Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Syarifudin Hafid Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah

    Syarifudin Hafid Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah

    Tata Ruang Jadi Panglima Pembangunan Sulawesi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat penataan ruang sebagai panglima pembangunan, sebagaimana mengemuka dalam Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi, yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (10/7/2025).

    Forum strategis tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Kepala Badan Informasi Geospasial Prof. Dr. Aris Mardani, serta para Gubernur se-Pulau Sulawesi dan Papua Barat Daya, termasuk Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dan para pimpinan daerah kabupaten/kota.

    Sebagai tuan rumah forum, DPRD Sulteng menjadi bagian penting dalam mendorong sinergi antarwilayah dan antarlevel pemerintahan untuk mewujudkan pembangunan yang berbasis tata ruang yang tertib, adil, dan berkelanjutan.

    “Saya sangat mendukung penguatan tata ruang yang digagas dalam forum ini. Terlebih karena tata ruang yang tidak disiplin bisa menimbulkan konflik, kerusakan lingkungan, bahkan memperparah ketimpangan antarwilayah. Forum ini sangat penting untuk menyatukan visi pembangunan Sulawesi ke depan,” ujar Syarifudin Hafid.

    Menurutnya, percepatan penyusunan dan pengesahan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) di setiap kabupaten/kota di Sulawesi Tengah harus menjadi prioritas bersama, termasuk dalam dukungan anggaran dan kebijakan di tingkat legislatif daerah. Ia menekankan bahwa DPRD siap menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi dalam menyukseskan sinkronisasi RPJMD dengan RPJMN 2025–2029.

    “Kami menyadari pentingnya RDTR sebagai syarat utama masuknya investasi yang sehat, tertib, dan sesuai zona. Maka DPRD siap ikut mengawal alokasi anggaran, mendorong percepatan penyusunan RDTR, dan memperkuat pengawasan terhadap implementasinya di daerah,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

    Syarifudin Hafid juga mengapresiasi arahan Menko AHY, yang menyebut tata ruang sebagai kompas utama pembangunan dan menyerukan agar tidak ada pertumbuhan ekonomi yang justru meninggalkan masyarakat kecil atau merusak lingkungan.

    “Pesan Pak Menko sangat tepat. Pembangunan harus menjamin keseimbangan antara investasi, perlindungan lingkungan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. DPRD tentu berdiri di posisi yang sama untuk memastikan itu semua berjalan beriringan,” ungkapnya.

    Ia berharap hasil dari forum ini bukan hanya menjadi rekomendasi teknokratis, tapi juga diterjemahkan dalam komitmen politik dan kebijakan nyata, baik oleh eksekutif maupun legislatif, dari pusat hingga ke daerah.***

  • Anwar Hafid dan AHY Sepakat, Infrastruktur dan Tata Ruang Kunci Bangkitnya Sulawesi

    Anwar Hafid dan AHY Sepakat, Infrastruktur dan Tata Ruang Kunci Bangkitnya Sulawesi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Dalam Forum Koordinasi Pembangunan Wilayah Berbasis Penataan Ruang Pulau Sulawesi yang digelar Kamis (20/7/2025) di DPRD Sulawesi Tengah, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan optimisme bahwa Sulawesi, khususnya bagian tengah dan timur Indonesia, siap menjadi pusat pertumbuhan nasional jika didukung infrastruktur dan tata ruang yang baik.

    “Sulawesi ini mengandung potensi sumber daya alam yang luar biasa. Tapi infrastruktur masih minim. Jika konektivitas antarwilayah diperkuat, saya yakin mutiara Indonesia akan lahir dari Sulawesi dan bagian timur,” tegas Anwar.

    Ia menambahkan bahwa forum ini harus melahirkan komitmen bersama untuk menjadikan tata ruang sebagai acuan utama pembangunan, bukan dikalahkan oleh investasi semata.

    Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi pernyataan tersebut dengan mendukung penuh penguatan tata ruang sebagai panglima kebijakan pembangunan.

    “Pemerintah daerah tidak boleh dibiarkan menghadapi konflik tata ruang sendirian. Kita semua tahu, di satu sisi kita harus lindungi sawah untuk ketahanan pangan. Di sisi lain, kita juga harus bangun perumahan dan industri,” ujar AHY.

    “Tugas kita adalah memastikan pembangunan tidak meninggalkan siapa pun dan tetap menjaga kelestarian alam,” jelasnya.

