• Tumpah Ruah, Penutupan HUT ke – 22 Touna Dipadati Warga: Gubernur Anwar Hafid Sampaikan Dukungan Pembangunan

    Tumpah Ruah, Penutupan HUT ke – 22 Touna Dipadati Warga: Gubernur Anwar Hafid Sampaikan Dukungan Pembangunan

    Ilong (detaknews.id) – Ampana – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Eks STQH Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (18/12/2025), untuk mengikuti Gebyar Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si.

    Selain menutup rangkaian perayaan, Gubernur Anwar Hafid turut menghibur masyarakat dengan menyumbangkan sejumlah lagu duet bersama Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir.Hj. Sry Nirwanti Bahasoan. Salah satu lagu yang dibawakan berjudul Kamu Ngga Sendirian, yang disambut antusias oleh warga.

    Gebyar HUT ke-22 Tojo Una-Una juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis nasional dan daerah, antara lain : Coconut Treez, Sri Rahayu, dan Jakson Zeram, sehingga semakin menambah semarak suasana perayaan.

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahim dengan masyarakat Tojo Una-Una dalam momentum peringatan hari jadi kabupaten tersebut. Ia pun berharap Tojo Una-Una terus berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera.

    “Insya Allah Tojo Una-Una semakin maju dan masyarakatnya semakin bahagia,”ujarnya.

    Beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya mempercepat pembangunan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Tojo Una-Una karena masih membutuhkan dukungan dalam berbagai sektor pembangunan.

    Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, S.H., yang dinilai mampu melanjutkan program-program pembangunan dari periode sebelumnya serta menghadirkan berbagai terobosan melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

    Pada kesempatan tersebut, Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya Program Berani Cerdas yang telah memberikan beasiswa kepada sekitar 23.000 mahasiswa. Ia berharap masyarakat Tojo Una-Una dapat semakin banyak memanfaatkan program tersebut pada tahun mendatang.

    Selain itu, Program Berani Sehat diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, sementara Program Berani Lancar diarahkan pada pembangunan jalan lingkar di wilayah kepulauan guna memperlancar akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.

    Acara penutupan HUT ke-22 Tojo Una-Una turut dihadiri Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, S.H., Wakil Bupati Surya, S.Sos., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Tojo Una-Una, para bupati se Sulawesi Tengah, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, unsur forkopimda serta para kepala perangkat daerah.***

  • Maraknya Kasus Penipuan Jual-Beli Mobil, Polresta Palu Pastikan Penanganan Kasus Terus Berjalan Hingga Tuntas

    Maraknya Kasus Penipuan Jual-Beli Mobil, Polresta Palu Pastikan Penanganan Kasus Terus Berjalan Hingga Tuntas

    AKP Ismail: Sedang Dalam Proses, Pelakunya Terlacak Diluar Daerah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu menegaskan bahwa laporan dugaan tindak pidana penipuan jual beli mobil melalui media elektronik yang dilaporkan warga berinisial MY masih dalam proses penanganan oleh Satreskrim Polresta Palu dan tidak mandek sebagaimana yang beredar di ruang publik.

    Hal tersebut disampaikan Kapolresta Palu Kombes Pol. Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, S.H., M.H., menanggapi perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut.

    “Benar, kasus ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Palu. Kami telah melaksanakan langkah-langkah proses penyelidikan,” ujar AKP Ismail.

    Mantan Kasat Reskrim Toli-Toli itu juga menjelaskan, hingga saat ini penyidik telah memeriksa dua orang saksi, termasuk saksi pelapor. Selanjutnya, pada hari ini, Kamis 18 Desember 2025, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik mobil dan anaknya.

    “Pemeriksaan saksi terus kami lakukan untuk melengkapi keterangan dalam proses penyelidikan,” tutur Kasat Reskrim Polresta Palu itu.

