Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Pemprov Sulteng Buka Mall Pelayanan Masyarakat Sulteng Nambaso saat Peringati HUT Ke 61 Sulteng

    Pemprov Sulteng Buka Mall Pelayanan Masyarakat Sulteng Nambaso saat Peringati HUT Ke 61 Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka Mall Pelayanan Masyarakat Sulteng Nambaso di Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025, pada Sabtu malam (19/4).

    Mall tersebut dibuka mulai 19 April hingga 10 Mei 2025 dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan perizinan di Sulawesi Tengah.

    Pembukaan mall ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido,Sp.PK,M.Kes didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM.

    Setelah melakukan pengguntingan pita, Wagub dr.Reny beserta rombongan meninjau lokasi stand pelayanan yang berjumlah 24 stand untuk memastikan kesiapan dan kualitas pelayanan yang disediakan di Mall Pelayanan Publik Sulteng Nambaso.

    Turut hadir, Para Staf Ahli Gubernur, Para Asisten dan Para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemprov Sulteng.***

    Biro Administrasi Pimpinan

  • Puncak Semarak Sulteng Nambaso, Wakil Gubernur: Gebyar Sulteng Nambaso Cerminan Nawacita 9 Berani

    Puncak Semarak Sulteng Nambaso, Wakil Gubernur: Gebyar Sulteng Nambaso Cerminan Nawacita 9 Berani

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido secara resmi membuka acara puncak Semarak Sulteng Nambaso 2025, Sabtu malam (19/4/2025), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan yang digelar meriah di Lapangan Imanuel dan Jodjokodi Convention Center (JCC) Kota Palu ini menjadi magnet antusiasme warga dan pejabat pemerintahan.

    Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah Novalina, Ketua DPRD Provinsi Sulteng Muhammad Arus Abdul Karim, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan HUT ke 61 provinsi sulawesi tengah tahun ini mengusung tema, “Gebyar Sulteng Nambaso”, menjadi cerminan dari visi pembangunan daerah dalam kerangka nawacita 9 berani dan mendorong pemerintahan yang bersih, pelayanan publik yang berkualitas, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta pembangunan yang inklusif, untuk menjadikan sulawesi tengah sebagai daerah yang lebih maju, besar, dan berkelanjutan.

    “Saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang perayaan ini, tetapi juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan kemajuan Sulawesi Tengah”, Ucap Wagub mewakili Gubernur

    Selanjutnya, Wagub juga menuturkan bahwa hari jadi ke-61 ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang sulawesi tengah, dari awal pembentukannya sebagai provinsi, hingga kini menjadi wilayah yang terus tumbuh, maju, dan berdaya saing.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tentu tidak akan pernah bisa bekerja sendiri. dibutuhkan kolaborasi yang erat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, untuk sama-sama menata masa depan sulawesi tengahnya yang lebih baik.

    “Semarak Sulteng Nambaso bukan sekadar peringatan ulang tahun, tetapi momentum refleksi dan proyeksi untuk membawa daerah kita semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar dr. Reny A. Lamadjido.

    Wagub juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk datang, berpartisipasi, dan meramaikan rangkaian kegiatan gebyar sulteng nambaso, yang akan berlangsung selama satu bulan penuh ini, dari tanggal 19 april 2025 sampai 17 mei 2025.

    Terakhir, ia berharap momentum ini dapat semakin mempererat rasa persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan semangat cinta daerah sebagai landasan utama membangun peradaban yang unggul di bumi seribu megalith tercinta.

    Berbagai kegiatan turut memeriahkan puncak acara ini, mulai dari pentas seni budaya, pameran produk UMKM lokal, hingga parade kebangsaan yang menampilkan keberagaman budaya dan kekayaan etnik Sulawesi Tengah.

