Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Gubernur Anwar Hafid Belajar dari Food Station Jakarta untuk Dukung Program Berani Murah

    Gubernur Anwar Hafid Belajar dari Food Station Jakarta untuk Dukung Program Berani Murah

    Komitmen Nyata dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Lewat Langkah Strategis

    Ilong (detaknews.id) – Jakarta – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat lewat langkah strategis: belajar dari Food Station di Jakarta untuk mendukung program unggulan Berani Murah.

    Dalam keterangannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat serius membangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mampu menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga sembako di seluruh wilayah provinsi Sulawesi Tengah.

    “Kita sangat serius untuk memiliki sebuah BUMD. Karena kita punya program satu harga untuk semua (sembako) di Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid, Senin (19/5/2025).

    Program Berani Murah merupakan bagian dari visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan harga bahan pokok sama rata bagi seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga desa terpencil. Kolaborasi dengan Food Station menjadi langkah konkret dalam mewujudkan misi tersebut.

    Program ini digagas karena Anwar Hafid selalu mendapati keluhan rakyat terkait harga kebutuhan pokok yang sangat mahal. Program ini juga sekaligus mempertegas bahwa Anwar Hafid memiliki pemahaman mendalam terkait keinginan rakyat.

    Anwar Hafid menambahkan, kerjasama dengan Food Station ini juga bagian dari langkan pemprov Sulawesi Tengah untuk mengendalikan ketahanan pangan.

    “Dengan adanya kerjasama dengan food station ini kami berharap ketahanan pangan ini bisa di kendalikan oleh pemerintah,” tambah Anwar Hafid.

    Langkah ini sekaligus menjadi wujud dari keberpihakan pemerintah daerah terhadap rakyat kecil, khususnya dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga pangan. Pemprov Sulteng melalui BUMD nantinya akan memfokuskan kerja pada distribusi bahan pokok yang lebih efisien dan merata.***

  • Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih, Wagub Sulteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri

    Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih, Wagub Sulteng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr.Reny A. Lamadjido,Sp.PK,M.Kes mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 secara virtual dari ruang kerjanya, Senin (19/5/2025).

    Rakor yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait dari seluruh Indonesia.

    Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyoroti sejumlah langkah strategis dalam mengendalikan inflasi nasional. Salah satu fokus utama dalam agenda kali ini adalah percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

    “Ini adalah perintah Bapak Presiden dan visi beliau untuk kita laksanakan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” tegas Mendagri.

    Tito menekankan pentingnya keterlibatan langsung kepala daerah, terutama bupati dan wali kota, dalam merealisasikan program ini. Sebagai pembina kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala daerah memiliki peran kunci dalam mendorong lahirnya koperasi desa. Pemerintah sendiri menargetkan pembentukan 80.000 unit koperasi desa/kecamatan di seluruh Indonesia.

    “Bupati dan wali kota harus ambil bagian aktif. Mereka bisa memfasilitasi pembentukan koperasi ini melalui APBD. Kalau belum masuk di APBD Perubahan, bisa manfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT),” jelasnya.

    Lebih lanjut, Mendagri menyatakan bahwa Kemendagri telah mengeluarkan Surat Edaran sebagai dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk menggunakan BTT dalam mendukung pendirian Koperasi Merah Putih, termasuk pembiayaan administratif seperti pembayaran notaris.

    “Kami beri payung hukum agar kepala daerah tidak ragu dalam penggunaan BTT. Ini penting agar tidak ada alasan bagi daerah untuk menunda-nunda,” pungkasnya.

    Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk regulasi yang memadai, diharapkan inisiatif Koperasi Merah Putih dapat menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa dalam menghadapi tantangan global.***

  • Layanan Gratis, Fasilitas Lengkap! Rumah Singgah SOS Palu Diapresiasi Wagub: Siap Tampung Pasien Dari Luar Palu

    Layanan Gratis, Fasilitas Lengkap! Rumah Singgah SOS Palu Diapresiasi Wagub: Siap Tampung Pasien Dari Luar Palu

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas peresmian bangunan permanen rumah singgah Sahabat Orang Sakit (SOS) di Kelurahan Tondo, Kota Palu, pada Senin (19/5/2025).

