Tag: Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng

  • Rembuk Budaya Buol, Resmi di Buka Oleh Gubernur Anwar Hafid

    Rembuk Budaya Buol, Resmi di Buka Oleh Gubernur Anwar Hafid

    Ilong (detaknews.id) – Buol – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi membuka kegiatan Rembuk Budaya Buol 2025, di Anjungan Leok 1 Kabupaten Buol, Selasa Sore (27/5-2025) sekitar pukul 16:30 wita.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan rembuk tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah daerah khususnya Kabupaten Buol dalam melestarikan kekayaan budaya lewat penguatan kembali nilai-nilai budaya dalam pemerintahan, di tengah kemajuan zaman.

    “Rembuk Budaya ini bukan hanya wadah pelestarian tradisi, tetapi forum penting masyarakat dan pemerintah dalam merumuskan langkah strategis dalam penguatan budaya daerah,” ucap Gubernur

    Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sulawesi Tengah. “Dengan mengucap bismillah, Rembuk Budaya Buol saya buka,”  ucap Anwar Hafid seraya mengayun tabuh gong.

    Sebagai agenda musyawarah budaya yang besar, upacara pembukaan rembuk budaya tersebut dihadiri oleh seluruh dewan adat, tetua, dan pemangku dari wilayah Kabupaten Buol.

    Di sela sambutan pembukaan, Anwar Hafid mengatakan bahwa kunjungan kerja Pemprov Sulteng ke Buol saat ini menjadi istimewa sebab menjadi kunjungan perdana selama ia dan dr. Reny terpilih memimpin Sulteng.

    “Saya menyatakan dan buktikan pada hari ini Kabupaten Buol ini adalah kabupaten pertama kunjungan kerja saya kerja saya terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur,” ucap Anwar Hafid.

    Mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Budaya, Ripuh Noto Tanda Nio”, Anwar Hafid menilai kegiatan tersebut selaras dengan salah satu program Gubernur Sulawesi Tengah, yakni Berani Berkah.

    “Lewat Berani Berkah, nilai-nilai budaya, nilai-nilai religi, dan adat-istiadat itu kita kuatkan lagi,” ucap Anwar Hafid.

    Dalam kunjungannya ke Buol saat ini, Anwar Hafid juga menegaskan bahwa ia tidak sekadar datang “tunjuk muka”, lebih daripada itu, ia hadir untuk merealisasikan janji dan programnya bersama Wakil Gubernur secara khusus di Buol.

    Hal ini ia dibuktikan dengan menghadirkan secara langsung seluruh Kepala Dinas dan OPD dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk hadir bermusyawarah bersama dengan Bupati Buol serta seluruh Kepala Dinas dan OPD Buol.

    “Juga hadir di sini para pimpinan perangkat daerah, 48 kepala dinas hadir di sini. Kepala bank pembangunan Sulteng, Direktur BPJS, Kepala badan statistik,” ucapnya.

    Terkait kegiatan Rembuk Budaya di Buol, Raja Buol, Mohammad Safri Turungku, menegaskan bahwa kegiatan Rembuk Budaya tersebut merupakan agenda penting yang sarat akan makna dalam rangka melestarikan adat dan tradisi khusunya dalam lingkup Kerajaan Buol.

    “Selaku Raja Buol, pemangku adat tertinggi dalam wilayah Buol, saya mendukung penuh rembuk budaya termasuk penyusunan dan pembentukan sistem peradilan adat Buol, nantnya” ungkap. Raja Safri.

    Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, budaya dan adat-istiadat sebagai identitas Buol akan diangkat dan diterapkan kembali dalam kehidupan masyarakat.

    “Budaya bukan sekedar warisan masa lalu, di dalam di sinilah (Rembuk Budaya) kita tetapkan kembali,”

    Ia juga berharap melalui hasil dan keputusan rembuk budaya tersebut nantinya dapat menjadi

    “Untuk generasi muda, pelajari budayamu, karena di sanalah masa depanmu. Insyaallah saya siap jadi pelindung dan pengayom agar segala keputusan rembuk ini terlaksana dengan bijak,” ungkapnya.

    Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, dalam sambutannya turut mengapresiasi kegiatan yang dijadwalkan selama dua hari tersebut.

    Ia menilai, sistem adat-istiadat luhur yang menjadi identitas Tanah Buol masih relevan dipergunakan dalam mengatur tatanan hidup bermasyarakat sekarang ini.

    “Jika ada masalah kecil janganlah dibawah ke hukum, cukup diselesaikan dengan hukum adat,” ucap Risharyudi.

    Dalam momentum tersebut, ia juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Buol akan memberi dukungan penuh terhadap seluruh program Gubernur dan Wakil Gubernur, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido.

    “Insyaallah buol siap mendukung penuh program 9 berani dari bapak dan ibu gubernur. Buol siap berkolaborasi,” serunya.***

  • Tiba di Buol, Gubernur Anwar Hafid di Beri Gelar Tau Doka oleh Raja Buol

    Tiba di Buol, Gubernur Anwar Hafid di Beri Gelar Tau Doka oleh Raja Buol

    Ilong (detaknews.id) – Buol – Rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Anwat Hafid – Reny A Lamadnido tiba di bandara Pogogul Buol.

    Rombongan Anwar – Reny tiba di bandara Pogogul sekitar pukul 11:20 wita dengan menumpang pesawat bisnis wings air.

    Turut mendampingi Gubernur Anwar dan Wagub Reny, sekitar 70an pejabat pemprov, mulai dari Asisten, Kepala OPD, Karo dan Kabid.

    Diantaranya Kepala Dinas Binamarga dan Penataan Ruang Faidul Keteng, Kaban Pendapatan Rifki Anata alias Bon, Kadis Kehutanan Muh Nenk, Direktur RSUD Undata drg.Herry Muliyadi. M.Kes, Kadis Cikasda Andi Rully Djanggola, M.Si, Plt Kadis Perkebunan dan Peternakan Rohani Mastura dan sejumlah pejabat pemprov lainnya.

    Turun dari pesawat rombongan Gubernur dan Wagub dijemput oleh Bupati Buol H.Risharyudi Triwibowo, M.M dan Wabup Muh.Natsir Dai Maroto dan sejumlah Forkopinda Buol.

    Dalam perjalanannya dari bandara Pogogul Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reny Lamadjido bersama rombongan tampak disambut antusias masyarakat dan siswa- siswi Sekolah Dasar, SMP dan SMA yang berdiri dipinggiran ruas jalan Kecamatan Momunu.

    Sebelum menuju Rumah Raja untuk dinobatkan sebagai Tau Doka, Anwar dan Reny mampir salat Duhur di Masjid Agung Buol.

    Usai salat Duhur, Gubernur dan Wagub bersama rombongan menuju Rumah Raja Buol untuk diberi gelar Tau Doka oleh Raja Buol Muhammad Safri Turungku.

    Tepat pukul 13:13 wita Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reny A Lamadjido tiba di Istana Raja Buol dan langsung diberi gelar Tau Doka.

    Adalah Raja Buol ke 7, Muhammad Safri Turungku menyematkan gelar adat Tau Doka kepada Gubernur Anwar Hafid.

    Raja Buol Muhammad Safri Turungku dalam sambutannya mengatakan mari kita dukung terwujudnya daerah Sulteng yang makin maju dalam program 9 Berani. Dan Buol hebat.

    “Penobatan gelar Tau Doka ini adalah penghargaan dan dedikasi yang diberikan kepada bapak Gubernur Anwar Hafid dalam memimpin sulteng Nambaso,”ujar Raja Buol M Safri.

    Safri meminta Gubernur salaku Tau Doka agar memperhatikan dan melestarikan adat istiadat budaya Buol khususnya dan Sulteng umumnya.***

  • Tiba di Buol, Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng Disambut Dengan Antusias oleh Masyarakat

    Tiba di Buol, Gubernur – Wakil Gubernur Sulteng Disambut Dengan Antusias oleh Masyarakat

    Ilong (detaknews.id) – Buol – Rombongan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes beserta Kepala OPD Provinsi Sulteng tiba dan disambut Pemerintah Kabupaten Buol dan masyarakat di Bandar Udara Pogogul Abdul Karim Mbouw, sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (27/5/2025).