    AHY menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditargetkan di Sulawesi dalam RPJMN (9,9%) harus disertai dengan distribusi kesejahteraan dan keadilan ekologis.

    Ia juga menyebut bahwa masih ada 361 RDTR dari total 451 yang harus dikejar di Sulawesi. Menurutnya, dengan telah tersedianya peta skala besar 1:5000 untuk seluruh Sulawesi, kini tidak ada alasan untuk menunda lagi penyusunan dan legalisasi RDTR secara masif dan terstruktur.

    Kita tidak ingin pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi meninggalkan rakyat di bawah. Kita butuh pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas AHY.

    Acara ditutup dengan penyerahan peta dasar skala 1:5000 oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Prof. Muh Aris, kepada seluruh gubernur di Sulawesi, sebagai penanda kesiapan teknis dalam menyusun RDTR secara cepat dan akurat.

    AHY juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP), hasil kerja sama dengan Bank Dunia, yang menjadi motor utama percepatan ini.***

  • Angota DPD RI Nyatakan Dukungan Atas Usulan Gubernur Sulteng

    Angota DPD RI Nyatakan Dukungan Atas Usulan Gubernur Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn, menyatakan dukungannya atas usulan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terkait penetapan Sulawesi Tengah sebagai salah satu simpul logistik nasional.

    Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur kepada Menteri Koordinator Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kunjungannya ke Kota Palu.

    “Sebagai perwakilan daerah, saya sangat setuju dengan apa yang menjadi usulan Bapak Gubernur Sulawesi Tengah tersebut. Itu adalah mimpi besar dari para pemimpin terdahulu yang kini harus kita wujudkan bersama,” ujar Andhika.

    Menurutnya, pemerataan pembangunan sangat bergantung pada infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

    Infrastruktur penghubung seperti ruas Kasimbar–Tambu tidak hanya akan memotong jarak tempuh, tetapi juga dapat menurunkan biaya logistik dan memperlancar rantai produksi dari sentra industri ke pasar domestik maupun ekspor.

    Andhika juga menyoroti perlunya membuka jalur alternatif selain Kebun Kopi, yang selama ini menjadi satu-satunya akses vital menuju berbagai wilayah strategis seperti Makassar, Sulawesi Utara, Morowali, Banggai, dan sekitarnya.

    “Mulai sekarang memang harus dipikirkan jalur alternatif. Ketergantungan pada satu akses utama seperti Kebun Kopi berisiko besar, apalagi jika terjadi bencana atau hambatan distribusi,” tambahnya.

    Sebagai representasi daerah di tingkat nasional, Andhika menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan usulan tersebut ke pemerintah pusat secara kelembagaan, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita, yakni delapan program prioritas nasional yang salah satunya adalah pemerataan pembangunan wilayah.

    “Kami di DPD RI akan menjadikan ini prioritas dalam komunikasi dengan kementerian teknis dan lembaga negara lainnya,” tutupnya.***

  • Gubernur Jelaskan Pentingnya Swasembada Pangan saat Paparkan Usulan Kelanjutan Pembangunan Irigasi

    Gubernur Jelaskan Pentingnya Swasembada Pangan saat Paparkan Usulan Kelanjutan Pembangunan Irigasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si berharap tindak lanjut pengembangan titik-titik irigasi yang sudah lama disampaikan ke pusat namun belum terwujud hingga sekarang.

    Dalam paparan di hadapan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di ruang polibu, Rabu sore (9/7), Gubernur Anwar Hafid menyebutkan 5 titik yang diproyeksi mampu mengairi hingga 126 ribu hektar sawah.

    Diantaranya di Kodina dan Meko, keduanya di Kabupaten Poso, lalu Binsil di Banggai, Karaopa di Morowali dan Sausu-Torue di Kabupaten Parigi Moutong.

    “Dulu sudah pernah dikerjakan tapi tidak dilanjutkan sehingga mangkrak,” ucapnya terkait bendungan di Kodina yang tak pernah diselesaikan.

    Sementara untuk bendungan di Sausu-Torue, gubernur menyampaikan aspirasi ke Menko AHY agar diterapkan sistem interkoneksi untuk menyatukan keduanya.

    Dengan irigasi yang berfungsi optimal, diharapkan sawah-sawah petani teraliri air dengan cukup sehingga hasil panen maksimal.

