Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • GPM Mobile Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Solusi Beras Mahal: Sejalan Dengan Berani Sejahtera

    GPM Mobile Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Solusi Beras Mahal: Sejalan Dengan Berani Sejahtera

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Sinergi pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penanganan permasalahan di wilayah-wilayah terus dilakukan hingga kini. Salah satu permasalahan yang saat ini berusaha di tangani yaitu masalah harga beras yang kian melonjak tinggi.

    Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si dalam mengatasi masalah tersebut, terus bersinergi dengan OPD-OPD yang berkaitan dalam menangani harga beras yang melambung tinggi.

    Dengan melalui program Berani Sejahtera yang bersinergi dengan Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah hingga Bulog, telah berjalan Gerakan Pangan Murah (GPM) Mobile untuk menekan harga kenaikan beras Kamis (31-07/2025).

    Adapun pelaksanaan GPM Mobile tersebut, saat ini dilakukan di dua wilayah bertempat di Mesjid Al-Mukarram (Kelurahan Kawatuna) dan mesjid Baiturrahman Perumahan Dosen (Kelurahan Tondo).

    Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam Arifuddin, S.Ag diwakili Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Huria Fatimah, S.Pi., M.Si menerangkan program yang bersinergi dengan Badan Pangan Nasional dan Berani Sejahtera tersebut merupakan salah satu bentuk penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi dalam menekan inflasi.

    “Kalau untuk program ini dilakukan untuk menekan harga inflasi, khususnya pada harga beras yang melambung tinggi saat ini,” aku Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah itu.

    Seperti yang kita ketahui harga beras medium saat ini berkisar Rp. 14.500 – 15.000/kg, untuk stabilisasi harga beras pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas pangan Provinsi bersama Bulog berusaha menekan harga beras dengan menyalurkan beras SPHP dengan harga 12.000-12.500 per kg

    “Dan untuk harga berasnya itu kami jual dalam kemasan 5 kiloan, jadi harganya itu Rp. 60.000/5Kg. Terus beras SPHP yang kami distribusikan (dijual) ini berkualitas medium dengan rasa premium tetapi di jual dengan harga yang merakyat,” tuturnya.

    Tak hanya itu, program ini direncanakan akan dilakukan sampai bulan desember mendatang dengan harapan mampu membantu masyarakat untuk memperoleh bahan pangan khususnya beras.

    “Kalau ini kami rencanakan sampai bulan desember dengan harapan bisa membantu masyarakat dan harga beras bisa segera turun,” imbuhnya

    Lebih lanjut Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan itu juga menjelaskan bahwa program GPM ini dilakukan di 8 kecamatan yang ada di Kota Palu dan tiap harinya di 3 titik berbeda dengan target 1 sampai 2 ton/harinya.

    “Untuk GPM sendiri itu digelar di 8 kecamatan di Kota Palu dengan target 1 sampai 2 ton perharinya. Dan dalam sehari itu kami membagi tim untuk GPM ini untuk di gelar di 2 sampai 3 titik dalam sehari, tentunya dengan program stabilitas harga ini semua kebutuhan beras masyarakat dapat dipenuhi,” jelas Huria.

    Adapun untuk pelaksanaan GPM tersebut, dengan melakukan penjatahan 5 sampai 10 kg kepada masyarakat agar semua bisa mendapatkan beras murah tersebut.

    “Untuk prosesnya, itu kami data menggunakan KTP dan dibatasi hingga 10 kilo saja di tiap rumahnya, agar masyarakat yang lain dapat membeli beras tersebut, dan kegiatan ini terbuka untuk umum,” pungkas Kabid itu.

