Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Gubernur Sulteng Usulkan Sejumlah Proyek Strategis Saat Terima Kunjungan Komisi V DPR RI

    Gubernur Sulteng Usulkan Sejumlah Proyek Strategis Saat Terima Kunjungan Komisi V DPR RI

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menegaskan bahwa kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Sulawesi Tengah difokuskan pada isu-isu strategis infrastruktur, baik transportasi darat, laut, maupun udara.

    Hal ini disampaikannya dalam sesi doorstop bersama awak media usai menggelar rapat dengan jajaran Komisi V DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Kamis (19/6/2025).

    “Alhamdulillah, tadi kami bersama Komisi V telah meninjau langsung Pelabuhan Pantoloan. Pak Ketua dan para anggota menyatakan dukungan penuh agar fasilitas bongkar muat segera diperbarui dengan digital, demi memperlancar arus logistik di pelabuhan tersebut,”ujar Gubernur Dr.Anwar Hafid.

    Ia juga memaparkan sejumlah usulan prioritas yang disampaikan kepada Komisi V DPR RI. Di antaranya adalah peningkatan status Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjadi bandara internasional untuk kepentingan tertentu, optimalisasi pelabuhan di Banggai Kepulauan, serta percepatan pemanfaatan Pelabuhan Donggala.

    Tak hanya sektor transportasi udara dan laut, Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur darat, khususnya jalan-jalan nasional yang perlu segera diperbaiki.

    Pemprov Sulteng, kata Gubernur Dr.Anwar Hafid, juga meminta dukungan rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah tua untuk menopang produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum turut meninjau progres pembangunan kembali Jembatan IV Palu yang ambruk akibat bencana tsunami pada September 2018.

    Beliau berharap percepatan kembali fungsi jembatan tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya.

    Sementara, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, SE,M.Si, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda reses untuk mengevaluasi sekaligus mengawasi pelaksanaan program pemerintah pusat di daerah.

    “Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan menyerap aspirasi. Usulan yang disampaikan oleh Gubernur akan kami bahas lebih lanjut dan menjadi prioritas,”ujar Andi Iwan kepada wartawan.

    Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Sulawesi Tengah diharapkan menjadi titik awal bagi percepatan realisasi proyek-proyek strategis nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan merata.***

  • Pemprov Sulteng Sampaikan Usulan Strategis Infrastruktur ke Komisi V DPR RI

    Pemprov Sulteng Sampaikan Usulan Strategis Infrastruktur ke Komisi V DPR RI

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan sejumlah usulan strategis terkait pembangunan infrastruktur dan layanan dasar kepada Komisi V DPR RI dalam kunjungan kerja yang berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, pada Kamis (19/6/2025).

    Usulan mencakup penguatan sektor transportasi darat, laut, udara, sumber daya air, hingga penyelesaian masalah perumahan pasca bencana.

    Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menyoroti kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayahnya yang merupakan salah satu yang terpanjang di Indonesia. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah pusat yang terus melanjutkan pembangunan, namun mengingatkan masih adanya sejumlah ruas vital yang membutuhkan perhatian lebih, seperti akses jalan menuju Gorontalo melalui wilayah utara Sulteng.

    “Alokasi anggaran pemeliharaan belum sebanding dengan panjang jalan nasional yang ada. Ini menjadi kendala mendasar dalam menjaga kualitas dan keamanan akses transportasi darat kami,”ujar Gubernur Dr.Anwar Hafid dalam forum tersebut.

    Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunker, Andi Iwan Darmawan Aras, serta sejumlah anggota Komisi V lainnya.

    Pada kesempatan itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid juga menyoroti optimalisasi pelabuhan, khususnya Pelabuhan Donggala yang terminal penumpangnya sudah sekelas bandara namun belum sepenuhnya beroperasi akibat persoalan sosial.

    Sementara itu, Pelabuhan di Banggai Kepulauan dinilai sangat strategis untuk konektivitas antarpulau di wilayah kepulauan. Ia pun berharap pengembangan pelabuhan ini bisa kembali masuk dalam program prioritas nasional setelah sebelumnya terpangkas karena efisiensi anggaran.