    Kehadiran fasilitas adalah langkah mulia khususnya untuk mengurangi beban biaya bagi pasien-pasien rujukan dari luar kota Palu yang tengah berjuang melawan penyakit, dengan tersedianya tempat tinggal sementara yang layak, ramah, dan penuh kasih.

    Dirinya berharap kehadiran rumah singgah SOS, dapat membantu kesembuhan pasien rujukan dengan lebih cepat.

    “Selamat untuk rumah singgah ini dan semoga menjadi berkah” pesan wagub yang mewakili Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si pada acara peresmian, dirangkaikan peringatan HUT ke-3 rumah singgah SOS Palu.

    Rumah singgah SOS Palu adalah bagian dari jaringan rumah singgah Yayasan SOS yang tersebar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Medan, Makassar hingga Malaka di Negeri Jiran Malaysia dengan mengusung konsep layanan universal tanpa diskriminasi.

    Bangunan terdiri dari 10 kamar pasien, 7 kamar mandi, 1 kamar penjaga rumah serta dilengkapi ruang kantor, ruang rapat dan 1 mobil ambulans.

    Seluruh fasilitas rumah singgah disediakan secara gratis, seperti makan harian dan koneksi internet Wi-Fi.

    Wagub Reny juga menegaskan komitmen Pemprov Sulteng untuk memperkuat akses layanan kesehatan gratis lewat program BERANI Sehat bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

    Dengan program ini terangnya, masyarakat yang belum dilindungi jaminan kesehatan ataupun yang status kepesertaan nonaktif akibat menunggak iuran dapat langsung dilayani di faskes mana pun itu yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, cukup dengan menunjukkan KTP Sulteng.

    “Kami tidak ingin ada masyarakat yang merintih kesakitan tidak bisa berobat,” tuturnya menegaskan aktualisasi kesehatan gratis lewat BERANI Sehat.

    Hadir di acara ini, Koordinator SOS Wilayah Indonesia Timur Pendeta Yustianus Simangonsong S.Th, PIC SOS Sulteng Grace Manoppo dan mitra kerja terkait.***

  • Program Unggulan BERANI Tayang di Musrenbangnas 2025

    Program Unggulan BERANI Tayang di Musrenbangnas 2025

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Provinsi Sulawesi Tengah mencuri perhatian nasional. Program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido akan ditampilkan secara khusus dalam acara seremonial Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (19/5/2025).

    Dari ratusan daerah, hanya tiga provinsi yang programnya dipilih untuk tayang dalam forum bergengsi ini, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

    Melalui video berdurasi dua menit, Provinsi Sulawesi Tengah akan mempresentasikan praktik baik perencanaan daerah dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Sorotan utama jatuh pada dua program andalan, Berani Cerdas dan Berani Sehat, bagian dari visi besar BERANI (Bersama Anwar-Reny).

    Dalam narasi yang disampaikan langsung oleh Gubernur Anwar Hafid, ia menegaskan bahwa membangun daerah bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi membangun harapan melalui keadilan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

    “Kami memulai dengan satu langkah berani, program Berani Cerdas, beasiswa pendidikan tinggi untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, dari desa terpencil hingga pesisir,” kata Anwar.

    Program ini telah mengantarkan ribuan mahasiswa asal Sulawesi Tengah melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    “Kami ingin memastikan: tak ada mimpi yang terhenti hanya karena biaya,” tegas Anwar.

    Tak berhenti di sana, Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia. Melalui Berani Sehat, masyarakat kini bisa mengakses layanan kesehatan gratis hanya dengan menggunakan KTP Sulawesi Tengah.

    “Kami tak ingin ada ibu melahirkan tanpa bantuan medis, atau anak kehilangan masa depan karena tak mampu berobat,” ujarnya.

    Program-program ini dijalankan sepenuhnya dari hasil efisiensi anggaran, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Setiap rupiah adalah investasi, bukan sekadar angka, tapi jalan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Anwar.

