Tag: Pemprov Sulteng

  • Dinas ESDM Sulteng Sebut 136 Perusahaan Galian C Ajukan RKAB, 7 Sudah Terbit

    Dinas ESDM Sulteng Sebut 136 Perusahaan Galian C Ajukan RKAB, 7 Sudah Terbit

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng Drs.Arfan, M.Si melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Kabid-Minerba) Sultanisah menjawab media ini Senin (17/5-2026) via chat di aplikasi whatsAppnya menjelaskan bahwa terdapat 292 IUP status OP di Sulteng, namun tidak semua mengajukan rencana kerja anggaran biaya (RKAB).

    “Dan tercatat hanya 136 perusahaan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C berstatus OP yang mengajukan RKAB. Dan 21 diantaranya sedang dalam proses serta 7 yang sudah mendapatkan RKAB,”ujar Sulten.

    Menurutnya ke 7 perusahaan tambang itu masing-masing di kabupaten Donggala 3 perusahaan tambang, di Morowali ada 2 dan Motowali Utara juga ada 2 yakni :

    1. PT. Rezki utama jaya
    2. PT. Pasi wita aksata
    3. PT. Khatulistiwa mineral and mining
    4. PT. Jasatama mandiri sukses
    5. CV. Indologo sejahtera
    6. PT. Bosowa tambang Indonesia
    7. PT. Sinar mutiara megalithindo.

    “Jadi bukan 3 perusahaan tambang yang sudah mengantongi RKAB, tapi ada 7,” jelas Sultanisa

    “Tentunya, langkah ini diharapkan dapat memacu perusahaan tambang lainnya di Sulteng untuk segera melengkapi dokumen administratif sesuai dengan regulasi yang berlaku agar operasional pertambangan tetap berjalan legal dan sesuai aturan,” tuturnya.***

  • Belum Kantongi RKAB, Bapenda Palu Koordinasi ke ESDM Sulteng Soal Pajak Galian C

    Belum Kantongi RKAB, Bapenda Palu Koordinasi ke ESDM Sulteng Soal Pajak Galian C

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Hasil koordinasi kepala badan pendapatan daerah (Bapenda) kota Palu Imran, SE, M.Si dengan kepala dinas energi sumber daya mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah Drs.Arfan, M.Si diketahui ternyata belum satupun perusahaan tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C yang memiliki Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB).

    “Hasil koodidnasi dengan pak Kadis ESDM Sulteng tadi siang, belum ada satupun Perusahaan Tambang Galian C yang memperoleh RKAB. Semuanya masih dalam proses, mungkin masih ada kekurangan dokumen yang dipersyaratkan sesuai undang-undang dan PP,”jelas Imran menjawab media ini Senin (17/5-2026).

    Menurutnya koordinasi Bapenda kota Palu ke Dinas ESDM Sulteng sesuai arahan dan rekomendasi badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) perwakilan Sulteng di Palu.

    “Beberapa waktu lalu kami konsultasi ke BPKP sebelum melakukan penarikan pajak atau retribusi pengukuran MBLB, sekalipun ada permintaan dari pengusaha pertambangan. Dan hasil konsultasi itu kami direkomendasikan oleh BPKP untuk berkoordimasi ke Dinas ESDM meminta data perusahaan tambang mana saja yang sudah memiliki RKAB, maupun belum atau masih dalam proses, agar tidak keliru melakukan penarikan pajak atau retbusi pengukuran MBLB,”jelas mantan asisten 3 Sekot Palu itu.

    Sementara itu Kepala bidang (Kabid) Mineral dan Batubara (Minerba) Sultanisah yang dikonfirmasi media ini Senin sore (17/5-2026) membenarkan pihak Bapenda kota Palu melakukan koordinasi ke Dinas ESDM Sulteng sekaligus meminta data terkait perusahaan pertambang galian C mana saja yang sudah mendapatkan RKAB di Kota Palu.