    Hingga berita ini ditayangkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Mobile tersebut, masih terus berlangsung.***

  • Gelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas: Ini Bentuk Tindaklanjut MoU Polda Sulteng & FKUB Provinsi

    Gelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas: Ini Bentuk Tindaklanjut MoU Polda Sulteng & FKUB Provinsi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Menindaklanjuti Momerandum Of Undenstanding (MoU) antara Polda Sulteng dan FKUB Provinsi Sulteng beberapa waktu lalu, Polda Sulteng bekerjasama dengan FKUB Propinsi Sulteng melaksanakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Bhabinkamtibmas Rabu (30/7-2025) di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sulteng dr. Hj. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes dan dihadiri Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, SIK.,MH, Ketua DPRD Propinsi Sulteng M. Arus Abdul Karim, Ketua FKUB Propinsi Sulteng Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, Dirbinmas Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, SH., MH, Kakanwil Kemenag Sulteng, Pimpinan Forkompimda Sulteng dan Tokoh Lintas Agama.

    Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sulteng Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, SH, MH menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat basis pemahaman moderasi beragama sampai ke tingkat grassroot (akar rumput), dimana kedudukan personil Bhabinkamtibmas yang bertugas ditingkat desa dan kelurahan berada pada garda terdepan dalam mensosialisasikan pemahaman moderasi secara langsung kepada masyarakat.

    Pemahaman moderasi beragama perlu disosialisasikan kepada masyarakat guna menangkal pemahaman yang intoleransi, radikal dan ekstrim dalam memahami doktrin agama yang berpotensi terjadi kerawanan yang menjurus pada perselisihan dan pertikaian ditengah masyarakat, tambah Kombes Sirajuddin Ramly.

    Selanjutnya Sirajuddin menambahkan bahwa dengan pemahaman moderasi beragama kepada Bhabinkamtibmas diharapkan Indeks Toleransi di Sulawesi Tengah dapat meningkat signifikan, juga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dapat diwujudkan.

    Penguatan Moderasi Beragama diikuti sebanyak 150 personil dari perwakilan 12 Polres jajaran Polda Sulteng dan diharapkan pelatihan seperti ini dapat ditindaklanjuti dan dilaksanakan sampai ditingkat Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Tengah.***

  • Gubernur Sulteng Terima Audiensi LPDG, Dukung Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita 2026

    Gubernur Sulteng Terima Audiensi LPDG, Dukung Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita 2026

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima audiensi Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Sulawesi Tengah, Tjokorde Agung Djaja Semara, bersama jajaran di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).

    Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

    Turut hadir dalam audiensi tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Arfan, M.Si beserta jajaran dan perwakilan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Sulteng, Ayu.

    Dalam kesempatan itu, Ketua LPDG Sulteng Tjokorde Agung Djaja Semara menyampaikan bahwa UDG merupakan ajang lomba seni baca kitab suci Weda yang bertujuan mengembangkan nilai-nilai spiritual umat Hindu. Kegiatan ini akan diikuti oleh perwakilan dari 12 kabupaten dan 1 kota se Sulawesi Tengah.

    “Kami berharap dukungan dari Bapak Gubernur agar pelaksanaan UDG 2026 berjalan lancar dan sesuai dengan target,”ujarnya.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai-nilai kebudayaan dan spiritualitas masyarakat.

    Beliau juga mendorong agar UDG tidak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi juga dipersiapkan untuk digelar di tingkat nasional dengan Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah pada tahun 2027.

    Ia pun mengusulkan agar konsep kebudayaan seperti “Semalam di Bali”, yang pernah ia inisiasi saat menjadi Camat di Luwu Timur dan Bupati Morowali, bisa dihadirkan sebagai bagian dari acara UDG 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menyemarakkan suasana, tetapi juga berpotensi menarik minat wisatawan.

    Lebih lanjut, Beliau mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah juga tengah bersiap menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) IX pada 2027. Ia optimistis, berbagai kegiatan tingkat nasional, termasuk UDG, dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi daerah.***

  • Gubernur Sulteng Terima Audiensi Bupati Donggala, Bahas HUT ke-73 dan Penataan Kota

    Gubernur Sulteng Terima Audiensi Bupati Donggala, Bahas HUT ke-73 dan Penataan Kota

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima audiensi Bupati Donggala, Vera Laruni, di ruang kerjanya, pada Selasa (29/7/2025).

    Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat, membahas persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Donggala serta program pembangunan strategis di wilayah tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Donggala Vera menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk menghadiri puncak peringatan HUT Donggala yang akan digelar pada 12 Agustus 2025.

    Ia juga mengundang Gubernur untuk melepas kegiatan jalan sore yang akan berlangsung dua hari sebelumnya, 10 Agustus 2025, dan diperkirakan diikuti oleh lebih dari 6.000 peserta.

    “Rangkaian kegiatan HUT ke-73 Donggala akan diisi dengan berbagai acara seni dan budaya, promosi UMKM, dan kegiatan jalan santai. Kami berharap kehadiran langsung Bapak Gubernur dapat menambah semangat masyarakat,”ujarnya.

    Selain soal peringatan hari jadi, Ia juga memaparkan program pembangunan daerah, termasuk penataan wajah Kota Donggala yang dirancang menjadi destinasi pilihan terdekat dari Kota Palu.

    Ia menyebut, komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala adalah menjadikan daerahnya lebih tertata, menarik, dan layak sebagai kawasan pariwisata unggulan di pesisir barat Sulawesi Tengah.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas berbagai gebrakan positif yang dilakukan Pemkab Donggala.

    Ia pun menyatakan kesediaannya untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan peringatan HUT ke-73 Donggala.

    “Saya mengapresiasi semangat Ibu Bupati dan jajarannya. Banyak langkah positif yang sudah dilakukan. Ini menandakan Donggala bergerak menuju daerah yang inklusif, maju, dan berkelanjutan,”sebutnya.

    Ia juga menyarankan agar Pemkab Donggala menggandeng tenaga konsultan profesional dalam penataan kota, guna menghasilkan desain kota yang terencana dan berkualitas.

    Beliau juga menekankan pentingnya kebiasaan menghadirkan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat agar pola pikir dan partisipasi publik semakin progresif.

    Lebih jauh, Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX pada 2027.

    Ia pun mendorong Kabupaten Donggala agar mulai membenahi sarana dan fasilitas pendukung, termasuk menyinergikan program infrastruktur dengan pemerintah provinsi melalui pendekatan Nawacita BERANI, terutama dalam program BERANI Lancar.

    Audiensi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun Donggala yang lebih baik.***

  • Gubernur Sulteng Terima Kunjungan Kepala Perwakilan BPK, Bahas Kesiapan Pemprov Menyambut Kunjungan Anggota XI BPK RI

    Gubernur Sulteng Terima Kunjungan Kepala Perwakilan BPK, Bahas Kesiapan Pemprov Menyambut Kunjungan Anggota XI BPK RI

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Tengah, I Putu Wisudhantara S.E., M.M., ERMAP, CSFA, GRCP, GRCA di ruang kerja Gubernur, Selasa (29/7/2025).

    Pertemuan tersebut membahas kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyambut kunjungan resmi Anggota XI BPK RI, Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA., CSFA., yang dijadwalkan akan tiba di Kota Palu pada 10 Agustus 2025 mendatang.

    Selain melakukan kunjungan kerja, Fathan Subchi direncanakan menghadiri kegiatan Musyawarah Koordinator Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), yang juga akan dihadiri Wakil Menteri BUMN RI, Aminudin Ma’ruf.

    Gubernur Dr.Anwar Hafid menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah provinsi dalam mendukung seluruh agenda yang direncanakan.

    Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dengan lembaga tinggi negara seperti BPK dalam rangka mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

    “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap menjadi tuan rumah yang baik untuk menerima kunjungan kehormatan Anggota XI BPK RI. Kami juga mendukung penuh pelaksanaan kegiatan IKA PMII sebagai wadah kontribusi alumni dalam pembangunan daerah,”pungkasnya.

    Turut hadir mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr.Rudi Dewanto, SE, MM, Kabid Akuntansi Idham.**

  • Pemprov Sulteng Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Realisasi APBD Semester I dan Rancangan Perubahan APBD 2025

    Pemprov Sulteng Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Realisasi APBD Semester I dan Rancangan Perubahan APBD 2025

    Ilong (detaknews.id ) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menyampaikan laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya. Selain itu, rapat ini juga membahas dan menetapkan rancangan perubahan Kebijakan Umum APBD (P-KUA) serta Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) Tahun Anggaran 2025, di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (29/7).