    Penayangan video ini menjadi bukti bahwa sinergi pusat dan daerah, jika dikelola dengan visi dan keberanian, mampu melahirkan program nyata yang menjawab kebutuhan rakyat. “Ketika pusat dan daerah menyatu dalam satu visi, rakyatlah yang menang,” pungkas Anwar Hafid.

    Melalui forum Musrenbangnas ini, Sulawesi Tengah tidak hanya hadir sebagai peserta, tapi sebagai contoh bahwa dengan keberanian, komitmen, dan perencanaan yang matang, keadilan sosial bisa benar-benar terwujud dari bawah. **

  • Pemprov Sulteng dan BPN Perkuat Sinergi Atasi Konflik Agraria dan Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

    Pemprov Sulteng dan BPN Perkuat Sinergi Atasi Konflik Agraria dan Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penyelesaian Konflik Agraria sebagai upaya mempercepat penyelesaian persoalan lahan dan memberi kepastian hukum kepada masyarakat. Satgas ini diharapkan bekerja selaras dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulteng.

    Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si di ruang kerjanya, saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah BPN Sulteng, Muh.Tansri, beserta jajaran, pada Jum’at (16/5/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar tata kelola pertanahan lebih tertib dan transparan.

    Beliau menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan BPN selama ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, Ia menekankan perlunya penguatan kerja sama yang lebih terarah, khususnya dalam penyelesaian konflik agraria yang masih sering dikeluhkan masyarakat.

    Ia pun menegaskan bahwa penegakan aturan harus menjadi dasar setiap kebijakan pertanahan.

    “Duluan aturannya, yang penting ada inlok bisa menanam,”terang gubernur merujuk pada praktik-praktik lapangan yang tak sejalan dengan perizinan Hak Guna Usaha (HGU).

    Beliau juga menyoroti persoalan aset milik daerah yang belum bersertifikat. Ia pun telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melakukan inventarisasi dan sertifikasi aset, sebagai bagian dari tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Salah satu aset yang disoroti adalah lahan Lapangan Golf di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Talise, Kota Palu. Ia pun minta kejelasan status dan luas lahan tersebut agar tidak jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

    Menanggapi hal tersebut, Kakanwil BPN Sulteng menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengukuran dan proses sertifikasi, asalkan Pemprov segera mengirim surat permohonan secara resmi.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Anwar Hafid juga menyinggung klaim masyarakat atas lahan garapan di Kabupaten Poso yang diduga tumpang tindih dengan Hak Pengelolaan (HPL) Bank Tanah.

    Menurut Kakanwil BPN Sulteng, persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui mekanisme redistribusi tanah atau program TORA, yang dibiayai oleh negara.

    Bank Tanah, kata Kakanwil Tansri, dikelola oleh tiga kementerian, yakni ATR/BPN, Kehutanan, dan PUPR. Ketika masa berlaku HGU berakhir, HPL akan dikelola oleh Bank Tanah, dan lahan tersebut dapat dimanfaatkan melalui kerjasama dengan pihak ketiga.

    Di sisi lain, Gubernur juga menggandeng BPN untuk mendukung program pembangunan Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial. Ia pun mengungkapkan rencana pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat di lima kabupaten, yakni : Donggala, Tojo Una-Una, Sigi, Morowali Utara, dan Banggai Kepulauan.

    “Kalau kita Pemprov Sulteng lokasi Sekolah Rakyat di Hutan Kota,”terangnya.

    Di akhir pertemuan, Kakanwil BPN Sulteng juga mengusulkan agar seluruh aset pemda diberi tanda atau plang kepemilikan sebagai bentuk perlindungan hukum dan kejelasan status aset.***

  • Di Momen Penyerahan SK CPNS, Gubernur Peringatkan 3 Penyakit Mematikan!

    Di Momen Penyerahan SK CPNS, Gubernur Peringatkan 3 Penyakit Mematikan!

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Di tengah euforia penyerahan SK CPNS Provinsi Sulteng formasi 2024 pada Jum’at (16/5) di Gedung pogombo, Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si mengingatkan 3 penyakit kronik yang harus diwaspadai para abdi negara baru.

