Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Wagub Sulteng Sambut Peserta Labkesmas Expo Regional 8 saat Ramah Tamah

    Wagub Sulteng Sambut Peserta Labkesmas Expo Regional 8 saat Ramah Tamah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menggelar acara ramah tamah menyambut para peserta Labkesmas Expo Regional 8, bertempat di rumah jabatan wagub, Rabu malam (29/10).

    Dalam suasana santai dan penuh keakraban itu, Wagub Reny menyampaikan rasa senang dan bangga atas kehadiran jajaran Labkesmas Regional 8 yang mencakup wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

    Wagub berharap para peserta dapat meluangkan waktu melihat-lihat keindahan kota Palu sambil mencicipi kuliner khas sup kaledo.

    Tak lupa, wagub mempromosikan oleh-oleh bawang goreng Palu yang sangat enak rasanya.

    “Jangan lupa pulang bawa bawang goreng kota Palu,” pesannya.

    Sementara Koordinator Labkesmas Regional 8, Dr. dr. Irene, M.K.M., menyampaikan bahwa kegiatan labkesmas expo bertujuan mengenalkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) sebagai salah satu pilar dalam mendukung program Kementerian Kesehatan menuju Indonesia kuat.

    Ia juga mengungkapkan rasa bangga karena Wagub Reny Lamadjido berlatar belakang dokter spesialis patologi klinis, yang sudah tentu sangat memahami peran strategis labkesmas.

    “Alhamdulillah bu wagub (bergelar) Sp.PK, jadi pasti mendukung labkesmas,” ujarnya yakin.

    Acara semakin meriah ketika wagub dan seluruh peserta menari dero bersama-sama.***

  • Gelar Rakor, Pemprov Sulteng Perkuat Sinergi Tekan Inflasi Daerah

    Gelar Rakor, Pemprov Sulteng Perkuat Sinergi Tekan Inflasi Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan unsur Forkopimda, Senin (27/10/2025).

    Rakor yang digelar di Ruang Kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tengah tersebut juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dari Kampus IPDN Jatinangor.

    Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa tren inflasi nasional per September 2025 tercatat sebesar 2,65 persen (year-on-year), dengan pertumbuhan 0,21 persen (month-to-month) pada minggu keempat Oktober.

    “Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari 11 negara ASEAN. Tidak hanya di tingkat nasional, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan posisi yang cukup baik di kawasan ASEAN,” ujar Mendagri.

    Lebih lanjut, Mendagri mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II tahun 2025 mencapai 5,12 persen (yoy), sementara Sulawesi Tengah menempati peringkat kedua nasional dengan capaian 7,95 persen, di bawah Maluku Utara yang mencatat pertumbuhan 32,09 persen.

    Namun demikian, Sulawesi Tengah masih berada dalam 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi nasional, yakni sebesar 3,88 persen pada September 2025. Dua kabupaten juga tercatat memiliki tingkat inflasi tertinggi, yaitu Kabupaten Tolitoli (5,26 persen) dan Kabupaten Banggai (4,90 persen).

    Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam paparannya menjelaskan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Sulawesi Tengah pada minggu keempat Oktober 2025 menunjukkan penurunan tertinggi sebesar -1,48 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya harga beras, bawang merah, dan cabai rawit, yang selama ini menjadi komoditas penyumbang inflasi utama.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

    “Upaya ini penting agar masyarakat tetap terjaga daya belinya dan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang wajar. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak terkait,” tegas Wagub.

    Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan mengendalikan laju inflasi guna menjaga kesejahteraan masyarakat.

    Rakor ini turut dihadiri oleh Perwakilan Perum Bulog Sulteng, Jusri, Perwakilan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, perangkat daerah terkait, serta unsur Forkopimda.***

  • Gubernur Anwar Hafid Ajak Pengusaha Tambang di Morut Wujudkan Berani Lancar

    Gubernur Anwar Hafid Ajak Pengusaha Tambang di Morut Wujudkan Berani Lancar

    Ilong (detaknews.id) – Morut – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginisiasi langkah konkret dalam membangun infrastruktur yang berkeadilan dengan menggandeng para pengusaha tambang di Kabupaten Morowali Utara. Upaya ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan ruas jalan Towi–Kolonodale, salah satu jalur penting yang menghubungkan kawasan industri dan sentra ekonomi masyarakat.

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi mengundang 16 perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.

    Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk berkolaborasi membangun dan memperbaiki jalan Towi–Kolonodale sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) sekaligus kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Baru saja kita selesai melakukan pertemuan dengan para pengusaha di Kabupaten Morowali Utara saya dengan Pak Bupati menginisiasi sebuah pertemuan bagaimana penanganan jalan dari Kolonodale ke Towi,” kata Gubernur Anwar Hafid, Senin (27/10/2025).

    Dalam pertemuan, terjadi ruang diskusi hangat antara Gubernur Anwar Hafid dan para pengusaha. Bahkan sebagian pengusaha merasakan hal yang sama bahwa jalan Towi-Kolonodale memang wajib untuk diperbaiki.

    Di tengah diskusi, seluruh pengusaha di wilayah Morowali Utara menyepakati akan bahu membahu bersama Gubernur Anwar Hafid untuk membangun ruas jalan tersebut. Dengan kata lain, aktivitas investasi di Morowali Utara berkontribusi bagi kemajuan daerah.

    “Alhamdulillah gayung bersambut, kami bersepakat untuk bersama-sama menangani jalan-jalan itu. Dan pada 2026 nanti inshaallah masyarakat tidak lagi susah,” tegas Anwar Hafid.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di daerah penghasil tambang harus membawa dampak langsung bagi masyarakat, bukan hanya bagi industri.

    Melalui sinergi dengan para pelaku usaha, Gubernur berharap pembangunan di Morowali Utara menjadi contoh nyata model kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat.***

  • Atlet Tampil Memukau, Ketum Pertina Pusat Sebut Kejurnas Tinju di Sulteng Berstandar Internasional

    Atlet Tampil Memukau, Ketum Pertina Pusat Sebut Kejurnas Tinju di Sulteng Berstandar Internasional

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pertina, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LLM, memuji penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 di Kota Palu sebagai salah satu event terbaik yang pernah digelar di Indonesia. Menurutnya, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun atmosfer pertandingan, pelaksanaan Kejurnas tahun ini sudah mengarah pada standar internasional.

    Dalam sambutannya di pembukaan Kejurnas yang digelar di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Sabtu malam (25/10), Hillary mengaku terkesan dengan kesiapan panitia dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta KONI Sulteng. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penataan venue, penjurian, hingga akomodasi peserta, menunjukkan keseriusan dan profesionalitas tuan rumah.

    “Saya harus akui, Kejurnas di Palu ini luar biasa. Kalau saya tidak tahu ini event nasional, saya akan kira ini sudah level internasional. Standar penyelenggaraannya tinggi sekali, dan semua elemen bekerja dengan hati,” ujar Hillary.

    Politisi muda itu juga menyoroti kualitas venue JCC Palu yang dinilainya representatif dan modern untuk pertandingan tinju. Ia menyebut, atmosfer kejuaraan yang tercipta malam itu menggambarkan wajah baru dunia olahraga Indonesia, khususnya cabang tinju amatir yang kini semakin profesional di bawah kepemimpinan para generasi muda daerah.

    “Saya bangga sekali melihat Sulawesi Tengah bisa jadi pelopor penyelenggaraan kejuaraan dengan sistem dan fasilitas sebaik ini. Ini contoh nyata bagaimana daerah mampu tampil sejajar bahkan bisa jadi model nasional,” tambahnya.

    Hillary juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Pertina Sulteng sekaligus Ketua KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq, yang dinilainya sukses mengorganisir event besar ini tanpa hambatan berarti. Menurutnya, kerja keras tim panitia dan sinergi yang terjalin antara pemerintah, KONI, dan Pertina menunjukkan arah pembinaan olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

    “Fathur Razaq dan timnya membuktikan bahwa anak muda bisa memimpin dengan cara yang modern dan transparan. Ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga pembuktian bahwa Sulawesi Tengah mampu menyelenggarakan event berkelas nasional bahkan internasional,” ucap Hillary.

    Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh atlet dan pelatih untuk menjadikan Kejurnas Palu sebagai momentum kebangkitan tinju Indonesia. “Dari Palu, semangat ini akan menular ke seluruh provinsi. Saya yakin, dari ring ini akan lahir petinju-petinju hebat yang kelak mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan dunia,” tegasnya.***

  • Pimpin Upacara HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara, Gubernur Sulteng Paparkan Capaian Positif Pembangunan Daerah

    Pimpin Upacara HUT ke-12 Kabupaten Morowali Utara, Gubernur Sulteng Paparkan Capaian Positif Pembangunan Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Morut – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Morowali Utara berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Bupati Morowali Utara, Kamis (23/10/2025). Mengusung tema “Bersatu Dalam Harmoni”, perayaan ini menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan sekaligus komitmen memperkuat kolaborasi menuju kemajuan daerah yang berkelanjutan.

    Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Yanberkat Harami dipercaya sebagai komandan upacara.

    Turut hadir Anggota DPD RI Dapil Sulteng, Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Ketua TP PKK Provinsi Sulteng Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XXIII/Palaka Wira Dewi Binsar Sianipar, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng Syarifuddin Hafid, serta jajaran Forkopimda, para bupati se Sulawesi Tengah, dan unsur TNI/Polri.

    Dalam amanatnya, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kemajuan pesat Kabupaten Morowali Utara yang kini berusia 12 tahun. “Saya bahagia melihat Morowali Utara terus tumbuh dan rakyatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

    Ia memaparkan sejumlah capaian positif pembangunan daerah. Pada 2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morowali Utara mencapai 71,64 %, naik 0,90 poin dibanding tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

    Dari sisi ekonomi, Morowali Utara mencatat pertumbuhan spektakuler sebesar 27,30 % pada 2023, dan bertahan di level 14,03 % pada 2024. Sementara itu, tingkat kemiskinan menurun signifikan dari 12,85 % (2023) menjadi 11,95 % (2024) dan kembali turun menjadi 10,38 % pada 2025.

    Untuk sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 2,38 % pada 2024, menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya.

    “Tren pembangunan manusia dan penurunan kemiskinan terus bergerak positif. Namun, pertumbuhan ekonomi yang cepat harus disertai pemerataan dan keberlanjutan,” tegasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendukung pemerintah kabupaten melalui Program 9 BERANI, dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

    “Ke depan, kami bersama para bupati akan memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan. Laut tidak boleh lagi kuning, sungai-sungai tidak boleh lagi kuning,”ujar Gubernur Anwar Hafid mengingatkan, seraya mendorong penerapan industri hijau dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

    Beliau juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali Utara atas program Rp 1 miliar untuk satu desa, yang dinilainya sangat membantu pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

    Ia pun menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui berbagai proyek infrastruktur. Beberapa di antaranya yaitu pembangunan jalan Beteleme–Nuha (skema multi years), Jalan Tomata–Papetomata, dan Jalan Gandaganda–Towi, yang telah dialokasikan dalam APBD Provinsi. Selain itu, jalan Tamainusi–Baturube dijadwalkan masuk program tahun 2026.

    “Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Dirjen dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) untuk memprioritaskan perbaikan jalan negara di wilayah penghasil pajak di ruas Tompira–Bungku,”ungkapnya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan usia ke-12 Morowali Utara sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan semangat kebersamaan.

    “Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPRD, swasta, dan masyarakat, saya yakin Morowali Utara akan melompat lebih tinggi menjadi kabupaten yang maju, mandiri, sejahtera, dan berbudaya,”pungkasnya.

    Biro Administrasi Pimpinan

  • Gubernur Anwar Hafid Gaet PT Telkomsat Wujudkan Sulawesi Tengah Bebas Blank Spot

    Gubernur Anwar Hafid Gaet PT Telkomsat Wujudkan Sulawesi Tengah Bebas Blank Spot

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) tentang pengembangan transformasi digital di Sulawesi Tengah. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan misi daerah menuju provinsi bebas blank spot dan terkoneksi sepenuhnya melalui program “Berani Berdering”, Selasa (21/10/2025).