    Semarak Sulteng Nambaso 2025 menjadi penegas semangat persatuan dan cinta daerah, sekaligus wadah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih gemilang.***

    Sumber : PPID Utama / Humas Pemprov. Sulteng

  • Gubernur Anwar Hafid Serukan Kebangkitan Pendidikan Islam di Haul Guru Tua Toana

    Gubernur Anwar Hafid Serukan Kebangkitan Pendidikan Islam di Haul Guru Tua Toana

    Ilong (detaknews.id) – Touna – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, menghadiri acara Halal Bi Halal Akbar 1446 H Komisariat Daerah Alkhairaat Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), yang dirangkaikan dengan Haul Guru Tua, Sabtu (19/4/2025) di Masjid Ismaratul Ukhuwwah, Touna. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, Bupati Touna Ilham S.H., Wakil Bupati Surya S.Sos., M.Si., serta mantan Bupati Touna, Mohammad Lahay, dan disambut antusias oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Touna.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid yang juga menjabat sebagai Ketua Komda Alkhairaat Kabupaten Morowali, mengungkapkan kebanggaannya atas penyelenggaraan haul Guru Tua yang sangat meriah di Touna. Ia menyebutkan, setelah Morowali yang rutin menggelar haul besar setiap tahun, Touna kini menunjukkan potensi menjadi pusat peringatan Haul Guru Tua terbesar di wilayah timur Sulawesi Tengah.

    “Saya sangat bangga. Ini haul terbesar di luar Morowali. Saya yakin, kalau ini terus dijaga dan didukung pemerintah, haul di Touna akan menjadi magnet spiritual dan budaya yang besar di masa depan,” tegas Gubernur.

    Gubernur Anwar juga mengulas sejarah kehadiran Guru Tua (Habib Idrus bin Salim Aljufri) di Morowali sejak tahun 1968 dan bagaimana keberkahan yang dibawa beliau mengubah daerah yang dahulu terpinggirkan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

    “Dulu Bungku dikenal pelosok, tapi kini Morowali menjadi nomor satu. Itulah keberkahan dari Guru Tua. Semua yang mencintai beliau, pasti akan mendapat pertolongan di saat sulit. Karena cinta Guru Tua kepada kita, adalah cinta yang diwarisi dari Rasulullah SAW,” katanya.

    Gubernur Anwar juga menekankan bahwa nilai-nilai universalitas dan kasih sayang Guru Tua melampaui sekat agama. Ia bahkan mencontohkan bagaimana Guru Tua mengizinkan seorang pendeta Kristen mengajar di madrasahnya, sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmu dan kemanusiaan.

    “Guru Tua tidak melihat agamamu apa. Dia hanya ingin semua umat tercerahkan dan cerdas. Ini yang harus kita teladani,” ujar Gubernur penuh haru.

    Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid juga menyerukan kebangkitan kembali madrasah-madrasah Alkhairaat di seluruh Sulawesi Tengah, yang kini banyak yang mati suri. Ia menegaskan, kebangkitan madrasah tidak boleh hanya mengandalkan APBD, tetapi juga partisipasi rakyat.

    “Guru Tua bangun 400 madrasah tanpa APBD. Lalu kenapa sekarang, di masa ada gubernur, ada bupati Alkhairaat, malah madrasah mati?” tanya Gubernur, mengajak seluruh umat untuk merenung.

    Sebagai wujud nyata dari visi tersebut, Gubernur memaparkan program pendidikan BERANI Cerdas yang telah diluncurkan. Program ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu, termasuk bebas biaya kuliah hingga selesai sarjana.

    “Tadi pagi saya terima laporan, sudah ada 23 ribu mahasiswa mendaftar. Ini beasiswa penuh, jurusan apa saja, di mana saja, asal dia warga Sulawesi Tengah,” tegas Anwar.

    Ia juga mengumumkan penghapusan berbagai pungutan sekolah seperti uang prakiraan, uji kompetensi hingga biaya wisuda di SMA dan SMK negeri.

    “Kalau ada kepala sekolah yang masih pungut biaya dari orang tua, kasih tahu saya. Saya ganti dia. Bahkan sekolah swasta pun saya bantu lewat BOS daerah,” tegasnya.

