EkonomiKotaPeristiwaUtama

Himbau Pedagang Agar Patuhi Regulasi, Satreskrim Polresta Palu Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras

IPDA Ridho: Mari Sama-Sama Kita Jaga Kestabilan Harga Jual Beras

Ilong (detaknews.id) – Palu – Berdasarkan pada SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025, maka dilakukan pengecekan harga jual beras agar harganya tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku/Harga eceran tertingginya (HET).

Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu. Koordinasi tersebut dilakukan untuk meninjau harga jual beras baik yang premium, medium dan SPHP di beberapa Pasar Tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Senin (10-11/2025).

Seperti yang diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beras berdasarkan ketetapan pemerintah, untuk beras premium ditetapkan sebesar Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras dari Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho telah melakukan peninjauan dan pengecekan harga jual beras di Toko Belawa Raya, Toko Maju dan beberapa toko pengecer beras lainnya.

Berdasarkan pengecekan tersebut, didapatkan bahwa harga jual beras baik premoum, medium dan SPHP hingga hari ini telah sesuai dengan regulasi dan masih stabil.

“Tadi kami melakukan pengecekan harga jual di beberapa pasar tradisional atau beberapa toko pengecer beras Premium, Medium dan SPHP. Setelah kami lakukan pengecekan, saat ini harga jual berasnya telah sesuai dengan regulasi pemerintah,” ungkap IPDA Ridho.

“Untuk harga jualnya sendiri, kami menemukan di beberapa toko pengecer untuk beras premium di jual dengan harga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan SPHP seharga Rp. 12,500/kg. Tentunya kami beserta pemerintah telah berhasil menstabilkan harga jual beras, dan untuk stoknya masih melimpah,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi dan mempeetahankan harga jual tersebut agar sesuai dengan HET.

“Kami juga akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar menjual beras premium, medium dan SPHP sesuai dengan HETnya,” ucapnya.

“Kami juga mengimbau agar para pedagang untuk segera mengurus Izin Perdagangannya apabila belum memiliki izin. Kemudian kami juga mengimbau agar pedagang mengurus izin pengemasan beras agar sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *