Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Tinjau Kepulauan Togean, Gubernur Anwar Hafid Dorong Penguatan Sektor Pariwisata dan Konektivitas Daerah Kepulauan

    Tinjau Kepulauan Togean, Gubernur Anwar Hafid Dorong Penguatan Sektor Pariwisata dan Konektivitas Daerah Kepulauan

    Ilong (detaknews.id) – Tojo Una-Una — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Kamis (13/11).

    Kunjungan ini bertujuan meninjau potensi pariwisata, infrastruktur, serta pelayanan publik di wilayah kepulauan yang menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Tengah tersebut.

    Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi oleh Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH, bersama sejumlah pejabat dari perangkat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Tojo Una-Una.

    Rombongan Gubernur meninjau sejumlah lokasi strategis di kawasan wisata Pulau Togean, termasuk fasilitas pelabuhan, sarana transportasi laut, dan beberapa destinasi wisata yang telah menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

    Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen memperkuat pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

    “Kepulauan Togean memiliki potensi luar biasa untuk menjadi ikon pariwisata berkelas dunia. Pemerintah provinsi akan terus mendukung pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, dan menjaga kelestarian lingkungan laut serta pesisir,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

    “Kita ingin pariwisata Togean tumbuh dengan konsep berkelanjutan. Artinya, pembangunan harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Togean,” tambahnya.

    Sementara itu, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi terhadap pembangunan wilayah kepulauan.

    “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur. Dukungan dari pemerintah provinsi sangat berarti untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, transportasi, dan promosi pariwisata Kepulauan Togean,” ujar Bupati.

    Selain melakukan peninjauan, Gubernur juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan aspirasi warga terkait kebutuhan akses transportasi, fasilitas kesehatan, hingga dukungan bagi usaha mikro di kawasan wisata.

    Sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih, di akhir kunjungan Gubernur Anwar Hafid menerima bingkisan berupa cendera mata dan oleh-oleh khas Kepulauan Togean dari masyarakat setempat.

    Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas daerah kepulauan, serta meneguhkan posisi Kepulauan Togean sebagai destinasi pariwisata unggulan berkelanjutan di Indonesia Timur.***

  • Gubernur Anwar Hafid Serahkan 19 Unit Ambulance bagi Rumah Ibadah dan Yayasan Keagamaan

    Gubernur Anwar Hafid Serahkan 19 Unit Ambulance bagi Rumah Ibadah dan Yayasan Keagamaan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menyerahkan sebanyak 19 unit ambulance bantuan hibah keagamaan kepada rumah ibadah serta lembaga, organisasi, dan yayasan keagamaan di Sulawesi Tengah. Penyerahan dilakukan di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Rabu siang (12/11/2025).

    Penyerahan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari Program BERANI Sehat, yang menjadi salah satu implementasi visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan.

    Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

    Dalam sambutannya, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut yang ditujukan untuk membantu rumah ibadah dan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.

    “Harapan saya, ambulance ini sebenarnya jangan sampai sering dipakai, karena kalau dipakai berarti ada yang sakit. Tapi ketika dibutuhkan, semoga kendaraan ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Provinsi Sulawesi Tengah atas dukungan terhadap pelaksanaan Program BERANI Sehat.

    Beliau menegaskan bahwa tulisan BERANI Sehat yang tertera pada setiap unit ambulance bukan sekadar slogan, melainkan bentuk nyata dari visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    “Bantuan ini dari rakyat dan untuk rakyat,”pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng, Drs. Awaluddin, MM mengimbau agar seluruh penerima manfaat dapat menjaga dan merawat ambulance tersebut dengan baik, serta memastikan penggunaannya sesuai kebutuhan masyarakat.

    Adapun beberapa penerima manfaat bantuan ambulans tersebut, di antaranya : Masjid Nurul Huda Desa Lembah Tompotika Kabupaten Banggai, GKST Jemaat Efrata Kamba Desa Kamba Kabupaten Poso, dan Masjid At-Taufiq Desa Boya Baliase Kabupaten Sigi.***

  • Kabar Gembira Bagi Mahasiswa, Perluasan Jenjang S2 Berani Cerdas Siap Terealisasi Tahun 2026

    Kabar Gembira Bagi Mahasiswa, Perluasan Jenjang S2 Berani Cerdas Siap Terealisasi Tahun 2026

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) kemukakan program beasiswa Berani Cerdas yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tetap dilanjutkan pada tahun 2026 dengan perluasan jenjang pendidikan magister atau S2.

    “Khusus S2 difokuskan pada keahlian strategis pembangunan daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah Yudiawati V Windarualina di Palu, Selasa.

    Ia mengemukakan, program berani cerdas merupakan salah satu program strategis Pemprov Sulteng sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Program itu mencakup tiga hal utama yakni memastikan seluruh anak usia sekolah menempuh pendidikan menengah, menjadikan sekolah bebas pungutan, dan memberikan beasiswa kuliah bagi mahasiswa tidak mampu namun berprestasi.

    “Program ini sudah berjalan sekitar delapan bulan. Khusus perluasan tahun 2026 pemerintah memprioritaskan bantuan beasiswa kuliah S2 di bidang kedokteran spesial, pertambangan, dan profesi tenaga ahli lainnya,” ujarnya.

    Karena bidang-bidang itu merupakan kebutuhan daerah untuk menunjang pembangunan berkelanjutan ke depan, berbeda dengan beasiswa berani cerdas untuk jenjang strata satu (S1) yang memberikan afirmasi bagi mahasiswa berprestasi namun tidak memiliki kemampuan secara ekonomi.

    “Bantuan beasiswa S2 berbasis prestasi akademik dan kompetensi tambahan. Para penerima juga diwajibkan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan masa studi, dan itu akan dituangkan ke dalam dokumen perjanjian,” ucap Yudiawati.

    Ia memaparkan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa dokter spesialis, Dinas Pendidikan akan menerapkan sistem pengabdian dengan rumus N×2, di mana N merupakan lama masa studi.

    Misalnya, jika masa studi berlangsung lima tahun, maka penerima wajib mengabdi selama sepuluh tahun di daerah penempatan.

    Selain itu, bidang profesi seperti notariat, keperawatan profesi, dan insinyur juga akan dimasukkan dalam kategori S2 dan setara.

    “Prinsipnya, untuk jenjang S2 ke atas, beasiswa diberikan sesuai kebutuhan dan kekhususan profesi,” kata dia.

    Lalu bantuan beasiswa berani cerdas jenjang S1, hingga kini masih menjadi partisipasi tertinggi sebanyak 58.276 pendaftar dengan prioritas yakni warga Sulawesi Tengah, 24.398 peserta telah mengunggah berkas dan 18.724 mahasiswa telah menerima penyaluran beasiswa.

    Dinas Pendidikan menargetkan hingga akhir November jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 25 ribu mahasiswa, pemerintah mengajak masyarakat yang ingin meningkatkan senjang pendidikan manfaatkan program berani cerdas.

    Program berani cerdas salah satu dari sembilan program strategis Sulteng, bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul,” tutur Yudiawati.***

  • Hadiri Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Gubernur Anwar Tegaskan Pentingnya Sinergi Keamanan Daerah

    Hadiri Kenal Pamit Kapolda Sulteng, Gubernur Anwar Tegaskan Pentingnya Sinergi Keamanan Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, dan Ketua TP PKK Provinsi Sulteng, Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, menghadiri acara Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah yang digelar di Sriti Convention Hall, Palu, Selasa malam (4/11/2025).

    Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, para bupati dan wali kota se-Sulteng, pimpinan perguruan tinggi, pejabat utama dan jajaran Polda Sulteng, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pimpinan lembaga perbankan.

    Acara tersebut menandai pergantian tongkat kepemimpinan Polda Sulawesi Tengah dari Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H kepada Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H.

    Irjen Pol Endi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Sementara Irjen Pol Agus Nugroho mendapat penugasan baru sebagai Kepala Divisi Hukum Polri di Mabes Polri.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan bahwa kerja sama dan koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian/TNI, serta seluruh pemangku kepentingan selama ini berjalan cukup baik. Hal tersebut, terangnya, berperan besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Tengah.

    Beliau juga menyambut secara resmi kedatangan Kapolda yang baru di Bumi Tadulako. Ia berharap Irjen Pol Endi dapat melanjutkan program penguatan keamanan, penegakan hukum yang profesional, serta pelayanan publik yang lebih humanis.

    Kepada Kapolda sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas di Sulawesi Tengah.