    Terlihat antusias dan semangat Pemerintah dan masyarakat saat menyambut kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di Tanah Pogogul.

    Tak hanya itu dalam perjalanannya menuju mesjid Agung Buol, terlihat Anak-Anak sekolah dengan antusias berdiri di bahu jalan untuk menyambut kedatangan Orang Nomor 1 & 2 di Sulteng itu.

    Adapun Kunjungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka menghadiri pembukaan kegiatan Rembuk Budaya tahun 2025.

    Sebagai informasi, Rembuk Budaya Buol digagas sebagai forum strategis untuk memperkuat identitas dan struktur adat masyarakat Buol. Dari kegiatan ini akan dirumuskan sejumlah rekomendasi penting, antara lain:

    1. Penguatan kelembagaan Kerajaan dan Dewan Adat Buol,
    2. Pembentukan Peradilan Adat Buol,
    3. Pembentukan Dewan Kesenian Buol,
    4. Penguatan Literasi Buol, termasuk inisiasi Bahasa Buol masuk dalam kurikulum muatan lokal di tingkat SD dan SMP.

    Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi dasar pengusulan Peraturan Daerah tentang Kerajaan dan Dewan Adat Buol yang akan diajukan oleh Pemerintah Daerah ke DPRD Kabupaten Buol.

    Lebih lanjut, dalam perjalanannya, Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid bersama rombongan tampak disambut antusias masyarakat dan siswa- siswi Sekolah Dasar yang berdiri dipinggiran ruas jalan Kecamatan Momunu.***

  • Tawarkan Potensi Daerah, Gubernur Anwar Hafid Paparkan Potensi Strategis Dengan Investor Tiongkok Melalui Diskusi Virtual

    Tawarkan Potensi Daerah, Gubernur Anwar Hafid Paparkan Potensi Strategis Dengan Investor Tiongkok Melalui Diskusi Virtual

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, memaparkan langsung potensi strategis daerah dalam diskusi virtual bersama sejumlah investor asal Tiongkok, Selasa (26/5/2025). Kegiatan ini difasilitasi oleh DPP Apindo Sulawesi Tengah dan berlangsung dari ruang kerja Gubernur.

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa Sulawesi Tengah terbuka luas terhadap masuknya investasi asing, khususnya dari Tiongkok yang selama ini menjadi mitra penting Indonesia dalam sektor ekonomi dan pembangunan.

    “Kita melihat Tiongkok sebagai mitra strategis. Investasi mereka di Indonesia sangat besar, dan Sulawesi Tengah memiliki banyak peluang yang belum tergarap optimal,” ujar Anwar Hafid.

    Ia menyebutkan berbagai sektor unggulan yang dapat menjadi daya tarik investor, mulai dari pengembangan kawasan industri dan tambang emas serta tembaga, hingga sektor kelautan, perikanan, dan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air dan surya.

    “Sulteng kini menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. Kawasan industri seperti smelter nikel, LNG, dan kelapa sawit berkembang pesat, semua berjalan aman dan kondusif,” tambahnya.

    Gubernur juga menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi untuk menindaklanjuti setiap peluang kerja sama yang muncul dari diskusi tersebut.

    “Kami siap bergerak cepat. Sulawesi Tengah terbuka untuk investasi dan siap memberi kepastian kepada para investor,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua DPP Apindo Sulteng, Wijaya Chandra, menyambut positif langkah cepat pemerintah daerah dalam membuka ruang dialog dengan calon investor internasional.

    “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Sulawesi Tengah ke dunia internasional. Kehadiran langsung Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada para investor,” ucapnya.

    Ia memastikan Apindo Sulteng akan terus menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dan investor, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***

  • Gubernur dan Wagub Dorong Modernisasi RSUD Undata dan Madani

    Gubernur dan Wagub Dorong Modernisasi RSUD Undata dan Madani

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menggelar pertemuan strategis bersama civitas RSUD Undata dan RSUD Madani di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin (26/5/2025).

    Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan layanan kesehatan publik yang modern, manusiawi, dan berstandar internasional di Sulawesi Tengah.

    Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya penyediaan pelayanan umum yang berkualitas tinggi, tanpa diskriminasi, bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia mengusulkan agar RSUD Undata dan Madani tidak hanya menjadi rumah sakit umum, tetapi juga menghadirkan layanan khusus yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara maksimal.

    “Rumah sakit ini bukan hanya soal bangunan, tapi bagaimana kita memberi pelayanan yang membuat masyarakat merasa dilayani secara layak dan bermartabat,” ujar Anwar Hafid.

    Mengambil inspirasi dari RSUP Wahidin Sudirohusodo di Makassar yang memiliki fasilitas unggulan seperti JIS dan PCC, Anwar mendorong agar Sulawesi Tengah memiliki pusat pelayanan serupa di RSUD Undata. Ia menyarankan pemanfaatan ruang kosong di bagian belakang rumah sakit untuk membangun fasilitas modern yang dilengkapi teknologi dan sistem pelayanan terbaik.

    “Kita harus berani membangun sesuatu yang menunjukkan Sulawesi Tengah bisa memiliki rumah sakit bertaraf internasional. Tidak perlu merombak semua, tapi tata kembali, benahi, dan modernisasi bagian-bagian penting, terutama bagian depan,” katanya.

    Tak hanya soal fasilitas, Anwar juga menekankan pentingnya perencanaan yang partisipatif. Ia meminta masukan langsung dari para tenaga kesehatan, arsitek, hingga perencana teknis agar desain rumah sakit dapat memenuhi standar keindahan, keamanan gempa, dan kenyamanan kerja tenaga medis.

    “Saya ingin perencanaan ini lahir dari dialog bersama, dari mereka yang paham lapangan. Supaya desainnya bukan hanya indah, tapi juga kuat secara struktur, nyaman bagi petugas, dan aman bagi pasien. Termasuk soal pintu masuk, itu fleksibel. Yang penting masyarakat merasa dilayani dengan baik,” tegasnya.

    Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido turut menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik dan kolaboratif dalam pembangunan rumah sakit ke depan. Ia menyambut baik arahan Gubernur dan mengajak seluruh civitas untuk mendukung upaya reformasi sistem kesehatan di daerah.

    Pemerintah provinsi menargetkan RSUD Undata dan RSUD Madani dapat menjadi model rumah sakit rujukan yang mengedepankan pelayanan manusiawi, aksesibilitas publik, serta kesiapan menghadapi tantangan kesehatan masa depan.***

  • 36 Petinju Adu Skill, Berani Boxing Champion Tarik Minat Masyarakat

    36 Petinju Adu Skill, Berani Boxing Champion Tarik Minat Masyarakat

    Ini bukan sekadar pertandingan fisik, tapi panggung bagi generasi muda kita untuk menunjukkan karakter BERANI (Bersatu, Energik, Responsif, Aktif, Nasionalis, dan Inspiratif).

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gelaran Berani Boxing Champion (BBC) 2025 yang berlangsung di 168 House, Palu, Sabtu (25/5/2025), ditutup dengan penyerahan medali dan sabuk kemenangan langsung oleh Ketua Pengprov Pertina Sulawesi Tengah, Fathur Razaq Anwar. Turnamen ini mempertandingkan 36 petinju dari berbagai kabupaten/kota se-Sulteng dalam 18 partai, termasuk empat partai putri.

    Dalam sambutannya usai laga final, Fathur menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan semangat para atlet muda. Ia menyebut BBC 2025 sebagai langkah awal dalam membuka ruang kompetitif yang layak dan bermartabat bagi para petinju Sulawesi Tengah.

    “Ini bukan sekadar pertandingan fisik, tapi panggung bagi generasi muda kita untuk menunjukkan karakter BERANI — bersatu, energik, responsif, aktif, nasionalis, dan inspiratif. Nilai-nilai itu bukan hanya penting dalam olahraga, tapi juga dalam kehidupan,” ujarnya.

