• Polresta Palu Masifkan Pengecekan Harga Jual Beras: Beras Sudah Stabil

    Polresta Palu Masifkan Pengecekan Harga Jual Beras: Beras Sudah Stabil

    IPDA Ridho: Jumlah Stok Melimpah, Harga Sudah Stabil Aturan Berhasil di Tegakkan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Akhir Tahun sudah di depan mata, Polresta Palu melalui Satreskrim Unit V Polresta Palu masifkan pengecekan bahan pangan khususnya beras baik premoum, medium dan SPHP di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Senin (22-12/2025).

    Hal ini dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta arahan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia terkait penekanan harga jual beras

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan terus memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.***

  • Polresta Palu Gencar Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras serta Ketersediaan Beras Menjelang Akhir Tahun

    Polresta Palu Gencar Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras serta Ketersediaan Beras Menjelang Akhir Tahun

    AKP Ismail: Harga Sudah Stabil, Stok Masih Melimpah. Situasi Aman Terkendali

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras serta ketersediaan stok beras menjelang akhir tahun yang tinggal menghitung hari di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Senin (22-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu salah satunya di toko Maju,” ungkap Kanit Eksus itu.

    “Kami mendapatkan harga jual berasnya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya, yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Resmob Tadulako Polresta Palu Amankan Pelaku Curanmor dari Amukan Warga

    Resmob Tadulako Polresta Palu Amankan Pelaku Curanmor dari Amukan Warga

    Ilong (detaknews.id) – ​Palu – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu melalui Tim Resmob Tadulako berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada Jumat (19/12/2025) malam.

    Terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Jatanras IPTU Erics Iskandar, SH mengatakan  setelah menerima laporan dari masyarakat melalui piket SPKT. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan pengamanan karena kondisi terduga pelaku yang mulai terdesak oleh amarah warga sekitar.

    Kanit Jatanras IPTU Erics Iskandar, S.H., menjelaskan bahwa tindakan cepat diambil untuk menghindari dampak yang lebih fatal bagi pelaku.

    ​”Saat kami tiba di lokasi, massa sudah cukup banyak dan terduga pelaku sudah mengalami beberapa luka lebam. Prioritas utama kami saat itu adalah segera mengamankan pelaku dari amukan warga demi tegaknya proses hukum yang berlaku,” ungkap IPTU Erics Iskandar.

    ​Pelaku diketahui berinisial RA alias Rere (31). Berdasarkan hasil interogasi di lapangan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor Yamaha Fino warna merah di Jalan Watukanjai pada Kamis (18/12).

    ​IPTU Erics Iskandar menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan pengakuan pelaku, namun juga diperkuat dengan bukti-bukti pendukung lainnya.

    ​”Berdasarkan hasil cek TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta wawancara dengan sejumlah saksi, semua petunjuk mengarah kuat kepada Saudara RA sebagai pelaku curanmor tersebut,” tambah IPTU Erics.

    ​Saat ini, RA alias Rere beserta barang bukti motor Yamaha Fino merah telah dibawa ke Mapolresta Palu. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini guna melihat kemungkinan keterlibatan pelaku di TKP lainnya.

    “Kami akan terus lakukan pengembangan dan melengkapi administrasi penyidikan agar kasus ini segera naik ke tahap selanjutnya,” tutup IPTU Erics.***

  • Polresta Palu Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, AKP Ismail: Bagi Masyarakat Silahkan Lakukan Pengecekan Kendaraan Di Kantor Polresta Palu Apabila Pernah Kehilangan Kendaraan Roda Dua

    Polresta Palu Berhasil Ungkap Kasus Curanmor, AKP Ismail: Bagi Masyarakat Silahkan Lakukan Pengecekan Kendaraan Di Kantor Polresta Palu Apabila Pernah Kehilangan Kendaraan Roda Dua

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kepolisian Resor Kota Palu (Polresta Palu) berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Polresta Palu, Minggu (21-12/2025).

    Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH. Salah satu kasus yang di tangani ialah pengamanan terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di Jalan Watukanjai, Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu.

    “Melalui Tim Resmob Tadulako Polresta Palu, Kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial RA alias Rere (31), terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di Jalan Watukanjai, Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu itu.

    Mantan Kasat Reskrim Toli-Toli itu juga mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Jatanras IPTU Erics Iskandar, S.H., pada Jumat (19/12/2025) malam.

    Lebih lanjut, AKP Ismail mengatakan bahwa Aksi pencurian tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025, sekitar pukul 09.30 WITA. Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/1719/XII/2025/SPKT/POLRESTA PALU, pelaku diduga menggasak satu unit sepeda motor Yamaha Fino berwarna merah.

    “​Pelarian RA Alias Rere berakhir di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, pada Jumat malam sekitar pukul 23.25 WITA. Berkat bantuan Warga yang menyadari keberadaan pelaku langsung melakukan pengepungan dan mengamankannya,” jelasnya.