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kerja sama ini lahir dari keprihatinan atas masih banyaknya wilayah di Sulawesi Tengah yang sulit dijangkau jaringan komunikasi. Ia menyebut kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut keadilan sosial dan pelayanan publik yang berkeadilan. Menurutnya, ketika masyarakat tidak bisa mengakses informasi dan berkomunikasi dengan pemerintah, maka pelayanan publik akan timpang dan pembangunan menjadi tidak merata.

    “Kita tidak hanya berupaya melakukan pemerataan di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang komunikasi. Banyak sekolah, puskesmas, dan desa yang belum tersentuh jaringan internet. Padahal, tanpa komunikasi yang baik, pelayanan dan pendidikan yang adil tidak mungkin terwujud,” ujar Anwar Hafid.

    Gubernur mencontohkan sejumlah kasus tragis di lapangan, seperti ibu hamil yang meninggal di perjalanan karena tidak bisa menghubungi tenaga medis, atau pasien yang sulit mendapat pertolongan karena ketiadaan sinyal. Ia menilai, kondisi-kondisi seperti ini seharusnya tidak lagi terjadi di era digital saat ini. Karena itu, kerja sama dengan Telkomsat dianggapnya sebagai langkah cepat untuk membuka akses komunikasi bagi masyarakat di daerah-daerah terisolasi.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengaitkan transformasi digital ini dengan berbagai program unggulan Pemprov Sulteng, seperti Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Makmur, dan Berani Harmoni. Ia menegaskan, seluruh program itu hanya bisa berjalan maksimal jika didukung oleh sistem komunikasi dan data yang terintegrasi.

    “Kalau kita mau mengentaskan kemiskinan, kita harus tahu dulu objeknya, siapa dan di mana mereka. Saya ingin suatu saat, ketika kita klik data masyarakat miskin, kita bisa langsung melihat kondisi rumahnya, bantuan apa yang sudah diterima, dan apakah program pemerintah sudah tepat sasaran. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan teknologi,” tegasnya.

    Gubernur Anwar juga berharap agar seluruh perangkat daerah memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan sistem kerja berbasis data digital. Ia menunjuk Dinas Kominfo dan Bappeda sebagai leading sector dalam implementasi teknis kerja sama ini. “Dengan kemampuan teknologi satelit, kita bisa mengetahui potensi pendapatan daerah, kondisi nelayan di laut, hingga aktivitas ekonomi di pelosok. Ini penting agar semua kebijakan berbasis data akurat dan waktu nyata,” tambahnya.

    Direktur Utama PT Telkom Satelit Indonesia, Lukman Hakim Abdul Ra’uf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu daerah dengan komitmen kuat dalam perluasan akses digital. Ia menjelaskan, Telkomsat kini mampu menjangkau seluruh daratan dan perairan Indonesia melalui jaringan satelit yang bahkan mencakup sebagian wilayah negara tetangga.

    Menurut Lukman, dari hasil riset nasional, masih banyak wilayah di Indonesia, termasuk di bagian barat, yang tergolong area minim sinyal. Karena itu, peran satelit menjadi sangat penting dalam mewujudkan keadilan akses informasi. Ia menegaskan, Telkomsat kini tidak hanya melayani sektor industri, tetapi juga fokus membantu pemerintah daerah dalam memperluas konektivitas masyarakat.

    Lukman mengungkapkan, Telkomsat sudah bekerja sama dengan lebih dari sepuluh pemerintah provinsi di Indonesia, termasuk di wilayah timur seperti Maluku dan Papua. Di Sulawesi Tengah, kerja sama ini akan difokuskan pada program “Sulawesi Tengah 100% Connected” dengan target pemasangan layanan internet di seribu kantor desa, seratus puskesmas, dan seratus sekolah menengah atas serta sekolah kejuruan. Telkomsat juga akan membantu pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, telehealth berbasis artificial intelligence, dan sistem deteksi kebencanaan melalui satelit dan sensor internet of things (IoT).

    “Tujuan besar kami adalah menghadirkan layanan internet dengan kualitas setara Jakarta ke daerah-daerah terpencil, agar masyarakat di pelosok Sulawesi Tengah juga bisa menikmati akses digital yang cepat dan stabil,” kata Lukman.

