Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Pemeriksaan Jangan Diabaikan, Wagub: Pemeriksaan Dorong Perbaikan Tata Kelola

    Pemeriksaan Jangan Diabaikan, Wagub: Pemeriksaan Dorong Perbaikan Tata Kelola

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Tindak lanjut dari setiap hasil pemeriksaan oleh pengawas inspektorat menurut Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, harus dijadikan pijakan kuat untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.

    “Jangan hanya berhenti sampai memeriksa tanpa ada tindak lanjut,” tegasnya saat mewakili gubernur, untuk membuka Diklat Pengawasan Pemeriksaan Dampak Pelaksanaan Urusan Pemerintah Konkuren Lingkup Provinsi Sulteng Tahun 2025 di aula sinergitas BPSDM pada Senin (7/7-2025).

    Hal ini diingatkan wagub sebab sering dijumpai hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan pengawas justru berakhir tanpa tindakan konkret. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan harus terus dikawal sampai tuntas dengan terjadinya perubahan yang fundamental, utamanya dalam konteks pelaksanaan urusan pemerintahan konkuren.

    “Diklat ini dalam rangka menyegarkan kembali dan menambah pengetahuan karena pemeriksaan itu sangat penting dalam pemerintahan,” tegasnya dalam sambutan.

    Kegiatan diikuti oleh aparatur pengawas pada Inspektorat Provinsi dengan tujuan mengasah pengetahuan dalam rangka optimalisasi tugas-tugas pengawasan yang diemban.

    Urusan pemerintahan konkuren sendiri ialah urusan pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

    Pembagian didasarkan pada prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan kepentingan strategis nasional.
    Di Sulteng lanjut wagub, ada beberapa urusan konkuren yang dibagi kewenangannya seperti urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

    Wagub percaya jika pola konsisten dilaksanakan maka lewat kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah akan mempercepat pembangunan dan pelayanan prima.

    Karena itu, ia berpesan ke seluruh peserta agar terus menjadikan pengawasan sebagai ruh yang tak terpisahkan dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, transparan dan partisipatif di Sulteng.

    “Saatnya kita meningkatkan kinerja dan tunjukkan pada dunia kalau kita mampu,” suntiknya ke peserta agar selalu semangat dalam menimba ilmu lewat diklat.***

  • Peresmian Jembatan IV Palu Diundur, Ada Beberapa Tahapan Yang Belum Tuntas

    Peresmian Jembatan IV Palu Diundur, Ada Beberapa Tahapan Yang Belum Tuntas

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kepala Satker (Ka Satker) PJN 1 BPJN XIV Sulteng di Palu Lambang menjawab media ini Selasa sore (7/7-2025), menyatakan penggunaan jembatan Palu 4, masih ada beberapa tahapan yang belum tuntas, sekalipun fisiknya sudah 100 persen.

    “Masih ada beberapa tahapan sebelum peresmian, yaitu loading test dan Audit Keselamatan Jalan/Jembatan yang belum tuntas,” kata Ka satker Pjn 1 Palu Lambang.

    Menurutnya pekerjaan rekonstruksi Jembatan Palu 4 sudah selesai 100%. Namun masih ada beberapa tahapan sebelum peresmian, yaitu loading test dan Audit Keselamatan Jalan/Jembatan.

    Sebelumnya Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan bahwa rencana peresmian jembatan Palu 4 Sulawesi Tengah 16 Juli 2025, masih ditunda. Pasalnya masih ada item pekerjaan yang belum beres.

    “Menurut info terakhir kerena masih ada pejerjaan belum selesai jadi belum diresmikan, tapi hanya akan melihat meninjau langsung,” tulis Gubernur Sulteng Anwar Jafid di group whatsApp media patner Gubernur Berani Senin (7/7-2025).***

  • Gubernur Sulteng Kukuhkan Pengurus Baru IMA Makassar: Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    Gubernur Sulteng Kukuhkan Pengurus Baru IMA Makassar: Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    Ilong (detaknews.id) – Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengukuhkan Badan Pengurus Harian Ikatan Mahasiswa (IMA) Sulteng Makassar periode 2025–2026 dalam sebuah prosesi di Baruga Anging Mammiri, Losari, Makassar, Sabtu (5/7/2025).

    Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, M.Si, mewakili Gubernur Sulteng Dr.H.Anwar Hafid,M.Si.

    Pengurus baru IMA Sulteng Makassar dipimpin oleh Muhammad Afdhal Syahputra sebagai ketua.

    Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kaban Arfan, Gubernur Dr.Anwar Hafid menekankan peran penting mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, tangguh, dan tidak melupakan jati diri.

    “Mahasiswa adalah anak muda yang menjadi harapan masa depan. Mereka adalah bagian dari generasi maradika yang harus berani menghadapi tantangan dan tetap menjunjung akar budaya,”ujar Gubernur Sulteng dalam sambutannya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya membangkitkan semangat Molibu (berjuang) dan Maparenta (mengabdi) di tanah rantau. Menurutnya, keberadaan IMA bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan ruang pembinaan intelektual dan karakter serta tempat tumbuhnya calon-calon pemimpin bangsa.

    Dalam konteks kebijakan daerah, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama Pemprov Sulteng, sejalan dengan visi misi unggulan melalui program Sulteng Nambaso. Program ini bertujuan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan.

    “Kami ingin memastikan tidak ada anak Sulteng yang tertinggal karena faktor ekonomi. Pemerintah hadir, bekerja, dan berinovasi untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif,”tegasnya.

    Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para pengurus baru IMA Sulteng Makassar. Ia berharap kepengurusan periode ini mampu menyusun program kerja yang solutif, realistis, dan membumi.

    “Prioritaskan penguatan kapasitas mahasiswa, pemberdayaan komunitas, dan bangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, maupun organisasi lainnya,”pesannya.

    Terkait dukungan kegiatan pelantikan, Pemprov Sulteng disebut akan mempertimbangkan secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa Sulawesi Tengah di Makassar agar tetap semangat menuntut ilmu dan menjadi agen perubahan.

    “Jangan lelah bermimpi, jangan takut pulang membawa perubahan. Kalian adalah wajah Sulawesi Tengah di tanah orang,” pungkasnya.***

  • Pemprov Sulteng Kucurkan Dana Rp. 365,3 M, Siap Wujudkan Lumbung Pangan Timur Indonesia

    Pemprov Sulteng Kucurkan Dana Rp. 365,3 M, Siap Wujudkan Lumbung Pangan Timur Indonesia

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 sebesar Rp, 365,3 miliyar.

    Anggaran sebesar Rp, 365,3 miliyar itu untuk proyek 10.180 hektar lahan baru yang akan dicetak menjadi sawah.

    Ini merupakan bagian dari Program Cetak Sawah Rakyat yang digulirkan Kementerian Pertanian RI.

    “Program ini sekaligus menjadi wujud dari visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng 2025–2030, khususnya dalam pilar Berani Makmur atau Berani Panen Raya,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, Nelson Metubun, Sabtu pagi (5/7-2025).

    Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

    Menurutnya, ada tiga manfaat besar yang akan diperoleh Sulteng dari cetak sawah baru ini:

    1. Penambahan luas baku sawah dari sebelumnya 126.985 hektar menjadi 137.165 hektar.
    2. Peningkatan produksi beras sekitar 45.810 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 29.779 ton beras.

    Ini berpotensi menambah surplus beras Sulteng yang tahun lalu mencapai 137 ribu ton, menjadi sekitar 150 ribu ton.

    1. Peningkatan pendapatan petani, khususnya di kabupaten-kabupaten penerima program.

    “DIPA kegiatan ini kami terima pada 11 Juni 2025. Setelah itu, tangg 16 Juni kami langsung menandatangani kontrak untuk perencanaan SID (Survey, Identifikasi, dan Desain),” jelas Nelson.

    Kabupaten yang telah mengusulkan program cetak sawah antara lain Kabupaten Donggala, Tojo Una-Una, Tolitoli, Buol, Poso, Sigi, Banggai, dan Parigi Moutong.

    “Semua usulan berasal dari pemerintah kabupaten, baik dari kepala daerah maupun dinas TPH setempat,” tambah Nelson.

    Program ini diharapkan memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai lumbung pangan di Kawasan Timur Indonesia.

    “Program cetak sawah itu akan dikerjakan oleh TNI atau bisa juga melalui E-Katalog,” jelas Nelson.***

  • Kabar Gembira Untuk Masyarakat Kota Palu, Jembatan IV Segera Diresmikan !!!

    Kabar Gembira Untuk Masyarakat Kota Palu, Jembatan IV Segera Diresmikan !!!