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan perhatian melalui saran, kritik, serta ide-ide konstruktif terhadap berbagai program dan kegiatan yang termuat dalam rancangan perubahan KUA dan P-PPAS tahun 2025.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD yang telah memberikan perhatian berupa saran, kritik, dan ide-ide yang membangun terhadap berbagai program dan kegiatan yang termuat dalam rancangan perubahan KUA serta rancangan perubahan P-PPAS Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 ini,” ungkapnya.

    Penandatanganan rancangan perubahan KUA dan P-PPAS Tahun 2025 ini menjadi bukti nyata semangat kemitraan dan sinergitas yang terus terjalin antara eksekutif dan legislatif. “Semangat kemitraan dan sinergitas ini kami harapkan dapat terus terjaga, sehingga dapat menjadi modal utama untuk membangun Provinsi Sulawesi Tengah, baik di masa kini maupun masa yang akan datang,” tambahnya.

    Rapat ini menghasilkan kesepakatan terkait beberapa poin penting dalam penyusunan APBD 2025, yaitu:

    1. Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 sebesar 5.754.681.666.575,00.
    2. Belanja Daerah sebesar Rp. 5.883.198.093.460,29.
    3. Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 128.516.426.885,29.

    Nota Kesepakatan bersama antara Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD tentang rancangan perubahan KUA dan P-PPAS ini menjadi pedoman dan landasan dalam penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2025.

    Wakil Gubernur berharap agar pembahasan rancangan perubahan APBD Tahun 2025 mendatang dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak, serta menghasilkan keputusan yang optimal demi kepentingan masyarakat.

    “Saya berharap pembahasan rancangan perubahan APBD Tahun 2025 mendatang dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak, sehingga kepentingan rakyat dapat dilayani secara maksimal,” harapnya.

    Sebelum mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengimbau kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk secara proaktif dan responsif mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya dalam penyusunan rancangan perubahan APBD 2025.

    “Ikhtiar yang maksimal dan dukungan yang responsif akan sangat dibutuhkan dalam tahapan implementasi nantinya. Semoga dengan doa dan usaha kita semua, Sulawesi Tengah semakin maju dan sejahtera,” tutup Wakil Gubernur.

    Rapat di hadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jajaran Pejabat Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.***

  • Terima Kunjungan Tim Diabetes Wound Expo 2025, Wagub Sulteng: Pentingnya Wawasan dalam Penanganan Luka Diabetes

    Terima Kunjungan Tim Diabetes Wound Expo 2025, Wagub Sulteng: Pentingnya Wawasan dalam Penanganan Luka Diabetes

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menerima kunjungan tim Diabetes Wound Expo 2025, di Ruang Kerja Wagub, Selasa (29/7/2025).

    Dalam pertemuan tersebut tim Diabetes Wound Expo 2025 memaparkan rencana dan tujuan pelaksanaan acara yang akan digelar di Bogor pada 13-15 November 2025.

    Diabetes Wound Expo 2025 merupakan forum ilmiah yang mengangkat isu-isu terkini dalam penanganan luka diabetes, dengan fokus pada pendekatan multidisiplin dan inovasi dalam perawatan kaki diabetes. Dalam acara ini, para tenaga kesehatan, akademisi, dan praktisi kesehatan akan memiliki kesempatan untuk memperkuat kompetensi mereka serta membangun jejaring yang lebih kuat demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

    Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes mengungkapkan pentingnya acara ini sebagai sarana untuk mengembangkan wawasan, meningkatkan kolaborasi antar pihak terkait, dan menyuarakan solusi dalam manajemen perawatan luka diabetes yang semakin mendesak.

    “Melalui acara ini, kita dapat memperkuat kompetensi dan jejaring, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” ujar wagub..

    Acara ini juga akan menjadi wadah bagi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah, yang hingga saat ini belum memiliki forum serupa, untuk mendapatkan informasi terkini tentang perawatan luka diabetes dan manajemen kesehatan terkait lainnya.