    “Tadi memang beliau (pak Imran) bersama beberapa stafnya datang berkoordinasi ke kami bertemu dengan Kadis ESDM pak Arfan meminta data – data perusahaan pertambangan yang sudah, belum atau masih dalam proses terkait RKAB,”ujar Sultan.

    Disinggung soal perusahaan mana saja yang sudah mendapatkan RKAB? Kata Sultan baru 7, dan sisanya masih dalam proses dan kelengkapan dokumen dari perusahaan tambang itu.

    “Sudah ada 7 perusahaan tambang galian C yang keluar RKABnya, yakni sebagian di kabupaten Donggala dan sebagian lagi di kabupaten Morowali,”ungkap Sultan.***

  • Perkuat Ketahanan Pangan, Anwar Hafid Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih Secara Virtual

    Perkuat Ketahanan Pangan, Anwar Hafid Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih Secara Virtual

    Ilong (detaknews.id) – Sigi – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid M.Si, menghadiri acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual melalui _video conference_ (Zoom) dari Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/26).

    Acara yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tersebut dihadiri langsung oleh Presiden RI, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Pimpinan Lembaga Negara, Panglima TNI, dan Kapolri.

    Sementara di Desa Lolu, Gubernur Sulteng didampingi oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., Pangdam XIII Palaka Wira Maijen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar , Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, S.H., M.H., Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, Dra. Marlelah, M.Si Anggota Komisi II DPRD Sulawesi Tengah serta unsur Forkopimda se Kabupaten Sigi.

    Dalam arahan, Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan bahwa peluncuran 1.061 Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan tonggak sejarah baru dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pembangunan fisik dan sistem koperasi ini berjalan masif dan cepat, yakni kurang dari tujuh bulan sejak dimulai pada November 2025 lalu. Bahkan, saat ini sudah ada lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi yang siap dioperasikan di seluruh Indonesia.

    ​”Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Kita harus mengikis habis mentalitas rendah diri (inferiority complex) terhadap asing. Kita adalah bangsa yang besar dan mampu mengelola urusan kita sendiri, termasuk menjamin pangan untuk 287 juta rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

    Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan penuh jajaran Pemprov Sulteng bersama Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengawal program strategis ini di Bumi Tadulako.

    Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ditegaskan bukan sekadar program seremonial, melainkan pilar strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui sistem Ekonomi Pancasila yang mengedepankan asas kekeluargaan dan gotong royong sesuai mandat Pasal 33 UUD 1945.

    Berdasarkan laporan resmi per tanggal 15 Mei 2026, dari total target 1.981 koperasi desa/kelurahan di Sulawesi Tengah, perkembangan pembangunan fisik gerai menunjukkan progres yang dinamis. Saat ini, terdapat 669 gerai yang sedang dalam tahap pembangunan fisik, di mana 60 gerai di antaranya telah rampung 100 persen.

    ​Kabupaten Poso mencatatkan capaian tertinggi dalam percepatan pembangunan dengan berhasil menyelesaikan 15 gerai koperasi hingga 100 persen. Di sisi lain, wilayah dengan jumlah gerai yang progres fisiknya masih di bawah 50 persen terbanyak berada di Kabupaten Morowali Utara, yakni mencapai 113 gerai, yang kini menjadi fokus monitoring intensif pemerintah.

    ​Lebih lanjut Program Koperasi Merah Putih ini dirancang secara integratif untuk mendukung keberhasilan berbagai program prioritas nasional lainnya di tingkat desa, seperti program Makan Bergizi Gratis, layanan cek kesehatan gratis, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

    ​Selain menjadi penyerap hasil bumi, koperasi ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat terpadu, mulai dari penyaluran gas subsidi, layanan logistik bersama PT Pos Indonesia, penyaluran bantuan pemerintah, penyediaan apotek obat murah, hingga fasilitasi permodalan usaha mikro melalui PNM Mekaar dengan bunga murah di bawah 10%.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas sinergitas seluruh elemen—mulai dari dinas terkait, perangkat kecamatan, kepala desa, hingga para ketua koperasi—yang telah berkolaborasi aktif dalam menyukseskan pembangunan fisik gerai-gerai koperasi merah putih.