    Gubernur pun optimis cita-cita swasembada pangan dalam bingkai BERANI Panen Raya dengan target produksi padi mencapai 6 ton per hektar akan terwujud.***

  • Menko AHY Kunjungi Sulteng : Dari Pujian ke Gubernur Hingga Terpesona Dengan Paisupok

    Menko AHY Kunjungi Sulteng : Dari Pujian ke Gubernur Hingga Terpesona Dengan Paisupok

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pengalaman panjang Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, mulai dari Bupati Morowali dua periode hingga duduk di lembaga DPR RI, telah menjadikan ia sosok yang matang dan menguasai masalah.

    “Dari sekian menit tadi saya bisa mendapatkan gambaran,”ujar Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sudah menangkap aspirasi usai menyimak video dan paparan gubernur terkait usulan infrastruktur, saat pertemuan di polibu, Rabu sore (9/7).

    Dalam kesempatan itu, setidaknya Menko AHY menggarisbawahi tiga kata kunci dalam membangun infrastruktur yang handal yakni konektivitas, sinkronisasi dan resiliensi.

    Konektivitas erat kaitannya dengan harapan mewujudkan Sulteng sebagai poros penghubung antara kawasan timur dan barat Indonesia.

    Sementara sinkronisasi, untuk memastikan keterpaduan antara visi-misi presiden dengan visi-misi gubernur.

    Tak kalah penting resiliensi atau ketahanan infrastruktur terhadap bencana.

    “Harus diyakinkan kondisi bagus dan punya daya tahan terhadap bencana,” sambungnya menegaskan.

    Selain itu ia juga menekankan pentingnya kebijakan one map policy atau penyatuan berbagai data spasial lintas instansi sebagai daya tarik ke investor.

    “Berikan kepastian sehingga mereka datang dengan capital (modal),” ucapnya tentang pentingnya one map policy untuk mengidentifikasi sektor-sektor potensial daerah misalnya pariwisata.

    Terkait itu, Menko AHY mengaku takjub dengan keindahan Danau Paisupok yang diangkat gubernur lewat paparannya.

    “Sekali-kali boleh dong (wisata) jangan kerja terus,” timpalnya yang ingin sekali mengunjungi Danau Paisupok di Bangkep.***

  • AHY dan Gubernur Anwar Hafid Tinjau Jembatan IV saat Lari Pagi Bareng Warga

    AHY dan Gubernur Anwar Hafid Tinjau Jembatan IV saat Lari Pagi Bareng Warga

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Hari kedua kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), diwarnai suasana penuh semangat. Didampingi Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid berlari santai bersama warga dan komunitas pelari Kota Palu menyusuri Jalan Cumi-Cumi dan Jembatan IV yang segera diresmikan.

    Dalam balutan olahraga ringan dan udara pagi yang segar, AHY dan Gubernur Sulteng tampak antusias menyapa masyarakat sembari meninjau langsung progres pembangunan salah satu infrastruktur strategis pascabencana 2018.

    “Hari ini cuaca cerah sekali, saya senang bisa berlari bersama komunitas runners Palu sambil menikmati keindahan alam dan memantau langsung pembangunan Jembatan Palu IV. Ini bukan sekadar infrastruktur, ini adalah simbol kebangkitan masyarakat Palu dari tragedi besar tujuh tahun lalu,” ujar AHY di lokasi.

    Menurut AHY, pembangunan Jalan Cumi-Cumi dan Jembatan IV yang menelan anggaran lebih dari Rp8,3 triliun, bukan hanya upaya membangun kembali fisik kota, tetapi juga menciptakan sistem pertahanan baru terhadap potensi bencana. Dengan elevasi jalan lima meter dan keberadaan breakwater (pemecah ombak) di sepanjang pesisir, infrastruktur ini dirancang untuk lebih tangguh menghadapi gelombang tinggi maupun tsunami.

    “Kita berharap tidak ada lagi bencana di tanah ini, tapi kita harus siap. Infrastruktur ini dibangun dengan semangat mitigasi risiko dan melindungi masyarakat ke depan,” tegas AHY.

    Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang dinilai telah bekerja keras merealisasikan proyek strategis ini. Ia menyebut Gubernur Anwar Hafid memiliki visi kuat dalam mendorong pemulihan dan kemajuan Sulteng secara menyeluruh.

    “Pak Gubernur punya semangat yang luar biasa, saya percaya Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan beliau akan semakin maju, tangguh, dan sejahtera,” imbuh AHY.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Anwar Hafid menyambut hangat kunjungan Menko AHY dan menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Palu IV merupakan bagian penting dari memori kolektif warga.