    ​”Kemudian Piket SPKT Polresta Palu menerima laporan dari masyarakat bahwa terduga pelaku telah diamankan warga di Jalan Garuda. Mendapat informasi tersebut, Tim Resmob Tadulako segera menuju lokasi untuk mengantisipasi aksi main hakim sendiri,” tutur Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH.

    AKP Ismail juga mengungkapkan ​setibanya Petugas di lokasi, kondisi tersangka (Rere) sudah mengalami luka lebam akibat amukan massa yang geram dengan perbuatannya. Dengan gerak cepat, Petugas Kepolisian segera mengevakuasi tersangka dari kerumunan warga untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    “​Setelah dilakukan interogasi, pria yang tercatat sebagai oknum mahasiswa ini mengakui perbuatannya. Pengakuan tersebut juga diperkuat dengan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), rekaman CCTV di lokasi kejadian, serta keterangan sejumlah saksi,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Palu itu.

    “​Saat ini, tersangka Rere beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolresta Palu guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih mendalam. Pihak kepolisian juga tengah melengkapi administrasi penyidikan (mindik) dan melakukan pengembangan kasus untuk melihat kemungkinan adanya TKP lain,” tambahnya.

    Mantan Kasat Reskrim Toli-Toli itu juga mengatakan kepada masyarakat yang merasa telah kehilangan kendaraan roda dua boleh mendatangi Kantor Polresta Palu untuk melakukan pengecekan kendaraan yang berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian.

    “Untuk masyarakat yang merasa pernah kehilangan/kemalingan motor, boleh mendatangi Kantor Polresta Palu untuk melakukan pengecekan kendaraan. Dan apabila terdapat kendaraan yang dicari, silahkan bawa kelengkapan surat-suratnya untuk dicocokkan dengan kendaraan tersebut, agar kendaraannya bisa segera diserahkan,” tutur Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH mengakhiri.**

  • Satreskrim Unit V Polresta Palu Bersama Satgas Pangan Terus Lakukan Pengecekan dan Pengimbauan Kepada Pedagang Beras: Bentuk Nyata Realisasi Kestabilan Harga

    Satreskrim Unit V Polresta Palu Bersama Satgas Pangan Terus Lakukan Pengecekan dan Pengimbauan Kepada Pedagang Beras: Bentuk Nyata Realisasi Kestabilan Harga

    IPDA Ridho: Harga Beras Sudah Stabil, Jangan Menjual Melebihi HET/Regulasi Pemerintah. Akan Ada Sanksi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras harian di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Minggu (21-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA menyasar Pasar tradisional Masomba Palu.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Masomba, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan akan terus memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.**

  • Akhir Tahun Tinggal Menghitung Hari, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil: Pengimbauan Tetap Berjalan

    Akhir Tahun Tinggal Menghitung Hari, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil: Pengimbauan Tetap Berjalan

    AKP Ismail: Stok Beras Kita Masih Banyak dan Melimpah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu bersama Bulog dan Diaperindag Kota Palu lakukan aktivitas pengecekan harga jual beras di Pasar Tradisional di wilayah Hukum Polresta Palu, Minggu (21-12/2025).

    Kegiatan yang dimulai pukul 10:00-16:00 WITA itu menyasar pasar tradisional masomba dengan tujuan untuk menekan serta menjaga kestabilan harga jualnya.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Masomba, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    “Tentunya ini telah sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku,” jelasnya.

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • IPDA Ridho Terus Mengimbau dan Tekankan ke Pedagang Beras Agar Menjual Beras Sesuai Regulasi

    IPDA Ridho Terus Mengimbau dan Tekankan ke Pedagang Beras Agar Menjual Beras Sesuai Regulasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V & Kanit Eksus Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu, Sabtu (20-12/2025).

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras dari Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa untuk harga jual beras saat ini telah terjangkau oleh masyarakat dan telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

    “Tadi kami melakukan pengecekan harga jual beras di Salah satunya di toko Aisyah Jaya di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu. Dan Alhamdulillah untuk harga jualnya berhasil di tekan dan distabilkan sesuai HET menjelang akhir tahun,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    “Seperti sebelumnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah yakni untuk beras premium Rp. 14,900/kg, medium Rp. 13,500/kg dan SPHP Rp. 12,500/kg. Kami harapkan juga harga ini bisa terus bertahan di tahun 2026 mendatang,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, Kanit Eksus Polresta Palu itu juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan serta pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan akan terus memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.***

  • Polresta Palu Intens Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Menjelang akhir tahun: Harga Beras Sudah Stabil

    Polresta Palu Intens Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Menjelang akhir tahun: Harga Beras Sudah Stabil

    AKP Ismail: Stok Beras Kita Masih Melimpah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Menjelang akhir tahun, Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu.

    Hal ini dilakukan berlandaskan pada SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Berdasarkan hal tersebut, Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag dalam melaksanakan tugas pengendalian harga jual beras, Sabtu (20-12/2025).

