap harinya. Di luar jam tersebut, sistem akan menutup akses pendaftaran secara otomatis.

    Jika menghadapi kendala teknis atau memerlukan informasi tambahan, calon peserta bisa menghubungi layanan bantuan melalui dua kontak resmi:

    Sintia Dewi Mateka, S.Sos., M.A.P (0811-4511-167)
    M. Saleh, S.Kom (0822-9199-9487) Keduanya siap membantu menyelesaikan masalah teknis maupun pertanyaan seputar proses pendaftaran.

    Program “Berani Cerdas” disebut sebagai bagian dari strategi besar pembangunan SDM Sulawesi Tengah yang unggul dan kompetitif.

    Pemerintah berharap partisipasi maksimal dari siswa dan mahasiswa agar manfaat program ini terasa luas dan berkelanjutan.***

  • Ingin Tingkatkan SDM, Gubernur Anwar Hafid Minta PT IMIP Danai Beasiswa Kuliah Luar Negeri Bagi Anak Morowali

    Ingin Tingkatkan SDM, Gubernur Anwar Hafid Minta PT IMIP Danai Beasiswa Kuliah Luar Negeri Bagi Anak Morowali

    Ilong (detaknews.id) – Morowali – Gubernur Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah penghasil nikel, Morowali. Dalam acara silaturahmi akbar dan peresmian Wisata Air Terjun Pofua’a Bente di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Gubernur secara khusus meminta perhatian serius dari pelaku industri, terutama PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), untuk mendanai beasiswa luar negeri bagi generasi muda Morowali.

    Di hadapan ribuan warga, para tokoh masyarakat, serta pejabat daerah termasuk Ketua II DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid, dan Wakil Ketua III DPRD Sulteng,Ambo Dalle, Gubernur menyampaikan harapan agar dana tanggung jawab sosial (CSR) PT IMIP diarahkan untuk membiayai pendidikan anak-anak Morowali di luar negeri, khususnya ke negara-negara maju seperti Tiongkok atau China.

    “Morowali ini adalah daerah strategis yang menyumbang besar bagi ekonomi nasional. Tapi kekayaan alam saja tidak cukup. Kita harus siapkan SDM-nya. Makanya kita harus dorong PT IMIP agar menyalurkan CSR mereka untuk beasiswa luar negeri bagi anak-anak Morowali,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

    Tidak hanya menyampaikan langsung kepada pihak perusahaan, Gubernur juga meminta Bupati Morowali untuk turut ambil peran aktif dengan menjembatani permintaan itu secara resmi kepada pihak PT IMIP.

    “Saya harap Pak Bupati bisa menyampaikan permintaan ini secara langsung dan resmi. Ini untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

    Gubernur bahkan mengusulkan agar program beasiswa tersebut bersifat masif dan berkelanjutan, dengan target 100 hingga 200 mahasiswa setiap tahun yang diberangkatkan ke luar negeri, lengkap dengan biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan hidup.

    “Bayangkan kalau kita punya seribu sarjana teknologi dari Morowali yang dididik di luar negeri, daerah ini tidak hanya kaya secara sumber daya, tapi juga kaya secara kualitas manusianya,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan tinggi terus meningkat, terbukti dari jumlah pendaftar bantuan pendidikan provinsi yang sudah menembus angka 25.000.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peresmian wisata alam Pofua’a Bente yang juga termasuk dalam program unggulan Seribu Dewi atau seribu desa wisata yang sedang dikembangkan oleh Pemprov Sulteng.***

    Sumber : Tim Media AH

  • Ikut Resmikan Wisata Air Terjun Pofua’a Bente, Syarifuddin Hafid Apresiasi Visi dan Misi Pemda Morowali

    Ikut Resmikan Wisata Air Terjun Pofua’a Bente, Syarifuddin Hafid Apresiasi Visi dan Misi Pemda Morowali

    Ilong (detaknews.id) – Morowali – Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Syarifudin Hafid hadiri silaturahmi akbar Tadabbur Alam yang dirangkaikan dengan peresmian destinasi wisata baru: Air Terjun Pofua’a Bente di Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Minggu (20/4/2025).

    Acara ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Bupati Morowali, Ikhsan Baharudin Abd Rauf, dan Wakil Bupati Iriane Ilyas.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Ketua II DPRD Sulteng secara simbolis meresmikan destinasi wisata alam Pofua’a Bente melalui penandatanganan prasasti, disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

    Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Syarifudin Hafid, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi alam daerah.

    “Kami sangat mengapresiasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Morowali yang telah menjadikan sektor pariwisata sebagai bagian penting dari arah pembangunan. Wisata Air Terjun Pofua’a Bente ini adalah contoh nyata bagaimana potensi alam bisa diolah menjadi kekuatan ekonomi dan kebanggaan daerah,” ujar Syarifudin.

    Hal senada disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Dalam sambutannya, ia memuji kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga dan mendorong potensi wisata Morowali. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar Air Terjun Pofua’a Bente, seraya menjanjikan pembangunan akses jalan menuju lokasi wisata akan diaspal, asalkan kelestarian hutan tetap terjaga.

