Ilong (detaknews.id) – Palu – Program Berani Cerdas gagasan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menjadi yang pertama di Indonesia. Pasalnya, Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulteng berani memberikan beasiswa gratis kepada seluruh generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.
Anwar mengatakan, belum ada Pemprov di Indonesia yang mengambil langkah seberani Sulteng dengan program Berani Cerdas. Hal ini ia utarakan saat melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan bersama seluruh Perguruan Tinggi di Sulteng pada Kamis (08/01/2026).
”Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberi program sebanyak ini,” ujar Anwar dalam pernyataannya di Kantor Gubernur, Palu, Sulteng.
Ia menilai, program tersebut bisa menjamin pemerataan pendidikan di seluruh masyarakat Sulteng. Harapnya, program Berani Cerdas bisa semakin meningkatkan Sumber Days Manusia (SDM) di Sulteng.
”Bukan hanya janji kampanye semata tapi sebuah upaya kita memajukan provinsi ini melalui sektor SDM,” tuturnya.
Anwar juga mengungkapkan masa depan Sulteng sejatinya berada di tangan para generasi muda. Oleh karena itu, Program Berani Cerdas menjadi salah satu pelopor untuk membawa Sulteng semakin maju.
”Kita semua yakin, masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh SDA tapi setinggi apa SDM yang dimiliki daerih ini,” tegas Anwar.
Anwar berharap, Sulteng bisa menjadi salah satu provinsi penyumbang SDM maju sehingga bisa mewujudkan Generasi Emas 2045 yang dicita-citakan.
Harapan itu membuat Anwar semakin gencar mendorong program Berani Cerdas sebagai sebuah wadah untuk memenuhi kualitas pendidikan generasi muda Sulteng.
”Data menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah 9 tahun, artinya penduduk kita ijazah SMP, Indonesia Emas yang kita cita-citakan itu akan mustahil dengan durasi pendidikan 9 tahun itu,” terangnya.
Ia menegaskan, pemprov Sulteng siap menanggung biaya pendidikan anak-anak muda dengan adanya program Berani Cerdas.
Anwar optimis, hal ini bisa lebih meringankan beban pengeluaran orangtua yang kesulitan memenuhi pendidikan anak di Perguruan Tinggi.
”Orangtua kalau mau bantu anaknya bantulah yang lain, biar masalah biaya pendidikan ini ditanggung oleh pemerintah provinsi,” pungkasnya.***
Tag: Pemprov Sulteng

Kukuhkan Program Berani Cerdas, Gubernur Sulteng: Pertama di Indonesia

Gubernur Anwar Hafid Pimpin Apel Gabungan Perdana 2026, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Ilong (detaknews.id) – Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si memimpin Apel Gabungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Senin pagi (5/1/2026).
Apel gabungan ini menjadi apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulawesi Tengah di awal tahun 2026.
Ribuan ASN dari berbagai perangkat daerah tampak mengikuti apel tersebut. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr.Reny A.Lamadjido,Sp.PK,M.Kes, Sekretaris Daerah Provinsi Drs.Novalina,MM, para kepala perangkat daerah/widyaiswara/administrator/pengawas.
Dalam amanatnya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya ASN menghafal dan menghayati Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta memaknai secara sungguh-sungguh sumpah jabatan, baik bagi pejabat struktural, fungsional, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Sumpah jabatan jangan dianggap main-main. Kita bersumpah di hadapan Allah SWT. Itu adalah tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijaga dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat komitmen pelayanan publik. Menurutnya, sekitar 22.126 ASN (PNS dan P3K) Pemprov Sulawesi Tengah yang dibiayai negara memiliki satu tujuan utama, yakni melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Negara membiayai kita bukan tanpa tujuan. Rakyat hanya membutuhkan dua hal dalam pelayanan, yaitu kepastian dan kesungguhan. Tolong, kalau ada rakyat yang mengadu, layani sesuai kemampuan kita,” katanya.
Gubernur juga menekankan bahwa pada tahun 2026, pola kerja ASN harus bersifat kolektif, bukan individual. Mulai dari kepala dinas hingga staf, seluruh ASN diminta bekerja sebagai satu tim untuk mencapai target pembangunan daerah.
Untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengaktifkan Command Center sejak malam pergantian tahun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pelayanan publik sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah memasuki era digitalisasi pemerintahan pada tahun 2026.
Melalui Command Center tersebut, setiap pertanyaan, laporan, maupun keluhan masyarakat yang masuk akan diterima oleh operator dan selanjutnya diteruskan secara cepat dan tepat kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Tindak lanjut dari respons terhadap masyarakat ini akan berpengaruh pada penilaian kinerja, termasuk dalam penambahan penghasilan aparatur,” ungkapnya.
Selain itu, Beliau meminta ASN meningkatkan disiplin, khususnya dalam kepatuhan terhadap jam kerja. Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memahami dan mengimplementasikan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni 9 Berani.
Program tersebut meliputi Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Lancar, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Berdering, Berani Berintegritas, dan Berani Berkah.
“Seluruh ASN harus menjadi penggerak utama keberhasilan 9 Berani. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.
Terakhir Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sikap sebagai aparatur negara, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.***

