Tag: Pemprov Sulteng

  • Wagub Sulteng Tegaskan Komitmen Pemprov Dalam Perkuat Peran BPD Sebagai Pilar Utama Demokrasi Desa

    Wagub Sulteng Tegaskan Komitmen Pemprov Dalam Perkuat Peran BPD Sebagai Pilar Utama Demokrasi Desa

    BPD Garda Desa untuk Menyukseskan Program Berani

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi dalam memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai pilar utama demokrasi desa.

    Hal ini ia sampaikan saat membuka Temu Raya BPD ke-II yang digelar di Jojokodi Convention Center (JCC), Kota Palu, Kamis (7/8/2025). Di hadapan para peserta, Wagub Reny menyebut BPD sebagai mitra strategis kepala desa dan corong utama aspirasi masyarakat.

    Ia menegaskan bahwa tanpa BPD yang kuat, pembangunan di desa akan pincang. Karena itu, Pemprov Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan kapasitas BPD melalui regulasi, insentif, dan sinergi lintas sektor.

    dr. Reny menjelaskan, seluruh program unggulan yang digagas pemerintah provinsi saat ini berada dalam payung visi “Berani”, yang bukan sekadar slogan, melainkan singkatan dari Bersama Anwar dan Reny. Filosofi ini mencerminkan kekompakan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mengawal sembilan program prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga ketahanan desa.

    Ia menekankan bahwa semangat Berani bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi harus menjadi gerakan bersama hingga ke tingkat desa.

    Wagub dr. Reny memaparkan sejumlah program yang langsung menyentuh masyarakat desa. Salah satunya adalah Berani Cerdas, program bantuan pendidikan untuk mahasiswa dan siswa SMK. Biaya kuliah, prakerin, dan uji kompetensi kini ditanggung penuh oleh Pemprov. Menurutnya, banyak anak-anak dari keluarga BPD dan masyarakat desa yang sangat terbantu karena tidak lagi terbebani biaya pendidikan.

    Selain itu, ia juga menguraikan tentang program Berani Sehat. Masyarakat Sulawesi Tengah yang tidak memiliki jaminan kesehatan kini bisa langsung mengaktifkan BPJS Kesehatan melalui program ini. Bahkan bagi mereka yang sebelumnya memiliki tunggakan iuran, cukup dialihkan ke Berani Sehat tanpa harus melunasi tunggakan lama.

    Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada warga Sulteng yang sakit tanpa mendapat layanan hanya karena persoalan administrasi.

    Wagub juga menjelaskan bahwa Pemprov telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang tata kelola dan pengawasan pemerintahan desa, yang mengatur peran BPD secara komprehensif. Perda ini akan diperkuat dengan peraturan gubernur serta petunjuk teknis, termasuk rencana pemberian insentif bagi BPD yang aktif dan berkontribusi nyata dalam pembangunan desa.

    Dalam kesempatan itu, ia memberi dukungan penuh terhadap perjuangan Ketua Forum BPD Sulteng, Fery Radiansyah, yang mendorong agar 3% Dana Desa dapat dialokasikan untuk penguatan kelembagaan BPD. Reny menyebut telah berdiskusi langsung dengan kepala badan terkait dan memastikan bahwa usulan ini sedang dalam proses percepatan, dengan target paling lambat Januari 2026 sudah mulai berjalan di seluruh desa.

    dr. Reny juga menceritakan pengalamannya sebagai mantan Kepala Puskesmas di Kecamatan Dolo, yang saat itu menangani wilayah kerja hingga 78 desa. Ia memahami betul dinamika di lapangan dan menyadari bahwa kekuatan desa sangat bergantung pada sinergi antara kepala desa, BPD, dan pemerintah di atasnya.

    dr. Reny juga mengingatkan bahwa keberadaan BPD sangat menentukan arah pembangunan desa. Ia menyebut banyak kepala desa yang baru menyadari pentingnya BPD saat proses musrenbang, karena tanpa tandatangan BPD, tidak ada satu pun rencana kerja yang bisa dijalankan. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh unsur pemerintahan untuk tidak meremehkan posisi BPD, dan justru memperkuat kolaborasi demi kemajuan desa.

    Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur menyerukan semangat sinergi dan solidaritas lintas tingkatan. Ia mengajak BPD untuk menjadi bagian dari gerakan Berani, menjadikan desa sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang tangguh, berdaya saing, dan inklusif.

    “Kalau desa kuat, Sulawesi Tengah pasti hebat. Dan kalau BPD solid, maka rakyat desa akan punya suara dan masa depan yang lebih pasti. Kami, di provinsi, berdiri bersama kalian,” pungkas dr. Reny.***

  • Gubernur Anwar Hafid Pimpin Kepala Daerah Se-Sulteng Ikuti Sosialisasi dan Komitmen Pemberantasan Korupsi di Kantor KPK

    Gubernur Anwar Hafid Pimpin Kepala Daerah Se-Sulteng Ikuti Sosialisasi dan Komitmen Pemberantasan Korupsi di Kantor KPK

    Ilong (detaknews.id) – Jakarta – Gubernur Anwar Hafid memimpin para bupati, walikota dan didampingi ketua DPRD se Sulteng mengikuti sosialisasi dan komitmen penyelarasan pemberantas korupsi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Hari ini Rabu (6/8-2025), saya bersama para Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD se-Sulawesi Tengah berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),”tulis Gubernur Sulteng Anwar Hafid diakun face booknya yang dikutip media ini Kamis (7/8-2025).

    Menurutnya kedatang Gubernur Anwar Hafid dan Rombongan para kepala daerah serta ketua DPRD se Sulteng itu sebagai bentuk nyata dukungan, komitmen dalam menyelaraskan aksi pemberantasan korupsi dari Pusat hingga ke daerah-daerah.

    “Kedatangan kami semua adalah bentuk nyata komitmen kita menyelaraskan aksi pemberantasan korupsi dari pusat hingga daerah,”tandas mantan bupati Morowali dua periode itu.

    Gubernur Sulteng yang mantan Kades itu menegaskan bahwa dirinya bersama pimpinan daerah lainnya ingin memastikan tata kelola pemerintahan di Sulteng berjalan bersih, transparan dan bertanggungjawab.

    “Kami ingin memastikan bahwa tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tengah berjalan bersih, transparan, dan bertanggung jawab,”jelas mantan Camat itu.

    Politisi Partai Demokrat yang juga mantan anggota DPR RI itu mengatakan kolaborasi dengan KPK adalah bagian dari ikhtiar menjadikan integritas sebagai pondasi utama pembangunan daerah.

    Jhohanis Tanak salah seorang pimpinan KPK menyambut dan memberikan pencerahan bagi para kepala daerah dan Ketua-tua DPRD Se Sulteng.

    Ketua KPK yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah tahun 2014 itu menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam memberantas korupsi.

    “Saya malu kalau daerah saya banyak korupsi. Rapat ini diadakan karena rasa sayang kami terhadap bapak-ibu sekalian. Apapun yang disembunyikan, pasti ketahuan, karena alat kami di KPK sudah canggih,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan sumpah jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

    “Tolong dibaca kembali sumpah jabatan, minta setiap pegawai membacanya ulang saat memangku jabatan, agar sadar betul beban tugas yang diemban,” lanjutnya.

    Ketua KPK juga menekankan bahwa korupsi terbesar di Indonesia bukan pengadaan barang dan jasa, tetapi juga dalam pelayanan publik.

    “Kedepan, pendidikan anti korupsi akan masuk dalam kurikulum sejak sekolah dasar,” ungkap putera kelahiran Poso itu.***

  • Selaras Dengan Visi Pemda, Gubernur Sulteng Dukung Investasi Industri Hijau PT IGIP di Morowali

    Selaras Dengan Visi Pemda, Gubernur Sulteng Dukung Investasi Industri Hijau PT IGIP di Morowali

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi PT International Green Industrial Park (IGIP) yang akan membangun kawasan industri hijau terintegrasi di Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

    Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Dr.Anwar Hafid saat menerima audiensi Direktur Kawasan PT IGIP, Mr.Cui Tao, bersama jajaran, di ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah, pada Senin (4/8/2025).