    AKP Ismail juga mengungkapkan bahwa kasus serupa telah terjadi beberapa kali, dengan pola yang hampir sama, dan pelaku diduga berada di luar daerah Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, Polresta Palu melakukan koordinasi dengan Polda dan Polres setempat untuk mendukung proses pengungkapan perkara.

    “Selain langkah penyelidikan, Polresta Palu juga telah memfasilitasi mediasi dengan memanggil pelapor dan pemilik mobil ke Polresta Palu sebagai bagian dari upaya penanganan awal,” jelasnya

    “Kami sudah sempat melakukan mediasi dengan menghadirkan pelapor dan pemilik mobil. Namun proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan,” ungkap Mantan Kasat Reskrim Toli-Toli itu menambahkan.

    Dalam kesempatan tersebut, Satreskrim Polresta Palu juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan melalui media elektronik.

    “Kami dari Satreskrim Polresta Palu menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan kejadian serupa, agar tidak langsung melakukan transfer uang. Pastikan terlebih dahulu unit kendaraan benar-benar ada, pastikan yang bersangkutan adalah pemilik sah kendaraan, serta minta diperlihatkan bukti kepemilikan yang sah seperti BPKB dan STNK. Laporan seperti ini sudah kesekian kalinya kami tangani, dan umumnya pelaku berada di luar daerah,” tegas AKP Ismail.

    Kapolresta Palu melalui Kasat Reskrim menegaskan komitmen Polresta Palu untuk menangani setiap laporan masyarakat secara profesional dan sesuai prosedur hukum, serta mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan daring.

    “Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti dan tidak mudah tergiur harga murah dalam transaksi online,” pungkasnya.***

  • Terus Lakukan Pengimbauan Kepada Pedagang Beras, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil Menjelang Akhir Tahun

    Terus Lakukan Pengimbauan Kepada Pedagang Beras, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil Menjelang Akhir Tahun

    IPDA Ridho: Stok Beras Kita Masih Banyak dan Melimpah, Bersama-Sama Kita Tekan Harga Jual Beras

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Unit V Satreskrim Polreta Palu yang di Pimpin oleh Kanit Eksus, terus lakukan pengecekan dan pengimbauan harga jual beras premium, medium dan SPHP di beberapa Pasar Tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Kamis, (18-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu itu, digadang untuk menstabilkan harga jual beras serta melihat ketersediaan stok beras di Wilayah Hukum Polresta Palu.

    Hal ini selaras dengan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras yang diperoleh dari Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa untuk harga jual beras saat ini berhasil dipertahankan dan bisa dijangkau oleh masyarakat serta telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

    “Alhamdulillah tadi kami telah melakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di beberapa toko pengecer, adapun salah satu toko yang kami lakukan pengecekan ialah Toko Maju bertempat di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu,” ungkap Kanit Eksus itu.

    Seperti yang diketahui, harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan pemerintah untuk beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

    “Setelah kami lakukan pengecekan dan pembandingan, saat ini harga jual beras sendiri masih terbilang tidak melebihi HET dan telah sesuai dengan regulasi,” pungkasnya.

    IPDA Ridho juga mengatakan akan terus mengimbau kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi dan mempertahankan harga jual tersebut agar sesuai dengan HET.

    “Kami juga akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar menjual beras premium, medium dan SPHP sesuai dengan ketetapan pemerintah,” ucapnya.

    “Kami juga mengimbau agar para pedagang untuk segera mengurus Izin Perdagangannya apabila belum memiliki izin. Kemudian kami juga mengimbau agar pedagang mengurus izin pengemasan beras agar sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutur Kepala Unit Ekonomi Khusus Polresta Palu IPDA Ridho.***

  • Wujud Nyata Stabilkan Harga Beras, Polresta Palu Masif Lakukan Pengecekan dan Pengimbauan Ke Pedagang Beras Jelang Akhir Tahun

    Wujud Nyata Stabilkan Harga Beras, Polresta Palu Masif Lakukan Pengecekan dan Pengimbauan Ke Pedagang Beras Jelang Akhir Tahun