    Ia berharap 437 CPNS tidak tertular penyakit KUDIS (Kurang Disiplin), KURAP (Kurang Rapi) dan Sakit GINJAL (Gaji Ingin Naik Tapi Kerja Lamban).

    “Pegawai itu ada aturannya mulai dari kepala sampai kaki,” imbuhnya dengan nada tegas.

    Lebih jauh Gubernur Anwar Hafid mengingatkan bahwa seragam bukan sekadar pakaian dinas tapi lambang kewibawaan dan identitas sebagai pelayan publik karenanya penampilan rapi adalah cerminan birokrasi yang tertata dengan baik.

    “Apa yang masyarakat bilang kalau lihat pakaian kita tidak disetrika,” tegasnya karena kerapihan ikut menunjang performa abdi negara sebagai pelayan publik.

    SK CPNS yang diserahkan ke 437 abdi negara baru ini mulai berlaku TMT-nya sejak 1 April 2025.

    Melalui kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid mengajak CPNS bersinergi dan bertanggungjawab terhadap implementasi visi Sulteng Nambaso dan 9 misi BERANI yang mencakup BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Berdering, BERANI Panen Raya, BERANI Tangkap Banyak, BERANI Berkah dan BERANI Berintegritas.

    “Visi misi ini sangat sederhana dan mudah dilaksanakan,” ujarnya memastikan.

    Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong pegawai-pegawai daerah yang berprestasi untuk meniti karir hingga ke pusat.

    Dengan semangat pengabdian yang baru dan segar, gubernur meyakini para CPNS akan menjadi lokomotif baru yang mampu menggerakkan birokrasi Sulteng menuju kemajuan.

    “Kalian adalah kekuatan baru untuk birokrasi Sulawesi Tengah yang lebih maju,” pungkasnya.

    Turut hadir di acara, Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Sekprov Dra. Novalina, M.M dan Plt Kepala BKD Adiman, S.H, M.Si serta beberapa kepala perangkat daerah yang menerima CPNS formasi 2024.***

  • Jangan Pilih Pekerjaan, Gubernur Berbagi Kisah Inspiratif kepada CPNS: Dari Juru Ketik hingga Bupati

    Jangan Pilih Pekerjaan, Gubernur Berbagi Kisah Inspiratif kepada CPNS: Dari Juru Ketik hingga Bupati

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Di hadapan 437 CPNS Pemprov Sulteng yang baru saja menerima SK pada Jum’at (16/5) di gedung pogombo, terselip kisah inspiratif dari Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si kepada mereka yang baru meniti karir di pemerintahan.

    Sebagai pamong muda jebolan sekolah kedinasan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar tahun 1991, gubernur mengawali karirnya di kantor camat, di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

    Dengan penuh percaya diri, berharap mendapat tugas strategis tapi tugas pertamanya justru membuat amplop dari kertas bekas.

    “Kerja pertama saya bikin amplop dari kertas-kertas bekas,” kenangnya tak menyangka menerima tugas yang sangat sederhana.

    Pekerjaan pertama ini pun dijalani hari demi hari dengan sepenuh hati, tanpa pernah sekalipun ia memprotesnya.

    Lambat laun penugasan baru diterima, menjadi juru ketik dan pembuat surat plus mengantar surat dari dinas ke dinas.

    Ternyata, di sinilah perilaku sopan santun dan etos kerja Anwar Hafid mulai dikenal luas, tidak hanya di kalangan staf, tetapi juga hingga ke kepala-kepala dinas, yang mengenalnya sebagai sosok pegawai yang cakap dan mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan tuntas.

    Hal ini kemudian membuka jalan karirnya menjadi Kepala Desa Basse Sangtempe (Bastem). Meskipun berada di pelosok desa yang jauh dari kota, ia tidak pernah mengeluh atau meminta pindah, justru ia menjalaninya dengan tekun dan bekerja secara maksimal.

    Tidak sia-sia, ia pun menerima penghargaan atas prestasinya berupa kesempatan tugas belajar untuk menyelesaikan jenjang sarjana ilmu pemerintahan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar.

    “Saya tidak pernah minta pindah tapi menunjukkan prestasi sampai dapat beasiswa belajar,”terangnya mengisahkan.