    Kerja sama ini juga mencakup kolaborasi dengan Universitas Tadulako dalam pengembangan sensor kebencanaan dan pelatihan SDM digital. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi menuju smart government dan ekosistem digital yang inklusif di Sulawesi Tengah.

    Mengakhiri sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan optimismenya bahwa dengan semangat “Berani Berdering”, Sulawesi Tengah akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang sepenuhnya terkoneksi tanpa area blank spot. “Bismillahirrahmanirrahim, MoU ini kita sepakati bersama. Dengan teknologi ini, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan di Sulawesi Tengah akan bergerak lebih cepat dan merata,” pungkasnya.***

  • Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Efisiensi Fiskal dan Pendidikan Jadi Kunci Tekan Kemiskinan

    Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Efisiensi Fiskal dan Pendidikan Jadi Kunci Tekan Kemiskinan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai strategi utama untuk menekan angka kemiskinan di daerah. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Sekretaris Daerah Novalina, dan Kepala Perwakilan BPKP Sulteng Agus Yulianto di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Rabu (15/10/2025).

    Dalam arahannya, Gubernur Anwar menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus memahami semangat Sembilan Berani, terutama dalam hal keberanian melakukan efisiensi fiskal agar belanja pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ia menyoroti masih banyaknya program dengan anggaran besar, namun manfaatnya kecil bagi rakyat karena terserap habis oleh biaya operasional dan kegiatan seremonial.

    “Belanja program harus murni untuk rakyat, bukan habis untuk perjalanan dinas atau urusan administratif. Kalau dari seratus miliar anggaran hanya tiga puluh miliar yang dirasakan masyarakat, itu artinya ada yang salah. Kita ingin APBD memberi manfaat langsung bagi mereka yang membutuhkan,” tegas Gubernur.

    Anwar Hafid menjelaskan bahwa langkah efisiensi bukan berarti memangkas pelayanan, melainkan menata ulang postur fiskal agar setiap rupiah anggaran memberi dampak nyata. Ia juga meminta agar penyusunan APBD 2026 dilakukan lebih cermat dan berorientasi hasil, bukan sekadar penyerapan anggaran.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur menyoroti pula pentingnya sektor pendidikan sebagai kunci penurunan kemiskinan. Berdasarkan data yang diterimanya, masih banyak lulusan SMP di Sulawesi Tengah yang tidak melanjutkan ke SMA. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan melakukan pemetaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab dan kendala yang dihadapi masyarakat, agar solusi dapat diberikan secara tepat.

    “Kita harus tahu berapa anak tamat SMP yang tidak lanjut ke SMA, dan kenapa. Kalau karena biaya, pemerintah sudah bantu lewat BOSDA dan beasiswa. Target saya, tahun 2026 rata-rata lama sekolah di Sulteng bisa naik dari sembilan tahun menjadi dua belas atau bahkan tiga belas tahun,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa peningkatan pendidikan dan kesehatan merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap turunnya angka kemiskinan. Daerah dengan rata-rata lama sekolah tinggi, kata Anwar, terbukti memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah berdasarkan hasil riset BPS.

    Selain itu, Gubernur juga menyoroti lambatnya pembaruan data kemiskinan di aplikasi 6NG milik Kementerian Sosial. Proses validasi data yang terlalu lama disebutnya menjadi penyebab tidak sinkronnya data penerima bantuan sosial di daerah. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak data yang belum diperbarui, bahkan terdapat penerima bantuan yang sudah meninggal dunia namun tetap tercatat aktif.

    Menurutnya, pembaruan data seharusnya tidak memakan waktu berbulan-bulan. Idealnya, proses sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pusat dapat dilakukan dalam waktu satu hingga dua minggu agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data terbaru. Ia juga mengusulkan agar Dinas Sosial, Bappeda, BPS, dan perwakilan Kementerian Sosial duduk bersama dalam satu forum untuk menyatukan dataset kemiskinan daerah. Dengan begitu, intervensi program pengentasan kemiskinan bisa lebih akurat dan tidak salah sasaran.