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Sebuah kabar gembira yang sudah lama dinanti warga Palu, diumumkan dari gedung wanita Bidarawasia, lokasi acara Musrenbang RPJMD Provinsi Sulteng 2025-2029, Senin (30/6).

    Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyampaikan informasi penting bahwa tanggal 16 Juli nanti, Jembatan IV Palu akan diresmikan.

    Peresmian akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    “Tanggal 16 itu Menko infrastruktur dan lima menteri akan hadir di Palu,” terangnya.

    Gubernur Anwar Hafid lalu mengajak bupati walikota hadir langsung di acara, sebab di momen ini juga akan dilakukan diskusi dan penyerapan aspirasi oleh Menko AHY.

    “Tolong bupati walikota hadir kalau bisa jangan diwakili,” imbuhnya agar bupati walikota hadir lengkap dan kompak di acara penting tersebut.

    Jembatan IV Palu sendiri adalah ikon kemajuan infrastruktur dengan mengusung desain jembatan lengkung dan pertama kali diresmikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2006 silam.

    Kini, Jembatan Palu IV sudah terbangun kembali dan berdiri kokoh menjadi simbol kebangkitan Sulteng pascabencana 2018.***

  • Gubernur Sulteng Hadiri Pemusnahan 40 Kg Sabu, Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba

    Gubernur Sulteng Hadiri Pemusnahan 40 Kg Sabu, Tegaskan Perang Total terhadap Narkoba

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid menghadiri langsung kegiatan pengungkapan tindak pidana curat, curas, curanmor, serta pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 40 kilogram yang digelar oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Polda Sulteng memamerkan hasil kerja keras aparat dalam memberantas berbagai kejahatan jalanan hingga jaringan narkotika berskala besar.

    Gubernur menyampaikan apresiasi atas kerja jajaran kepolisian dan menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Tengah.

    “Ini pertama kali dalam hidup saya menyaksikan narkoba sebanyak ini. Ini sangat meresahkan. Kita harus akui bahwa Sulawesi Tengah saat ini telah menjadi sasaran serius para pengedar,” ungkap Gubernur Anwar Hafid saat memberikan keterangan.

    Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sulawesi Tengah tidak tinggal diam menghadapi maraknya penyalahgunaan narkoba. Pemerintah daerah, katanya, akan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum serta melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.

    “Ini bukan lagi isu. Narkoba adalah kenyataan yang sangat serius di Sulawesi Tengah. Kami siap bantu kepolisian, mendukung BNN, dan memperluas edukasi hingga ke desa-desa,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menyentuh akar masalah sosial dan ekonomi yang mendorong sebagian warga terlibat dalam jaringan narkotika.

    “Memang ada hubungannya dengan faktor ekonomi. Tapi tidak semua yang miskin terlibat narkoba. Karena itu, di samping pemberdayaan ekonomi, yang paling penting adalah edukasi dan pengawasan keluarga. Orang tua harus menjaga anak-anaknya,” jelas Anwar.

    Gubernur juga menegaskan sikap tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam narkoba. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi bagi ASN pelaku penyalahgunaan narkotika.

    “Kalau ada ASN yang terlibat narkoba, tidak ada rehabilitasi. Langsung saya pecat! Karena kita adalah pelayan publik, kita harus jadi teladan,” tegasnya.

    Kebijakan tersebut, lanjut Gubernur, merupakan bagian dari misi “Berani Berintegritas” yang tertuang dalam sembilan program prioritas BERANI Sulteng di masa kepemimpinannya.

    Gubernur menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara holistik. Tidak cukup hanya menunggu tindakan aparat, tetapi juga perlu penguatan karakter dan kesadaran masyarakat.

    “Polisi tidak bisa menjaga kita semua. Tapi kalau masyarakat, orang tua, guru, pemimpin agama, dan tokoh adat bersatu memberikan contoh dan pendidikan, maka kita punya harapan besar. Ini bahaya laten, sama bahayanya dengan ancaman terhadap diri sendiri,” ujarnya.

    Di akhir keterangannya, Gubernur menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung seluruh langkah penegakan hukum, termasuk penguatan kapasitas BNN Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta upaya rehabilitasi bagi masyarakat korban penyalahgunaan narkoba.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap sinergi lintas sektor dapat membentuk barisan kuat dalam perang melawan narkoba, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan moral generasi muda di Bumi Tadulako.***

  • Provinsi Tak Bisa Sendiri Atasi Kemiskinan, Gubernur: 4K Solusinya!