    Usulan lain yang mencuat adalah peningkatan status Bandara Mutiara Sis Al-Jufri di Palu menjadi bandara internasional tipe tertentu. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung mobilitas tenaga kerja asing dan arus logistik, mengingat besarnya aktivitas industri di Morowali dan keberadaan ribuan tenaga kerja asing, khususnya dari Tiongkok.

    “Saat ini mereka masih masuk melalui Makassar atau Manado. Palu dilewati. Kalau status bandara dinaikkan, akan sangat mendukung efisiensi dan pengembangan kawasan industri,” ujar Gubernur Dr.Anwar Hafid.

    Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah kabupaten di Sulteng telah memiliki bandara domestik sebagai penunjang pariwisata dan pembangunan wilayah. Namun, Banggai Kepulauan menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki bandara, yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

    Di sektor sumber daya air, Gubernur mengungkapkan banyak jaringan irigasi yang telah rusak akibat usia bangunan yang sudah tua, sebagian besar dibangun sejak 1980-an. Ia pun meminta dukungan pusat untuk merehabilitasi infrastruktur ini dalam rangka memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan Sulteng sebagai lumbung pangan.

    Sementara di sektor perumahan, Ia menyoroti masih adanya ratusan warga korban bencana 2018 yang tinggal di hunian sementara (Huntara), khususnya di Palu dan Donggala. Pemprov Sulteng terus mendorong penyediaan lahan untuk relokasi permanen, namun terbentur keterbatasan fiskal nasional.

    Gubernur juga menyinggung skema kolaborasi antara Pemprov dan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam perbaikan jalan nasional yang dilalui kawasan industri. “Jika tidak membangun flyover, maka perusahaan berkewajiban memperbaiki jalan. Ini bisa mengurangi beban APBN,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka menengah, Gubernur memaparkan program unggulan bertajuk “9 Berani”, yang merupakan singkatan dari Bersama Anwar-Reny. Fokus utama untuk Komisi V adalah program Berani Lancar yang menyasar pembangunan dan konektivitas infrastruktur. Selain itu, program Berani Cerdas (pendidikan tinggi) dan Berani Sehat (pembiayaan BPJS hingga UHC) juga tengah dikembangkan.

    Di akhir pertemuan, Gubernur menyatakan kesiapan Pemprov untuk mempresentasikan detail program dan usulan langsung ke kementerian terkait melalui Komisi V DPR RI.

    Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, termasuk perwakilan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Morowali, dan Wakil Wali Kota Palu yang turut menyampaikan aspirasi pembangunan di wilayah masing-masing.***

  • Kunjungan Kerja di Palu, Gubernur Anwar Hafid Harap Komisi V DPR RI Dorong Pembangunak Infrastruktur

    Kunjungan Kerja di Palu, Gubernur Anwar Hafid Harap Komisi V DPR RI Dorong Pembangunak Infrastruktur

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menyambut langsung kedatangan rombongan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam kunjungan kerja ke Palu, Kamis pagi (19/6/2025).

    Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda reses Komisi V untuk meninjau pembangunan infrastruktur dan transportasi di wilayah Sulawesi Tengah.

    Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras,SE,M.Si tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri pada pukul 06.13 WITA dengan penerbangan komersial dari Jakarta. Mereka disambut oleh Gubernur Dr.Anwar Hafid, Wakil Gubernur dr.Reny A. Lamadjido,Sp.PK,M.Kes, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, serta sejumlah pejabat dari pemerintah provinsi dan kementerian mitra kerja Komisi V.

    Dalam agenda kunjungan tersebut, Komisi V dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah infrastruktur strategis, termasuk Pelabuhan Pantoloan dan Jembatan Palu IV, yang merupakan bagian dari penguatan konektivitas transportasi dan logistik kawasan timur Indonesia.