    Melalui peresmian ini, seluruh pemangku kepentingan diaklerasi untuk terus menjaga kesinambungan kerja dalam membina, mengawasi, dan mengevaluasi kinerja seluruh koperasi agar mampu menjadi solusi konkret yang berkelanjutan membawa masyarakat Sulawesi Tengah keluar dari garis kemiskinan menuju kesejahteraan yang merata.***

  • Fokus Urus Rakyat, Anwar Hafid Ogah Pusingkan Rivalitas Politik 2031

    Fokus Urus Rakyat, Anwar Hafid Ogah Pusingkan Rivalitas Politik 2031

    Saat ini pemerintahan sulteng fokus dulu pada 9 programnya menuju Sulteng NAMBASO

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Tantangan Berat pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dibawah duet kepemimpinan Dr.Anwar Hafid, M.Si-dr.Reny A Lamadjido yang baru “seumur jagung” adalah sangat kompleks.

    Sehingga perlu fokus penanganannya, efektif, terukur dan Komprehensif. Mulai dari masih banyaknya masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan, hunian tidak layak, pengangguran, infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan satu daerah ke daerah lain dan ketenaga Kerjaan – buruh).

    “Sekarang ini kita fokus dulu urus rakyat, daerah kita masih banyak orang miskin, masih banyak rumah tidak layak huni, masih banyak pengangguran dll menjadi tantangan daerah. Olehnya kita fokus disitu dulu,”tegas Gubernur Sulteng Anwar Hafid menjawab konfirmasi media ini Ahad (16/5-2026) via chat di aplikasi whatsAppnya.

    Disinggung soal munculnya pendapat sebagian orang yang mulai menggiring opini publik terkait rivalitas politik daerah tahun 2031 mendatang dengan memunculkan “penantang” baru Hadianto Rasyid, kata Anwar Hafi belum memikirkan kontestasi lima (5) tahunan itu.

    “InsyaAllah siapapun yang merasa bisa memimpin Sulteng tunggu saja 2031 baru kita sama – sama ikut pilkada, siapapun yang terpilih kita serahkan kepada masyarakat yang menilainya,”ujarnya.

    Saat ini pemerintahan sulteng bersama Anwar – Reni/y (Berani) fokus dulu pada 9 programnya menuju Sulteng NAMBASO yakni:

    BERANI Cerdas: Penyediaan pendidikan gratis hingga tingkat perguruan tinggi dalam program “Nambaso” (Anak Miskin Bisa Sekolah), beasiswa bagi siswa/mahasiswa dan guru, serta pelatihan untuk generasi milenial dan Gen Z.

    BERANI Sehat: Layanan pengobatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Sulawesi Tengah melalui BPJS, fasilitas kesehatan untuk masyarakat miskin, pembangunan rumah sakit berstandar internasional, serta pemberian gizi/susu bagi balita berisiko stunting.

    Dua program BERANI diatas dipastikan dapat membantu mengurangi beban masyarakat dari sisi pembiayaan, sehingga masyarakat tidak perlu menjual harta bendanya untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Begitupu soal biaya kesehatan.

    BERANI Lancar: Pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan desa sepanjang 1.000 km, pembukaan akses jalan strategis daerah, serta pengembangan kawasan agropolitan.

    BERANI Menyala: Program kelistrikan untuk menjangkau desa-desa terpencil dan pemenuhan energi yang merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

    BERANI Berkah: Peningkatan kehidupan keagamaan, dukungan bagi rumah ibadah, serta penguatan nilai-nilai religius dan kearifan lokal sebagai fondasi masyarakat.

    BERANI Makmur: Pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pertanian, dan pembukaan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran serta kemiskinan ekstrem.