    Fathur menegaskan, olahraga tinju harus dilihat sebagai bagian dari pembinaan karakter-bukan hanya soal kekuatan otot, tapi juga soal kedisiplinan, kerja keras, dan mental baja. Ia berharap BBC bisa menjadi tradisi kompetisi rutin yang mampu melahirkan petinju-petinju tangguh dari Bumi Tadulako, siap bersaing di pentas nasional, termasuk PON 2028.

    Sebagai bentuk tindak lanjut, Fathur mengumumkan bahwa ajang berikutnya akan digelar pada Juli 2025 di PGM. Event tersebut dirancang dengan skala lebih besar, menghadirkan lawan-lawan dari luar daerah, serta menjadi sarana awal penjaringan atlet berprestasi untuk program jangka panjang menuju kejuaraan nasional.

    “Kita akan hadirkan gestar dari Jakarta, dan pertandingan nanti tidak lagi sekadar uji tanding, tapi benar-benar kelas prestasi. Kita ingin menemukan bibit asli Sulawesi Tengah yang bisa diorbitkan untuk mewakili daerah ke tingkat lebih tinggi,” ujarnya.

    Fathur juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama 168 House sebagai tuan rumah, Mortal Camp, Smanor, serta seluruh sponsor yang berkontribusi terhadap kelancaran acara.

    “Sulawesi Tengah itu luar biasa. Kita pantas dikenal oleh provinsi lain, bahkan negara lain. Tapi itu hanya bisa tercapai kalau kita bangun bersama. Bukan hanya di tinju, tapi juga otomotif, seni, budaya, dan olahraga lainnya,” tutupnya.

    BBC 2025 pun resmi ditutup dengan optimisme tinggi bahwa arena ini bukan hanya tempat bertarung, tapi juga tempat lahirnya harapan baru bagi dunia olahraga Sulawesi Tengah.***

  • Memasuki Tahap Akhir, Pemprov Sulteng Persiapkan Pelantikan Bupati Parigi dan Bupati Banggai

    Memasuki Tahap Akhir, Pemprov Sulteng Persiapkan Pelantikan Bupati Parigi dan Bupati Banggai

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong serta Bupati dan Wakil Bupati Banggai terpilih hasil Pilkada Serentak 2024.

    Persiapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan akhir proses pemilihan kepala daerah yang telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

    Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr.Fahrudin Yambas,M.Si menyampaikan bahwa pelantikan dua kepala daerah tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

    “Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita akan laksanakan pelantikan Bupati Parigi dan Bupati Banggai. Segala persiapan sedang dimatangkan agar proses pelantikan berjalan lancar dan khidmat,”terang Asisten Fahrudin di ruang kerjanya, pada Jum’at (23/5/2025).

    Saat ini, Pemerintah Provinsi masih menunggu fisik Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Dalam Negeri yang menjadi dasar pelaksanaan pelantikan.

    Untuk itu, Ia akan menggelar rapat bersama jajaran terkait pada hari Senin (26/5), guna membahas persiapan teknis dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

    “Sambil menunggu fisik resmi (SK) tiba di Palu, segala hal yang berkaitan dengan teknis dan administrasi pelantikan terus kami siapkan,”pungkasnya.***

  • DPRD Prov. Sulteng Gelar Rapat Paripurna Dengan Gubernur, Syarifuddin Hafid: RPJMD Harus Jadi Pilar Pembangunan

    DPRD Prov. Sulteng Gelar Rapat Paripurna Dengan Gubernur, Syarifuddin Hafid: RPJMD Harus Jadi Pilar Pembangunan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – DPRD Provinsi Sulawesi Tengah resmi memulai pembahasan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Kamis (22/5/2025).

    Wakil Ketua DPRD, Syarifudin Hafid, menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi agar RPJMD benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menilai dokumen ini harus menjadi peta jalan pembangunan yang jelas dan akuntabel untuk lima tahun mendatang.

    “RPJMD bukan sekadar dokumen formal, tapi fondasi kebijakan yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Kami di DPRD siap mendukung dan mengawal agar penyusunannya berjalan transparan dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Syarifudin.

    Rapat ini juga diwarnai dengan penyampaian laporan panitia khusus dan penandatanganan nota kesepahaman antara DPRD dan Pemprov Sulawesi Tengah, menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.