    Gubernur juga memastikan seluruh warga Sulteng yang memiliki KTP Sulawesi Tengah otomatis dijamin layanan kesehatannya oleh BPJS yang dibayarkan pemerintah provinsi. Ia mengapresiasi Bupati Touna yang telah menanggung 80 persen kepesertaan BPJS masyarakatnya.

    “Kemo terapi sekarang sudah ditanggung BPJS. Tidak ada lagi yang ditolak karena kartu mati atau tunggakan. Kita mudahkan semua,” kata Gubernur.

    Mengakhiri sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pesan spiritual bahwa keberkahan adalah kunci kemajuan daerah. Ia berharap, melalui haul dan peringatan Guru Tua, semangat perjuangan dan cinta kepada ilmu, agama dan sesama manusia kembali menyala di bumi Sulawesi Tengah.

    “Kalau kita semua beriman dan bertakwa, Allah pasti turunkan keberkahan. Tidak ada yang susah. Bupati tidak susah, rakyat tidak susah. Inilah warisan terbesar Guru Tua, cinta kepada sesama, cinta kepada ilmu, dan cinta kepada umat,” pungkas Gubernur.

    Acara Halal Bi Halal dan Haul Guru Tua di Touna ini menjadi momentum spiritual yang menyatukan masyarakat dalam cinta kepada tokoh besar yang telah meletakkan dasar pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia, sekaligus menguatkan tekad pemerintah untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi yang berkarakter, berilmu, dan penuh berkah.***

  • Gubernur Sulteng Dorong Kab. Touna Maksimalkan Potensi Sawit

    Gubernur Sulteng Dorong Kab. Touna Maksimalkan Potensi Sawit

    Ilong (detaknews.id) – Touna – Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si mendorong Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menjadi kabupaten sawit dengan mengoptimalkan potensi ekonomi kelapa sawit.

    Salah satu strategi yang diaktualkan dari program BERANI Makmur yakni mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga (Emak-emak) untuk menanam sawit di pekarangan rumah.

    “Kalau bisa jadikan Tojo Una-una kabupaten sawit,” usulnya ke Bupati Ilham Lawidu saat acara Halal Bi Halal Komda Alkhairaat Touna pada Sabtu (19/4), di masjid tsamaratul ukhuwah kota Ampana.

    Sawit ibarat ‘emas hijau’ yang bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pekarangan rumah yang tidak terlalu luas.

    Olehnya itu, gubernur meminta Bupati Tojo Una-Una memprogramkan bibit gratis ke masyarakat setiap tahun, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi keluarga yang nanti berdampak ke perekonomian daerah.

    Sederhananya, gubernur menghitung jika satu keluarga punya 10 pohon sawit dengan harga jual per buah 3000 Rupiah dan satu pohon mampu menghasilkan 20 buah, maka pendapatan yang diperoleh keluarga bisa mencapai 600 ribu Rupiah tiap sawit berbuah.

    “Itu baru 10 pohon bagaimana kalau sampai 1 hektar. Kalau sudah begini bapak-bapak pasti senang setiap hari bisa makan ikan di rumah,” ujarnya supaya kaum ibu ikut andil meningkatkan perekonomian keluarga.

    Selain itu dari segi pemasaran gubernur katakan tidak usah khawatir karena sawit sangat mudah dijual.

    “Tidak usah takut mau dijual ke mana taruh saja di depan rumah pasti laku,” tegasnya bahwa pembeli sawit pasti datang sendiri.***

    Sumber: Ro Adpim Setdaprov Sulteng

  • Minta APINDO Jadi Sarana Penghubung dengan Pemerintah Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Berjanji Mudahkan Segala Perizinan Investor

    Minta APINDO Jadi Sarana Penghubung dengan Pemerintah Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Berjanji Mudahkan Segala Perizinan Investor

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Bagi investor yang akan menanamkan modalnya di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak perlu ragu dan takut. Gubernur Sulteng, Drs Anwar Hafid berjanji akan memudahkan segala perizinan dan membantu cari solusi apa yang menjadi kendala para investor.