    AKP Ismail: Jangan Ada Pedagang Menjual Melebihi HETnya, Akan Kami Berikan Sanksi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V & Kanit Eksus Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras di Wilayah Hukum Polresta Palu, Kamis (18-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA dengan menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras dari Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa untuk harga jual beras saat ini telah terjangkau oleh masyarakat dan telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

    “Tadi kami melakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Sentral Inpres Manonda Palu, adapun salah satu toko yang kami lakukan pengecekan ialah toko Maju. Dan Alhamdulillah untuk harga jualnya berhasil di tekan dan distabilkan sesuai HET menjelang akhir tahun,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    “Seperti sebelumnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah yakni untuk beras premium Rp. 14,900/kg, medium Rp. 13,500/kg dan SPHP Rp. 12,500/kg. Kami harapkan juga harga ini bisa terus bertahan di tahun 2026 mendatang,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, Kanit Eksus Polresta Palu itu juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan serta pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Satreskrim Unit V Terus Imbau Pedagang Beras, IPDA Ridho Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil dan Terjangkau

    Satreskrim Unit V Terus Imbau Pedagang Beras, IPDA Ridho Pastikan Harga Jual Beras Sudah Stabil dan Terjangkau

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras harian di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Rabu (17-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA menyasar Pasar tradisional Masomba Palu.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Masomba, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    “Sampai hari ini kami terus lakukan pengimbauan dan pengecekan harga jual beras kepada pedagang, kami juga akan terus mendata harga jual beras baik premium, medium dan SPHP kedepannya,” tutur IPDA Ridho.

    Tak hanya itu, ia juga mengatakan akan terus memberikan imbauan kepada pedagang agar menjual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk pedagang kami tegaskan agar tidak melakukan penjualan melebihi ketetapan pemerintah atau HETnya, karena akan kami berikan sanksi,” jelas Kanit Eksus Itu.

    Ia juga mengimbau kepada pedagang agar segera mengurus perizinan yang berkaitan dengan perdagangan.

    “Dan untuk pedagang kami imbau agar segera mengurus izin berdagangnya jika belum memiliki serta kami juga menekankan agar mengurus izin pengemasan agar sesuai standar atau ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya mengakhiri.***

  • Gencar Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras, Bentuk Nyata Polresta Palu Kendalikan Harga Beras

    Gencar Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras, Bentuk Nyata Polresta Palu Kendalikan Harga Beras

    AKP Ismail: Harga Beras Sudah Stabil, Jangan Ada Pedagang Nakal Menjual Melabihi HET/Ketetapan Pemerintah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras harian di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Rabu (17-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA menyasar Pasar tradisional Masomba Palu.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Masomba, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    “Tentunya ini telah sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku,” jelasnya.

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

    Ketua Dewan Pers: Media Baru Harus Perkuat Nalar Sehat Demokrasi

    Wiwid/Widi – Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa tantangan utama pers di era disrupsi adalah menjaga kualitas diskursus publik agar tetap sehat, bermakna, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

    Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Komaruddin saat menghadiri Dialog Nasional yang digelar Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat” di Hall Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

    Dalam sambutannya, Komaruddin mengatakan bahwa kehidupan sejak dahulu tidak pernah lepas dari disrupsi dan kompetisi. Namun, di era saat ini, perubahan terjadi jauh lebih cepat seiring pergeseran ekosistem informasi.

    “Informasi hari ini dipengaruhi oleh tiga kekuatan besar, yakni energi, uang, dan informasi itu sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan saling menopang,” ujarnya.

    Ia mencontohkan bagaimana aliran modal dan energi kerap mengikuti narasi informasi yang dibangun media.

    Ketika suatu wilayah tidak diberitakan secara memadai, maka daya tarik ekonomi dan perhatian publik pun cenderung melemah.