    “Selamat bertugas di tempat yang baru kepada Irjen Pol Agus Nugroho. Semoga hubungan yang telah terjalin baik selama ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

    Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dan ramah tamah bersama tamu undangan.***

  • Terkait Proyek Kolam Renang Yellow Aquatic Stadium, Gubernur Anwar Hafid Berikan Tanggapan

    Terkait Proyek Kolam Renang Yellow Aquatic Stadium, Gubernur Anwar Hafid Berikan Tanggapan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah (Gub Sulteng) Anwar Hafid menjawab media ini via telepone di aplikasi whatsAppnya Senin (3/11-2025), mengatakan terkait hutang biaya proyek Kolam renang Yellow Aquatic Stadium sebesar Rp, 10,9 miliyar, tahun depan (2026) dianggar untuk dibayarkan ke rekanan.

    “Setelah klier sesuai laporan Dinas Pemuda dan Olahraga, maka tahun depan dianggarkan sisa biayanya kurang lebih Rp, 10 miliyar,”jelas mantan anggota DPR RI komisi infrastruktur (V) fraksi Partai Demokrat itu.

    Disinggung kenapa Dispora tidak membayarkan ke rekanan yang jelas ada kontrak hasil tender dan pekerjaannya sudah tuntas? Kata Gubernur Anwar karena belum tersedia anggarannya, makanya nanti tahun 2026 dianggarkan untuk membayar hutang proyek kolam renang itu.

    Sebelumnya telah diberitakan proyek kolam renang Yellow Aquatic Stadium Palu senilai Rp 19.363.930.400 (sembilan belas miliar tiga ratus enam puluh tiga juta sembilan ratus tiga puluh ribu empat ratus rupiah) yang melekat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng telah lama selesai. Namun belum dibayarkan 100 persen.

    Bahkan sudah pernah digunakan event lomba renang baik regional maupun nasional. Namun Ironisnya ternyata Pemerintah (Dispora) provinsi Sulteng masih berhutang sebesar Rp, 10,9 miliyar.

    Sehingga rekanan merasa dirugikan. Padahal sudah 5 tahun selesai pekerjaannya, namun Dispora Sulteng belum melunasi biaya pekerjaan proyek itu.

    Lalu kemana sisa dananya? Mencuatnya persoal ini membuktikan bahwa Kadispora Sulteng tidak mampu menanganinya, olehnya sebaiknya Gubernur Anwar Hafid mencopot Kadispora Irvan Ariyanto.

    Proyek ini dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018-2019, pada akhir masa jabatan Gubernur Longki Djanggola atau awal pemerintahan Rusdy Mastura dan pekerjaannya sempat mengalami keterlambatan hingga menyeberang tahun anggaran 2020 karena covid 19.

    Budi salah seorang Direksi PT.Mandava Putra Utama perwakilan Sulteng yang mengerjakan proyek itu membenarkan jika hasil pekerjaannya belum dibayarkan tuntas (100%) sampai hari ini.

    “Proyek kolam renang yang berada di kelurahan Talise Kecamatan Mantikolore yang bersebelahan dengan bekas lokasi STQ Jabal Nur kota Palu itu, sudah selesai sejak 2020, tapi masih ada piutang kami ke Dispora Sulteng kurang lebih Rp,10,9 miliyar,” jelas Budi.

    Menurutnya sudah sekitar 5 tahun proyek itu selesai dan sudah PHO.

    “Bahkan sudah pernah digunakan untuk lomba renang, tapi Dispora Sulteng belum membayarkan sisa uang pekerjaan kamibmasih tersisa Rp,10,9 miliyar. Dan setiap tahun kami melakukan penagihan, namun tidak digubris Dispora Sulteng,” tegas Budi.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis Pora) Irvan Ariyanto yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Sabtu malam (1/11-2025), sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban konfirmasi.***

  • Dorong Pencegahan Kanker Serviks melalui Screening dan Vaksinasi HPV, Gubernur Kesehatan Ajak Perempuan Untuk Tidak Takut Ikuti Vaksinasi

    Dorong Pencegahan Kanker Serviks melalui Screening dan Vaksinasi HPV, Gubernur Kesehatan Ajak Perempuan Untuk Tidak Takut Ikuti Vaksinasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menghadiri Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117 yang dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial berupa screening kanker serviks (PAP Smear) dan pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus), bertempat di Hotel Best Western Plus Coco, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari momentum HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-75.

    Bakti sosial tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Dalam waktu setengah hari setelah dibuka, pendaftaran vaksinasi HPV langsung mencapai kuota penuh.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Hari Bakti Dokter Indonesia tahun ini dirayakan dengan penuh semangat pengabdian kepada masyarakat.