    BERANI Harmoni: Penguatan kerukunan antarwarga dan menjaga kelestarian lingkungan atau tata ruang yang berkelanjutan.

    BERANI Sejahtera: Program perlindungan sosial, penyediaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan pendapatan masyarakat luas.

    BERANI Berintegritas / Berani Samporoa: Penciptaan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan antikorupsi. Ini direalisasikan melalui Command Center Berani Samporoa sebagai pusat kendali dan respons cepat aduan masyarakat.

    Peneriman manfaat beasiswa BERANI CERDAS TAHUN 2025 sebanyak 23.569, diantaranya yakni :

    Universitas Tadulako (Untad), sebanyak 10.768 mahasiswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat. Kemudian UIN Datokarama Palu sebanyak 2.173 mahasiswa yang resmi terdaftar penerima manfaat. Dan sisanya tersebar di berbagai perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta.

    Diantara penerima manfaat beasiswa berani CERDAS itu yakni Marwan mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dasar untad, Diat Fauzan Mahasiswa Falkutas Teknik Untad, Wiwik dan Indah mahasiswa Universitas Lamadjido.

    Para penerima program beasiswa Berani Cerdas Sulteng itu mengaku sangat terbantu, bersyukur dan harapan besar mereka dapat berlanjut, karena bantuan ini sangat meringankan beban biaya pendidikan (seperti UKT) yang menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang, hingga mampu membiayai program studi dengan biaya tinggi seperti Fakultas Kedokteran. 

    Meringankan Beban Orang Tua: Banyak mahasiswa merasa sangat terbantu karena beasiswa ini mengurangi pengeluaran keluarga dan tidak membuat orang tua merasa terbebani dengan biaya kuliah (pendidikan-red).

    Merata dan Terbuka: Para penerima manfaat mengapresiasi bahwa program ini sangat luar biasa, karena menjangkau anak muda Sulawesi Tengah dari semua kalangan, bahkan terbuka bagi anak pegawai negeri sekalipun bila berprestasi.

    Dukungan Penuh Pemerintah: Mahasiswa merasa pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan biaya pendidikan, serta menganggap program dari Pemerintah Provinsi Sulteng ini sebagai komitmen nyata untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas.

    Harapan Keberlanjutan: Penerima manfaat berharap program ini terus dilanjutkan agar semakin banyak anak daerah yang berkesempatan melanjutkan kuliah dan meraih cita-cita tanpa terkendala biaya.

    Sekalipun program BERANI CERDAS ini sempat mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Sulteng dari Fraksi PDIP (Marselinus-PERINDO-Dapil Palu dan Suryanto -PDIP-Dapil Banggai Bersaudara) sempat meminta dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi.

    Berani CERDAS dan SEHAT ini merupakan dua dari 9 program prioritas dalam pemerintahan ANWAR HAFID – RENY LAMADJIDO. Dan dua program itu telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulteng.

    Sementara 7 program BERANI lainnya di tahun ke dua pemerintahan Anwar Hafid – Reny Lamadjido perlahan tapi pasti sedang dilaksanakan. Dan tentu belum maksimal, karena pemerintahan kedua pemimpin Sulteng itu baru memasuki tahun ke dua.

    “Tapi yang pasti cepat atau lambat Insya Allah akan terwujud melalui kerja keras, kolaborasi semua pemangku kepentingan. Kritikan dari manapun itu menjadi motivasi untuk lebih menyukseskan 9 program BERANI itu. Kami tidak perlu berbalas pantun di ruang publik. Tapi menjawab kritikan dengan kinerja makin lebih baik,”tandanya.

    Menurutnya kritikan itu adalah bentuk kecintaan mereka yang mengkritik terhadap daerah ini.

    “Dan kami sangat berterima kasih atas kritikan-kritikan dari manapun terhadap kepemimpinan kami. Insya Allah selalu ada jalan dan solusi yang pasti kami selalu berikhtiar dan tentunya kami berharap dukungan mayoritas masyarakat Sulteng,”ujarnya.