    Tidak ada tanah kita carikan. Soal perizinan kita bantu uruskan. Silahkan ajak investor ke Sulteng ketemu saya dan wagub biar semuanya dimudahkan,’’ kata Anwar Hafid didampingi Wagub dr Reny Lamadjido saat audensi dengan tim APINDO Sulteng yang dipimpin Wijaya Chandra, Kamis 17 April 2025.

    Gubernur Anwar Hafid juga mendukung terobosan yang digagas ketua APINDO Sulteng Wijaya Chandra terkait sekolah SMK Permesinan di Palu. Sekolah kejuruan tersebut kata Wijaya, nantinya bekerjasama dengan produsen terbesar industri alat berat asal Tiongkok.

    Terobosan yang digagas Apindo kata Gubernur Anwar Hafid selaras dengan program Sulteng Nambaso yakni berani cerdas. Gubernur berharap sekolah kejuruan kedepan menjadi solusi mengurangi pengangguran karena pemerintah Sulteng akan menanggung biaya prakerin.

    “Selama ini yang menjadi kendala adalah mahalnya biaya prakerin sehingga sekolah kejuruan tidak diminati. Apa yang menjadi kendala kita carikan solusi biar tamatan SMK bisa dapat pekerjaan sesuai keahliannya,’’ jelas Anwar Hafid.

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua APINDO Wijaya juga menyinggung terkait infrastruktur pelabuhan laut di Morowali yang menjadi penyebab mahalnya bahan-bahan bangunan. Untuk menekan mahalnya bahan bangunan kata Wijaya, harus ada Pelabuhan laut yang bisa disandari kapal barang seperti peti kemas.

    Menyahuti masukan para pengusaha asal Sulteng tersebut, Gubernur Anwar menjelaskan, secara teknis sudah lama diusulkan sejak dirinya menjabat Bupati Morowali.

    Bahkan kata Bupati Anwar, kehadiran PT IMIP tidak lepas dari perannya saat dirinya menjabat sebagai bupati.

    “Saat itu saya minta bangun dulu setelah jadi perusahaan baru dilengkapi perizinannya,’’ jelasnya seraya menyebut investor jangan dipersulit.

    Dengan hadirnya PT IMIP di Morowali, Gubernur Anwar menantang kepada pengurus Apindo Sulteng untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pokok yang ada di perusahaan tersebut.

    “Saya sudah ketemu pimpinan untuk pemberdayaan ekonomi local. Jangan semua dipasok dari luar Sulteng,’’ tegas Gubernur Anwar.

    Perlu diketahui, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulteng pada 6-7 Mei akan melaksanakan Musyawarah Provinsi yang ke-IV. Pada puncak acara tersebut akan dilaksanakan dialog menghadirkan narasumber dari pusat yakni, Ketua Umum DPN APINDO Shinta W Kamdani Bersama Gubernur Sulteng,Drs Anwar Hafid.

    Saat menggelar audensi bersama Gubernur Sulteng dan Wakil Gubernur kemarin, Pengurus APINDO Sulteng dipimpin Ketua, Wijaya Chandra,dan pengurus lain yakni Muhammad Ikbal, Gusti Ayu, Awaludin, Ito L, ricky Tjui, Hj Asnaniah, Musafir dan Yamin Yunus.***

  • Gubernur Sulteng Minta Pakai Ilmu Besi Dalam Menyelesaikan Konflik Agraria

    Gubernur Sulteng Minta Pakai Ilmu Besi Dalam Menyelesaikan Konflik Agraria

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menegaskan bahwa penyelesaian konflik agraria harus cepat dan fokus, ibarat menempa besi yang hanya bisa dibengkokkan atau diluruskan saat besi dipanaskan.