    Dari sana, karirnya terus melesat hingga dipercaya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur. Sebelum akhirnya memutuskan untuk beralih ke jalur politik pada tahun 2007, dan akhirnya terpilih menjadi Bupati Morowali.

    Dari kisah tersebut, Gubernur Anwar Hafid memotivasi para CPNS agar jangan pernah mengukur besar kecilnya pekerjaan yang diberikan tapi bagaimana menyelesaikannya dengan cepat dan tuntas sebagai cerminan profesionalitas abdi negara.

    Dengan menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik, gubernur yakin siapa pun pimpinan di kantor akan selalu menggantungkan kepercayaan kepada pegawainya yang berprestasi.

    “Saya kerja di mana pun, Saya kerja keras membantu pimpinan saya,”suntiknya memotivasi para CPNS.

    Sejalan dengan itu, Gubernur Anwar Hafid berkomitmen siap mendorong siapa pun pegawai-pegawai daerah yang mampu mengawal arah kebijakan program-program BERANI dan menunjukkan prestasi tertinggi, untuk berkarir hingga ke pusat.

    Ia juga meminta supaya para abdi negara baru ini pandai membawa diri di mana pun mereka berada, tampil rapi dalam berseragam dinas sesuai aturan, disiplin jam kerja, sopan santunm bekerja profesional dan menunjukkan keteladanan seorang abdi negara, pelayan masyarakat.

    “Kalian adalah kekuatan baru untuk membawa birokrasi Sulawesi Tengah yang lebih maju,”pungkasnya.***

  • Ormas Pemuda Berani Sulteng Nyatakan Dukungan Terhadap Rencana Gubernur Bentuk Satgas Khusus untuk Tangani Persoalan Krusial

    Ormas Pemuda Berani Sulteng Nyatakan Dukungan Terhadap Rencana Gubernur Bentuk Satgas Khusus untuk Tangani Persoalan Krusial

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Organisasi masyarakat sipil Pemuda Berani Sulawesi Tengah menyatakan dukungan terhadap rencana Gubernur Sulawesi Tengah untuk membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan menangani persoalan krusial seperti penambangan ilegal, kerusakan lingkungan, pembalakan liar, serta pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

    Inisiatif ini dinilai penting untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara dan mengatasi masalah sosial-ekologis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

    Penambangan Ilegal Masif dan Tak Terkendali

    Dalam siaran pers yang dirilis oleh inisiator Pemuda Berani Sulteng, Moh. Jabir, dijelaskan bahwa penambangan ilegal di Sulawesi Tengah telah terjadi secara masif dan berlangsung tanpa kendali.

    Pemerintah dinilai kurang memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini, yang diperparah oleh lemahnya tindakan penegakan hukum dari aparat terkait.

    “Ledakan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja mendorong banyak orang terjun ke aktivitas tambang ilegal. Sayangnya, tindakan ini tidak dibarengi dengan pengawasan dan penindakan hukum yang tegas,” ujar Jabir.

    Jabir menambahkan, terdapat indikasi kuat keterlibatan sejumlah oknum penegak hukum dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam melindungi aktivitas tambang ilegal.

    Alhasil, para pelaku merasa bebas menjalankan usahanya tanpa khawatir terkena jerat hukum.

    Kerugian Negara Capai Rp100 Miliar per Bulan

    Dalam lima tahun terakhir, dari 2020 hingga 2025, aktivitas penambangan ilegal diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp100 miliar setiap bulannya.

    Lokasi paling mencolok dari aktivitas ini adalah di Kelurahan Poboya, Kota Palu, yang disebut-sebut beroperasi di balik kontrak karya milik PT Citra Palu Mineral dan keterlibatan PT AKM.

    Meski tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), perusahaan-perusahaan tersebut tetap menjalankan aktivitas penambangan karena memiliki afiliasi dengan pemilik alat berat dan diduga mendapat perlindungan dari pihak tertentu.

    Selain Poboya, penambangan ilegal juga marak terjadi di Parigi Moutong, Buol, Tolitoli, Morowali, dan Poso.