    “Tahun ini, Hari Bakti Dokter Indonesia dirayakan dengan semangat, mengabdi, dan menebar manfaat bagi sesama. Saya memberikan apresiasi khusus atas inisiatif bakti sosial berupa screening kanker serviks dan pemberian vaksin HPV yang sangat relevan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Bahkan dalam setengah hari, pendaftaran vaksinasi sudah penuh,” ujar dr. Reny.

    Wagub juga mengajak perempuan untuk tidak takut mengikuti vaksinasi HPV maupun pemeriksaan deteksi dini.

    “Tidak perlu takut divaksin karena semua aman dan telah melalui screening terlebih dahulu. Mari kita dorong para perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan IVA atau PAP Smear, menjaga kebersihan organ reproduksi, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjauhi perilaku berisiko,” tegasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses vaksinasi HPV, terutama bagi anak perempuan usia sekolah.

    “Salah satu pilar visi pembangunan Sulteng yang maju dan sejahtera adalah kesehatan masyarakat yang merata dan berkualitas. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi dengan IDI untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, mengatasi kekurangan tenaga medis di daerah terpencil, serta memperluas program pencegahan penyakit dan peningkatan gizi masyarakat,” jelas dr. Reny.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi terus memperkuat layanan kesehatan dasar, akses vaksinasi, dan program deteksi dini di seluruh kabupaten/kota untuk mewujudkan ‘Sulawesi Tengah yang Sehat, Maju, dan Berkeadilan.’

    “Dengan semangat gotong royong, kita mampu menciptakan Sulawesi Tengah yang lebih sehat, di mana setiap perempuan memiliki hak untuk tumbuh, bermimpi, dan berkontribusi tanpa dibayangi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” tutupnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menjadi narasumber Talkshow Kanker Serviks dengan tema “Mengupas Tuntas Strategi Pemerintah Lawan Kanker Serviks.”

    Program Berani Sehat, yang menjadi bagian dari strategi pencegahan, telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 110.000 pasien hanya dengan menggunakan KTP, menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

    Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah, dr. H. Muh. Akbar, M.Kes., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

    “Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi antara IDI, TP-PKK, dan pemerintah daerah. ‘Berani Sehat’ menjadi langkah konkret dalam mencegah kanker serviks melalui vaksinasi HPV,” ungkapnya.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Wayan Apriani, SKM., M.Epid., pengurus TP-PKK Sulawesi Tengah, tenaga kesehatan, para dokter, serta relawan yang terlibat dalam pemeriksaan dan vaksinasi.***

  • Wagub Sulteng Apresiasi Semangat Juang Para Atlet Muda saat Tutup Kejurnas Tinju Amatir 2025

    Wagub Sulteng Apresiasi Semangat Juang Para Atlet Muda saat Tutup Kejurnas Tinju Amatir 2025

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi menutup Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 yang digelar di JCC Kota Palu, Jumat (30/10/2025). Ajang bergengsi tersebut menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tengah yang sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan tingkat nasional dengan partisipasi luas dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Ketua Panitia Pelaksana, Wahyu Nugraha, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 diikuti oleh 189 atlet dari 17 provinsi di Indonesia, mencakup kategori Youth, Junior, dan School Boys & Girls. Provinsi Maluku Utara berhasil menjadi juara umum dengan raihan 9 medali emas dan 6 perunggu. Selain pertandingan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan pelatih dan wasit-hakim tingkat nasional, yang diikuti oleh 37 calon pelatih nasional dan 31 calon wasit-hakim dari seluruh Indonesia.

    Dalam sambutannya, Wahyu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, KONI Sulteng, Dispora Sulteng, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan material hingga acara dapat berjalan dengan sukses. Ia juga mengutip pernyataan Ketua Umum PB Pertina, Dr. Hillary Brigita Lasut, yang hadir pada pembukaan Kejurnas, dan mengungkapkan kekagumannya terhadap venue tinju di Palu yang dinilai spektakuler serta penyelenggaraan yang tertib dan berkelas nasional.

    “Beliau mengatakan belum pernah melihat venue seindah dan sekomplit ini, dan menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet tinju berprestasi nasional bahkan internasional,” ucap Wahyu.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, wasit, panitia, serta masyarakat Sulawesi Tengah yang telah turut menyukseskan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 ini.

    “Melalui olahraga, kita belajar tentang arti kerja keras, disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Kemenangan bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang keberanian dan tekad untuk terus berjuang,” ujar Wagub.

    Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama KONI dan Dispora akan terus berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan fasilitas olahraga guna mendukung pembinaan atlet-atlet muda berprestasi.