    Pernyataan ini diungkapnya saat Lokakarya Penyusunan Peta Jalan Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria Provinsi Sulteng, Kamis (17/4) di ruang polibu.

    “Kalau dia (besi) panas saat itu bisa dibengkokkan jadi kalau ada kasus agraria harus segera (diselesaikan) jangan ditunda,” tegasnya di hadapan peserta lokakarya.

    Karena kalau besinya dingin jauh lebih susah dan hal ini serupa dengan kasus-kasus agraria yang jika dibiarkan makin sulit diselesaikan.

    Berdasarkan pengalaman sewaktu masih menjabat Bupati Morowali, ada 3 poin krusial yang harus didalami satgas guna mempercepat penyelesaian konflik agraria.

    Pertama, pihak yang mengajukan sengketa konflik agraria dalam perspektif undang-undang adalah pemilik tanah. Contohnya jika ada orang yang memanen tanaman di atas lahan milik korporasi maka tindakan orang tadi melanggar hukum.

    Dua, tanah-tanah produktif yang terlantar akan diambil alih negara tapi jika ada korporasi yang menelantarkan hak tanahnya justru tetap dikuasainya.

    Tiga, kepemilikan adat secara kolektif atau ulayat belum diatur undang-undang berakibat tidak adanya dokumen resmi kepemilikan sehingga rawan terjadi konflik agraria.

    Maka dari itu, hanya dua pekan usai dilantik, Gubernur Anwar Hafid langsung menggebrak dengan pembentukkan Satgas Penyelesaian Konflik Agraria yang menawarkan pendekatan humanis dalam penyelesaian konflik agraria.

    “Saya butuh satu tim yang kolaboratif tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari pihak luar supaya penyelesaiannya adil,” terangnya.

    Dengan mengutamakan musyawarah mufakat gubernur berharap resolusi konflik agraria dapat dicapai secara berkeadilan sehingga investasi tidak merampas hak-hak warga dan menggerus ekologi.

    “Sehingga investasi bisa jalan tapi hak-hak masyarakat juga terlindungi,” pungkasnya.

    Senada dengan gubernur, Komisioner merangkap Ketua Tim Agraria Komnas HAM RI Saurlin P. Siagian mengapresiasi terobosan gubernur lewat satgas penyelesaian konflik agraria.

    Ia berharap satgas bekerja professional dengan menekankan proses penyelesaian berkelanjutan dan pengakuan hak-hak kelompok rentan.

    “(Satgas ini) Akan jadi catatan penting di Indonesia. Baru ini ada provinsi membuat terobosan penting dengan membuat satgas (penyelesaian konflik agraria) dan jadi inspirasi buat daerah lain,” harapnya.

    Sementara Wakil Menteri HAM Mugiyanto berharap lewat lokakarya dan pembentukkan satgas dapat menyelesaikan konflik agraria dengan adanya kepastian hukum.

    Ia juga mengapresiasi pendekatan musyawarah mufakat yang jauh lebih baik daripada menempuh jalur peradilan.

    Terakhir ia berpesan sekaligus mengingatkan jangan sampai kepentingan investasi mencederai HAM dengan menggusur hak-hak warga atas lahannya.

    “Banyak hal baik dari Sulawesi Tengah dan kami harap di bawah kepemimpinan bapak gubernur, Sulawesi Tengah terus memancarkan cahaya HAM,” pintanya.

    Turut mengikuti lokakarya, Wakil Ketua I DPRD Sulteng Aristan, Sekprov Dra. Novalina, M.M, Ketua Umum Satgas Penyelesaian Konflik Agraria merangkap Kadis Perkimtan Abdul Haris Karim, S.T.,M.M dan Ketua Harian Satgas Eva Bande.

    Peserta antara lain berasal dari perangkat daerah, forkopimda, stakeholder dan mitra kerja yang tergabung dalam Gugus Tugas Reforma Agraria serta masyarakat dan organisasi nonpemerintahan.