    Provinsi Tak Bisa Sendiri Atasi Kemiskinan, Gubernur: 4K Solusinya!

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kemiskinan Sulteng yang terpotret dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencapai 1.627.801 dan pemerintah provinsi pasti tak akan pernah mampu menyelesaikan pekerjaan rumah terbesar ini sendiri tanpa dukungan pemerintah kabupaten kota.

    Karena itu, formula ‘4K’ yang terdiri dari Kebersamaan, Keterbukaan, Keterpaduan dan Kemesraan, sangat ditekankan sebagai pondasi kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam menurunkan angka kemiskinan.

    “Kalau kita semua sudah mesra, mesra DPRD dengan pemerintah, mesra pemerintah dengan forkopimda, mesra provinsi dengan kabupaten kota baru bisa selesai (kemiskinan) dan ini harapan saya,” tegas Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si dalam sambutannya pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Provinsi Sulteng 2025-2029, di Gedung Wanita Bidarawasia pada Senin (30/6), serta dihadiri bupati dan walikota, forkopimda dan stakeholder terkait.

    Lebih lanjut lagi, gubernur mengisyaratkan tiga fokus utama yang jadi prioritas intervensi bersama hingga 2029 yakni pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

    Di bidang pendidikan, bertepatan dengan musrenbang, pemerintah provinsi dan kabupaten kota telah mendeklarasikan program wajib belajar 13 tahun plus kuliah sebagai aktualisasinya.

    Lewat deklarasi, kini tak ada lagi anak-anak Sulteng yang harus berhenti sekolah karena alasan biaya.

    Apalagi dengan BERANI Cerdas, pemerintah provinsi telah mengambil alih seluruh pembiayaan pendidikan di jenjang SMA/SMK dan SLB sehingga tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah negeri yang membebani orangtua.

    Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga memberikan beasiswa kuliah bagi mahasiswa penerima dari jalur afirmasi atau keluarga kurang mampu dengan bukti surat keterangan tidak mampu dari desa/kelurahan, dan dari jalur prestasi dengan bukti IPK mulai 3.00.

    Di kesempatan itu juga, ikut diserahkan secara simbolis beasiswa kuliah BERANI Cerdas dari gubernur ke penerima.

    Gubernur lalu mengafirmasi bahwa telah terverifikasi sebanyak 2000-an pendaftar BERANI Cerdas yang segera menerima transfer dana beasiswa ini di rekeningnya.

    “Saya yakin dalam 10 tahun, 1 sarjana (dalam) 1 rumah pasti terwujud,” lanjutnya dengan optimis sebagai langkah meningkatkan kualitas SDM unggul dan berdaya saing.

    Terkait itu, diharapkan supaya bupati dan walikota dapat menyelaraskan BERANI Cerdas di kabupaten kota dengan memastikan pendidikan gratis mulai jenjang PAUD, SD dan SMP.

    Termasuk, jika masih ada program beasiswa kuliah yang dibiayai kabupaten kota maka gubernur menyarankan supaya dialihkan ke bidang lain sebab provinsi sudah mem-back up-nya lewat program BERANI Cerdas.

    Sementara itu, di bidang kesehatan, pemerintah provinsi juga menanggung biaya pengobatan bagi warga tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan ataupun yang menunggak iuran BPJS Kesehatan lewat BERANI Sehat.

    Gubernur mengilustrasikan sejak BERANI Sehat diluncurkan telah terjadi lonjakan pembayaran dari kas provinsi ke BPJS Kesehatan dari hanya 1300-an orang per bulan menjadi hingga 19.000-an.

    “Ini membuktikan banyak rakyat tidak mau berobat karena tidak punya jaminan atau mereka menunggak,” simpulnya atas kenaikan itu.

    Cakupan program tambahnya lagi juga diperluas hingga dapat menanggung biaya pengobatan terhadap penyakit-penyakit yang tidak tercover BPJS Kesehatan, seperti tumor dan kanker, serta penanganan korban pembusuran dan kecelakaan tunggal.

    “Sekarang BERANI Sehat yang bayar jadi kalau ada program pak bupati seperti BERANI Sehat saya harap dapat dialihkan ke yang lain,” imbuhnya supaya bupati walikota dapat mengalihkan anggaran kesehatan ke bidang lain karena pemerintah provinsi sudah menjamin biaya kesehatan warga mereka yang belum ter-cover lewat BERANI Sehat.