    “Alhamdulillah hari ini sangat membahagiakan. Selain berolahraga, kita bersama Pak Menteri juga meninjau langsung pembangunan Jembatan IV, jembatan kebanggaan masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah. Semoga bisa segera dioperasikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” ujar Gubernur Anwar.

    Peninjauan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pemerintah pusat melalui Kemenko Infrastruktur dan kementerian terkait terus menunjukkan komitmen konkret dalam pemulihan wilayah pascabencana serta mendukung pemerataan pembangunan di daerah.

    “Kami ingin terus mendengar aspirasi daerah, tidak hanya di Palu, tapi seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Mari kita bangun bersama untuk ekonomi yang lebih tumbuh dan merata,” tutup AHY.***

  • Dorong Sinergi Turunkan Stunting dan Percepat Visi Indonesia Emas, BKKBN Sulteng Gelar Rakorda

    Dorong Sinergi Turunkan Stunting dan Percepat Visi Indonesia Emas, BKKBN Sulteng Gelar Rakorda

    Atika (detaknews.id) – Palu – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2025, Selasa (8/7/2025), di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

    Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas serta mendukung program “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” menuju Indonesia Emas 2045.

    Rakorda dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes. Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    “Bangga Kencana bukan sekadar program, tetapi motor penggerak kemajuan daerah. Kita patut bersyukur karena sejumlah indikator pembangunan kependudukan di Sulawesi Tengah menunjukkan tren menggembirakan,”ujarnya.

    Capaian pembangunan kependudukan Sulawesi Tengah memang menunjukkan progres positif. Total Fertility Rate (TFR) provinsi ini pada 2024 tercatat sebesar 2,26 anak per perempuan, mendekati angka pengganti. Sementara itu, penggunaan kontrasepsi modern meningkat menjadi 58,9 persen, dengan 34,5 persen di antaranya menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

    Namun demikian, tantangan masih membayangi. Sekitar 13,8 % pasangan usia subur di wilayah ini masih belum terpenuhi kebutuhan layanan KB-nya. Ia pun menekankan pentingnya perluasan akses serta peningkatan kualitas layanan, khususnya melalui posyandu dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

    Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK24) juga mencatat, terdapat 789.377 keluarga di Sulawesi Tengah dengan 431.185 pasangan usia subur. Adapun kasus pernikahan usia dini masih tercatat sebesar 0,73 % angka yang dinilai mengkhawatirkan karena berkaitan langsung dengan kesehatan reproduksi serta risiko stunting.

    Wagub juga menyoroti angka stunting yang meski menunjukkan penurunan, masih berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Sulteng turun dari 28,2 % pada 2022 menjadi 26,1 % pada 2024, sementara rata-rata nasional telah mencapai 19,8 %.

    “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak, pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan,”tegasnya.

    Terakhir Ia mengajak seluruh pihak untuk bergandeng tangan dan menyatukan persepsi guna menurunkan angka stunting dan memperkuat kualitas keluarga di Sulawesi Tengah.

    Hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Arus Abdul Karim, unsur Forkopimda Sulteng, serta perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan.***

  • Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Program BERANI Dihadapan KPK

    Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Program BERANI Dihadapan KPK

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Selasa (8/7/2025), di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng.

    Kegiatan yang dihadiri Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, serta Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido dan jajaran pejabat lingkup Pemprov Sulteng itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti Tempat Uji Kompetensi (TUK) Antikorupsi “Manoro” BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa integritas adalah pilar utama dari seluruh misi pemerintahan Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinannya. Ia menjelaskan bahwa dari sembilan program unggulan bertajuk BERANI (Bersama Anwar-Reny), program kesembilan adalah BERANI Berintegritas, yang menjadi kunci utama dari delapan program lainnya.

    “Delapan program sebelumnya tidak akan maksimal tanpa integritas. Karena sejatinya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada seberapa bersih dan jujur aparatur kita dalam bekerja dan melayani,” ujarnya.

    Gubernur mengisahkan pengalamannya saat menjabat Bupati Morowali selama 10 tahun, di mana ia kerap melakukan konsultasi dengan KPK untuk memastikan setiap kebijakan tetap sesuai dengan aturan dan tidak berisiko hukum.