    Di kesempatan yang sama, dilaksanakan penandatanganan kesepakatan upaya percepatan penyelesaian konflik agraria di Sulteng antara Kementerian HAM dan Pemerintah Provinsi Sulteng.***

    Sumber: Ro Adpim Setdaprov Sulteng

  • Bahas Kuota LPG Subsidi yang Tak Sesuai Kebutuhan Daerah, Anwar Hafid Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi yang Intens Antara Hiswana Migas dan Pemerintah Daerah

    Bahas Kuota LPG Subsidi yang Tak Sesuai Kebutuhan Daerah, Anwar Hafid Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi yang Intens Antara Hiswana Migas dan Pemerintah Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menerima audiensi dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Tengah di ruang kerja Gubernur, Kamis (17/4/2025). Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Hiswana Migas Sulteng, Muhammad Abdulkadir Badjamal, yang datang bersama jajaran pengurus untuk menyampaikan berbagai persoalan distribusi energi di daerah ini.

    Dalam pertemuan tersebut, Abdulkadir Badjamal menyoroti ketimpangan alokasi LPG bersubsidi dan solar yang diterima Sulawesi Tengah. Ia mengungkapkan bahwa minimnya kuota menyebabkan terjadinya “rembesan” atau ketergantungan pasokan dari daerah lain. Di Morowali misalnya, kebutuhan LPG terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah pendatang yang jauh melampaui jumlah penduduk lokal, namun hingga kini belum ada kesesuaian data yang menjadi dasar penyaluran kuota.

    “Morowali bahkan mencatat over-kuota hingga lebih dari 50 persen dari jatah wilayah lain. Kota Palu juga mengalami penurunan kuota terus-menerus, padahal kelangkaan yang terjadi bukan karena distribusi semata, tapi persoalan alokasi yang tidak sesuai realita di lapangan,” ujar Abdulkadir.

    Ia juga menyoroti masalah penyaluran BBM jenis solar di Kota Palu yang semakin diperketat. Padahal, Kota Palu dikenal sebagai kota industri sehingga membutuhkan suplai solar yang stabil. Ia menduga, maraknya mafia BBM yang menjual solar ke industri menjadi alasan ketatnya pengawasan di daerah ini, bahkan di beberapa kabupaten lain. Pihaknya meminta dukungan pemerintah untuk mengajukan tambahan kuota BBM, terutama solar, sesuai dengan realisasi kebutuhan tahun sebelumnya.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan langkah strategis dengan menemui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta. Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah janji dari BPH Migas untuk membangun Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kabupaten Poso.

    “Kami sudah menghadap langsung ke BPH Migas, dan mereka sudah berkomitmen untuk bangun SPPBE di Poso. Ini langkah awal untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi kita,” ujar Gubernur.

    Anwar Hafid juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang intens antara Hiswana Migas dan Pemerintah Daerah. Ia menilai selama ini lobi dan advokasi dari daerah masih kurang maksimal, terutama ke Kementerian ESDM dan BPH Migas. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, peluang untuk mendapatkan tambahan kuota dan peningkatan fasilitas sangat terbuka.

    “Kita harus membangun komunikasi yang terbuka dan saling dukung. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, begitu pun sektor swasta. Ini saatnya duduk bersama memperjuangkan kebutuhan energi rakyat Sulawesi Tengah,” tegas Gubernur.

    Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan pelaku usaha migas dalam mengatasi kelangkaan energi dan menciptakan distribusi yang lebih merata dan adil di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.***

  • Kunker Wamen Investasi dan Hilirisasi ke Sulteng, Bahas Tentang Target Realisasi Investasi 2025

    Kunker Wamen Investasi dan Hilirisasi ke Sulteng, Bahas Tentang Target Realisasi Investasi 2025

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, SP,Pk,M.Kes, menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi / Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu di Banadara Mutiara Sis Aljufri Palu (17/4-2025).