    Dalam pertemuan itu, pihak perusahaan memohon dukungan dari pemerintah daerah guna mempercepat proses realisasi pembangunan kawasan industri tersebut.

    Mr.Cui Tao menjelaskan, kawasan yang akan dikembangkan oleh PT IGIP sebelumnya merupakan kawasan milik PT ATI dan akan segera ditransformasi menjadi kawasan industri hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    “Kami mohon dukungan pemerintah provinsi untuk memperlancar realisasi pembangunan kawasan IGIP,” ujar Mr.Cui.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap niat investasi tersebut, terutama karena selaras dengan visi pembangunan hijau yang tengah didorong oleh pemerintah daerah.

    Ia pun menekankan pentingnya penerapan energi terbarukan, penataan desa di sekitar kawasan, serta keberpihakan pada masyarakat lokal.

    “Sambalagi merupakan wilayah strategis, tidak hanya karena potensi industrinya, tapi juga karena kawasan pariwisata seperti Sambori. Kami berharap kehadiran PT IGIP juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Ia mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan PT IGIP terintegrasi dengan program prioritas Pemprov Sulteng dalam bingkai Nawacita BERANI, yakni : BERANI Cerdas, BERANI Sehat, dan BERANI Tangkap Banyak.

    Ia berharap PT.IGIP dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk beasiswa kuliah ke Tiongkok, serta pembangunan rumah sakit yang dapat diakses masyarakat dengan BPJS. Mengingat kawasan tersebut berada di pesisir, Ia juga meminta perusahaan membantu nelayan lokal dengan penyediaan alat tangkap modern.

    Selain itu, Ia mengingatkan pentingnya keterbukaan dan kerjasama perusahaan terkait potensi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang bersumber dari sektor industri, seperti pajak bahan bakar minyak, pajak kendaraan bermotor, dan pajak air permukaan.**

  • Berani Harmoni, Anwar Hafid Usung Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Inklusif

    Berani Harmoni, Anwar Hafid Usung Pariwisata sebagai Penopang Ekonomi Inklusif

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menegaskan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah pasca-era kejayaan nikel.

    Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Dialog & Lokakarya Sulawesi Tengah 2025 di Swiss-Belhotel Palu, Selasa (5/8/2025), dengan mengusung tema “Berani Harmoni Wujudkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Berkelanjutan dan Inklusif yang digelar oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulteng.

    “Kita tidak bisa terus bergantung pada nikel. Umurnya diperkirakan tinggal 10 tahun. Saya bersyukur, kini industri di Morowali mulai berkembang menjadi industri global yang juga mengolah alumina dan komoditas lainnya,” ujar Anwar Hafid.

    Namun ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang mencapai angka tinggi belum secara nyata menurunkan angka kemiskinan.

    Menurutnya, ekosistem industri saat ini masih belum berpihak sepenuhnya kepada masyarakat lokal. Hanya sekitar 40 persen tenaga kerja di kawasan industri berasal dari Sulawesi Tengah, sementara sebagian besar uang yang beredar akhirnya dibelanjakan di luar daerah.

    “Saya bukan diskriminatif, tapi saya punya semangat kedaerahan. Mungkin saya belum bisa jadi negarawan, tapi saya harus jadi daerawan,” tegas Gubernur.

    Anwar Hafid juga menyebut kekayaan potensi pariwisata Sulawesi Tengah yang luar biasa, mulai dari Pulau Togean, tempat Presiden Megawati pernah bermalam, hingga Danau Paisupok yang dijuluki danau terjernih di dunia, situs megalitikum Lore, Danau Lindu, Danau Poso, Pulau Didiri, hingga Tanjung Karang.

    “Kita punya semua. Tinggal keberanian untuk menjadikannya prioritas pembangunan,” ujarnya.

    Dialog dan lokakarya ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Deputi Bidang Industri dan Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Ir. Rizky Handayani Mustafa, Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, Dr. Amin Abdullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Irfan Sukarna, Kepala BI Sulteng periode 2024–2025, Rony Hartawan, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., dan Ketua ISEI Cabang Palu Koordinator Sulteng, Dr. Muzakir Tombolotutu, S.E., M.Si. Acara ini dipandu oleh Wakil Dekan FEB Untad, Dr. Suparman, S.E., M.Si., selaku moderator.***

  • Gubernur Sulteng Terima Audiensi PGRI, Dukung Program Go Public Fund Education

    Gubernur Sulteng Terima Audiensi PGRI, Dukung Program Go Public Fund Education

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah, Syam Zaini, S.Pd., M.Si., di ruang kerjanya, pada Senin (4/8/2025).

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana W., SKM., M.Kes.

    Dalam pertemuan itu, Ketua PGRI Sulteng Syam Zaini menyampaikan sejumlah agenda penting PGRI Sulawesi Tengah, termasuk rencana pelaksanaan kegiatan Go Public Fund Education yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2025 di Kota Palu.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan nyata PGRI Sulteng terhadap Program BERANI Cerdas, yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendorong transformasi dan pemerataan pendidikan.

    Agenda tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Unifah Rosyidi. Selain menjabat sebagai ketua umum, Prof. Unifah juga merupakan anggota Dewan Eksekutif Education International, organisasi profesi guru tingkat dunia yang beranggotakan 181 negara.

    Ia pun berharap Gubernur Dr.Anwar Hafid dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid menyambut baik laporan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran PGRI Sulteng serta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah atas sinergi yang terbangun dalam mendukung program strategis daerah.

    Ia pun menyatakan komitmennya untuk menghadiri langsung kegiatan tersebut dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah.

    Biro Administrasi Pimpinan

  • Pemprov Sulteng dan Kemenag Sulteng Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Fokus Sinkronisasi Data dan Dukungan PPG Guru PAI

    Pemprov Sulteng dan Kemenag Sulteng Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Fokus Sinkronisasi Data dan Dukungan PPG Guru PAI

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM, melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (4/8) bertempat di Kantor Kanwil Kemenag Sulteng, Jl. Prof. Moh. Yamin, Palu.

    Audiensi ini membahas sejumlah isu strategis, salah satunya adalah minimnya sinkronisasi data siswa antara instansi pemerintah daerah dengan Kementerian Agama. Hal ini berdampak pada tidak terbacanya data siswa madrasah dan pesantren dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terutama bagi siswa yang berpindah jalur dari SMA ke madrasah atau sebaliknya.

    “Kita akan agendakan kembali pertemuan lanjutan untuk mencari solusi lebih mendalam. Kami menduga, banyaknya data anak putus sekolah di Sulawesi Tengah disebabkan tidak sinkronnya data antar instansi,” jelas Sekda Novalina.

    Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sulteng juga menyampaikan dukungan nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan agama dengan membiayai Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 124 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA dan SMK. Program PPG ini dilaksanakan di UIN Datokarama Palu, dengan pembiayaan sepenuhnya oleh Pemprov Sulawesi Tengah.

    Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi tinggi komitmen Pemprov Sulteng dalam bidang pendidikan.

    “Kami sangat berterima kasih atas pembiayaan PPG untuk guru PAI. Ini sangat berarti karena sudah lama dinantikan oleh para guru. Selain itu kami siap berkolaborasi mendukung program Berani Cerdas yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Muchlis.

    Ia menambahkan, kolaborasi ini penting untuk memastikan masa depan pendidikan di Sulawesi Tengah dan dapat menghasilkan investasi sumber daya manusia yang berkualitas.

    Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun integrasi data pendidikan dan peningkatan mutu guru agama, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Sulawesi Tengah.***

  • Gubernur Anwar Hafid Pastikan Peluang Kerja untuk Anak Daerah saat Buka Job Fair Sulteng

    Gubernur Anwar Hafid Pastikan Peluang Kerja untuk Anak Daerah saat Buka Job Fair Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka pengangguran melalui pelaksanaan Job Fair 2025 bertajuk “Berani Melangkah, Siap Kerja.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Auditorium Utama Universitas Tadulako (Untad) Palu, hasil kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, Resmi Grasi, dan pihak kampus.

