Ada 3 Dinas Yang Akan Terlibat Dalam Pembantukan Satgas
Ilong (detaknews.id) – Palu – Dari Hasil pertemuan dengan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si membahas tentang isu Pertambangan dan Lingkungan.
“Rencananya Gubernur bapak Anwar Hafid akan membentuk satuan tugas (Satgas) pertambangan, lingkungan dan Kehutanan,” kata Andi Ridwan Bataraguru usai bertemu Gubernur Anwar Hafid di ruang kerjanya Rabu siang (14/5-2025) sekitar pukul 13:30 wita.
Kata pegiat medsos dan kritikus ini, pada intinya Gubernur Sulteng Anwar Hafid meminta dirinya untuk membantunya dalam rencana pembentukan Satgas Tambang, Lingkungan dan Kehutanan (TLK).
“Tadi Gubernur bapak Anwar Hafid meminta saya untuk membantu dalam pembentukan SATGAS Pertambangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” aku Andi Ridwan.
Menurut Andi Ridwan Satgas ini yang akan bekerja untuk melakukan evaluasi dan Pengawasan terhadap Perusahaan Pertambangan dan ilegal mining, kerusakan Lingkungan hidup dari kegiatan Pertambangan serta peningkatan pendapat asli daerah (PAD).
Andi Ridwan menjelaskan pembentukan Satgas ini terdapat didalam ada 3 Dinas yaitu: 1.Dinas ESDM
2.Dinas Lingkungan Hidup dan
3.Dinas Kehutanan.
“InsyAllah Satgas TLK ini akan di bentuk dalam waktu dekat,” ujar mantan aktivisi mahasiswa Untad 1998 itu.
Sementara itu Gubernur Anwar Hafid yang di konfirmasi sebelum salat Ashar membenarkan akan membetul Satgas Tambang, Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Tadi saya sudah undang pak Andi Ridwan untuk meminta kesediannya membantu kami dalam pembentukan Satgas Tambang, Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ungkapnya.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menerima audiensi General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Atmoko Basuki, di kediaman pribadinya, pada Selasa (13/5/2025).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari gangguan pasokan listrik di Palu hingga rencana pengembangan jaringan kelistrikan ke pelosok daerah.
Dalam pertemuan itu, GM PT PLN UID Suluttenggo Atmoko Basuki melaporkan gangguan listrik yang sempat melanda Kota Palu dan sejumlah wilayah lainnya pada tanggal 11 Mei 2025 berhasil dipulihkan dalam waktu dua jam berkat respons cepat tim teknis PLN.
“Pasokan listrik sempat terhenti, namun berkat best effort seluruh unit, pemulihan bisa dilakukan secara bertahap dan cepat,”ujar Atmoko.
Gubernur Dr.Anwar Hafid mengapresiasi langkah cepat PLN dalam menangani gangguan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa ketersediaan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus selalu dijaga.
“Terima kasih atas kerja cepat dan kolaboratif PLN,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Gubernur juga menanyakan rencana kerja PLN terkait penguatan jaringan listrik di Sulawesi Tengah. Menanggapi hal itu, GM PLN mengungkapkan bahwa proyek transmisi 150 kV di Kabupaten Morowali dijadwalkan rampung pada Agustus atau September 2025.
Ia juga mengusulkan dukungan pemerintah provinsi dalam perpanjangan kontrak pasokan listrik dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang selama ini menyuplai sekitar 15 megawatt listrik untuk kebutuhan PLN.
“Kami berharap dukungan gubernur agar kerjasama ini bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Merespon itu, Gubernur Anwar Hafid menyatakan kesiapannya mendukung langkah tersebut. Ia pun menilai suplai energi yang cukup sangat penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Dalam audiensi tersebut, General Manager (GM) PT PLN UID juga melaporkan kemajuan kegiatan PLN sebagai bagian dari sinergi Program BERANI Menyala, yang bertujuan menyediakan akses listrik bagi desa-desa terpencil dan masyarakat kurang mampu. Salah satu titik fokus utama dari kegiatan ini adalah Desa Olu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi.