    Syarifudin menambahkan bahwa sinergi antara legislatif dan eksekutif adalah kunci untuk memastikan program-program prioritas berjalan optimal, mendukung visi pemerintahan Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido demi kemajuan Sulawesi Tengah.***

  • Apresiasi Perhatian dan Dukungan Gubernur Anwar Hafid, Kabalai BPJN akan Tindak Tegas Perusahaan yang Melanggar Aturan

    Apresiasi Perhatian dan Dukungan Gubernur Anwar Hafid, Kabalai BPJN akan Tindak Tegas Perusahaan yang Melanggar Aturan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Dadi Muradi, ST., MT mengapresiasi perhatian dan dukungan Gubernur Anwar Hafid terhadap keberadaan dan pemeliharaan jalan nasional di wilayah aktivitas pertambangan.

    Seperti di Kota Palu, Donggala, Banggai, Morowali, dan Morowali Utara, yang selama ini menjadi jalur lalu lintas utama bagi kendaraan operasional perusahaan tambang.

    “BPJN Sulteng sangat berterima kasih kepada Gubernur Anwar Hafid yang secara konsisten mendukung upaya kami dalam meningkatkan kemantapan jalan nasional,” kata Dadi Muradi di Palu, Rabu (21/5-2025).

    Sebelumnya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam beberapa kesempatan bertemu korporasi dan perusahaan tambang, mengingatkan tanggung jawab perusahaan dalam memelihara jalan.

    Anwar Hafid meminta agar perusahaan ikut berpartisipasi memperbaiki jalan yang dilintasi. Jika tidak, silakan bangun jalan sendiri.

    Menurut Dadi, sapaan akrabnya, penggunaan jalan nasional oleh kendaraan tambang sebenarnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Kemudian ada Peraturan Menteri PU Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Jalan.

    Sesuai dua regulasi tersebut, kendaraan tambang semestinya menggunakan jalan khusus, bukan jalan umum.

    “Kalaupun terpaksa menggunakan jalan nasional, maka perusahaan tambang wajib memiliki izin dispensasi dari Kementerian PUPR,” tegasnya.

    Sejumlah perusahaan di Sulteng, lanjutnya, telah memenuhi ketentuan ini. Di antaranya dengan menggunakan jalur alternatif (flyover) atau melakukan peningkatan kualitas jalan nasional yang dilalui, seperti rigid pavement.

    Salah satu contoh yang patut diapresiasi adalah PT IMIP yang beberapa bulan lalu, turut membiayai peningkatan kapasitas jalan nasional di wilayah operasional mereka di Kabupaten Morowali.

    Selain IMIP di Morowali, BPJN mengemukakan bahwa perusahaan tambang di kawasan Watusampu, Kota Palu, juga telah menunjukkan komitmennya.

    Perusahaan-perusahaan tambang galian C di Watusampu sudah mulai memperbaiki jalur logistik mereka.

    Seperti memperkuat struktur jalan menggunakan rigid pavement, serta memperbaiki sistem drainase.

    “Alhamdulillah, ini semua tidak lepas dari dukungan Gubernur Sulteng dan juga Wali Kota Palu. Kami sangat menghargai komitmen mereka dalam menjaga kemantapan jalan nasional,” ucap Dadi.

    Namun, BPJN masih menemukan beberapa perusahaan, khususnya di Morowali dan Morowali Utara, yang belum mengajukan izin dispensasi.

    BPJN akan terus memantau dan bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan.

    “Kami memang masih pending sejumlah permohonan izin. Tapi berkat anjuran Pak Gubernur, sudah mulai banyak perusahaan tambang yang menunjukkan itikad baik. Bahkan ada yang melalui dana CSR-nya ikut memperbaiki jalan nasional,” salut Dadi.