    Sejak pagi, ribuan pencari kerja dari berbagai daerah memadati lokasi acara. Lebih dari 50 perusahaan nasional dan lokal hadir langsung membuka peluang kerja, menawarkan lebih dari dua ribu lowongan di berbagai sektor. Dunia pertambangan, perhotelan, keuangan, hingga teknologi informasi bertemu di satu titik dengan satu harapan, mempertemukan tenaga kerja Sulawesi Tengah dengan masa depan yang lebih pasti.

    Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, membuka acara secara langsung dan menyampaikan arahan yang tegas sekaligus membangun. Ia mengapresiasi perusahaan yang membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas dan mendorong semua pelaku usaha agar lebih serius memprioritaskan tenaga kerja lokal.

    “Saya tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial tahunan. Kalau dari hasil Job Fair ini, justru sebagian besar yang diterima bukan ber-KTP Sulawesi Tengah, maka tahun depan saya tidak akan hadir lagi. Kita harus pastikan rakyat kita sendiri yang merasakan manfaatnya,” tegas Gubernur.

    Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi tidak akan ragu untuk mengevaluasi kegiatan semacam ini jika tidak memberi dampak nyata bagi warga lokal. “Kalau komposisinya masih 60 persen dari luar, saya anggap ini gagal. Tapi kalau 1.500 orang yang diterima itu berasal dari Sulawesi Tengah, saya akan dukung Job Fair ini setiap bulan,” ucapnya Gubernur.

    Menurut Gubernur, Sulawesi Tengah setiap tahun meluluskan sekitar 23 ribu siswa SMA/SMK. Dari data yang dihimpun, separuh dari mereka memilih langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan. Tak hanya itu, puluhan ribu sarjana juga lahir tiap tahun di daerah ini. Tantangan terbesar bagi pemerintah adalah memastikan mereka tidak hanya selesai sekolah, tapi juga mendapatkan akses ke pekerjaan yang layak dan berkeadilan.

    Gubernur menyoroti kawasan industri di Morowali dan Morowali Utara yang menyerap sekitar 300 ribu pekerja, tetapi mayoritas berasal dari luar Sulawesi Tengah. Begitu pula dengan rantai pasok kebutuhan pokok seperti beras, daging, dan telur yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Menurutnya, situasi ini tidak bisa terus dibiarkan.

    “Jangan sampai rakyat kita hanya jadi penonton di tanahnya sendiri. Tanah, air, dan kekayaan ini adalah milik mereka juga. Para pelaku usaha punya tanggung jawab moral untuk membuka ruang sebesar-besarnya bagi putra-putri Sulawesi Tengah,” kata Anwar Hafid.

    Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas SDM melalui program BERANI. Ia menyebut Berani Cerdas hadir untuk menjamin keberlanjutan pendidikan, dan Berani Bekerja hadir untuk membuka akses keterampilan dan lapangan kerja.

    “Mahasiswa yang tidak mampu bayar kuliah, bawa langsung ke Dinas Pendidikan. Pemerintah Provinsi yang jamin,” tegasnya.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Arnold Firdaus, menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Sulawesi Tengah saat ini tercatat 3,02 persen, menjadikan daerah ini sebagai yang terendah ketiga secara nasional. Namun, ia menekankan bahwa angka ini harus terus ditekan lewat program yang tepat sasaran seperti Job Fair. Menurutnya, Job Fair bukan hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, pengembangan karier, hingga perluasan jaringan profesional.

    Dalam rangka memperkuat ekosistem ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi juga meluncurkan aplikasi SIPEKERJA, sebuah sistem informasi berbasis digital yang menyajikan data lowongan kerja secara terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

    Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Amar, menyambut hangat kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan perguruan tinggi. Ia menilai Job Fair ini sebagai langkah konkret untuk membangun kesadaran karier di kalangan mahasiswa sejak masih duduk di bangku kuliah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Untad ke-44 yang akan diperingati pada 14 Agustus mendatang.