    Selain itu, Gubernur Anwar Hafid juga mengimbau bupati dan walikota berkoordinasi dengan dinas sosial masing-masing untuk memastikan warga kurang mampu terdaftar dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    “Kita ingin pendidikan dan kesehatan excellent (jadi yang terbaik),” serunya menegaskan dua bidang ini jadi pondasi penting mewujudkan kesejahteraan.

    Untuk mendongkrak pendapatan rakyat, gubernur lalu mempersiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah ‘candradimuka’ dalam menciptakan SDM terampil siap kerja serta menjembatani mereka dengan industri-industri yang telah berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal.

    Sektor pertanian dan perikanan juga tak luput jadi perhatian utama dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat lewat optimalisasi potensi ‘emas hijau’ dan ‘emas biru’.

    Terobosan lain yang ditempuh untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dilakukan dengan jalan optimalisasi potensi fiskal dari pajak-pajak daerah seperti pajak air permukaan, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

    Prioritas penarikan pajak ini menyasar ke perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah kabupaten kota.

    “Saya sudah merubah pergub pajak air permukaan supaya pakai standar maksimal menghitung (tarifnya),” terangnya terkait optimalisasi fiskal daerah.

    Selain itu, kendaraan-kendaraan operasional perusahaan yang belum ber-plat Sulteng tegas gubernur harus segera beralih ke plat ‘DN’ dan juga mempercepat penerapan PBBKB di Sulteng.

    Dalam kaitan ini, bupati walikota dinilainya memegang peranan penting dalam menginvetarisasi potensi wajib pajak yang tersebar di wilayah masing-masing.

    Gubernur Anwar Hafid berharap hal ini didukung penuh karena hasil penarikan akan dibagihasilkan kepada kabupaten kota sesuai ketentuan aturan.

    “Tiga hal ini saya tekankan supaya pendapatan kita naik,” tandasnya agar PAD naik dan mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.***

  • Gubernur Sulteng Ajak Bangun Generasi Berkarakter Islami

    Gubernur Sulteng Ajak Bangun Generasi Berkarakter Islami

    Ilong (detaknews.id) – Poso – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat peran dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter islami.

    Seruan itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H.Anwar Hafid, M.Si melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Arfan, M.Si, dalam Tabligh Akbar Gebyar Muharram 1447 Hijriah di Lapangan Gelora Adam Malik, Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Ahad (29/6/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang diinisiasi oleh masyarakat Pamona Selatan bersama pemerintah kecamatan setempat.

    Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan religius tersebut.

    Menurutnya, momentum tahun baru Hijriah bukan hanya sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi untuk membangun peradaban melalui pendidikan karakter yang kuat.

    “Semoga kegiatan ini menjadi sumber inspirasi dan semangat baru bagi kita semua untuk terus berjuang membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak,” ujar Kaban Arfan mewakili Gubernur Sulteng.

    Ia pun menekankan bahwa tema Tabligh Akbar kali ini, “Membangun Generasi Unggul Berkarakter Islami”, sejalan dengan visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah melalui program unggulan “9 Berani”. Di antaranya: program Berani Sehat dan Berani Cerdas menjadi fondasi dalam membentuk masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan cerdas secara intelektual.

    Program Berani Sehat, lanjut gubernur, diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk literasi kesehatan bagi generasi muda. Sementara itu, Berani Cerdas difokuskan pada pemerataan akses pendidikan berkualitas yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus spiritual peserta didik.

    “Pendidikan agama yang kuat seperti dalam kegiatan Tabligh Akbar ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” sebutnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

    “Generasi muda harus tumbuh dengan fondasi iman yang kokoh, akhlak mulia, serta kemampuan untuk membawa perubahan positif bagi bangsa,” katanya.

    Terakhir Ia berharap keberkahan dari kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat kebersamaan dan kontribusi nyata untuk pembangunan karakter generasi muda Sulteng.