    Keterlibatan tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia akan memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta memperbaiki penanganan luka diabetes di tingkat nasional.

    Diabetes Wound Expo 2025 akan menjadi ajang penting dalam bidang kesehatan untuk membahas berbagai tantangan dalam penanganan luka diabetes, stoma, dan inkontinensia. Dengan topik-topik yang relevan dan pembicara dari berbagai bidang, expo ini juga akan memfasilitasi kolaborasi antara tenaga medis, akademisi, dan praktisi dalam rangka menciptakan inovasi yang lebih baik dalam perawatan diabetes.

    Acara ini menjadi sangat penting Provinsi Sulawesi Tengah karena dapat mengisi kekosongan dalam perkembangan pengetahuan medis mengenai perawatan luka diabetes, sekaligus memperkuat kolaborasi antar instansi medis dan akademis.

    “Mari kita hadir, belajar, dan berkontribusi untuk Indonesia yang lebih sehat, dan jadilah bagian dari perubahan besar dalam dunia kesehatan,” ajaknya.***

  • Gubernur Anwar Hafid Serukan Pentingnya Kejujuran dan Akses Kuliah Tanpa Hambatan saat Hadiri Wisuda Ke 44 UIN Datokarama

    Gubernur Anwar Hafid Serukan Pentingnya Kejujuran dan Akses Kuliah Tanpa Hambatan saat Hadiri Wisuda Ke 44 UIN Datokarama

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menghadiri langsung Wisuda ke-44 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Sebanyak 337 mahasiswa dari program sarjana, magister, dan doktor resmi diwisuda. Kehadiran Gubernur menjadi perhatian utama, terutama karena komitmennya terhadap pendidikan terus terbukti melalui kebijakan nyata di lapangan.

    Dalam sambutannya, Anwar Hafid kembali menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar tanggung jawab institusi, melainkan instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan dan ketidakadilan.

    “Saya ingin rakyat Sulawesi Tengah bukan hanya tamat sekolah, tapi jadi sarjana. Tak boleh ada anak kita gagal kuliah hanya karena tidak mampu bayar. Itu sebabnya saya alihkan anggaran perjalanan dinas dan rapat untuk membiayai pendidikan. Pendidikan adalah jalan hidup,” tegas Gubernur di hadapan para wisudawan dan orang tua.

    Gubernur juga menyampaikan bahwa program BERANI Cerdas bukan hanya janji, tapi komitmen penuh. Ia membuka akses beasiswa tanpa batas waktu, baik secara online maupun langsung. Di UIN Datokarama sendiri, program ini telah membantu banyak mahasiswa, dan jumlahnya terus bertambah. Gubernur juga memastikan, bukan hanya kuliah yang ia perhatikan, tapi juga kesiapan lulusan memasuki dunia kerja. Pelatihan keterampilan dan bahasa asing pun disiapkan, agar anak-anak Sulteng mampu bersaing di kawasan industri seperti Morowali dan sekitarnya.

    Rektor UIN Datokarama, Prof. Dr. H. Lukman, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian besar Gubernur terhadap dunia pendidikan. Ia mengaku terharu dengan kepedulian Gubernur yang tidak hanya datang memberi sambutan, tapi ikut memperjuangkan masa depan mahasiswa secara langsung.

    “BERANI Cerdas memberi kelegaan bagi kami. Kini kami bisa yakinkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke UIN tanpa ragu. Karena ada Pak Gubernur yang menjamin, tidak ada anak miskin yang tidak bisa kuliah,” ucap Rektor.

    Dalam sambutannya, Rektor juga menekankan pentingnya menjaga kejujuran dan akhlak di tengah dunia yang semakin kompleks. Ia mengisahkan pengalaman seorang mahasiswi Asia di Paris yang gagal mendapat pekerjaan karena catatan ketidakjujurannya dalam menggunakan transportasi umum.

    “Sepintar apapun Anda, kalau akhlaknya rusak, ilmunya tidak berguna. Tapi kalau Anda jujur, Allah akan bukakan jalan. Itu yang saya tanamkan kepada para lulusan hari ini,” tegas Rektor.