    “Sumatra tidak akan mengalir uang jika tidak ada informasi,” terangnya.

    Prof. Komaruddin juga menyoroti menurunnya kualitas diskursus publik dibandingkan periode awal Orde Baru yang masih diwarnai perdebatan gagasan dan teori pembangunan.

    Saat ini, ruang publik justru dipenuhi keluhan, caci maki, isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kaburnya batas antara kepentingan keluarga dan negara.

    “Di sinilah panggilan tugas pers, yakni membangun kembali kepercayaan publik. Masyarakat sudah jenuh dengan berita hoaks dan konflik, mereka membutuhkan informasi yang realistis, berkualitas, dan penuh harapan,” katanya.

    Menurut Prof. Komaruddin, pers tetap menjadi pilar keempat demokrasi. Namun, di era media sosial dan media siber, pilar demokrasi tersebut menghadapi tantangan baru.

    Media sosial di satu sisi dapat memperkuat demokrasi, tetapi di sisi lain juga berpotensi melemahkannya jika tidak dibarengi dengan nalar sehat.

    “Di sinilah peran media profesional sangat penting, untuk memperkuat demokrasi melalui informasi yang berimbang, bernalar, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

    Ia menambahkan, setiap gagasan yang lahir di ruang publik dan dikemas menjadi informasi memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, sehingga tanggung jawab media menjadi semakin besar di tengah arus informasi yang kian deras.

    Diketahui, kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara media, pemangku kebijakan, serta praktisi digital dalam menghadapi tantangan era media baru.

    Dialog ini menghadirkan 8 pembicara dari berbagai latarbelakang, termasuk dua perspektif kunci yakni Hersubeno Arief selaku praktisi media senior dan pengamat politik, serta Nuzula Anggeraini (perwakilan pemerintah), Direktur Politik dan Komunikasi dari Kementerian PPN/Bappenas.

    Dialog nasional kali ini juga dihadiri Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat dan sejumlah anggota Dewan Pers, turut hadir juga antara lain, Ketua dan Anggota Dewan Pakar SMSI Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi dan Prof. Henri Subiakto; Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika; wartawan senior Aiman Witjaksono; serta Dr. Ariawan, Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).

    Dialog ini juga dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.H., S.Sos., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Dewan Penasehat SMSI Pusat.(*/Red)

  • 3 Bulan Masa Kontrak Belum Ada Aktivitas, PT. TBI Diduga Tak Punya Alat

    3 Bulan Masa Kontrak Belum Ada Aktivitas, PT. TBI Diduga Tak Punya Alat

    Ilong (detaknews.id) – Poso – Pemenang proyek ruas nasional trans sulawesi Tagolu – Tentena Poso Sulteng senilai Pagu Rp, 114.242.816.000, Hps Rp, 114.243.807.888,51, nilai penawaran Rp, 101.333.449.392,04, dan harga terkoreksi sebesar Rp, 101.333.449.339,49 ternyata tidak memiliki alat pendukung di Poso.

    Proyek multiyers ini mulai proses tender pada bulan Juli, Agustus, September dan kontrak pada 3 Oktober 2025.

    Adalah PT.Toreloto Battu Indah yang beralamat di Kompleks perkantoran Cempaka Putih Blok B-5 jalan LETJEN SUPRAPTO No.160 Kebayoran JAKARTA Pusat.

    Namun perusahaan pemenang proyek ruas jalan togolu – tentena sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu tidak memiliki alat pendukung di Poso seperti asphalt mixing plant (AMP), Dump Truck (mengangkut material), Excavator & Bulldozer (persiapan lahan dan galian), Motor Grader (meratakan), Asphalt Paver / Asphalt Finisher (menghamparkan aspal), dan berbagai jenis Roller/Compactor (pemadatan), serta Cold Milling Machine (mengupas aspal lama).