    Mantan bupati Morowali dua periode itu, mengajak seluruh kepala daerah di Sulteng untuk terus fokus menjalankan tugas-tugasnya memberikan pelayanan ke masyarakat dan melaksanakan pembangunan.

    “Insya Allah siapapun punya hak dan kesempatan yang sama untuk bercita cita memimpin Sulteng, banyak putra – putri terbaik Sulteng utamanya para kepala daerah mari fokus urus rakyat kita Insya Allah kalau kita berhasil bekerja di daerah kita pasti rakyat Sulteng akan bersimpati dengan kita. Masyarkat Sulteng adalah masyarakat yang sudah sangat cerdas dalam berpolitik,”ungkap mantan anggota DPR RI itu. Sumber tim media patner gubernur Berani.***

  • Wagub Reny Dorong Dokter Muda di Sulteng Ambil Spesialis: Jangan Puas Jadi Dokter Umum!

    Wagub Reny Dorong Dokter Muda di Sulteng Ambil Spesialis: Jangan Puas Jadi Dokter Umum!

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menyuntikkan motivasi ke para dokter muda agar jangan hanya puas menjadi dokter umum.

    Mereka diminta terus meningkatkan kompetensi lewat pendidikan spesialis maupun program magister supaya tidak ketinggalan dengan perkembangan dunia medis yang sangat cepat.

    “Saya harap tingkatkan kompetensi, jangan cuma jadi dokter umum. Ambil spesialis atau S2,” suntik wagub, menyemangati para dokter muda yang ambil bagian dalam Seminar Cardiorenal Risk Update di Hotel Aston, Sabtu (16/5).

    Menurut Wagub Reny, dengan rutin mengikuti kegiatan-kegiatan seminar dapat membuka cakrawala baru tentang berbagai metode pemeriksaan dan temuan-temuan terbaru dalam dunia medis.

    Selain itu, kegiatan seminar juga diapresiasinya sebagai ruang mempererat silaturahmi antar sejawat dokter.

    “Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk menambah ilmu sambil kita silaturahmi dengan teman sejawat dokter,” ucapnya memberi apresiasi ke penyelenggara seminar, Laboratorium Prodia Palu.

    Karena itu, Wagub Reny yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Wilayah Sulteng menekankan pentingnya budaya membaca jurnal ilmiah, aktif menggali informasi dari internet hingga mengambil pendidikan lanjutan agar kompetensi dokter tidak tertinggal perkembangan zaman.

    “Kalau kita tidak mau ikut tren maka makin susah mendiagnosis pasien,” tandasnya.

    Turut hadir dalam seminar Kepala Cabang Prodia Palu Musran Hasan Borahima, sejawat dokter ahli, dokter umum, perwakilan rumah sakit, organisasi profesi dan mahasiswa kedokteran.***

  • Soroti Masalah RKAB Galian C, Alumni PMII Lintas Generasi Sulteng Gelar FGD

    Soroti Masalah RKAB Galian C, Alumni PMII Lintas Generasi Sulteng Gelar FGD

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lintas generasi Sulawesi Tengah akan menggelar fokus group discussion (FGD) di caffe Tanaris Palu Rabu (13/5-2026) pada pukul 14 : 00 wita.

    FGD alumni PMII lintas generasi ini menyoroti soal RKAB tambang galian C, yang bertemakan “Penambang Tanpa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pelanggaran Administrasi atau Pidana”.

    “FGD ini sebagai tindak lanjut dari audiens kami dengan Gubernur Sulteng bapak Dr.H.Anwar Hafid pada Senin (11/5-2026),”kata Ikbal Khan inisiator FGD itu.