Menurutnya, sebanyak 300 calon pelanggan telah terdata di desa tersebut. Ia pun mengajak gubernur untuk turun langsung ke lapangan meninjau kesiapan program.
Gubernur menyambut baik kolaborasi dan sinergi PLN. Beliau juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sulteng telah melakukan efisiensi anggaran dalam APBD T.A 2025, yang sebagian besar diarahkan untuk mendukung Program 9 BERANI, termasuk BERANI Menyala. Program ini juga mencakup bantuan pemasangan kilometer listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.
“Saat ini masih ada 87 desa yang belum teraliri listrik oleh PLN. Ini menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Gubernur juga menyatakan rencananya untuk hadir langsung melaunching Program BERANI Menyala di Desa Olu.
“Kita tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan harapan dan mimpi masyarakat,” pungkasnya.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 harus fokus pada penuntasan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan antarwilayah. Ia meminta seluruh kepala OPD memahami betul substansi RPJMD dalam mengimplementasikan visi besar Sulteng Nambaso melalui sembilan program unggulan yang dikenal sebagai Sembilan Berani.
“Pembangunan tidak boleh asal jalan. Kita harus tahu betul kebutuhan masyarakat miskin dan pastikan kebijakan menjawab kebutuhan nyata,” tegas Anwar dalam rapat pimpinan di Ruang Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (14/5/2025).
Hadir dalam rapat ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia Rony Hartawan dan Kepala BPS Sulteng Simon Sapary. Turut mendampingi Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido.
Ia pun meminta Bappeda melakukan need assessment berbasis data DTKS untuk menyusun program pembangunan yang benar-benar tepat sasaran.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan data, lalu merasa paling tahu. Masyarakat harus ditanya apa yang mereka butuhkan. Itu solusi yang sesungguhnya,” ujarnya.
Anwar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ia berencana membawa seluruh kepala dinas ke Buol pada 27 Mei mendatang untuk berdialog langsung dengan Bupati dan OPD setempat.
“Tugas kita bukan menggantikan bupati, tapi membantu menyelesaikan hal-hal yang tidak bisa mereka tangani. Kita akan duduk tiga hari, bicara fokus. Dari situ, kita buat kesepakatan pembangunan sampai 2030. Kalau gagal, gagal bersama,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Gubernur mencontohkan pendekatan sederhana namun berdampak dalam sektor pertanian.
“Yang penting itu cuma dua, benih dan alat. Maka kita akan bangun 13 penangkaran benih di setiap kabupaten dan siapkan brigade pertanian untuk bantu mekanisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjaga etika dan penghormatan terhadap lembaga legislatif, terutama menjelang penyampaian draft RPJMD di DPRD.
“Saya ini pernah di DPR RI. Kalau sidang, pakaian tidak sesuai, tidak bisa masuk. Barcode tidak akan aktif. Jadi mari kita hormati lembaga ini,” pesannya.
Dalam suasana rapat yang santai namun penuh gagasan, Gubernur Anwar turut membagikan pengalamannya selama perayaan HUT Sulawesi Tengah. Ia mengaku mendapat banyak laporan dari pedagang kecil yang mengungkapkan dagangan mereka laris manis selama acara berlangsung.
Salah satu contoh keberhasilan lainnya adalah kehadiran Mall Pelayanan Publik selama perayaan HUT.
“Saya punya lembaga survei pribadi yang memantau secara berkala. Hasilnya, banyak warga yang ingin semua pelayanan disatukan dalam satu tempat,” tuturnya.
Ia juga menyebut tingginya permintaan masyarakat agar layanan diperpanjang sebagai bukti bahwa publik merespons positif layanan yang efisien.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) bersama Gubernur Sulawesi Tengah mempercepat penyalaan listrik di desa-desa terpencil sebagai bagian dari komitmen pemerataan energi nasional.