    Sehingga sudah memasuki bulan ke 3 sejak penandatanganan kontrak 3 okber 2025, belum ada pekerjaan sedikitpun. Bahkan pantauan media ini sejak minggu lalu tak satupun alat berada di lokasi proyek ruas jalan Togolu-Tentena itu. Hal ini dapat merugikan daerah Sulteng.

    Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Bambang yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Selasa malam (16/12-2025), mengatakan Paket tersebut kontrak MYC…untuk tahun ini masah penanganan rutin saja (patching)..tahun depan baru masuk penanganan efektif overlay.

    Disinggung soal tidak adanya alat pendukung proyek ruas jalan nasional trans Sulawesi Togolu-Tentena Poso itu, Bambang menegaskan pihak penyedia jasa harus datangkan alat pendukung, seperti AMP, Dump Truk, Exavator dan alat pendukung lainnya.

    “Kalau kami prinsipnya mereka harus datangkan alat apakah milik atau sewa,” tandas Kepala BPJN Putra Daerah Sulteng itu.

    Ditanya soal langkah dan sanksi jika sampai waktu yang ditentukan, tapi belum menunjukkan pekerjaan karena memang PT.Toreloto Battu Indah yang asal Jakarta pusat itu tidak memiliki alat pendukung untuk bekerja di Poso, Bambang mengatakan akan melakukan evaluasi.

    “Kami tetap laksanakan evaluasi dan tahapan pengendalian kontrak pak,” jelasnya.***

  • Polresta Palu Tinjau Harga Jual Beras Di Pasar Tradisional, IPDA Ridho: Harga Jual Beras Berhasil di Tekan

    Polresta Palu Tinjau Harga Jual Beras Di Pasar Tradisional, IPDA Ridho: Harga Jual Beras Berhasil di Tekan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Unit V Eksus Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan beras SPHP di pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Selasa, (16-12/2025).

    Kegiatan yang dimulai dari pukul 10:00-16:00 tersebut bertujuan untuk memastikan harga jual beras telah stabil dan sesuai regulasi pemerintah.

    Berdasarkan pelaporan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan setelah dilakukan pengecekan harga jual pada beras tersebut masih sesuai dengan regulasi pemerintah.

    “Kalau di Pasar Sentral Inpres Manonda sendiri dijual untuk beras premium tertinggi di harga Rp. 14,900/kg, medium Rp. 13,500/kg dan Beras SPHP di harga Rp. 12,500/kg,” pungkas IPDA Ridho.

    “Berdasarkan Harga jual beras tersebut, saat ini harga jualnya sudah stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertingginya (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” jelas IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

    “Sampai hari ini, kami terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Jelang Akhir Tahun Polresta Palu Masifkan Pengecekan Harga Jual Beras: Harga Sudah Stabil

    Jelang Akhir Tahun Polresta Palu Masifkan Pengecekan Harga Jual Beras: Harga Sudah Stabil

    AKP Ismail: Ini Bentuk Pengendalian Harga Jual Beras

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Jaga stabilitas harga jual beras menjelang akhir tahun, Polresta Palu masif lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Selasa (16-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu itu dimulai dari pukul 10:00 pagi hingga pukul 16:00 sore menyasar Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Hal ini juga terus dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari beras baik yang premium, medium dan SPHP serta mengendalikan harga beras yang sempat membumbung tinggi.

    Seperti yang diketahui, harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah untuk harga jual beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

    Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan harga jual beras sampai hari ini masih stabil dan terkendali.

    “Alhamdulillah telah kami lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar sentral inpres manonda Palu. Dan untuk harga jualnya masih stabil sesuai dengan regulasi pemerintah, serta kami juga memastikan jumlah stok berasnya masih tersedia,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    “Untuk harga jual berasnya sendiri dibanderol seharga Rp. 14,900/kg (premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP). Jika di cocokkan dengan HET, harga jualnya sudah stabil sesuai regulasi dan ketetapan pemerintah,” tutur IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual beras guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu sampai akhir tahun.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***