    Kunjungan kerja Wamen ini dalam rangka Rapat Konsolidasi Target Realisasi Investasi Tahun 2025 dengan Kepala DPMPTSP se-Sulawesi Tengah dan Administrator KEK.

    Tujuannya untuk pemenuhan capaian terget investasi di Provinsi Sulawesi Tengah, di ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tengah, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

    Turut hadir menerima kedatangan Wakil Menteri Investasi, Kapolda Sulawesi Tengah Dr. Agus Nugroho, S.I.K,SH,MH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Rudi Dewanto, SE, MM, Kaban Kesbangpol, Drs. Arfan, MSi, Kepala DPMPTSP, Moh. Rifani, S.Sos,MSi, Kadis Lingkungan Hidup Yopie Patiro, SH,MH, Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Sumber Ro Adpim Pemprov Sulteng.***

  • Resmi Dibuka, Jobfit Pejabat Sulteng Dimulai!!

    Resmi Dibuka, Jobfit Pejabat Sulteng Dimulai!!

    Gubernur: Jangan Tegang, Tunjukkan Gagasan Nyata

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah membuka secara resmi uji kompetensi dan evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemprov Sulteng, Kamis (17/4/2025) di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A Lamadjido, serta Sekretaris Daerah, Novalina.

    Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa proses uji kompetensi atau job fit bukanlah sesuatu yang perlu ditanggapi dengan ketegangan berlebihan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menghadapinya dengan santai, namun tetap serius dalam substansi.

    “Tidak usah terlalu tegang, tidak perlu juga pakai bahasa tinggi-tinggi. Saya tidak suka yang terlalu akademis. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, karena yang ingin saya lihat adalah ide, gagasan, dan inovasi,” tegasnya.

    Gubernur juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap visi dan arah pembangunan Sulawesi Tengah melalui sembilan program unggulan BERANI. Menurutnya, seluruh gagasan yang disampaikan dalam proses job fit harus tetap berada dalam kerangka sembilan BERANI, karena dari situlah arah pembangunan ditentukan.

    “Silakan tuju maksimal dua dinas. Jangan hanya satu, karena kita tidak tahu di mana posisi yang akhirnya cocok. Yang penting, tunjukkan di mana Anda bisa membawa perubahan dan lompatan kinerja,” ujarnya.

    Ia juga membantah adanya praktik orang dalam dalam proses ini. Gubernur dan Wakil Gubernur, katanya, ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada siapa saja yang mampu membuktikan diri membawa organisasi ke arah lebih baik. “Tidak ada orang dekat, tidak ada orang dalam. Siapa pun yang bisa meyakinkan saya dan Ibu Wagub bahwa organisasi ini bisa dibawa lebih baik, silakan. Yang penting visi dan gagasannya jelas dan terukur,” jelas Gubernur.

    Lebih jauh, Gubernur menyoroti perlunya pemikiran luar biasa dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Ia mendorong seluruh pejabat untuk berpikir out of the box, membuat lompatan pemikiran, dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat di setiap perangkat daerah. “Saya ingin kalian semua menjadi gubernur di dinas masing-masing. Pahami pola pikir kami. Fokus, sederhana, dan terukur. Kalau semua bisa begitu, saya dan Ibu Wagub bisa santai,” ucapnya sambil tersenyum.

    Proses job fit ini, lanjut Gubernur, bukan hanya untuk mengisi jabatan yang kosong, tetapi juga untuk melihat kembali kecocokan antara visi misi pimpinan daerah dengan potensi dan kinerja pejabat saat ini. Hasil dari proses ini akan menjadi pertimbangan dalam pelantikan pejabat, dan bahkan bisa berujung pada pelelangan jabatan secara terbuka jika tidak ditemukan kecocokan internal.

    Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menegaskan pentingnya orientasi pada hasil yang nyata, dengan indikator yang terukur secara kuantitatif. “Berapa volume yang bisa dicapai, berapa uang yang bisa beredar, itulah ukuran keberhasilan. Jangan lagi berpikir biasa-biasa saja. Saya cari orang yang luar biasa,” ujarnya.