General Manager PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko, menyampaikan hal tersebut saat audiensi langsung bersama Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di kediamannya, Selasa (13/5/2025) di kediaman Gubernur Sulteng, bahwa secara teknis, sistem kelistrikan sudah siap menyalurkan daya ke sejumlah desa yang sebelumnya belum terjangkau listrik.
“Sebagian besar infrastruktur sudah terkoneksi dengan sistem, daya listrik sudah tersedia. Tinggal menunggu penyalaan resmi, termasuk di wilayah seperti Palu 3 dan desa-desa di Murwari Utara,” ujar Basuki Atmoko dalam pertemuan bersama Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.
Basuki juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan akses energi yang berkeadilan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Anwar Hafid. Dengan sinergi seperti ini, kami optimistis tidak ada lagi wilayah di Sulawesi Tengah yang tertinggal dari segi kelistrikan,” tambahnya.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah “Light Up The Dream”, inisiatif pegawai PLN yang menyisihkan sebagian gaji untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik.
“Program ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya datang dari institusi, tapi juga dari individu pegawai PLN yang ingin meringankan beban masyarakat,” jelas Basuki.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung percepatan elektrifikasi hingga ke pelosok.
“Alhamdulillah, sebagian besar wilayah sudah bebas dari gelap. Wilayah seperti Morowali progresnya sudah 90 persen. Insyaallah September ini bisa menyala, kalau tidak ada hambatan,” ujar Anwar.
Gubernur juga menjelaskan bahwa dirinya aktif meninjau langsung pembangunan infrastruktur listrik di lapangan.
“Saya turun langsung, cek tower-towernya. Kalau ada yang menghambat, langsung saya selesaikan. Kita tidak boleh main-main soal pelayanan dasar seperti listrik,” tegasnya.
Pemprov Sulteng juga tengah menyiapkan anggaran untuk membantu sambungan listrik dan meteran gratis bagi masyarakat tidak mampu.
“Banyak warga yang tidak bisa bayar biaya penyambungan. Kami hadir untuk bantu. Jangan sampai karena tidak punya uang, mereka tetap hidup dalam gelap,” lanjut Anwar.
Tercatat masih ada 69 desa di Sulawesi Tengah yang belum teraliri listrik secara penuh. Namun menurut PLN, sebagian besar sudah masuk dalam daftar prioritas penyalaan, dengan lebih dari 250 pelanggan terdaftar, dan lebih dari 100 di antaranya telah menyelesaikan pembayaran.
Penyaluran listrik ke wilayah terpencil seperti Morowali, dan daerah kepulauan lainnya menjadi bagian dari program Berani Menyala, salah satu misi prioritas Gubernur Anwar Hafid dalam mewujudkan keadilan infrastruktur untuk seluruh rakyat Sulawesi Tengah.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Malam penutupan Semarak Sulteng Nambaso yang digelar di Lapangan Imanuel Palu, Senin (12/5/2025), berubah menjadi pesta rakyat yang meriah.
Ribuan warga memadati lokasi, menciptakan lautan manusia yang antusias menyambut puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes serta Ketua TP PKK Ir. Sri Nirwaty Bahasoan, tampil mengejutkan publik dengan melantunkan dua lagu populer, Pergi Pagi Pulang Pagi dari Armada dan Bintang dari Anima.
Aksi mereka sukses memikat perhatian warga dan menambah semarak suasana malam perayaan.
“Malam ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Sulawesi Tengah ke-61,” ujar Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Sulteng Nambaso telah berlangsung hampir sebulan penuh, bertujuan membangkitkan kembali semangat dan kecintaan masyarakat terhadap daerah yang telah menjadi tempat hidup dan beraktivitas.