    Melalui Unit Pengembangan Akademik (YUPA), kampus terus mendorong mahasiswa mengembangkan semangat kewirausahaan dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

    “Kami tidak ingin mahasiswa hanya tamat, tapi juga siap bekerja dan punya arah karier yang jelas,” ujar Rektor.

    Job Fair 2025 menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya membangun gedung dan jalan, tapi juga membuka masa depan, dengan memastikan warganya bisa bekerja, mandiri, dan sejahtera di tanahnya sendiri.***

  • Terima Audiensi Pengurus GMAHK Tatura Palu, Gubernur Sulteng Siap Berikan Dukungan Pembesaran Gereja

    Terima Audiensi Pengurus GMAHK Tatura Palu, Gubernur Sulteng Siap Berikan Dukungan Pembesaran Gereja

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi jajaran pengurus Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Tatura Palu. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulteng, Senin (4/8/2025).

    Rombongan yang hadir dipimpin oleh Gembala Jemaat, Pdt. Boby Nanariain, M.Th, bersama sejumlah pengurus inti lainnya. Mereka antara lain Ketua Jemaat Markus Ramba, Kornelius Thayeb, dan Eveline Lumowa, serta Sekretaris Jemaat John Lorry. Turut hadir juga Ketua Pembangunan Gereja Ever Refualu, Seksi Dana Pembangunan Gereja Bernadetha Parubak dan Ryrie Kondolele, serta Tim Seksi Proposal yang diwakili Jeis Montesori dan Stanly Lumowa.

    Dalam audiensi tersebut, para pengurus menyampaikan perkembangan jemaat GMAHK Tatura yang terus mengalami pertumbuhan signifikan. Kondisi ini mendorong perlunya pembesaran bangunan gereja agar kegiatan ibadah dan pelayanan dapat berjalan optimal. Mereka juga menyerahkan proposal pembangunan sebagai bentuk permohonan dukungan kepada pemerintah provinsi.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas semangat pelayanan yang ditunjukkan jajaran pengurus GMAHK Tatura Palu. Ia menegaskan bahwa rumah ibadah harus menjadi tempat yang hidup dan ramai, sebagai pusat spiritualitas sekaligus kebersamaan umat.

    “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Berjamaah mendorong agar seluruh rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura, maupun wihara, menjadi tempat yang aktif dan makmur oleh kegiatan keagamaan. Karena itulah, pembangunan dan pemeliharaan rumah ibadah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan sosial kita,” ujar Gubernur.

    Terkait permohonan pembesaran gereja, Gubernur menyatakan siap memberikan dukungan dan memastikan bahwa aspirasi tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat toleransi dan sinergi lintas agama yang menjadi fondasi pembangunan berkeadaban di Sulawesi Tengah.***

  • Dorong Kedisiplinan ASN, Gubernur Anwar Hafid Terapkan Absensi Digital Lewat Aplikasi B-Kin

    Dorong Kedisiplinan ASN, Gubernur Anwar Hafid Terapkan Absensi Digital Lewat Aplikasi B-Kin

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat komitmen terhadap reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penerapan absensi digital berbasis aplikasi Berani Berkinerja (B-Kin).

    Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, secara resmi menginstruksikan pemberlakuan sistem kehadiran digital mulai Agustus 2025, yang berlaku bagi seluruh ASN, baik organik maupun non-organik di lingkup Pemprov Sulteng.

    “Kinerja kita dimulai dari disiplin. Oleh karena itu, mulai Agustus ini, saya instruksikan seluruh ASN menggunakan sistem absensi digital. Ini bagian dari upaya kita membangun tata kelola yang baik, sekaligus mendukung Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK,” tegas Gubernur dalam rapat, Senin (4/8/2025).