    Setelah peninjauan lapangan, rombongan juga menggelar pertemuan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Sulteng, Pemerintah Kota Palu, serta Pemerintah Kabupaten Morowali di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

    Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. Ia berharap kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Sulteng.

    “Kehadiran Komisi V membawa harapan besar bagi pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Sulteng, terutama dalam memperkuat sektor logistik dan pelayanan publik,” ujarnya.

    Turut hadir dalam rombongan Komisi V DPR RI, antara lain : Sofwan Dedy Ardyanto (PDI-P), Yasti Soepredjo Mokoagow (PDI-P), Teguh Iswara Suardi (Nasdem), H.A. Bakri H.M. (PAN), Harmusa Oktaviani (Demokrat), dan H. Wastam (Demokrat).

    Sementara dari unsur kementerian, tampak hadir Dirjen Bina Marga Dr. Roy Rizali Anwar, Inspektur III Kementerian Perhubungan Dr. Ahmad, Dirjen Perumahan Perdesaan Dr. Irman, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa PDT Dr. Mulyadin Malik, serta Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Dr. Velix Wanggai.***

  • Hadiri Penyerahan Hibah Alat Praktik di SMK 8, Gubernur Apresiasi Dukungan PT. UT Terhadap Anak Sekolah

    Hadiri Penyerahan Hibah Alat Praktik di SMK 8, Gubernur Apresiasi Dukungan PT. UT Terhadap Anak Sekolah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri langsung acara penyerahan hibah alat praktik dari PT United Tractors Tbk (UT) kepada SMK Negeri 8 Kota Palu, sebagai bagian dari program CSR pendidikan “SOBAT” (Sekolah Binaan United Tractors), Rabu (18/6/2025).

    Acara yang digelar secara simbolis dengan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) ini menjadi momentum penting kolaborasi dunia usaha, pemerintah, dan dunia pendidikan dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Sulawesi Tengah.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan PT United Tractors terhadap sekolah kejuruan di Sulteng, khususnya jurusan Teknik Alat Berat. Ia mengaku kehadirannya di acara ini merupakan inisiatif pribadi, bukan agenda formal.

    “Kemarin ajudan saya tanya, siapa yang wakili? Saya bilang tidak, saya sendiri yang mau datang. Karena saya ingin mengapresiasi secara langsung kontribusi luar biasa dari United Tractors,” ujar Gubernur.

    Gubernur menegaskan bahwa kehadiran alat praktik ini sangat relevan dengan visi pemerintah provinsi dalam membenahi pendidikan vokasi sebagai solusi nyata menekan angka pengangguran terbuka di Sulawesi Tengah, yang saat ini mencapai hampir 300 ribu jiwa per tahun.

    “Saya ingin anak-anak kita masuk ke dunia kerja bukan hanya bermodal ijazah, tapi juga keterampilan yang dibuktikan dengan sertifikat. Kita ingin mereka masuk sebagai tenaga terampil, bukan hanya jadi petugas kebersihan,” tegasnya.

    Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulteng saat ini tengah menyiapkan sistem “Bursa Lapangan Kerja” berbasis digital di bawah program “BERANI Kerja” untuk menjembatani lulusan SMK dan sarjana dengan kebutuhan dunia industri.

    “Kalau PT United Tractors butuh 10 orang dan belum ada yang memenuhi syarat, kita latih dulu di Balai Latihan Kerja, sampai siap. Setelah itu baru kita kirim. Kita tidak ingin hanya sekadar ‘berani kerja’, tapi harus juga ‘berkualitas’ dan punya daya tawar,” tambah Gubernur.

    Selain itu, Pemprov juga telah menganggarkan beasiswa untuk 80.000 mahasiswa tahun ini, baik dari keluarga tidak mampu maupun mereka yang berprestasi dengan IPK di atas 3,7.

    “Jangan lagi ada alasan tidak bisa kuliah karena biaya. Cukup bawa surat keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa, atau buktikan IP tinggi. Semua kita siapkan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 8 Palu, Drs. Asrul Naguala, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah dan dunia industri. Ia menjelaskan bahwa SMKN 8 saat ini memiliki 4 jurusan, yaitu, Geologi Pertambangan, Teknik Alat Berat, Teknik Kimia Industri dan Teknik Reklamasi dan Rehabilitasi Hutan.