    Di daerah-daerah ini, aktivitas tambang dilakukan oleh kelompok yang memiliki jaringan kuat dengan oknum aparat maupun tokoh masyarakat setempat, sehingga aparat penegak hukum kesulitan melakukan tindakan.

    Kerusakan Lingkungan dan Infrastruktur Meningkat

    Tak hanya menyebabkan kerugian finansial, penambangan ilegal juga berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan dan infrastruktur.

    Moh. Jabir menyoroti bahwa jauh sebelum era kepemimpinan Anwar Hafid dan Reni Lamadjido, kerusakan jalan dan kawasan hutan meningkat tajam.

    “Sepanjang jalan Palu–Donggala, kita bisa lihat dampak dari pengelolaan tambang yang semrawut. Bahkan yang mengantongi izin pun tetap membawa dampak buruk bagi warga,” katanya.

    Ia mencatat terdapat sekitar 32 titik kerusakan jalan di rute tersebut, dengan lima kali kejadian putusnya akses jalan akibat banjir bandang yang berasal dari wilayah hulu yang rusak.

    Penegakan Hukum Masih Lemah dan Terindikasi Ada Pembiaran

    Pemuda Berani Sulteng juga menilai bahwa pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal merupakan bentuk perlindungan terhadap kejahatan.

    Dalam siarannya, mereka mengutip Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

    Dalam Pasal 2 dan Pasal 5, ditegaskan bahwa fungsi kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum.

    “Kalau penegakan hukum tidak dilakukan, maka wajah hukum menjadi buram. Pembiaran berarti pelanggaran terhadap mandat institusi negara,” ujar Jabir.

    Ia menegaskan bahwa kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan daerah menjadi nihil akibat praktik ilegal ini.

    Selain itu, risiko bencana seperti longsor, banjir, hingga jatuhnya korban jiwa menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang.

    BBM Ilegal dan Kelangkaan LPG Perlu Diawasi

    Selain isu tambang, Pemuda Berani Sulteng juga menyoroti peredaran BBM dan kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sering terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

    Jabir menduga adanya praktik penyelewengan dalam distribusi BBM oleh para pialang dan oknum tertentu.

    “Kami melihat ada indikasi permainan oleh kelompok yang menguasai distribusi minyak dan gas, termasuk manipulasi laporan perusahaan mengenai suplai BBM guna menutupi biaya-biaya tak resmi,” ujarnya.

    Ia juga menilai kelangkaan LPG 3 kg yang terus berulang harus menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

    Dukungan terhadap Pembentukan Satgas oleh Gubernur

    Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Pemuda Berani Sulteng menyatakan mendukung penuh langkah Gubernur Sulawesi Tengah untuk membentuk satuan tugas yang khusus menangani permasalahan sumber daya alam dan pengawasan energi.

    “Satgas ini sangat penting dan mendesak karena sifatnya yang krusial. Tidak hanya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara, tapi juga untuk mengatasi akar persoalan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Jabir.

    Menurutnya, keberhasilan satgas ini akan bergantung pada keberanian politik dan ketegasan penegakan hukum.

    Ia mendorong agar satgas tidak hanya menjadi simbol, tetapi bekerja nyata dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan lembaga pengawas independen.***

  • Lantik Pengurus IKIB, Wagub Sulteng Sampaikan 9 Program Unggulan Berani: Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

    Lantik Pengurus IKIB, Wagub Sulteng Sampaikan 9 Program Unggulan Berani: Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes hadiri kegiatan pelantikan/pengukuhan Majelis Tinggi, Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Pengurus Besar Induk Keluarga Indonesia Buol (PB-IKIB) sekaligus dirangkaikan dengan rapat kerja I (IKIB) 2025-2030.

    Prosesi kegiatan berlangsung khidmat di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (PSDMD) Sulteng, Sabtu (17/05-2025).

    Turut hadir dalam prosesi pembukaan kegiatan Pelantikan/Pengukuhan IKIB perwakilan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Perwakilan Bupati Buol, Perwakilan Kadis Kesbangpol Sulawesi Tengah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) serta perwakilan Kepala OJK Sulawesi Tengah, Forkopimda yang diwakili oleh anggota Kapolda Sulteng, Mantan Bupati Buol (Amran Batalipu), Mantan Bupati Buol 2 Priode (Aminudin Rauf), serta Tokoh-Tokoh adat masyarakat Buol.