    Gubernur Anwar juga menyampaikan apresiasinya kepada BPKP Sulawesi Tengah yang terus memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap perencanaan serta pelaksanaan program di daerah. Ia menyebutkan bahwa teguran dan kritik dari BPKP adalah bentuk kasih sayang agar pemerintah daerah terus berbenah dan tidak salah arah.

    “Kita harus bersyukur kalau ada yang menegur dan mengingatkan kita. Itu tandanya kita disayangi. Lebih baik dimarahi karena ingin kita maju, daripada dipuji tapi justru ditinggalkan dalam kesalahan,” ucapnya disambut tawa peserta rapat.

    Menutup arahannya, Anwar Hafid meminta agar Bappeda dan Dinas Pendapatan segera menjadwalkan pertemuan bersama para bupati dan kepala dinas terkait untuk membahas kemandirian fiskal daerah. Rapat itu akan melibatkan BPS, BPKP, serta unsur Kementerian Keuangan agar Sulawesi Tengah dapat memperkuat basis pendapatan dan menyiapkan strategi pembangunan yang lebih berkelanjutan.**

  • Respon Kebijakan Efisiensi, Gubernur Anwar Hafid: Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Pelayanan untuk Rakyat

    Respon Kebijakan Efisiensi, Gubernur Anwar Hafid: Efisiensi Anggaran Tak Kurangi Pelayanan untuk Rakyat

    Ilong (detaknews.id) – Jakarta – Merespon kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid tetap legowo. Hal ini merupakan buntut dari pemotongan besaran dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun 2026. Karena bagi Anwar Hafid, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa cukup mendengar dan berkomitmen untuk mengevaluasi kebijakan ini.

    Dalam pernyataannya, Anwar Hafid berpandangan seberapa pun alokasi TKD yang diterima oleh Sulawesi Tengah, sepenuhnya akan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan melayani kebutuhan rakyat sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kami di Sulawesi Tengah tetap komitmen untuk melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhan mereka memaksimalkan alokasi anggaran yang ada. Apalagi hampir semua visi misi kami ini sejalan dengan asta cita Bapak Presiden Prabowo,” kata Gubernur Anwar Hafid, Selasa (7/10/2025).

    Anwar Hafid mengatakan, bahwa dirinya juga bagian dari suksesnya asta cita Presiden Prabowo Subianto di Sulawesi Tengah. Bukan tanpa alasan, rancangan 9 Program Berani yang ia gagas, sejalan dengan arah pembangunan khas Presiden Prabowo.

    Gubernur ke-12 Sulawesi Tengah ini menceritakan, Menteri Purbaya merespon positif semua keluhan para pimpinan daerah. Menkeu berpesan, karena kebijakan ini sudah final maka tugas sebagai pelayan rakyat adalah menjalani semua kebijkan tersebut. Namun Menkeu tetap memastikan, terkait program yang menyentuh langsung ke masyarakat maka pemerintah pusat akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah.

    “Pak Menteri mendengar dan menyampaikan karena sudah menjadi kebijakan, mari kita jalani bersama. Dan kalau ada program yang benar-benar untuk masyarakat pasti akan dikomunikasikan lagi dengan pemerintah daerah,” ujar Anwar Hafid.

    Anwar Hafid menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap berkomitmen untuk mengawal kebijakan nasional secara tegak lurus bersama Presiden Prabowo Subianto, serta memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan untuk kepentingan pelayanan publik dan pengentasan kemiskinan.***

  • Realisasi Program Berani Cerdas, Bank Sulteng Salurkan Beasiswa ke 15.663 Penerima Manfaat

    Realisasi Program Berani Cerdas, Bank Sulteng Salurkan Beasiswa ke 15.663 Penerima Manfaat

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Bank Sulteng telah menyalurkan beasiswa “BERANI CERDAS” sebanyak 15.663 ke siswa penerima manfaat.

    Realisasi program Beasiswa Berani (Bersama Anwar – Reni/y) Cerdas ini menunjukkan bukti komitmen Gubernur Anwar Hafid dengan wagub Reny Lamadjido dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini.