    Beberapa kilometer jalan nasional di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, sudah diperkuat dengan rigid dan dilengkapi drainase. Ini luar biasa, BPJN Sulteng sangat berterima kasih.***

  • Pemerintah Pusat – Daerah Tunjukkan Komitmen Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Program Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan

    Pemerintah Pusat – Daerah Tunjukkan Komitmen Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Program Koperasi Merah Putih Resmi Diluncurkan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah pusat dan daerah kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peluncuran Program Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd, didampingi oleh Wakil Menteri Ir. Ahmad Riza Patria, M.B.A. Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, M.Si di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK) Palu pada Kamis (22/5/2025).

    Acara ini dihadiri lebih dari lima ribu kepala desa, lurah, camat, dan para pemangku kepentingan desa dari seluruh Sulawesi Tengah. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari lintas kementerian dan lembaga pemerintah pusat menandai pentingnya acara ini sebagai momentum besar bagi gerakan pemberdayaan desa secara nasional.

    Dalam sambutannya, Menteri Yandri menekankan bahwa koperasi Merah Putih merupakan instrumen strategis dalam membangun kemandirian desa. Ia menyatakan bahwa program ini adalah amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, yang menginginkan agar uang negara mengalir ke desa-desa dan dikelola oleh warga desa sendiri, bukan hanya oleh segelintir pihak. Koperasi Merah Putih tidak boleh dipahami sebagai program bantuan biasa, melainkan sebagai gerakan besar yang menumbuhkan kekuatan ekonomi rakyat dari akar rumput.

    Menteri Yandri juga mendorong agar pembentukan koperasi dapat dirampungkan pada akhir bulan ini, dengan proses legalisasi melalui akta notaris. Ia mengingatkan bahwa dana desa dapat digunakan untuk pembiayaan akta notaris sebesar Rp2,5 juta, sesuai ketentuan maksimal tiga persen dari anggaran, selama tidak terjadi tumpang tindih dengan bantuan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Setelah notarisasi, koperasi harus segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM agar memperoleh legalitas hukum yang sah.

    Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan semangat dan visinya dalam menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat di wilayahnya. Ia mengangkat masalah nelayan lokal yang kalah bersaing dengan nelayan luar, serta menegaskan perlunya keberanian mengambil langkah nyata untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi kepada masyarakat.

    Anwar menekankan pentingnya membangun pemerintahan desa yang berlandaskan nilai-nilai religius, gotong royong, serta tata kelola yang bersih dan berpihak kepada rakyat. Ia mengajak seluruh kepala desa untuk bersatu dan bergerak bersama membangun Sulawesi Tengah Baru yang lebih kuat dan sejahtera.

    Dalam kesempatan tersebut, program makan bergizi gratis juga menjadi fokus perhatian. Program ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan anak-anak di desa sekaligus menjadi bagian dari upaya nasional memberantas kemiskinan dan stunting. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Keuangan, telah berkolaborasi untuk memastikan program ini berjalan dengan baik dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.

    Gema semangat dari kegiatan ini membawa harapan baru bahwa desa akan menjadi pusat pergerakan ekonomi nasional. Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi kedaulatan ekonomi rakyat.

    Pemerintah menargetkan seluruh proses pembentukan dan legalisasi koperasi selesai pada akhir Juni 2025, sehingga pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025, koperasi-koperasi desa ini sudah dapat mulai beroperasi. Presiden Republik Indonesia direncanakan akan meresmikan peluncuran koperasi Merah Putih secara nasional pada 28 Oktober 2025 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

    Melalui gerakan koperasi ini, pemerintah berharap agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa. Dengan lebih dari 75 ribu desa di seluruh Indonesia dan mayoritas penduduk tinggal di desa, pemberdayaan ekonomi desa adalah keniscayaan.

    Menteri Yandri mengajak seluruh kepala desa untuk tetap semangat dan yakin bahwa peran mereka strategis, bahkan bisa melampaui ekspektasi. Ia menegaskan.

    “Jangan pernah kecilkan peran kepala desa, karena dari desa, lahir pemimpin bangsa. Gubernur pun bisa berasal dari desa,” ujarnya.

    Kegiatan ini membuktikan bahwa kekuatan bangsa berawal dari kekuatan desa. Dengan keberanian untuk bergerak dan komitmen untuk memberdayakan, desa bukan lagi pelengkap pembangunan nasional, melainkan menjadi poros utama masa depan Indonesia.***