    “Saya sangat mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Morowali atas komitmennya dalam melestarikan alam dan menjadikan wisata sebagai motor penggerak pembangunan. Tempat ini luar biasa, tinggal bagaimana kita semua menjaga hutan di sekitarnya agar aliran air tetap lestari,” ujar Gubernur.

    Peresmian Air Terjun Pofua’a Bente menjadi simbol awal dari komitmen bersama menjadikan Morowali sebagai salah satu poros wisata alam unggulan di Sulawesi Tengah. Kolaborasi yang kuat antara pemimpin provinsi, legislatif, dan daerah diharapkan akan mendorong pengembangan wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.***

  • Gubernur Sulteng Resmikan wisata Air Terjun Pofua’a Bente saat Silaturahmi dan Tadabbur Alam di Morowali

    Gubernur Sulteng Resmikan wisata Air Terjun Pofua’a Bente saat Silaturahmi dan Tadabbur Alam di Morowali

    Ilong (detaknews.id) – Morowali – Gubernur Sulawesi Tengah menghadiri Silaturahmi Akbar dan Tadabbur Alam yang digelar di lokasi wisata Air Terjun Pofua’a Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Morowali, Minggu (20/4/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Morowali ini dihadiri langsung oleh Bupati Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Bupati Iriane Ilyas, Ketua II DPRD Sulteng Syarifuddin Hafid, dan ribuan masyarakat Morowali yang antusias memadati area wisata alam tersebut.

    Kegiatan dibuka dengan jalan santai yang dilepas langsung oleh Gubernur bersama Bupati Morowali, sebagai bentuk semangat kebersamaan menyambut peresmian Air Terjun Pofua’a Bente sebagai destinasi wisata baru di Morowali. Penandatanganan prasasti oleh Gubernur dan jajaran pemerintah daerah menjadi penanda resmi dimulainya pengembangan wisata alam di kawasan ini.

    Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras panitia yang berhasil menghadirkan momentum besar tersebut. Ia mengaku sempat ragu hadir karena padatnya agenda, namun keyakinan panitia dan dukungan Bupati membuatnya membatalkan kegiatan lain demi hadir langsung meresmikan lokasi wisata ini.

    “Yang saya banggakan, khusus kepada Ketua Panitia yang tiap hari mengembirakan saya dan juga bikin saya stres karena setiap hari bertelepon. Ini sudah siap. Karena dua hari lalu saya telpon dia, bahwa saya tidak bisa hadir. Tapi, Dia bilang, Pak, ini penting. Ini berhubungan dengan seribu desa wisata. Misi kami di provinsi namanya Seribu Dewi, Seribu Desa Wisata,” ungkap Gubernur.

    Gubernur menggambarkan keindahan Air Terjun Pofua’a Bente sebagai “jannah” atau surga, karena kemurnian alamnya yang sulit ditemukan. Ia pun menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan aliran sungai di sekitar kawasan agar keberlangsungan air terjun tetap terjaga. Ia menginstruksikan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar tidak membuka lahan secara sembarangan, terutama di bagian hulu.

    “Saya bilang sama Bupati, ini bisa dijaga. Cuma satu cara menjaganya, pohonnya jangan ditebang. Terutama yang bagian hilir ke atas. Kalau ada yang mau bergebun, bicara dulu sama Bupati. Supaya Bupati carikan kebun lain tapi minimal 50 meter sepanjang itu,” tegasnya.

    Bupati Morowali, Ikhsan Abdul Rauf, dalam sambutannya juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor wisata sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia menyebut, pembukaan wisata Air Terjun Pofua’a Bente merupakan bagian dari visi-misi pemerintah daerah untuk memajukan potensi lokal berbasis alam yang berkelanjutan. Rencananya, kawasan wisata ini akan ditata ulang, termasuk memperluas area parkir dan memperbaiki akses jalan menuju lokasi, yang akan segera diaspal oleh pemerintah provinsi.

    “Saya diberikan aspirasi luar biasa. Salah satu visi-misi kami adalah melestarikan potensi wisata daerah, termasuk air terjun ini. Tahun ini tempat ini akan ditata lebih baik agar nyaman dikunjungi,” kata Ikhsan.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan perkembangan berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa program Berani Cerdas telah berjalan dan kini diberikan beasiswa hingga enam juta rupiah per semester. Ia bahkan mendorong agar perusahaan-perusahaan di Morowali melalui program CSR-nya menyekolahkan anak-anak daerah ke luar negeri, khususnya ke China, untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang teknologi.

    “Negara maju itu bukan karena nikelnya, tapi karena SDM-nya. Maka saya minta kepada Pak Bupati, minta semua pengusaha bantu anak-anak Morowali kuliah ke luar negeri. Nanti kalau sudah ada seribu sarjana teknologi dari Morowali, kita akan jadi kekuatan luar biasa,” ucapnya.