    Aplikasi Berani Berkinerja (B-Kin) menjadi tulang punggung sistem pengawasan dan evaluasi berbasis teknologi yang dikembangkan untuk memastikan kinerja ASN dapat dimonitor secara real time dan objektif, termasuk kehadiran harian.

    Dalam rapat tersebut, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemprov Sulteng memiliki banyak talenta ASN, terutama yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi (IT), namun belum diberdayakan optimal. Ia menyebut salah satu staf Pemprov non-job justru direkrut oleh dua kementerian pusat karena kemampuan IT-nya yang mumpuni.

    “Bayangkan, dua menteri pakai dia. Padahal dia staf kita yang tidak punya jabatan. Ini tamparan buat kita semua. Artinya banyak ASN hebat yang belum kita lihat,” ungkapnya.

    Gubernur meminta seluruh OPD segera memetakan dan mengaktivasi ASN berpotensi, khususnya yang menguasai bidang digitalisasi, agar tidak dibiarkan menganggur. Ia menegaskan pentingnya peran pimpinan dalam pembinaan SDM ASN, tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas administratif.

    Sebagai bentuk apresiasi terhadap ASN yang menunjukkan kinerja unggul dan dedikasi tinggi, Gubernur mencanangkan program “ASN Emas” yang akan diumumkan pada HUT Provinsi Sulteng tahun 2026. ASN terpilih akan mendapatkan dukungan pengembangan karier, beasiswa pendidikan, serta promosi jabatan tanpa harus mengajukan permintaan sendiri.

    “Mulai sekarang amati mereka. ASN Emas ini yang kita siapkan masa depannya. Kalau dia mau sekolah, kita sekolahkan. Kalau dia layak promosi, kita bantu sampai ke tingkat pusat,” tegas Gubernur.***

  • Jangan Lewatkan Kesempatan Beli Beras Murah, GPM Mobile Akan Hadir di Halaman TVRI Palu

    Jangan Lewatkan Kesempatan Beli Beras Murah, GPM Mobile Akan Hadir di Halaman TVRI Palu

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gerakan Pangan Murah (GPM) Mobile yang digelar oleh kerjasama pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah dan Bulog akan hadir di Halaman TVRI di sabtu 2 Agustus 2025 mendatang.

    Kegiatan yang sejalan dengan Berani Sejahtera tersebut merupakan langkah pemerintah dalam menekan harga kenaikan beras medium yang saat ini menembus harga Rp.14.500 – 15.000/kg-nya.

    Pemerintah Provinsi dalam menjaga kestabilan harga beras, melalui Dinas Pangan Provinsi dan Bulog akan kembali mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan menyalurkan beras SPHP dengan harga Rp. 12.000-12.500/kg-nya, Kamis (31-07/2025).

    Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam Arifuddin, S.Ag diwakili Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Huria Fatimah, S.Pi., M.Si mengatakan program GPM tersebut akan digelar di halaman TVRI dan terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

    “Dengan modal KTP, masyarakat bisa membeli beras murah tersebut 5 sampai 10 kg per-rumah tangganya. Dengan tujuan, program ini dapat membantu mengatasi kenaikan harga beras medium di kalangan masyarakat,” tutur Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi itu.

    Huria juga menjelaskan bahwa beras SPHP yang dijual tersebut merupakan beras dengan kualitas medium dan bisa dibeli oleh semua orang.

    “GPM ini merupakan solusi bagi masyarakat yang terkendala dengan kenaikan harga beras, adapun beras SPHP yang ditawarkan pada program GPM ini ialah beras kualitas medium dengan rasa premium tetapi di jual dengan harga yang merakyat,” imbuhnya.

    “Karena ini berkaitan dengan harga pangan yang melambung tinggi, juga rasa dari beras tersebut,” papar Huria.

    Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk mampir di Halaman TVRI dan tidak melewatkan kesempatan membeli pangan (beras) dengan harga murah.

    “Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan beras kualitas medium dengan harga murah, jangan lupa hari sabtu tanggal 02 Agustus untuk datang ke Halaman TVRI dengan membawa KTP,” jelas Kabid itu sambil mengajak masyarakat.***