    Lebih lanjut, dr. Reny mengajak para atlet untuk menjadikan pengalaman di ajang nasional ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan mengukir prestasi di level yang lebih tinggi. “Bagi yang telah meraih medali, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena setiap pengalaman adalah pelajaran berharga untuk meraih kesuksesan berikutnya,” tambahnya.

    Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih kepada PB Pertina, KONI, para sponsor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025. “Semoga kerja sama dan kebersamaan ini terus berlanjut demi kemajuan olahraga nasional, dan semoga semangat olahraga tetap menyala di hati kita semua,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Pertina Sulawesi Tengah sekaligus Ketua KONI Sulawesi Tengah, Fathur Razaq menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2025 di Kota Palu. Ia menilai keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI, Pertina, serta dukungan masyarakat Sulawesi Tengah.

    “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan atlet, memperkuat fasilitas, dan membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak muda untuk berprestasi,” ujarnya.***

  • Buka Webinar Nasional Hari Pangan Sedunia, Wagub Sulteng: Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

    Buka Webinar Nasional Hari Pangan Sedunia, Wagub Sulteng: Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. membuka Webinar Nasional Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, Kamis (30/10).

    Dari ruang kerjanya, Wagub Reny Lamadjido menyampaikan keynote speech bertema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future.”

    Webinar yang diinisiasi DPD PERGIZI PANGAN Sulteng menghadirkan beberapa narasumber dari pusat dan daerah, diantaranya Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional RI Dr. Drs. Sarwo Edhy, S.P., M.M., M.H.

    Dalam arahannya, Wagub Reny menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menjawab tantangan mewujudkan ketahanan pangan dan konsumsi pangan lokal di Sulteng dan Indonesia pada umumnya.

    “Percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan,” tegasnya agar dijadikan fokus.

    Selanjutnya wagub berharap webinar menghasilkan rumusan-rumusan aplikatif untuk mempercepat pengentasan masalah pangan dan gizi yang sinkron dengan program 9 BERANI, utamanya BERANI Sehat, BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera.

    “Saya berharap dapat lahir ide-ide segar dan kebijakan yang semakin memperkokoh ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri dalam pangan,” ujarnya.

    DI bagian lain, panitia melaporkan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia di Sulteng diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain : Pasar murah tanggal 25 Oktober 2025 di Kelurahan Tondo.

    Webinar nasional, bakti sosial di wilayah Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala) dan edukasi gizi seimbang dan konsumsi pangan lokal ke masyarakat.***

  • Terima Audiensi PMII Sulteng, Gubernur Anwar Dorong Sinergi Penguatan Literasi dan Kajian Kritis Mahasiswa

    Terima Audiensi PMII Sulteng, Gubernur Anwar Dorong Sinergi Penguatan Literasi dan Kajian Kritis Mahasiswa

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi jajaran Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah yang dipimpin oleh Muhammad Fadhel, di ruang kerjanya, Kamis (30/10). Audiensi ini dilakukan dalam rangka persiapan pelantikan pengurus baru PMII Sulawesi Tengah dengan tema “Rekonstruksi Gerakan PMII Menuju Era Baru Bergerak dan Berdaya.”

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua PKC PMII Sulteng menyampaikan sejumlah gagasan strategis, mulai dari dukungan terhadap program BERANI Cerdas, hingga inisiatif gerakan literasi dan advokasi sosial di desa-desa. Fadhel mengungkapkan bahwa PMII tengah menginisiasi pembentukan Taman Baca Masyarakat dan desa literasi sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan minat baca dan pemberdayaan masyarakat.

    Gubernur Anwar Hafid menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa gerakan mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama BERANI Cerdas dan BERANI Berdering.

    “Sinergi ini harus terus kita bangun. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak, termasuk dari mahasiswa dan organisasi pergerakan seperti PMII,” ujar Gubernur Anwar.

    Ia menegaskan, BERANI Cerdas tidak hanya fokus pada pengurangan beban biaya pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kalau kita sudah bantu biaya sekolah, tapi minat baca rendah, maka hasilnya tidak maksimal. Karena itu, saya sangat mendukung ide PMII untuk membentuk desa literasi atau Desa BERANI Cerdas,” tambahnya.

    Gubernur juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi tengah menyiapkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses digital melalui program BERANI Berdering, yang menargetkan pemerataan jaringan internet hingga ke wilayah pegunungan pada tahun 2026. “Kami sudah MOU dengan Telkomsat agar jaringan internet bisa menjangkau sekolah dan puskesmas di daerah terpencil,” jelasnya.