    Dengan jumlah siswa yang terus meningkat hingga 800 orang tahun ajaran baru, sekolah menghadapi keterbatasan ruang belajar dan fasilitas praktik. Namun, dengan bantuan dari PT United Tractors, seperti pembangunan 3 ruang belajar, hibah mobil praktik, hingga alat berat jenis PC-400, SMKN 8 mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.

    “Kami adalah satu-satunya sekolah binaan resmi United Tractors di Sulteng. Banyak yang ingin masuk, tapi harus melalui sistem,” ujar Kepsek Asrul.

    Ia juga memohon perhatian Gubernur untuk akses jalan dari gerbang ke dalam sekolah yang belum diaspal dan rawan kecelakaan saat hujan. Proposal telah diajukan sejak dua tahun lalu namun belum terealisasi.

    Perwakilan dari PT United Tractors Cabang Palu, Bapak Candra, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pilar pendidikan “UT Future” yang fokus membina SMK-SMK melalui program SOBAT.

    “Hibah ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang teknik alat berat,” ujarnya.

    Candra juga menyampaikan harapannya agar sinergi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan tahun depan.

    Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid berpesan agar semua pihak berpikir jangka panjang dalam membangun pendidikan di Sulawesi Tengah.

    “Mungkin hasilnya belum terasa dalam 5 tahun. Tapi insya Allah, 10–20 tahun ke depan, kita akan melihat betapa pentingnya fondasi yang kita tanam hari ini. Kita bangun Sulteng untuk 2045,” pungkasnya.***

  • Gubernur Sulteng Terima Kepala BPKP Baru, Bahas Sinergi Pengawasan dan Optimalisasi PAD

    Gubernur Sulteng Terima Kepala BPKP Baru, Bahas Sinergi Pengawasan dan Optimalisasi PAD

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid, M.Si menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah yang baru, Agus Yulianto, di ruang kerja gubernur, pada Selasa (17/6/2025).

    Kunjungan tersebut menjadi ajang perkenalan Agus Yulianto sebagai pimpinan baru BPKP Sulteng sekaligus momentum penyerahan laporan Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran T.A 2025.

    Dalam pertemuan itu, BPKP menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah demi mewujudkan visi pembangunan “Sulteng Nambaso”.

    Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyambut baik semangat kerja sama yang ditawarkan.

    “Kami mengucapkan selamat datang dan bertugas kepada Bapak Agus Yulianto. Kami berharap sinergi yang telah terbangun bersama BPKP dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel,”ujarnya.

    Dalam pertemuan itu, Gubernur juga menggarisbawahi fokus utama Pemprov Sulteng saat ini, yakni mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak, antara lain : Pajak Bahan Bakar, Pajak Air Permukaan, dan Pajak Kendaraan Bermotor.

    Ia pun berharap BPKP dapat turut mendampingi langkah-langkah strategis tersebut.

    Menanggapi permintaan tersebut, Agus Yulianto menyatakan kesiapan BPKP untuk terlibat aktif dalam mendukung proses pembangunan daerah melalui penguatan pengawasan dan pendampingan.

    “Kami telah menyiapkan personel dan siap membentuk tim kerja guna mendukung Pemprov Sulteng,”katanya.

    Audiensi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Dra. Novalina, MM, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. H. Rudi Dewanto, SE, MM.***

  • Wagub Sulteng Resmikan Klinik Assyifa Prima, dr Reny: Pentingnya Membangun Klinik yang Memiliki Standar Pelayanan Tinggi dan Humanis

    Wagub Sulteng Resmikan Klinik Assyifa Prima, dr Reny: Pentingnya Membangun Klinik yang Memiliki Standar Pelayanan Tinggi dan Humanis

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Suasana penuh harapan mewarnai peresmian Klinik Assyifa Prima pada Senin (16/6), yang langsung diresmikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido. Turut hadir dalam peresmian ini Direktur Klinik, dr. Magfirah Al’Amri, MARS, para direktur rumah sakit ternama di Palu, serta para dokter dan tenaga medis.