    Dalam undangan yang dikirimkan ke redaksi media ini adalah Muhammad Kaharu sebagai ketua panitia, Saiful Daud sekretaris dan diketahui koordinator presidium forum alumni PMII Hambali Mansyur. Sesuai daftar dalam undangan tersebut sejumlah pemangku kepentingan diundang panitia sebagai pemantik diantaranya Gubernur Sulteng atau yang mewakili, Kadis ESDM, IKA PMII Sulteng, Ombudsman, badan pendapatan daerah Sulteng, Kota Palu dan Donggala, akademisi, praktisi hukum, walhi, DLH, tokoh masyarakat, Senat mahasiswa dan sejumlah pihak.

    Koordinator Presidium Alumni PMII Lintas Generasi Hambali Mansyur yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Rabu pagi (13/5-2026), membenarkan akan menggelar FGD terkait RKAB Tambang Galian C di Sulteng.”Benar pak,”tulis Hambali singkat.

    Sebelumnya pegiat komunitas kewirausahaan sosial Sulteng Ikbal Khan menemui Gubernur Anwar Hafid Senin sore (11/5-2025) di ruang Kerjanya membahas soal keterlambatan keluarnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) atau RKA.

    “Saya baru saja selesai menghadap Gubernur bapak Anwar Hafid membahas tentang RKAB Galian C yang sampai saat belum ada yang keluar, sehingga banyak pengusaha tambang galian C tidak jalan,”kata pengusaha muda itu.

    Menurutnya selain menanyakan juga memastikan bahwa RKAB harus ada solusi progres pengurusannya dari pihak pemerintah daerah.

    “Agar tidak Stop aktifitas produksi yang berdampak pada terhentinya putaran ekonomi lokal termasuk pendapatan Asli daerah (PAD),”jelas mantan kontraktor Pelabuhan dan Dermaga itu.

    Mantan ketua DPC Partai Demokrat kota Palu itu menegaskan bahwa Gubernur Anwar Hafid akan membantu proses pengesahan RKAB kawan-kawan pengusaha tambang galian C yang saat ini menyetop sementara produksinya akibat belum keluarnya RKAB.

    “Pak.Gub Memastikan akan membantu proses Pengesahan RKAB yang telah menyelesaikan tahap Evaluasi serta telah memenuhi syarat administrasi,”tuturnya.

    Ikbal mengatakan terdapat 14 perusahaan tambang galian C yang akan segera disahkan RKAB nya serta agar tidak lagi dievaluasi ber ulang – ulang, termasuk mengenai masalah lingkungan.

    “Maka pihak direktur perusahaan yang akan datang langsung serta membuat pernyataan untuk memastikan jika kegiatan Produksi pertambangan galian C mereka tidak merusak lingkungan sekitar,”kata Ikbal menirukan arahan Pak Gubernur Anwar Hafid.

    Sementara itu Kabid Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Sulten Sultanisah yang dikonfirmasi via telepone di aplikasi whatsAppnya Senin malam (11/5-2026) menjelaskan bahwa soal RKAB perusahaan tambang galian C sementara proses.

    “Ada sekitar 21 RKAB yang diajukan pengusaha tambang galian C sementara dalam proses,”jelas lelaki yang akrab disapa Sultan itu.***

  • Lantik 40 Pejabat Eselon II dan Fungsional, Anwar Hafid: Lakukan Karya Kecil yang Nyata!

    Lantik 40 Pejabat Eselon II dan Fungsional, Anwar Hafid: Lakukan Karya Kecil yang Nyata!

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido mengambil sumpah dan melantik 40 aparatur sipil negara jabatan Eselon II dan tenaga fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Prosesi berlangsung di Rumah Jabatan Siranindi II, Senin (11/5/2026), dengan semangat mempercepat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    Para pejabat yang mengisi jabatan strategis tersebut telah melalui proses uji kompetensi (job fit), sehingga diharapkan mampu langsung bergerak cepat, adaptif, dan menghadirkan terobosan di masing-masing perangkat daerah. Sejumlah pejabat yang dipercaya mengemban amanah baru di antaranya Dr. Rachman Ansyari sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, I Wayan Yudana sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Irwan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa, Rusmiadi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Wahyu Agust Pratama sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik. Selain itu, Muh Syahrul Syam sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wahid Irawan sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup, Susanto Wibowo di Dinas Kehutanan, A. Haris di Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan Asbudianto di Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

    Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus berani berinovasi dan fokus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia mendorong setiap pimpinan untuk tidak terjebak pada rencana besar yang sulit diwujudkan, melainkan mulai dari langkah konkret yang langsung dirasakan manfaatnya.