    “Saya bukan alergi KPK. Justru saya merasa KPK adalah mitra penguatan pemerintahan. Saya pernah meminta pendampingan langsung saat menghadapi masalah prosedur bantuan penanggulangan bencana. Karena pendampingan itu, kebijakan kami bisa jalan dan tidak melanggar aturan,” ungkapnya.

    Anwar juga secara terbuka menyentil praktik buruk dalam birokrasi, seperti jual beli jabatan dan intervensi tim sukses, yang menurutnya harus dihentikan.

    “Saya sudah ingatkan sejak awal, tidak boleh ada jabatan yang dibeli. Jangan coba-coba lewati pintu belakang, apalagi lewat istri saya. Rumah jabatan pun saya batasi akses malam hari kecuali untuk urusan dinas. Itu cara saya menjaga jarak dari potensi penyimpangan,” tegasnya.

    Menyinggung gratifikasi, Gubernur mengatakan bahwa bentuk-bentuk pemberian sering kali dianggap sepele namun bisa menjadi jebakan moral.

    “Gratifikasi itu banyak abu-abunya. Jalur pelaporannya ada, tapi yang menggoda itu ‘setan-setan kecil’ di sekitar kita. Makanya saya selalu ingatkan teman-teman ASN untuk tegas dan transparan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong optimalisasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di tiap OPD, peningkatan pelaporan, serta kesadaran terhadap Survei Penilaian Integritas yang menjadi instrumen pengawasan internal KPK.

    Tak hanya berhenti pada pendekatan hukum dan prosedur, Gubernur juga menekankan pentingnya membangun budaya integritas melalui pendekatan religius.

    “Kita ini manusia. Takut pada dua hal, tuhan dan aparat hukum. Maka nilai-nilai religius harus menjadi bagian dari integritas ASN. Shalat tepat waktu, misalnya, itu bagian dari disiplin dan komitmen pribadi,” terangnya.

    Gubernur juga menggarisbawahi bahwa Sulawesi Tengah kini tengah fokus mendorong digitalisasi pemerintahan dan perbaikan layanan publik yang transparan dan berbasis kepastian.

    “Masyarakat butuh kepastian. Kapan selesai, berapa biayanya, dan syaratnya apa. Pelayanan yang baik bukan soal cepat, tapi soal pasti. Kalau satu jam tidak mampu, jangan janji satu jam. Jangan kita sendiri yang membuka ruang untuk korupsi kecil-kecilan,” ujarnya.

    Di akhir sambutan, Gubernur berharap kehadiran KPK di Sulteng menjadi pemicu penguatan etika birokrasi dan pencegahan korupsi yang lebih sistematis.

    “Kita bukan malaikat, tapi jangan juga jadi setan. Selama kita bekerja sesuai aturan dan menjaga integritas, insyaAllah kita akan selamat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***

  • Respon Cepat Bencana Banjir, Hamdin: Kita Patut Berterima Kasih Pada Pak Gubernur

    Respon Cepat Bencana Banjir, Hamdin: Kita Patut Berterima Kasih Pada Pak Gubernur

    Ilong (detaknews.id) – Palu – “Sebagai warga Donggala, kita patut berterima kasih pada pak Gub @⁨Anwar Hafid Gubernurku⁩ 😊🙏,” kata tenaga ahli percepatan pembangunan dan ekonomi Kabupaten Donggala Muhammad Hamdin di group whatsApp Balkot Selasa (8/7-2025).

    Menurutnya saat Gubernur Sulteng Anwar Hafid menelpon Ibu Bupati Donggala Vera Elena Laruni, dirinya berada bersama perempuan pertama jadi Bupati Donggala itu.

    Hamdin menegaskan sebetulnya, Pemda Donggala sudah punya perencanaan normalisasi sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan sedimen.

    “Karena dalam 10 tahun terakhir tak perna ada normalisasi aliran sunggai. Hanya saja, realisasinya perlu waktu. Terutama penyesuaian tahun anggaran,” jelas mantan TA Gubernur ke 11 Sulteng Rusdy Mastura periode 2020-2024.

    Untuk diketahui banjir bandang yang menghantam beberapa desa di Kecamatan Banawa Tengah dan Banawa Selatan mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid.