    Dalam sambutannya, dr. Reny menekankan pentingnya membangun klinik yang memiliki standar pelayanan tinggi dan humanis. Ia menyoroti tantangan dunia kesehatan saat ini, di mana tak sedikit tenaga kesehatan belum mampu memberikan layanan sesuai harapan masyarakat.

    “Dengan dibukanya Klinik Assyifa ini, saya berharap hadir klinik yang benar-benar berpihak pada pasien, ramah, dan mengikuti SOP dengan baik,” ungkap dr. Reny.

    Sementara itu, dr. Magfirah menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, peresmian ini adalah momen yang sudah lama ditunggu, mengingat banyak warga yang menantikan kapan klinik mulai beroperasi.

    “Kami siap memberikan pelayanan terbaik. Seluruh staf kami telah dipersiapkan untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan yang prima,” ujarnya.

    Kehadiran Klinik Assyifa Prima menambah pilihan layanan kesehatan berkualitas di Kota Palu dan menjadi simbol semangat baru dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan manusiawi.***

  • Gubernur Sulteng Pimpin Rapat Persiapan STQH XXVIII di Poso

    Gubernur Sulteng Pimpin Rapat Persiapan STQH XXVIII di Poso

    Ilong (detaknews.id) – Poso – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, memimpin rapat koordinasi ekspose persiapan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan digelar di Kabupaten Poso, tanggal 23 Juni – 27 Juni 2025 mendatang.

    Rapat berlangsung di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (17/6/2025), dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Fahrudin Yambas, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulteng, Dewan Pengawas, serta jajaran panitia provinsi dan daerah.

    Dalam arahannya, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam menyiapkan pelaksanaan STQH.

    Ia pun menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi memiliki makna mendalam dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    “STQH ini bagian dari misi Berani Berkah, yang mencakup program Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji. Jadi bukan sekadar kompetisi, tapi juga sarana pembinaan akhlak dan spiritual masyarakat,”ujarnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan teknis dan nonteknis, termasuk kenyamanan peserta dan dewan hakim. Ia berharap kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan Qori-Qoriah terbaik yang bisa mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional bahkan internasional.

    Ia pun turut membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Bupati Morowali yang pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi pada 2017. Ia menekankan perlunya koordinasi solid antara panitia provinsi dan kabupaten demi kesuksesan acara.

    Sementara itu, Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar melaporkan bahwa persiapan STQH telah mencapai 90 %. Lapangan Sintuwu Maroso ditetapkan sebagai lokasi utama kegiatan, sementara penerimaan kafilah dijadwalkan pada tanggal 21 Juni 2025.

    “Kami siap menyambut seluruh peserta dan tamu undangan. Seluruh elemen masyarakat Poso turut mendukung kegiatan ini,”ujarnya.

    Rapat juga diikuti oleh para staf ahli gubernur, para asisten kepala perangkat daerah, serta panitia pelaksana dari provinsi dan Kabupaten Poso.***

  • Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmennya untuk Mendorong Kemajuan Lembaga-Lembaga Pendidikan saat Letakkan Batu Pertama Pembangunan MDA Alkhairaat

    Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmennya untuk Mendorong Kemajuan Lembaga-Lembaga Pendidikan saat Letakkan Batu Pertama Pembangunan MDA Alkhairaat

    Ilong (detaknews.id) – Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat di Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Minggu (15/6/2025).

    Peletakan batu pertama ini menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sulteng terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda di daerah pegunungan Kulawi Raya.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan lembaga-lembaga pendidikan berbasis masyarakat, termasuk madrasah diniyah yang menjadi tulang punggung pendidikan dasar keagamaan di desa-desa.