    Rektor juga menyampaikan alasan digelarnya wisuda di bulan Juli, sebagai bentuk antisipasi lonjakan jumlah peserta pada wisuda Oktober mendatang yang diperkirakan mencapai 1.600 orang. Menurutnya, hal ini semata untuk memastikan orang tua tetap bisa hadir dan menyaksikan langsung momen kelulusan anak-anak mereka.

    Tak hanya itu, Prof. Lukman juga menyampaikan bahwa UIN Datokarama tengah membangun dan mengembangkan infrastruktur kampus. Ia menyebut Gubernur telah menyerahkan lahan seluas 5.515 meter persegi, dan berharap sisa lahan lainnya segera direalisasikan. Menurutnya, dukungan Gubernur terhadap pengembangan kampus sangat nyata dan tulus.

    “Pak Gubernur ini tidak perlu banyak janji. Bahkan dari senyumnya saja, saya tahu beliau setuju dan siap bantu. Beliau selalu hadir, selalu peduli,” ungkap Rektor, disambut tepuk tangan hadirin.

    Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Bappenas RI, Endang Sulastri, S.Sos., MPP, yang membawakan orasi ilmiah, memuji langkah-langkah strategis Gubernur dalam membangun pendidikan di Sulawesi Tengah. Ia menyebut bahwa wilayah ini bukan lagi halaman belakang pembangunan nasional, melainkan titik tolak pertumbuhan ekonomi dan peradaban.

    “Apa yang dilakukan Gubernur Anwar Hafid membuktikan bahwa daerah bisa memimpin transformasi. Sulteng kini menjadi simpul penting Nusantara,” ujarnya.

    Wisuda ke-44 UIN Datokarama Palu tidak hanya mencetak lulusan baru, tapi juga menegaskan arah baru pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid, pendidikan bukan sekadar urusan akademik, tapi menjadi fondasi pembangunan manusia yang berakhlak, jujur, dan siap mengabdi bagi kemajuan daerah.***

  • Gubernur Anwar Hafid Ungkap Dukungan Besar dari Pemerintah Pusat Saat Menyepakati RPJMD 2025-2029

    Gubernur Anwar Hafid Ungkap Dukungan Besar dari Pemerintah Pusat Saat Menyepakati RPJMD 2025-2029

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah resmi menyepakati rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

    Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama antara Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan pimpinan DPRD, di Gedung DPRD Provinsi, Jumat (25/7/2025).

    Gubernur Anwar Hafid hadir langsung untuk menandatangani dokumen bersama Ketua DPRD Sulteng H. Moh. Arus Abdul Karim dan para wakil ketua DPRD, Syarifudin Hafid, dan Ambo Dalle. Dalam pendapat akhirnya, Gubernur menyampaikan bahwa dokumen RPJMD ini telah melewati proses pembahasan mendalam, penyelarasan substansi, serta penyempurnaan berdasarkan masukan legislatif dan kebutuhan pembangunan daerah lima tahun ke depan.

    Menurut Gubernur, penetapan RPJMD ini bukan sekadar pemenuhan amanat undang-undang, melainkan tonggak penting yang menentukan arah dan prioritas pembangunan Sulawesi Tengah. Ia menekankan bahwa RPJMD 2025–2029 telah disusun selaras dengan visi-misi dan program unggulan daerah, serta menyesuaikan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional.

    “RPJMD ini lahir dari kerja keras bersama. Diskusi kita panjang, kadang penuh dinamika, tapi semuanya demi merumuskan arah pembangunan yang lebih baik dan berpihak pada rakyat,” ujar Anwar Hafid.

    Anwar Hafid juga mengungkap sejumlah kabar baik yang diperoleh Pemprov Sulteng dalam beberapa hari terakhir. Ia menyampaikan bahwa dirinya baru saja dihubungi oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, yang mengonfirmasi alokasi cetak sawah untuk Provinsi Sulawesi Tengah. Dari total usulan seluas 10.300 hektare lebih yang diajukan Dinas Pertanian melalui bupati/wali kota, pemerintah pusat menyetujui pelaksanaan cetak sawah seluas 6.000 hektare.