    Tabligh Akbar ini turut dihadiri Wakil Bupati Poso, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat. Bertindak sebagai penceramah utama, Ustaz Ahmad Taqiyuddin Malik menyampaikan hikmah tahun baru Islam serta pesan moral untuk memperkuat ukhuwah dan semangat hijrah ke arah yang lebih baik.***

  • STQH XXVIII Tingkat Provinsi Resmi Ditutup, Kab. Tojo Una-Una Raih Juara

    STQH XXVIII Tingkat Provinsi Resmi Ditutup, Kab. Tojo Una-Una Raih Juara

    Ilong (detaknews.id) – Poso – Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah resmi ditutup dalam suasana khidmat dan penuh haru di Alun-alun Sintuwu Maroso, Kabupaten Poso, Jumat malam (27/6/2025).

    Ribuan warga, tokoh agama, serta para kafilah dari 12 kabupaten dan 1 kota se Sulteng memadati lokasi acara untuk mengikuti malam penutupan sekaligus menyaksikan pengumuman juara umum.

    Kabupaten Tojo Una-Una keluar sebagai juara umum dalam ajang dua tahunan ini, setelah berhasil meraih perolehan medali tertinggi dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.

    Penutupan STQH kali ini dihadiri oleh Bupati Poso dr. Verna Gladies Inkiriwang yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

    Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya STQH secara tertib, lancar, dan sukses, mulai dari pembukaan hingga penutupan.

    “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Poso beserta jajaran, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, serta masyarakat Poso yang telah memberikan dukungan penuh sehingga pelaksanaan STQH dapat berjalan dengan baik,” ujar Bupati Verna membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah.

    Ia juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh juara dari berbagai cabang lomba. Kepada peserta yang belum meraih hasil maksimal, ia pun menyampaikan motivasi agar tidak berputus asa dan terus mengasah kemampuan.

    “Kesempatan menjadi yang terbaik masih terbuka di masa mendatang. Teruslah berlatih, karena perjuangan belum selesai,” pesannya.

    Lebih lanjut, Gubernur Sulawesi Tengah mengingatkan bahwa penutupan STQH bukanlah akhir dari tugas, melainkan awal dari komitmen lebih besar untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun menegaskan pentingnya membangun generasi Qurani sebagai pondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    “Kita masih harus terus berupaya memberantas buta aksara Al-Qur’an, menyempurnakan akhlak umat, serta menjadikan nilai-nilai Qurani sebagai pedoman dalam membangun daerah ini dalam semangat Sulteng Nambaso,” lanjutnya, merujuk pada visi pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah.

    Ia pun mengajak para peserta STQH untuk menjadi pelopor dalam pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga simpul persaudaraan dan kerukunan umat terus terjaga di tengah masyarakat yang majemuk.

    “Kehadiran STQH bukan hanya sebagai ajang lomba, tetapi menjadi daya ungkit untuk mendorong pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih maju, besar, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

    Turut hadir, Unsur Forkopimda, Para Kepala Perangkat Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr.Fahrudin Yambas selaku Ketua Harian LPTQ, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh pemuda.

    Malam penutupan STQH diwarnai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, penampilan seni Islami, dan pengumuman para juara. Warga yang hadir tampak antusias dan memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan STQH yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan spiritual dan budaya umat Islam di Sulawesi Tengah.***

  • Pemprov Sulteng Terus Tegaskan Komitmen dalam Mendorong Pendidikan Berkarakter

    Pemprov Sulteng Terus Tegaskan Komitmen dalam Mendorong Pendidikan Berkarakter

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis karakter dan inovasi.

    Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Dr. Anwar Hafid, M.Si, yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si., saat menghadiri kegiatan Yayasan Otak Kanan bertajuk “The Right Journey 2025” di Gedung Auditorium Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sabtu (28/6/2025).

    Kegiatan yang melibatkan siswa, orang tua, dan para tenaga pendidik tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan peran pendidikan dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

    “Pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan bermakna,” ujarnya.

    Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membangun suasana belajar yang inspiratif. Selain itu, ia mendorong terus lahirnya inovasi metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.

    “Kita tidak hanya ingin mencetak anak-anak yang pintar, tetapi juga yang berkepribadian luhur, bertanggung jawab, dan berintegritas,” katanya.

    Ia juga menggarisbawahi program strategis 9 BERANI yang menjadi prioritas Pemprov Sulteng, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat, sebagai upaya memperluas akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas secara merata.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu H. Hardi, S.Pd., M.Pd., Ketua Yayasan Otak Kanan Indonesia Nur Ilham C.H., C.,HT, Kepala Sekolah SD Islam Otak Kanan Palu Nur Iman, S.Pd., para guru, staf pengajar, serta orang tua siswa.

    “Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi demi menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.***