    Adapun rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Daerah Buol, Pembacaan doa, pelaporan Ketua Panitia kegiatan (Dr. Muh. Rizal Masdul., S.Pd.I.,M.Pd), Pembacaan nama-nama Majelis Tinggi, Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Pengurus Besar oleh Sekertaris Jendral (Dr. Jamaluddin Sakung)

    Setelah nama-nama pengurus dibacakan, Wakil Gubernur menanyakan kesanggupan pengurus dalam mengemban tugas sebagai Pengurus utama sekaligus melantik/mengukuhkan pengurus IKIB periode 2025-2030.

    Setelah dilantik/dikukuhkan, Samsudin Kuntuamas selaku ketua Umum mengucapkan terima kasih atas pengukuhan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.

    “Saya ketua IKIB terpilih periode 2025-2030 mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang telah melantik serta mengukuhkan kami,” ungkapnya.

    “Kami turut mendukung program serta pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah hingga Pemerintah Kota Palu,” tuturnya.

    Ia juga mengatakan IKIB akan terus bersinergi dan membantu pemerintah baik dari sisi pendidikan hingga bantuan kemanusiaan bagi wilayah yang terdampak bencana baik dari pemerintah Kabupaten/Kota.

    “Kami juga akan terus bersinergi dengan pemerintah baik dari pembangunan, pendidikan hingga bantuan kemanusiaan dari wilayah kabupaten/kota hingga ke desa-desa,” papar Samsudin.

    Samsudin juga berharap agar semua insan IKIB dapat saling tolong-menolong kepada sesama orang buol yang tersebar di tanah perantauan.

    “Semoga kita semua bisa saling tolong-menolong bagi sesama masyarakat Buol yang tersebar dari Aceh hingga Merauke,” tutupnya.

    Adapun rangkaian kegiatan selanjutnya yakni sambutan dari Bapak Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A Lamadjido, Sp.PK., M.Kes sekaligus membuka rapat kerja (Raker) I IKIB 2025-2030.

    Sebelum membacakan sambutan Bapak Gubernur Sulteng, dr. Reny A Lamadjido mengucapkan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur dikarenakan ada kedukaan.

    Ia juga Mengucapkan Terima Kasih karena telah diterima dengan menggunakan baju adat Buol.

    “Terima kasih saya sudah diterima dengan menggunakan baju adat, ini benar-benar membuat saya merasa bangga, saya sangat mengapresiasi, bahkan saya merasa seperti saya berada di Buol,” ucap Wakil Gubernur Sulteng.

    “Melalui tiap kunjungan saya ke Buol, pasti saya menggunakan pakaian sarung seperti ini, sehingga saya, tidak asing lagi dengan bentuk Bapak-Ibu dari Buol,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Wakil Gubernur Sulteng mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus IKIB periode 2025-2030.

    “Atas nama pribadi dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengucapkan selamat kepada pengurus Induk Keluarga Indonesia Buol (IKIB) Periode 2025-2030,” ucapnya.

    “Dalam periode kepengurusan yang baru ini, harapan besar tertuju pada IKIB untuk menjalankan program yang inovatif dan kreatif, serta mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi,” terusnya.

    Wakil Gubernur Sulteng juga mengatakan Penting bagi semua pihak untuk bekerjasama, bersinergi dan saling mendukung dalam setiap langkah yang diambil.

    “Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pemerintah Sulawesi Tengah dengan semangat berani, tengah membangun fondasi yang dapat mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, melalui sembilan program unggulan yang bernama program berani,” pungkasnya.

    “Bapak Gubernur dan saya punya komitmen yang kuat, masing-masing membagi tugas, secara undang-undang. Apa yang Pak Gubernur kerjakan, apa yang saya kerjakan, sehingga kami tidak bertabrakan di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi,” jelasnya.

    Wakil Gubernur Sulteng juga berharap hasil dari rapat itu dapat menjadi bantuan bagi Induk Keluarga Indonesia Buol (IKIB).