Gubernur juga menyinggung keberhasilan layanan publik yang dibuka selama perayaan, termasuk Mall Pelayanan Publik di JCC.
Ia mengungkapkan antusiasme luar biasa masyarakat dalam memanfaatkan berbagai layanan perizinan yang menjadi kewenangan provinsi.
“Alhamdulillah, saya lihat terakhir tadi, ada 79 ribu pendaftar untuk beasiswa kuliah. Ini luar biasa,” tuturnya dengan antusias.
Ia pun berharap para pendaftar beasiswa dapat lolos dan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
“Ini adalah cita-cita besar kita bersama untuk menjadikan Sulteng Nambaso,” katanya, mengacu pada visi pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Terakhir Ia memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr.Reny selama lima tahun ke depan dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Sulawesi Tengah tercinta.
Turut hadir, Unsur Forkopimda Sulteng, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Pimpinan Partai Politik, Sekda Novalina beserta jajaran.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si mengenang kembali akar kepemimpinannya yang tumbuh dari perantauan, Tana Luwu, Sulsel.
Di hadapan ratusan Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Tengah yang memadati Auditorium MAN 2 Palu, Senin (12/5/2025), Ia menyebut masa 17 tahun pengabdiannya di Tana Luwu sebagai fase pembentuk karakter, nilai, dan watak kepemimpinan.
“Sulteng Nambaso terinspirasi dari pepatah Tana Luwu, yakni Wanua Mapatuo Naewai Alena,” ungkap Gubernur Dr. H. Anwar Hafid dalam acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Tengah 1446 H/2025 M.
Pepatah itu berarti negeri yang mampu hidup dari kekuatannya sendiri, kiasan tentang kemandirian dan solidaritas sosial yang kuat.
Pada kesempatan itu, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid dikukuhkan sebagai Wija to Luwu (orang Luwu) oleh Sekretaris Jenderal BPP KKLR, Drs.H.Jaya Lupu,MM disaksikan Hatamuddin, tokoh KKLR lainnya.
Gelar tersebut bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga pengakuan atas dedikasi dan perjalanan karir birokrasi Gubernur Anwar Hafid selama 17 tahun di Tana Luwu.
Perjalanan kariernya dimulai dari posisi Kepala Desa Basse Sangtempe (Bastem) hingga menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesra di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid tak hanya bernostalgia. Ia pun mengajak warga KKLR di Sulawesi Tengah untuk mengambil bagian dalam pembangunan peradaban, merujuk pada ajaran Islam, yakni : menyebar keselamatan di mana pun berada, serta membangun spiritualitas, salah satunya dengan mendirikan sholat di kala kebanyakan orang tertidur.
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”ucapnya mengutip pepatah Nusantara yang sarat pesan adaptif.
Beliau juga mengingatkan pentingnya prinsip hidup sederhana yang diwariskan leluhur Bugis, yakni Issengi Alemu sebagai landasan syukur dan introspeksi.
Terakhir Ia mengajak KKLR Sulteng yang telah memiliki KTP Sulawesi Tengah untuk berpartisipasi dalam program unggulan, seperti BERANI Cerdas dan BERANI Sehat, yang telah dilaunching pada tanggal 13 April 2025.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Badan Pengurus Wilayah KKLR Sulawesi Tengah, yang diketuai Muhammad Neng, ST, MM.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didaulat sebagai tamu istimewa saat kegiatan Halal Bihalal dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PW KKLR) Sulawesi Tengah periode 2025–2030 yang digelar di Aula MAN 2 Palu, Senin siang (12/5/2025).
Acara yang berlangsung penuh kehangatan itu dihadiri Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) KKLR, Hi. Jaya Lupu, bersama sejumlah pengurus pusat KKLR.
Juga hadir tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Dato Luwu, perwakilan KKSS Sulteng, mantan Wali Kota Palu Hidayat, politisi PDI-P Muharram Nurdin, mantan anggota DPRD Sulteng Nawawi S. Kilat, dan tokoh-tokoh masyarakat KKLR lainnya.