    “Insyaallah, kami ingin pendidikan keagamaan di Sulawesi Tengah ini tumbuh beriringan dengan program Berani Cerdas. Tidak cukup hanya pintar ilmu dunia, tapi juga harus kuat akhlaknya,” kata Gubernur.

    Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan MDA di daerah terpencil seperti Tompe Bugis sejalan dengan prinsip kepemimpinan BERANI yang berpihak pada pemerataan layanan dasar pendidikan dan keagamaan hingga pelosok.

    Ketua Yayasan dan Komite MDA Alkhairaat Tompe Bugis menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan umat di wilayah Kulawi Selatan. Ia mengungkapkan bahwa bangunan madrasah sempat terdampak gempa dan belum sepenuhnya pulih, sehingga pembangunan baru ini menjadi harapan besar masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anak secara layak dan berkelanjutan.

    “Kami sudah lama menanti pembangunan ini. Alhamdulillah hari ini Pak Gubernur hadir langsung untuk meletakkan batu pertama. Ini bukan hanya bangunan, tapi simbol bahwa daerah terpencil pun diperhatikan,” ujar Ketua Komite.

    Turut hadir dalam acara ini Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae yang juga letakkan batu pertama, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, dan para pejabat dari Dinas Pendidikan, serta tokoh-tokoh Alkhairaat wilayah Kulawi Raya.

    Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, disaksikan oleh ratusan warga, serta para tokoh agama dan adat setempat.

    Dalam penutupannya, Gubernur berharap agar pembangunan MDA ini segera tuntas dan bisa digunakan secepatnya untuk mendukung pendidikan diniyah di Tompe Bugis.***

  • Bersama Masyarakat, Gubernur Sulteng Launching Gema Kerukunan Kulawi Raya

    Bersama Masyarakat, Gubernur Sulteng Launching Gema Kerukunan Kulawi Raya

    Ilong (detaknews.id) – Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido secara resmi meluncurkan Gema Kerukunan Masyarakat Kulawi Raya di Lapangan Garuda, Desa Tompe Bugis, Kecamatan Kulawi Selatan, Minggu (15/6/2025).

    Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan Sulawesi Tengah.

    Peluncuran ditandai dengan pembacaan Maklumat Budaya Toleransi Suku, Budaya, dan Agama oleh tokoh-tokoh adat Kulawi, sebagai penegasan komitmen masyarakat dalam menjaga harmoni dan nilai-nilai luhur kearifan lokal.

    Acara berlangsung khidmat namun penuh semangat kekeluargaan. Turut hadir Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Novalina, anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, dan hampir seluruh kepala OPD eselon II lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas budaya Kulawi yang tetap hidup dan menjadi pengikat masyarakat di tengah keberagaman.

    “Kepemimpinan BERANI tidak boleh hanya dibangun di atas meja. Ia harus tumbuh dari bawah, bersama rakyat. Dan saya bersyukur bisa datang langsung mendengar suara masyarakat Kulawi,” kata Gubernur.

    Gubernur menyatakan bahwa kunjungannya kali ini adalah untuk mendengar, bukan sekadar menyampaikan program.

    “Saya tidak akan banyak bicara. Silakan sampaikan langsung saja, ‘Pak, kami butuh ini.’ Biar cepat, kami catat dan tindak lanjuti. Karena kami datang untuk mendengar, bukan menjanjikan tanpa dasar,” ujarnya.

    Usai launching, Gubernur membuka sesi dialog rakyat. Warga dari berbagai desa menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka alami, mulai dari jembatan yang belum diperbaiki di Desa Wangka, akses jalan di Desa Lonca, sungai yang mengancam pemukiman di Desa Gimpu, hingga ketiadaan listrik PLN di empat desa pegunungan.

    Sejumlah guru dan kepala sekolah juga menyampaikan kondisi pendidikan yang memprihatinkan. Seorang guru dari SMPN 32 Kulawi menyampaikan bahwa mereka terpaksa memakai ruang guru dan ruang seni sebagai kelas belajar karena keterbatasan ruangan. Ketua Komite SD Inpres Dekade 6 juga menyoroti kerusakan bangunan sekolah yang belum tersentuh pascagempa.