    Program cetak sawah ini direncanakan rampung hingga September 2025, sehingga dapat segera ditanami di akhir tahun untuk mendukung Program Berani Panen Raya. Nilai anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp. 413 miliar, dan sepenuhnya bersumber dari Kementerian Pertanian RI.

    Tak hanya itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa sejumlah program infrastruktur yang sebelumnya dianggarkan melalui APBD Provinsi kini telah dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

    Melalui laporan dari Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA), proyek-proyek tersebut telah diharmonisasi dalam forum E-Planning dan E-Budgeting (EPCNC), dan kini ditangani langsung oleh balai-balai teknis kementerian. Total dukungan pusat dari penarikan program tersebut diperkirakan sebesar Rp151 miliar.

    Menurut Anwar, kabar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi aktif antara Pemprov Sulteng dan pemerintah pusat mulai menunjukkan hasil nyata. Ia berharap sinergi yang baik ini dapat terus dijaga agar program pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    “Ini tanda-tanda baik. Pemerintah pusat memberi perhatian serius,” ujar Gubernur.

    Sementara itu, dalam isi nota kesepakatan, kedua pihak menyatakan telah membahas, menyempurnakan, dan menyetujui rancangan Perda tentang RPJMD Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029. Dokumen final yang ditandatangani akan segera disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia untuk dievaluasi dan ditetapkan menjadi peraturan daerah.

    Gubernur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sulteng atas sinergi yang telah terjalin. Ia berharap momentum penetapan RPJMD ini menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan program Sembilan BERANI yang telah dirumuskan pemerintahannya bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido.

    “InsyaAllah ini adalah awal yang baik. Kami ingin bekerja cepat, efektif, dan kolaboratif agar Sulawesi Tengah lima tahun ke depan bisa melompat jauh lebih maju dan merata pembangunannya,” pungkas Anwar Hafid.***

  • Bertemu Dengan Perwakilan Konsorsium Tiongkok, Gubernur Sulteng Dorong Konsorsium Tiongkok Segera Realisasikan Investasi di Sulteng

    Bertemu Dengan Perwakilan Konsorsium Tiongkok, Gubernur Sulteng Dorong Konsorsium Tiongkok Segera Realisasikan Investasi di Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mendorong konsorsium pengusaha asal Tiongkok untuk segera merealisasikan rencana investasinya di Sulawesi Tengah. Ajakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan bersama perwakilan konsorsium dan Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, di Kantor BPSDM, Jumat (25/7), di tengah pelaksanaan retreat ESQ bagi jajaran pejabat Pemprov.

    “Lebih cepat lebih baik,” ujar Gubernur Anwar Hafid menekankan.

    Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membuka ruang kerja sama selebar-lebarnya dan menyambut positif setiap niat baik investor dalam mendukung pembangunan daerah.

    Menurut Gubernur, Sulawesi Tengah saat ini tengah menjadi perhatian banyak investor karena kekayaan sumber daya alam dan letak geografis yang strategis. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya bergerak cepat agar peluang yang ada tidak diambil lebih dulu oleh pihak lain.

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan sejumlah potensi unggulan daerah yang siap dikembangkan melalui kolaborasi investasi, termasuk peluang di sektor agribisnis, perikanan, energi terbarukan, dan hilirisasi sumber daya alam dengan pendekatan yang ramah lingkungan.

    “Kekuatan fiskal kita terbatas, maka investasi menjadi kunci. Pemerintah daerah siap memfasilitasi dan mengawal agar setiap proses berjalan dengan baik,” tegasnya.

    Ia juga menawarkan sejumlah wilayah untuk dijadikan prioritas pengembangan ke depan, sesuai dengan minat dan fokus kerja konsorsium.

    Pihak konsorsium menyambut baik ajakan ini dan menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan komunikasi intensif, termasuk melalui pertemuan lanjutan bersama sejumlah pihak terkait.

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Sulteng, Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., bersama sejumlah pejabat teknis dari instansi terkait.***