    Gubernur juga menegaskan bahwa sejak 13 April lalu, Sulawesi Tengah telah menjadi provinsi UHC Prioritas. Semua warga yang belum memiliki BPJS atau BPJS-nya tidak aktif kini tetap bisa berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit, karena sudah ada kerja sama pembiayaan antara pemprov dan BPJS. Ia juga menghapuskan segala bentuk pungutan di tingkat SMA dan SMK negeri, termasuk biaya kompetensi dan ujian.

    Dengan berbagai program unggulan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa semua ini bertujuan untuk satu hal, mengurangi beban rakyat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Morowali yang telah menggaji guru honorer dan memperkuat dukungan pendidikan di daerah, termasuk dalam menyukseskan program Berani Cerdas dan Berani Sehat.

    “Kita ingin rakyat tidak lagi terbebani. Tidak usah pikir biaya sekolah anak, tidak usah takut berobat. Fokus kita adalah masa depan yang lebih baik, dan semuanya harus dimulai dari daerah. Morowali ini adalah contoh,” tutupnya.

    Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, Air Terjun Pofua’a Bente kini bukan hanya menjadi kebanggaan Morowali, tetapi juga menjadi bagian dari mimpi besar Sulawesi Tengah menuju Seribu Desa Wisata yang lestari, mendidik, dan mensejahterakan.***

  • Gubernur Sulteng akan Ngopi Bareng Insan Pers dan Masyarakat untuk Hidupkan UMKM

    Gubernur Sulteng akan Ngopi Bareng Insan Pers dan Masyarakat untuk Hidupkan UMKM

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengan Dr.Anwar Hafid, M.Si berencana mengadakan “Sabtu Berani Ngopi dengan Pers, komunitas warung kopi (Warkop) atau masyarakat secara umum”.

    Awalnya program ngopi ini disetiap jum’at pagi (kopi morning) dengan para jurnalis dilingkungan kantor Gubernur Sulteng.

    Namun karena sudah ada larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemprov Sulteng nongkrong di warkop pada jam kerja, maka program Jum’at kopi morning dialihkan ke hari Sabtu, sehingga lebih santai dan tidak mengganggu aktivis jam kerja.

    “Jangan hari Jum’at alihkan ke Sabtu pagi saja, agar tidak mengganggu aktifitas dan kinerja kita. Pun setiap bulan saja, nanti disesuikan, apakah awal bulan, minggu kedua atau sabtu akhir bulan,” kata Gubernur Anwar Hafid dalam arahannya menjawab media ini Kamis pagi (17/4-2025) di Kediamannya.

    Dalam acara Sabtu Berani Ngopi bersama Pers dan masyarakat ini, akan diisi diskusi terkait 9 program Berani, khususnya program Berani Sehat dan Cerdas yang baru saja diluncurkan pada 13 April 2025 dalam acara peringatan hari ulang tahun ke 61 Provinsi Sulteng.

    Ketua Koalisi Berani Sulteng Nambaso Ronald Gimon menyambuat baik rencana Sabtu Gubernur Sulteng Berani Ngopi bersama pers dan masyarakat.

    “Hal ini perlu diapresiasi, karena sangat positif mendukung dan membantu hidup dan berkembangnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya bagi usaha warkop,” ujar politisi Demokrat Sulteng itu.

    Kata Ronald dari satu kali saja ngopi di warkop pasti memakan biaya jutaan rupiah masuk ke pengelola warkop. Karena yang hadir “Sabtu Berani Ngopi Gubernur Bersama Pers dan Masyarakat” pasti banyak, paling sedikit 50an orang.

    Hal senada juga ditegaskan ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulteng H.Hidayat Pakamundi,SE.

    Memang para pemimpin itu sekali-sekali ngopi bareng di warkop-warkop bersama masyarakat, khususnya komunitas warkop dan kawan-kawan pers.

    Sabtu berani ngopi Gubernur Sulteng dengan pers dan masyarakat ini direncanakan setiap bulan dan berpindah-pindah dari warkop satu ke warkop lainnya, selain bersilaturrahim juga berdiskusi, menyerap masukan, ide dan gagasan dari semua pihak untuk Sulteng Nambaso.

    Menanggapi rencana “Sabtu Berani Ngopi Gubernur Sulteng bersama pers dan masyarakat” salah seorang pengiat warkop Ashar Yahya mengatakan bahwa penting dilakukan, karena komunitas warkop adalah perkumpulan seluruh lapisan masyarakat yang memiliki spesifikasi dan latar belakang dan warkop tempat ngerumpi produktif yang tidak formal.

    “Pemilik lahirnya gagasan di luar kebiasaan formal. Terbanyak dari warkop melahirkan tokoh-tokoh daerah, dan ke warkop juga akhir dari perjalanan seseorg pejabat dll usai purna dari jabatannya. Dan dari warkop juga dapat mendelegitimasi eksistensi seseorag tokoh yang tidak merakyat,” tulis mantan anggota DPRD kota Palu Fraksi Golkar itu.***