    “Lakukan karya-karya kecil yang nyata. Itu jauh lebih baik daripada rencana besar yang tidak pernah terwujud,” tegasnya.

    Gubernur juga mengingatkan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama tanpa terpengaruh keterbatasan anggaran. Menurutnya, masyarakat hanya menilai dari kualitas layanan yang mereka terima, bukan kondisi internal pemerintah.

    “Pelayanan kepada rakyat tidak mengenal alasan. Rakyat tidak peduli defisit atau keterbatasan anggaran, yang mereka tahu adalah kebutuhan mereka harus terpenuhi dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

    Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak organisasi, memperkuat kinerja, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Pelantikan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.***

  • Wagub Reny Dorong Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis, Atasi Ketimpangan Medis di Sulteng

    Wagub Reny Dorong Afirmasi Pendidikan Dokter Spesialis, Atasi Ketimpangan Medis di Sulteng

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes mendorong organisasi profesi dokter spesialis ikut mendukung kebijakan afirmasi pendidikan spesialis, sebagai skema khusus dari pemerintah guna memperluas akses putra-daerah dan dokter dari wilayah terpencil.

    “Kalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis, supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus,” harapnya yang juga menjabat Ketua IDI Wilayah Sulteng.

    Hal ini disampaikan pada acara Pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Sulteng periode 2025-2028 di Hotel BW Coco, Sabtu (9/5).

    Langkah tersebut paparnya, dapat mengatasi ketimpangan tenaga dokter spesialis di beberapa wilayah Sulteng yang ada di kepulauan.

    Wagub Reny mencontohkan di Kabupaten Banggai Laut yang jauh dari Kota Palu, jumlah dokter spesialis masih terbatas sebab tidak semua tenaga medis bersedia ditempatkan di wilayah yang jauh.

    “Sebagai dokter spesialis harus siap ditempatkan di mana saja,” pesannya agar pengabdian dokter spesialis dapat tersebar dan tak hanya menumpuk di pusat kota saja.

    Wagub Reny juga menambahkan bahwa kehadiran dokter spesialis anestesi (bius) sangat vital bagi terpenuhinya standar minimal rumah sakit umum daerah yang wajib memiliki 4 layanan spesialis dasar dan 3 spesialis penunjang, di mana anestesiologi menjadi salah satu pilar penunjang yang tidak boleh kosong.

    Di bagian lain, Wagub Reny menantang para dokter spesialis anastesi untuk mengembangkan kompetensi pendidikan subspesialis dengan memanfaatkan program beasiswa BERANI Cerdas.

    “Kalau mau sekolah subspesialis silakan ambil BERANI Cerdas,” ajaknya sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Kesehatan daerah.

    Selain itu, wagub juga memaparkan inovasi BERANI Sehat yang memungkinkan masyarakat ber-KTP Sulawesi Tengah tetap memperoleh layanan kesehatan meski belum memiliki BPJS Kesehatan atau status kepesertaannya nonaktif akibat tunggakan.

    “Jangan takut menolong pasien sepanjang (mempunyai) KTP Sulteng, langsung daftarkan ke aplikasi SEHATI kalau ditemui BPJS-nya tidak aktif,” terangnya.

    Pada kesempatan tersebut, dr. Imtihanah Amri, Sp.An-TI, Subsp.TI (K) dilantik sebagai Ketua PERDATIN Sulteng periode 2025–2028.

    Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Umum PERDATIN Pusat dr. Ahmad Irfan, Sp.An-TI, para sejawat dokter umum dan dokter spesialis, direktur rumah sakit dan mitra terkait.***

  • Lewat BERANI Drag, Anwar Hafid Tegaskan Olahraga Pilar Kemajuan Daerah

    Lewat BERANI Drag, Anwar Hafid Tegaskan Olahraga Pilar Kemajuan Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah, bukan sekadar kegiatan seremonial semata.

    ‎Hal tersebut disampaikan saat membuka ajang BERANI Drag di Jalan Sam Ratulangi, Palu, Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing daerah.

    ‎“Ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana sektor olahraganya berkembang,” ujar Anwar Hafid.

    ‎Ia menekankan bahwa BERANI Drag bukan hanya ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan kemampuan agar mampu bersaing di level nasional.

    ‎Menurutnya, potensi atlet muda Sulawesi Tengah sangat besar dan perlu didukung melalui event-event berkualitas dan berkelanjutan.

    ‎“Ini bukan sekadar event olahraga. Yang paling utama adalah pembinaan atlet agar mereka punya ruang untuk berkembang dan berprestasi,” tegasnya.

    ‎Lebih jauh, Anwar Hafid juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan event seperti BERANI Drag.

    ‎Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor informal lainnya.

    ‎“Setiap event pasti menggerakkan ekonomi. Tanpa disadari, warung ramai, UMKM tumbuh, dan roda ekonomi berputar. Ini yang ingin terus kita dorong di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

    ‎Selain itu, ia meyakini bahwa olahraga juga berperan penting dalam membangun citra positif daerah di tingkat regional maupun nasional.

    ‎Dengan mencontoh daerah seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta yang maju melalui sektor olahraga, Anwar Hafid optimistis Sulawesi Tengah dapat mengikuti jejak tersebut.

    ‎“Kalau kita ingin Sulawesi Tengah maju, maka olahraganya juga harus maju. Ini menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah,” pungkasnya.

    ‎Event BERANI Drag yang dikomandoi Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq turut diikuti oleh pembalap muda dari berbagai daerah di Pulau Sulawesi hingga Jawa Timur.

    ‎Ajang ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membuka ruang kompetisi sekaligus memperluas jaringan prestasi atlet daerah.***

  • Resmi Diluncurkan, Program BERANI Bedah Rumah Langkah Strategis Pengentasan Kemiskinan di Sulteng

    Resmi Diluncurkan, Program BERANI Bedah Rumah Langkah Strategis Pengentasan Kemiskinan di Sulteng

    ‎Ilong (detaknews.id) – Donggala – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi mencanangkan Program BERANI Bedah Rumah sebagai langkah konkret dalam percepatan pengentasan kemiskinan di daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Minggu (12/04/2026).


    ‎Program BERANI Bedah Rumah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Salah satu penerima manfaat pertama adalah rumah milik Ibu Hasima (72), yang kini mulai dibangun ulang agar lebih layak, aman, dan sehat.

    ‎Tidak hanya di Donggala, program ini juga mulai bergulir secara perdana di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una, sebagai langkah awal pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan dasar masyarakat.

    ‎Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Program BERANI Bedah Rumah merupakan simbol kehadiran negara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    ‎“Program BERANI Bedah Rumah ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan setiap warga Sulawesi Tengah, tanpa terkecuali, memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.

    ‎Ia menekankan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga.

    ‎“Kita percaya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan,” tambahnya.

    ‎Gubernur juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Oleh karena itu, program ini dihadirkan sebagai solusi konkret yang langsung menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.

    ‎“Kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang belum layak. Karena itu, program ini hadir sebagai langkah nyata agar perubahan benar-benar dirasakan,” tegasnya.

    ‎Lebih lanjut, Anwar Hafid menjelaskan bahwa BERANI Bedah Rumah merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

    ‎“Kita ingin menekan angka kemiskinan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

    ‎Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas keluarga.

    ‎“Lebih dari itu, kita berharap rumah ini membawa perubahan bagi penghuninya, lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih produktif. Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan ditatap dengan optimistis,” pungkasnya.***