    Sebanyak 50 pejabat mengikuti uji kompetensi dan evaluasi kinerja (job fit) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Peserta terdiri dari 45 pejabat pimpinan tinggi pratama dari lingkup provinsi, serta 5 orang dari kabupaten dan kota, masing-masing berasal dari Kabupaten Morowali 2 orang, Kabupaten Sigi 1 orang, dan Kota Palu 2 orang.

    Pelaksanaan job fit ini dipimpin oleh panitia seleksi yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM. Panitia juga melibatkan empat anggota lainnya, yaitu Ahmad Husin Tambunan dari Itjen Kemendagri, serta tiga akademisi dari Universitas Tadulako, yakni Prof. Dr. Djayani Nurdin, Prof. Dr. H. Slamet Riadi Cante, dan Dr. Surahman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan karier serta penyesuaian posisi strategis di lingkup pejabat eselon II.***

  • Jelaskan Alasannya Absen Musrenbang, Walikota Palu Bawa Kabar Baik Saat Menghadap Gubernur Sulteng

    Jelaskan Alasannya Absen Musrenbang, Walikota Palu Bawa Kabar Baik Saat Menghadap Gubernur Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kehangatan pertemuan antara Walikota Palu Hadianto Rasyid dan Gubernur Sulteng Dr.H.Anwar Hafid, M.Si pada rabu siang jelang sore (16/4), menjadi jawaban atas teka-teki absennya walikota dalam Musrenbang RKPD dan beberapa acara pada momen HUT ke-61 Provinsi Sulteng.

    Ketidakhadiran walikota sempat menuai beragam opini namun dalam pertemuan di ruang kerja gubernur, terlihat keduanya berbicara akrab sambil bertukar ide seputar isu strategis pembangunan Palu.

    “Tinggal telpon atau wa, pak gub saya ada di sini,” ujar Gubernur Anwar Hafid agar beliau dikabari jika walikota berhalangan hadir.

    Walikota menjelaskan bahwa ketidakhadiran di beberapa acara pemerintah provinsi disebabkan adanya agenda pembangunan dan investasi di Jakarta.

    Ia juga membawa kabar baik tentang ketertarikan investor asing untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

    Olehnya kedatangan walikota menemui gubernur untuk melaporkan dan mengkonsultasikan langkah-langkah strategis menjemput peluang investasi tersebut.

    “Pemerintah Kota Palu berada di bawah Pemerintah Provinsi dan sudah pasti kerja-kerja kita terhubung,” ucapnya.

    Merespon hal ini, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi upaya walikota dengan mendatangkan investor ke Palu.

    Ia menyarankan agar pemerintah Palu merespon dengan menyusun langkah-langkah percepatan mulai dari lahan, perijinan, infrastruktur hingga rencana kerjasama bisnis yang matang.

    Konkritnya Pemkot Palu diharapnya kolaborasi dengan provinsi dalam penyelesaian urusan lahan di areal KEK supaya terbentang karpet merah ke investor.

    Perijinan juga diharapnya jangan dibuat sulit dan berbelit-beli supaya terbangun kepercayaan dan kerjasama dengan investor memajukan KEK Palu.

    Begitu juga pengelolaan kerjasama bisnis supaya diserahkan ke tangan-tangan profesional supaya bebas dari intervensi apapun.

    “Kalau mau KEK hidup itu solusinya,” ujar gubernur menawarkan idenya ke walikota.

    Dengan dialog yang cair dalam suasana informal ini menjadi sinyal bahwa komunikasi adalah saluran penting dalam menjaga keharmonisan antar pemimpin se wilayah, sebagaimana diajarkan saat Retreat Magelang.

    “Kita bangun bersama Palu ini menjadi kota yang terbaik di Indonesia,” pungkas gubernur dengan penuh semangat dan keyakinan.***

    (Ro Adpim Setdaprov Sulteng)