    “Dan juga dapat menolong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kerukunan Buol ini,” harapnya.

    Setelah menyampaikan sambutan dari Gubernur Sulteng, Wakil Gubernur secara resmi membuka rapat kerja (Raker) I IKIB 2025-2030.

    “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim acara rapat kerja (Raker) IKIB yang pertama secara resmi saya nyatakan dibuka,” imbuh wakil gubernur sambil menutup sambutan.***

  • Masyarakat Minta Program “Berani Bebas Tunggakan PKB” Diperpanjang, Gubernur Anwar: Akan Kami Evaluasi Dulu

    Masyarakat Minta Program “Berani Bebas Tunggakan PKB” Diperpanjang, Gubernur Anwar: Akan Kami Evaluasi Dulu

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Total transaksi selama program “Berani Bebas Tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB)” mencapai Rp.82.624.804.219 atau setara Rp, 82,6 miliyar (M).

    Demikian dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulteng Rifki Ananta alias Bon menjawab media ini Sabtu (17/5-2025) via chat di aplikasi whatsAppnya.

    Menurutnya hasil itu terhitung mulai 14 april hingga 14 mei 2025, dengan rincian PKB sebanyak 156.232 objek pajak kendaraan bermotor yakni roda empat (R4) sebanyal 28.995 dan R2 mencapai 128.137 kendaraan.

    “Nilai nominal secara rupiah mencapai Rp.82.624.804.219 yang terbagi untuk propinsi sebesar Rp. 50.377.311.011 dan Kab/kota sebanyak Rp. 32.247.493.208,” jelas Rifki.

    Ia menjelaskan untuk masing-masing Opsen PKB Kabupaten dan Kota yang disalurkan berdasarkan database aplikasi Samsat sebagai berikut :

    1. Banggai Rp.4.128.264.553
    2. Poso Rp.2.086.480.694
    3. Donggala Rp.2.211.176.983
    4. Tolitoli Rp.1.521.410.005
    5. Buol Rp.651.893.145
    6. Morowali Rp.2.219.785.582
    7. Bangkep Rp.508.311.644
    8. Parimo Rp.3.068.039.283
    9. Touna Rp.868.828.164
    10. Sigi Rp.2.377.945.492
    11. Morut Rp.1.366.940.880
    12. Balut Rp.265.021.179
    13. Palu Rp.11.973.395.604

    Terkait kebijakan pemutihan PKB ini, masih banyak juga masyarakat yang belum sempat melakukan pembayaran. Oleh sebab itu beberapa masyarakat yang belum sempat membayar pajak PKB saat kebijakan pemutihan dimulai dan sudah berakhir, meminta agar ada perpanjangan.

    Alasannya karena saat pemutihan belum memiliki uang yang cukup. Dan ada pula karena lamanya antrian akibat padatnya masyarakat yang mendaftar pemutihan panjak.

    “Kami berharap pak Gubernur dapat memperpanjang waktu pemutihan pajak kendaraan bermotor ini. Soalnya masih banyak masyarakat yang belum sempat melakukan pembayaran dengan berbagai macam alasan, termasuk saya karena uang baru ada, pas mau bayar sudah tutup loket akibat terlambat,” kata Nanang, Ibu Riski, ibu Ita, Sohida dan sejumlah wajib pajak lainnya yang ditemui dipelataran Kantor Samsat Palu pada hari jelang berakhirnya pemutihak pajak kendaraan bermotor itu.

    Sementara itu Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangan pers sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor untuk membantu masyarakat mengurangi bebannya.

    Terkait masih banyaknya warga yang belum melakukan pembayaran PKB saat kebijakan pemutihan, Gubernur Anwar Hafid mengaku akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

    Meski pemutihan pajak kendaraan bermotor sudah ditutup, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyebut kemungkinan program akan diperpanjang.

    “Kita evaluasi dulu. Kita pertimbangkan lagi agar masyarakat masih punya kesempatan,” ujar Anwar Hafid di Parigi Moutong, Kamis (15/5-2025) dikutip di tribun palu.***