    Selain membahas pendidikan, pertemuan ini juga menyinggung persoalan pertambangan dan keadilan fiskal daerah. Gubernur Anwar menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak bagi hasil yang lebih adil bagi daerah penghasil tambang.

    “Kita harus tahu berapa sebenarnya produksi dan ekspor dari perusahaan-perusahaan tambang di Sulawesi Tengah. Jangan sampai kita hanya menerima angka di atas kertas tanpa kejelasan dasar perhitungannya,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti perbedaan regulasi perpajakan antarwilayah yang menyebabkan potensi penerimaan daerah tidak maksimal. “Daerah lain bisa memperoleh pajak dari hasil industri, sementara kita hanya dikenakan di tingkat bahan mentah. Ini harus kita perjuangkan agar regulasinya diperbaiki,” ujarnya.

    Dalam aspek lingkungan, Gubernur Anwar menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian alam. Ia telah mengumpulkan para pengusaha tambang dan meminta mereka memastikan sungai-sungai di sekitar tambang tetap jernih.

    “Saya bilang, silakan menambang asal sungai jangan merah. Kalau air sungai berubah warna, berarti ada yang tidak beres. Ini harus jadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

    Menutup pertemuan, Gubernur mendorong mahasiswa untuk terus aktif mengawal kebijakan publik dengan cara yang konstruktif dan berbasis kajian ilmiah. “Saya sangat berharap teman-teman PMII membuat kajian singkat tapi tajam, lalu kirim ke Kapolda, Panglima, Kejaksaan, dan juga ke saya. Ini menjadi dasar kuat untuk kami bertindak. Kajian mahasiswa adalah peringatan dini bagi pemerintah,” pungkasnya.***

  • Buka Labkesmas Expo Regional 8, Gubernur Anwar Hafid Dorong Kolaborasi untuk Kesehatan Publik

    Buka Labkesmas Expo Regional 8, Gubernur Anwar Hafid Dorong Kolaborasi untuk Kesehatan Publik

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menghadiri pembukaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Expo Regional 8 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Kamis (30/10).

    Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini dibuka dengan penuh semangat dan menjadi ajang penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring antar-laboratorium, serta mendorong inovasi di bidang kesehatan masyarakat.

    Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Aslabkesda) Indonesia, Kepala Labkesmas Kabupaten Donggala, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar, dan Kepala Balai Labkesmas dari berbagai daerah di Regional 8.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Labkesmas memiliki peranan strategis dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum rutin tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen dalam membangun laboratorium kesehatan yang tangguh dan responsif.

    “Labkesmas adalah garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular maupun tidak menular. Melalui forum ini, kita perkuat kapasitas SDM, berbagi pengalaman, dan mendorong inovasi agar pelayanan kesehatan di daerah semakin berkualitas,” ujar Gubernur Anwar.

    Ia menambahkan, semangat kolaborasi dalam Labkesmas Expo 2025 sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program BERANI Sehat, yang memberikan layanan kesehatan gratis hanya dengan menggunakan KTP.

    “Dengan hadirnya BERANI Sehat, akses pelayanan kesehatan masyarakat meningkat pesat. Dulu rata-rata rumah sakit melayani 300 pasien per hari, sekarang bisa mencapai 800 pasien. Ini bukti masyarakat semakin percaya dan terlayani dengan baik,” ungkapnya.

    Meski demikian, Gubernur Anwar juga mengakui adanya tantangan besar dari sisi pembiayaan, sebab peningkatan jumlah pasien turut meningkatkan beban anggaran. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini adalah konsekuensi dari komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam mendapatkan layanan kesehatan.

    “Kita tidak boleh hanya mengurus masyarakat miskin yang terdata di PBI. Kemiskinan itu dinamis, hari ini bisa mampu, besok bisa tidak. Maka BERANI Sehat hadir untuk mengantisipasi dinamika itu,” tegasnya.

    Hingga Oktober 2025, lebih dari 110 ribu warga Sulawesi Tengah yang sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan telah terlayani melalui program BERANI Sehat. Pemerintah Provinsi bahkan telah menanggung biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp41 miliar bagi masyarakat yang menunggak atau belum memiliki BPJS.

    Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa bangga karena Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Labkesmas Expo Regional 8 tahun 2025.

    “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi ajang berbagi inovasi dan praktik terbaik untuk memperkuat sistem laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.***