    Adapun kegiatan yang dimulai pukul 10:00 – 16:00 itu menyasar toko-toko pengecer di wilayah Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan pelaporan hasil pengecekan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan untuk harga beras saat ini tetap stabil sesuai dengan ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah tadi kami telah melakukan pengecekan di beberapa toko, salah satunya ialah toko Aisyah Jaya, di pasar sentral inpres manonda untuk harga jualnya sendiri telah stabil sesuai ketetapan pemerintah yakni beras premium Rp. 14,900/kg beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kgnya,” ungkap Kepala Unit Ekonomi Khusus Itu.

    Ia juga mengatakan bahkan ada toko pengecer yang melakukan penjualan di bawah harga eceran tertingginya (HET).

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Satu Unit Warung Sari Laut Hangus Dilahap Api, Polresta Palu Apresiasi Respon Cepat Tim Damkar

    Satu Unit Warung Sari Laut Hangus Dilahap Api, Polresta Palu Apresiasi Respon Cepat Tim Damkar

    “Tidak Ada Korban Jiwa”

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Satu unit rumah yang digunakan sebagai Warung Sari Laut “Estu” di Jalan Nokilalaki, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, hangus terbakar pada Jumat malam, 19 Desember 2025, sekitar pukul 19.30 WITA.

    Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerugian materil yang hingga kini masih dalam pendataan.

    Rumah tersebut diketahui milik Iwan Teddy (50) dan disewa oleh Bashori (50). Berdasarkan keterangan korban penyewa, api pertama kali diketahui berasal dari bagian belakang rumah, disertai asap tebal yang dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan meski telah dibantu warga sekitar.

    Kapolresta Palu Kombes Pol. Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, S.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan membantu proses pemadaman.

    “Polri mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran, sehingga api tidak merembet ke bangunan lain dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Kapolsek Palu Selatan.

    Sekitar pukul 19.45 WITA, tujuh unit pemadam kebakaran Kota Palu, dibantu water canon Brimobda Sulteng dan Ditsamapta Polda Sulteng, berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.50 WITA.

    Kapolsek Palu Selatan menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan. Kebakaran ini juga berdampak pada padamnya aliran listrik di sebagian Jalan Kartini dan sepanjang Jalan Nokilalaki.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan yang difungsikan sebagai tempat usaha, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***

  • Pohon Peneduh Ditebang, Gubernur Anwar Hafid: Tolong Cari Siapa Yang Tebang

    Pohon Peneduh Ditebang, Gubernur Anwar Hafid: Tolong Cari Siapa Yang Tebang

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Pohon peneduh jalan di depan rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tengah (Siranindi II) di jalan Prof M.Yamin ditebang orang.

    Padahal pohon pinggir jalan itu selain sebagai peneduh dan menghijauakan jalan juga berfungsi untuk menghalau debuh, menyerap air saat musim hujan dan melindungi pejalan kaki dari sengatan matahari panas.

    Melihat pohon pelindung atau peneduh di depan Rujabnya telah ditebang orang, gubernur Sulteng Anwar Hafid “marah besar”.

    “Tolong cari siapa yang tebang pohon depan rujab. Siapapun pelakunya apakah balai jalan atau pln atau siapapun wajib mengganti ini tidak bisa di tolerir,” tegas mantan anggota DPR RI Komisi V asal fraksi Partai Demokrat itu.

    Menurutnya pohon tumbuh hijau dan baik-baik saja tidak mengganggu dan membahayakan pengguna jalan, masa ditebang.

    Kepala bagian lingkungan hidup Dinas Lingkungan Hidup Sulteng M.Natsir Mangge yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal siapa yang menebang pohon peneduh jalan di depan rujab Gubernur Sulteng jalan M.Yamin.

    “Mungkin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Palu, karena itu wilayah kota,”ujar Natsir.

    Kepala DLH kota Palu Mohamad Arif Lamakarate, S.STP., M.S, yang dikonfirmasi via chat di whatsAppnya Jum’at petang (19/12-2025), terkait siapa yang melakukan penebagan pohon pelindung jalan di depan Rujab Gubernur Sulteng, mengatakan bukan dari DLH kota yang menebangnya.

    “Bukan DLH itu,”jelas lelaki yang akrab disapa Ipong itu.

    Kemudian salah satu pendor pemasang lampu hias jalan M.Yamin jalur dua yang sedang memasang jaringan listrik yang dikonfirmasi di lapangan mengaku tidak tahu juga.

    “Kami tidak tahu pak, karena kalau kami dari pendor melakukan penebangan akan didenda, biasanya dari DLH,”sebutnya.

    Saat ini memang ada beberapa penertiban atau penataan jaringan kabel transmisi PLN dan Telkom di ruas jalan M.Yamin jalur dua.

    Pohon peneduh jalan di depan rujab Gubernur Sulteng itu sudah beberapa pejabat gubernur berganti, namun baru kali ini ada yang berani menebangnya. Padahal pohon penghijauan jalan itu sangat indah dan teduh dipandang mata.

    “Mestinya kalau memang menghalangi kabel, ya dirapikan saja tidak perlu ditebang, lagian tidak mengganggu dan membahayakan pengguna jalan itu,”kata salah seorang warga Palu di salah satu warung kopi Jum’at malam.***