    Seorang ibu dari Desa Gimpu memohon agar ada dokter tetap di puskesmas karena warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat. “Kalau gawat, kami harus ke Palu. Tapi nyawa tidak bisa ditunggu,” ujarnya dengan suara lirih.

    Menanggapi hal tersebut, Gubernur langsung menanggapi satu per satu.

    “Kalau SMA, sore ini juga saya putuskan. Kalau SMP, kami akan koordinasi dengan Pak Bupati. Semua kami tindak lanjuti. Sekolah-sekolah rusak nanti saya minta Sekprov untuk segera koordinasi dengan Balai Cipta Karya PUPR,” tegasnya.

    Gubernur juga memaparkan program-program prioritas Sembilan BERANI, termasuk Berani Cerdas yang membebaskan seluruh siswa SMA/SMK dari pungutan, Berani Sehat yang menanggung seluruh pembiayaan pengobatan rakyat tanpa BPJS aktif, hingga Berani Lancar dan Berani Menyala yang fokus pada infrastruktur jalan dan listrik desa.

    “Untuk pendidikan tinggi, kami sudah siapkan beasiswa kuliah sebesar Rp280 miliar. Bahkan untuk jurusan kedokteran kami bantu sampai Rp20 juta per semester,” jelasnya.

    Gubernur juga memastikan pembangunan jalan provinsi Kalukubula-Gimpu dilanjutkan melalui skema multiyears senilai hampir Rp200 miliar dan akan dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.

    Sementara itu, Bupati Sigi n Moh Rizal Intjenae menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur terhadap pembangunan Kulawi Raya.

    “Wilayah Kulawi ini adalah kawasan istimewa yang masih menjaga kelestarian hutan. Di sini juga ada potensi wisata besar seperti Air Terjun Maimah-air panas alami yang langka di Sulawesi Tengah. Saya yakin jika infrastruktur ditingkatkan, maka ekonomi rakyat pun tumbuh. Terima kasih Pak Gubernur, yang tidak hanya hadir, tapi membawa seluruh jajaran OPD provinsi untuk melihat langsung kondisi masyarakat kami,” ujar Bupati.

    Bupati juga menyebut bahwa Gubernur telah menyatakan komitmennya untuk menghadiri HUT ke-17 Kabupaten Sigi pada 24 Juni mendatang, sekaligus memberikan hadiah pembangunan kantor DPRD definitif untuk Sigi.

    Menutup acara, Gubernur kembali menegaskan bahwa peluncuran Gema Kerukunan bukanlah acara seremonial belaka, melainkan langkah nyata menjaga nilai-nilai harmoni di tengah keberagaman.

    “Kalau daerah seperti Kulawi bisa hidup rukun dalam keberagaman, maka inilah teladan pembangunan yang sesungguhnya. Dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat,” pungkasnya.***

  • Ketua FPK Tegaskan Pengusaha di Sulteng “Wajib” Membantu atau Menyumbang Pada Kegiatan Pemda

    Ketua FPK Tegaskan Pengusaha di Sulteng “Wajib” Membantu atau Menyumbang Pada Kegiatan Pemda

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Ketua Front Pemuda Kaili (FPK) Erwin Lamporo kepada media ini Minggu (15/6-2025), via aplikasi whatsAppnya menegaskan pengusaha yang ada di daerah ini “wajib” membantu atau menyumbang kegiatan pemerintah daerah, baik itu pemprov Sulteng, kota dan Kabupaten.

    “Masa disini mereka berusaha, baru tidak mau berpartisipasi dalam giat pemda, seperti perayaan hari ulang tahun pemda,”ujar mantan anggota DPRD Sulteng itu.

    Menurutnya panitia hari ulang tahun pemda dengan berbagai macama event seperti semarak Sulteng Nambaso dibawah kepemimpinan pasangan Anwar Hafid – Reny A Lamadjido pasti punya sistem pertanggungjawaban secara tertulis (admimistrasi) untuk merincin anggaran APBD dan bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat. Dan itu sah.