Di acara tersebut, Muhammad Nenk resmi dikukuhkan sebagai Ketua PW KKLR Sulteng periode 2025–2030. Ia didampingi Ardan Lelemappuji sebagai sekretaris, serta Syamsinar G. Moga sebagai bendahara. Bersama pengurus lainnya, ketiganya dikukuhkan oleh Sekjen BPP KKLR Hi Jaya Lupu.
Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya, menyampaikan betapa kuatnya ikatan emosional antara dirinya dengan Tanah Luwu. Ia mengenang awal kariernya sebagai ASN dimulai dari Bastem, Luwu. Pada tahun 1992 ia diangkat menjadi kepala desa.
“Selama 17 tahun saya mengabdi di Tanah Luwu. Bayangkan saja, bahasa Bungku – kampung kelahirannya, sempat ia lupa, gara-gara lebih sering menggunakan bahasa Luwu,” ungkapnya.
Tidak heran, kata Anwar Hafid, kultur dan budaya Luwu sangat melekat dalam dirinya. Dari Tanah Luwu, modal kepemimpinan Gubernur Sulteng itu terbentuk.
“Jiwa dan karakter kepemimpinan saya, terbentuk dari Tanah Luwu. Orang Luwu bilang, kalau sudah pernah mandi Wai Bulawan (salah satu sungai di Tanah Luwu), akan jadi pemimpin besar,” kata Anwar.
Ia menceritakan pengalamannya tinggal di daerah terpencil tanpa listrik, saat menjadi kepala desa di Rantebala – daerah yang dikenal dengan tambang emasnya.
Setelah itu, ia menjabat Camat Towuti dan Camat Sorowako, sebelum menjabat Kabag dan Asisten I, hingga akhirnya kembali ke Morowali pada 2007 ikut Pilkada.
“Karena itulah, culita-cita membangun Sulawesi Tengah Nambaso (Sulteng besar/maju), terinspirasi dari pengalaman di Tanah Luwu. Saya ingin membangun Sulteng seperti saya dulu membangun dan mengabdi di Luwu,” tegasnya.
Gubernur Anwar Hafid juga menyinggung empat pondasi kehidupan menurut Rasulullah SAW, sebagai pedoman dalam membangun peradaban.
Yaitu, menyebarkan keselamatan (afsu salam), memberi makan kepada sesama, menjaga silaturahmi, dan membangun shalat di keheningan malam.
“Saya mohon doa dan dukungan dari keluarga besar KKLR. Mari kita bersama-sama kita membangun Sulteng yang Nambaso, tanah yang kita pijak sekarang ini,” Anwar mengajak seluruh keluarga besar dan pengurus KKLR Sulteng yang dikukuhkan hari itu.
Ia turut menekankan pentingnya loyalitas dan tata kerja dalam pemerintahan. “Kalau saya berani, maka pegawai harus ‘takut’ dalam arti taat dan patuh. Jangan saya berani, kalian juga berani. Itu bahaya,” katanya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Gubernur Sulteng menyampaikan program prioritas pemerintahannya salah satunya adalah Berani Cerdas. Program ini membebaskan biaya pendidikan bagi siswa miskin dan berprestasi asal Sulteng.
Dalam menyukseskan program ini, ia meminta sekolah agar tidak melakukan pungutan lagi kepada siswa.
“Pendidikan adalah hak setiap anak Sulteng. Jangan ada yang aneh-aneh dalam mendukung program ini,” tandas Anwar.
Di acara itu, Gubernur Anwar Hafid dipasangi pin oleh Sekjen BPP KKLR, Hi Jaya Supu, sebagai bentuk penghormatan atas kedekatan Anwar Hafid ddengan masyarakat Luwu.