    Melalui kerja sama dengan Bank Sulteng, sebanyak 15.663 penerima manfaat beasiswa BERANI CERDAS berhasil disalurkan dari total 15.106 penerima yang ditetapkan tahun ini. Demikian dikatakan Direktur Utama Bank Sulteng Ramiyatie melalui rilis humas Bank Sulteng Abdul Borman yang diterima madia ini Senin (6/10-2025).

    Menurutnya Penyaluran beasiswa ini dilakukan melalui seluruh jaringan Bank Sulteng di Sulawesi Tengah, termasuk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tinombala yang menjadi salah satu titik penting dalam proses distribusi dana beasiswa BERANI CERDAS kepada para mahasiswa dan pelajar penerima manfaat.

    Direktur Utama Bank Sulteng Ramiyatie menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dukungan nyata lembaga keuangan daerah terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bidang pendidikan.

    “Kami berkomitmen memastikan penyaluran beasiswa BERANI CERDAS berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Melalui jaringan kantor Bank Sulteng, termasuk KCP Tinombala, penerima dapat langsung menikmati manfaat program tanpa kendala,”ujarnya.

    Ia mengatakan dengan penyaluran yang telah mencapai lebih dari 15 ribu penerima manfaat, program beasiswa BERANI CERDAS ini diharapkan terus memberikan dorongan semangat bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk berprestasi dan menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.***

  • 1.000 Lebih Mahasiswa dan 102 Ribu Warga Tolitoli Nikmati Program Berani Cerdas dan Berani Sehat

    1.000 Lebih Mahasiswa dan 102 Ribu Warga Tolitoli Nikmati Program Berani Cerdas dan Berani Sehat

    Ilong (detaknews.id) – ToliToli – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan keberpihakan Pemerintah Provinsi terhadap masyarakat Tolitoli lewat dua program prioritasnya, Berani Sehat dan Berani Cerdas, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemkab Tolitoli, Jumat (3/10/2025).

    Di bidang pendidikan, Anwar menyampaikan bahwa melalui Berani Cerdas, sebanyak 1.000 mahasiswa asal Tolitoli telah menerima beasiswa dengan total nilai bantuan mencapai Rp3,27 miliar. Jumlah ini menjadi bagian dari 15.523 mahasiswa se-Sulteng yang telah merasakan manfaat program beasiswa tersebut.

    “Bayangkan, kalau 15 ribu penerima itu kita kumpulkan di Tolitoli, penuh ini kota. Jadi jangan pernah berhenti daftar, karena Berani Cerdas tidak akan ditutup. Pemerintah akan terus memproses permohonan mahasiswa, bahkan ke depan kita buka peluang untuk S2 dan S3 secara selektif,” jelas Gubernur.

    Sementara itu, di bidang kesehatan, Berani Sehat telah menjamin 102 ribu warga Sulawesi Tengah, termasuk masyarakat Tolitoli, untuk mendapatkan layanan berobat gratis. Pemerintah Provinsi telah menyalurkan Rp37 miliar ke BPJS dalam tujuh bulan terakhir demi memastikan tidak ada warga yang ditolak di rumah sakit maupun puskesmas hanya karena kendala administrasi atau tunggakan iuran.

    “Walaupun kartunya tidak aktif, walaupun ada tunggakan, tetap harus dilayani. Pemerintah Provinsi yang jamin. Ini bukan program kaleng-kaleng, tapi program dengan anggaran nyata untuk rakyat,” tegas Anwar Hafid.

    Anwar juga menekankan pentingnya ketepatan data dalam kedua program tersebut. “Jangan sampai ada orang miskin yang tidak masuk data, sementara yang mampu justru terdaftar. Data ini harus benar-benar dirapikan supaya program tepat sasaran,” ujarnya.

    Rakerda ini turut dihadiri Bupati Tolitoli Amran H. Yahya, Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan, Ketua TP-PKK Tolitoli Sriyanti Dg Parebba, Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, anggota DPRD Sulteng Fauzan dan Murmansya Bantilan, serta perwakilan perbankan dan lembaga keuangan, termasuk BI dan OJK Sulteng. **