    “Untuk mengetahui penggunaan anggaran event pemprov seperti semarak Sulteng Nambaso dalam rangkan Hut Daerah ke 61 akan diketahui pada tahun berikutnya yakni 2026 setelah ada laporan hasil pemeriksaan keuangan pemerintah (LHKP) oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan Sulteng,”kata Erwin.

    Erwin menegaskan kalau sekarang ada pihak-pihak yang melaporkan panitia semarak Sulteng Nambaso ke aparat penegak hukum (APH) wajar-wajar saja, tapi yang pastinya APH juga akan menunggu hasil audit BPK.

    “Dan panitia semarak Sulteng Nambaso yang ditunjukkan oleh Gubernur Sulteng bapak Anwar Hafid, saya yakin orang-orang yang kapabel. Artinya mereka memiliki kapasitas dan kapibilitas, jadi kecil kemungkinan untuk melakukan kekeliruan soal permintaan dukungan pembiayaan kegiatan tersebut ke pihak ketiga,”jelas Erwin.

    Erwin mengatakan event Semarak sulteng Nambaso itu dinikmati kebanyakan masyarakat kota Palu Sulteng, termasuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga mereka terbantu dalam penjualan barang dagangannya.

    “Contoh penjual air mineral (UMKM) pada hari-hari biasa yang tadinya hanya laku 1 dus, pada saat semarak Sulteng Nambaso bisa menjual atau laku sampai 10 dus perhari,”kata Erwin mencontohkan.

    Erwin menilai panitia semarak Sulteng Nambaso pasti punya laporan keuangan yang jelas, item apa yang dibiayai pihak ke tiga dan item yang mana dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

    “Yang penting sumbangan pihak ketiga tidak mengikat dan tidak ada paksaan, tapi sukarela. Dan jelas peruntukannya,”ungkap Erwin.

    Untuk menjadi perbandingan berikut ini referensi dikutip di google.com sumbangan pihak ketiga bisa digunakan untuk kegiatan perayaan hari ulang tahun daerah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Sumbangan tersebut harus bersifat sukarela, tidak mengikat, dan perolehannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

    Selain itu, jika sumbangan berupa uang atau yang dipersamakan dengan uang, maka harus dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Penjelasan lebih lanjut:

    Sumbangan Sukarela:
    Sumbangan yang diberikan oleh pihak ketiga haruslah bersifat sukarela, artinya tidak ada paksaan atau tekanan untuk memberikan sumbangan tersebut.

    Tidak Mengikat:
    Sumbangan tidak boleh menimbulkan kewajiban atau keterikatan tertentu bagi pemerintah daerah.

    Sesuai Peraturan:
    Penerimaan sumbangan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan tentang pengelolaan keuangan daerah dan penerimaan hibah.

    Pencantuman dalam APBD:
    Jika sumbangan berupa uang atau setara uang, maka harus dicantumkan dalam APBD. Hal ini penting untuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Pengelolaan Aset:
    Barang bergerak maupun tidak bergerak yang berasal dari sumbangan pihak ketiga menjadi kekayaan daerah dan pengelolaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

    Contoh Kasus:
    Misalnya, sebuah perusahaan swasta ingin menyumbangkan dana untuk kegiatan perayaan HUT daerah. Perusahaan tersebut boleh memberikan sumbangan, asalkan sumbangan tersebut sukarela, tidak ada paksaan, dan tidak menimbulkan kewajiban apapun bagi pemerintah daerah.

    Pemerintah daerah harus memasukkan sumbangan tersebut dalam APBD dan mengelolanya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Penting untuk dicatat:
    Meskipun sumbangan pihak ketiga diperbolehkan, perlu diingat bahwa anggaran utama untuk kegiatan perayaan HUT daerah sebaiknya berasal dari APBD.

    Sumbangan pihak ketiga sebaiknya hanya menjadi tambahan untuk memeriahkan acara dan tidak menjadi sumber utama pendanaan.***