SEKJEN BPP KKLR PUJI SULTENG
Sekjen BPP KKLR, Hi. Jaya Lupu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Anwar Hafid di acara itu. Ia menyebut kehadiran gubernur menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat KKLR untuk hadir. Sehingga kegiatan Halal Bihalal tahun ini berlangsung meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, memiliki pesona alam yang luar biasa. Saat pesawat saya akan mendarat kemarin, saya melihat Sulteng dari udara seperti mangkok yang dikelilingi pegunungan hijau. Indah sekali,” ujarnya memuji.
Ia juga kagum dengan geliat ekonomi kerakyatan di Sulteng. “UMKM di sini luar biasa. Uang berputar di masyarakat. Ini patut diapresiasi,” lanjutnya.
Jaya Lupu mengemukakan, sekitar 6.000 warga asal Luwu Raya kini bermukim di Sulawesi Tengah. Mereka aktif di berbagai profesi. Ia menitipkan agar Gubernur Sulteng memberi perhatian kepada komunitas ini.
“Kami titipkan warga kami, Pak Gubernur. Jika mereka berada di jalan yang benar, dukunglah. Jika keliru, bimbinglah,” pesannya. (*)
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri Haul ke-13 Almarhum AGH. Abd. Wahab Zakariya, tokoh ulama besar Sulawesi Tengah, Senin (12/5/2025), di Pondok Pesantren Anwarul Qur’an Palu. Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Ketua DPRD Sulteng, Syarifuddin Hafid, serta jajaran ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan kebahagiaannya bisa hadir di lembaga pendidikan yang membawa nama “Anwarul Qur’an”.
“Begitu saya baca undangannya, saya bilang sama Ibu Wakil, kita wajib hadir. Masa ada nama saya di situ, kita tidak datang,” ucapnya disambut tawa hangat para hadirin.
Anwar Hafid menegaskan pentingnya peran ulama dalam membangun pendidikan dan karakter umat. Ia mengenang sosok AGH. Abd. Wahab Zakariya dan para ulama lainnya yang membangun lembaga pendidikan Islam dengan penuh pengorbanan.
“Dulu, Habib Idrus saat mendirikan Alkhairaat pernah naik sampan kecil ke Palu. Susah payah. Tidak seperti sekarang. Malu kita kalau tidak bekerja dua kali lipat menjaga warisan besar itu,” tegasnya.
Gubernur juga menyinggung program gerakan Baku Sayang (Bersama Al-Qur’an, Sulawesi Tengah Aman, Jaya dan Menang), yang mendorong distribusi mushaf Al-Qur’an ke seluruh penjuru daerah.
“Kita sudah salurkan sekitar lima ribu mushaf. Masih banyak rumah muslim yang belum punya Al-Qur’an. Kalau Qur’an saja tidak ada, bagaimana kita mau mengamalkannya?” katanya.
Ia berharap agar pesantren dan pondok tahfiz tak hanya fokus pada hafalan, tapi juga mengedepankan adab dan pembentukan karakter santri.
“Karena ini bekal penting bagi masa depan mereka dan bagi umat,” tuturnya.
Gubernur juga membagikan pengalaman pribadinya saat masih mahasiswa, saat ikut berdakwah bersama almarhum K.H. Jabar Asyri, seorang tokoh DDI, hingga sempat diperiksa karena aktivitas tabligh.
“Kami sempat ditahan di Kodim karena dianggap aliran sesat waktu itu. Tapi beliau tetap tenang, imannya kuat, itu yang membuat saya banyak belajar dari beliau,” kenangnya.
Menutup sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh generasi penerus untuk menghargai perjuangan para ulama dan terus menjaga warisan keilmuan yang sanadnya jelas.
“Ilmu yang bersambung ke Rasulullah SAW adalah cahaya. Jangan belajar asal-asalan. Ikuti guru yang sanad ilmunya jelas,” pesan Gubernur.
Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, memperkuat tekad bersama untuk menjaga dan meneruskan perjuangan para alim ulama dalam membangun pendidikan dan peradaban di Sulawesi Tengah.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Senin pagi (12/5-2025) sekitar pukul 7:55 wita pengurus ikatan keluarga Indonesia Buol (IKIB) audiens dengan Gubernur Sulteng Dr.H.Anwar Hafid, M.Si di kediamannya jalan Samratulangi.
Pengurus IKIB dipimpin ketua umum terpilih Syamsudin Kuntuamas didampingi Sekjen Dr. Jamaluddin Sakung dan ketua panitia pengukuhan Dr. Mohammad Fizal Masdul, S.Pd.
“Audiens pak Gubernur Anwar Hafid ini dalam rangka mengundang langsung beliau untuk hadir pada pengukuhan pengurus IKIB Sabtu 17 Mei 2025 sekitar pukul 8:00 wita di gedung Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulteng,” kata ketum IKIB Syamsudin Kuntuamas menjawab media ini Senin (12/5-2025) usai audiens.
Kata Sekretaris panitia, sebelum pengukuhan didahului dengan seminar UMKM dari bank Indonesia yang diinisiasi Wahid sespri anggota DPR RI daerah pemilihan Sulteng Muhidin M Said.
“IKIB adalah organisasi atau paguyuban warga Buol pertama dan tertua yang berdiri pada tahun 1997 dengan ketua umum pertama Abdul Karim Mbou. Dan tidak ada organisasi keluarga Buol selain IKIB,” jelasnya.
Sementara itu Gubernur Anwar Hafid menyambut baik kehadiran pengurus IKIB dan panitia pengukuhan IKIB.
“Terima kasih sudah datang mengundang kami, Insya Allah kami hadir,” ujar Gubernur yang bertagline BERANI (BERSAMA ANWAR – RENI/Y).
Gubernur mengatakan potensi buol itu cukup besar, mulai dari pertanian, tambak dan tambang.
“Soal tambang semangatnya harus dari masyarakat untuk pembentukan koperasi untuk diberikan IPR, dan masyarakat yang cari mitra koperasi, sehingga benar-benar masyarakat di seputar tambang diberdayakan. Kami tidak akan mengeluarkan IPR kalau tidak jelas koperasinya benar-benar melibatkan masyarakat di daerah tambang itu,” jelas mantan bupati Morowali dua periode itu.***
Ilong (detaknews.id) – Palu – Ribuan masyarakat tumpah ruah di Lapangan Imanuel, Palu, dalam rangka mengikuti Fun Walk “Sulteng Nambaso” yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah pada Minggu pagi (11/5/2025)
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid secara resmi melepas peserta jalan santai sekaligus melaunching mobil sehat TP-PKK Provinsi Sulteng.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Novalina, Ketua TP-PKK Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda Sulteng, para asisten, staf ahli gubernur, kepala OPD, serta berbagai elemen masyarakat dan stakeholder terkait.
Rute Fun Walk dimulai dari area parkir Lapangan Imanuel, melintasi kapsul waktu di depan Kantor Kejaksaan Palu, pertigaan Jalan Moh. Yamin – Tanjung Satu, dan kembali ke Lapangan Vatulemo.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam meramaikan peringatan HUT Provinsi.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga menjadi momentum kebersamaan dan semangat persatuan seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tengah. Mari kita jaga kekompakan ini demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” ujar Anwar Hafid.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan senam zumba bersama dan pembagian doorprize menarik bagi para peserta. Hadiah yang disiapkan panitia antara lain kulkas, laptop, dispenser, rice cooker, dan beragam perlengkapan rumah tangga lainnya. Sebagai hadiah utama, disediakan satu unit sepeda motor yang sukses menjadi daya tarik utama bagi peserta.
Kegiatan Fun Walk Sulteng Nambaso menjadi simbol semangat hidup sehat dan kolaborasi masyarakat dalam menyambut era baru Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.***