    “Malam ini (Senin malam, 7 Juli 2025) sekitar pukul 20.21 Wita, saya melaporkan kondisi terkini banjir di Banawa Tengah. Alhamdulillah sekitar pukul 20.25 Wita, Bapak Gubernur langsung memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (PR) Provinsi Sulteng, Faidul Keteng untuk membantu Bupati Donggala menangani akses jalan menuju Desa Powelua yang terputus. Akibat tergerus banjir Sungai Powelua, Kecamatan Banawa Tengah,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Dr. Ir. H. Akris Fattah Yunus, MM kepada media Selasa pagi, 8 Juli 2025.

    Sementara itu Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang (Binatarung) Sulteng Faidul Keteng menjawab media ini mengatakan sudah mendapat perintah langsung dari Gubernur Sulteng Anwar Hafid.

    “Kami sudah mendapat perintah dan arahan segera membantu pemerintah Kabupaten Donggala untuk menangani kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat banjir bandang,” aku Kadis Bimatarung Sulteng itu.

    Hanya saja kata Faidul harus melakukan pengecekan dan koordinasi terlebih dahulu ke kabupaten.

    “Sebab disana merupakan kewenangan kabupaten. Olehnya kami koordinasikan terlebih dahulu mana yang dikerjakan kabupaten Donggala dan yang mana yang harus dikerjakan provinsi. Prinsipnya kolaborasi memperbaiki dan membangun infrastruktur jalan dan jembatan di kabupaten tersebut,” ungkap mantan kadis PUPR Poso itu.***

  • Malaria Masih Menjadi Tantangan, Wagub: Kita Terus Mendorong Percepatan Eleminasi Malaria

    Malaria Masih Menjadi Tantangan, Wagub: Kita Terus Mendorong Percepatan Eleminasi Malaria

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Malaria masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Sulawesi Tengah. Dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, saat ini 8 daerah telah dinyatakan mencapai status eliminasi malaria.

    “Lima kabupaten yang belum mencapai eliminasi, Banggai Kepulauan, Donggala, Tojo Unauna, Morowali, dan Morowali Utara, daerah ini terus kita dorong untuk melakukan percepatan eliminasi”, kata Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, dalam acara pembukaan Lokakarya Petunjuk Teknis Integrasi dan Kebijakan Nasional Terkait AIDS Tuberkolis Malaria (ATM), di Parama Su Hotel Palu, Senin (7/7).

    Perlu diketahui dari data Dinas Kesehatan Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), selain Malaria, penyaki AIDS dan Tuberkulosis TB Sulawesi Tengah mengalami peningkatan setiap tahun.

    “Dari data P2P, AIDS pada 2023 sebanyak 696, 2024 sebanyak 702, dan 2025 sampai bulan Mei sebanyak 336. Ini cukup banyak yang lebih sadis lagi penderita yang meninggal, pada 2023 sebanyak 157, 2024 sebanyak 73, dan 2025 sebanyak 28”, pungkasnya.

    Saat ini Kasus HIV ini sudah cukup memprihatinkan karena setiap tahun penderita AIDS meningkat.

    “Berarti AIDS ini sudah menjadi hal-hal yang penting kita harus waspadai karena setiap tahun trennya naik, dan akumulasi”, tambah Wagub.

    Selain itu penyakit Tuberkulosis (TB) di Sulawesi Tengah juga mengalami peningkatan setiap tahun.

    “Data Penderita TBC pada tahun 2023 sebanyak 7963 yang meninggal 23 penderita, 2024 sebanyak 8272 yang meninggal 30 penderita dan 2025 sampai bulan Mei Penderita TBC sudah mencapai 4085 yang meninggal 16 penderita”, ungkapnya.

    Dengan di selenggarakannya Lokakarya Petunjuk Teknis Integrasi dan Kebijakan Nasional Terkait AIDS Tuberkolis Malaria (ATM) di Sulawesi Tengah dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ketiga penyakit tersebut, serta tersusunnya rencana aksi yang jelas dan terarah di tingkat kabupaten/kota.

    “Saya berharap pertemuan ini bisa menghasilkan suatu kesepakatan yang baik dan adanya integrasi dari pusat ke daerah”, harapnya.

    Kegiatan Lokakarya Petunjuk Teknis Integrasi dan Kebijakan Nasional Terkait AIDS Tuberkolis Malaria (ATM) yang pesertanya dari perwakilan Kota Palu, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali ini dihadiri oleh ADINKES, Halik Sidik, S.T., M.E, Plt Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Wayan Apriani, S. KM., M. Epid, Program Koordinator RDSH AIDS, TBC, Malaria Provinsi Sulawesi Tengah, Hamiluddin, S. KM.***