Wagub Sulteng Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Dorong Moderasi dan Harmoni Beragama
Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (3/1/2026).
Dalam upacara tersebut, Wakil Gubernur dr. Reny bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Disampaikan dalam sambutan Menteri Agama, selama 80 tahun pengabdiannya, Kementerian Agama telah menjalankan peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Kementerian Agama juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan pemberdayaan ekonomi umat.
Pengembangan ekonomi umat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi pesantren serta pengelolaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian umat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pendidikan, Kementerian Agama terus meningkatkan kualitas madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan melalui inovasi kurikulum serta penguatan sarana dan prasarana. Selain itu, Program Desa Sadar Kerukunan menjadi salah satu upaya konkret dalam merawat toleransi dan harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Menghadapi tantangan era digital, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu bertransformasi menjadi aparatur yang adaptif, profesional, dan berintegritas, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan kerukunan umat beragama.
Pada kesempatan tersebut, Wagub dr. Reny juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berprestasi dan berdedikasi dalam mendukung tugas dan fungsi Kementerian Agama di Provinsi Sulawesi Tengah.
Upacara peringatan HAB ke-80 ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A., unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, serta ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.***

Gelar Rapat Maraton & Peninjauan Lapangan, Pakar ITB Tinjau Batuan Geologi di PT. Poso Energy
Ilong (detaknews.id) – Poso – TIGA pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), didampingi Ketua Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA), Eva Susanti Bande, menggelar rapat maraton dan peninjauan lapangan bersama perwakilan PT Poso Energy.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, dimulai pukul 09.30 hingga 16.00 Wita di Kantor PT Poso Energy, Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso – Sulawesi Tengah.
Pertemuan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah rapat yang menyita waktu hingga delapan jam di kantor PT Poso Energy untuk mencocokkan dan memverifikasi data.
Kemudian, sesi dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk memeriksa batuan geologi di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso 1 dan Poso 2.
Sebelum pertemuan teknis dimulai, Ketua Satgas Eva Susanti Bande mengatakan kedatangan tim ahli ITB adalah bentuk respons Gubernur atas pengaduan 25 warga Desa Sulewana, yang rumahnya retak diduga akibat aktivitas PLTA milik PT Poso Energy.
Eva mengingatkan kembali salah satu rekomendasi kepada PT Poso Energy yang belum dijalankan. Salah satu rekomendasi yang disorot adalah perbaikan rumah warga Sulewana yang rusak tanpa harus menunggu hasil penelitian dari Tim Ahli ITB rampung.
“Ayolah Pak. Anda ini beroperasi di dekat kampung mereka. Tolong rumahnya diperbaiki, jangan dibiarkan warga seperti itu terus,” cecar Eva di depan para petinggi perusahaan, merujuk pada 25 rumah warga yang mengalami keretakan.
Eva mengatakan, Gubernur berharap PT Poso Energy dapat memprioritaskan penyelesaian masalah rumah warga yang mengalami kerusakan.
Posisi operasional perusahaan yang sangat dekat dengan permukiman mestinya masalah ini menjadi perhatian mendesak.
Sikap petinggi PT Poso Energy masih seperti pada pertemuan sebelumnya. Perwakilan perusahaan mengaku tidak bisa menjalankan perbaikan/bedah rumah dengan alasan PT Poso Energy bukan yang menyebabkan kerusakan rumah warga.
TIM AHLI GALI DATA DAN DOKUMEN
Rapat maraton selama delapan jam tersebut melibatkan tiga anggota Tim Ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki spesialisasi berbeda-beda.
Ketiga ahli tersebut adalah, Dr. Teguh Purnama Sidiq, S.T, M.T (Tenaga Ahli Geodesi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian/FITB), Dr. Rendy Dwi Kartiko, S.T, M.T (Tenaga Ahli Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian/FITB) dan Inzagi Suhendar, S.T, M.T (Asisten Tenaga Ahli Tambang, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan/FTTM) ITB.
Selama waktu tersebut, ketiga ilmuwan terapan tersebut secara intensif menganalisis dokumen dan mencocokkan data terkait aspek Power Plant Engineering (Rekayasa Pembangkit Listrik) yang disajikan dan didiskusikan secara detail oleh tim ahli dari PT Poso Energy.
Salah satu tim pakar, Teguh Purnama Sidiq, mengatakan, keterlibatan timnya adalah untuk mencari kebenaran berdasarkan fakta di lapangan. Bukan mencari pembenaran terhadap asumsi di balik mencuatnya kasus ini.
Sebagai ilmuwan, mereka bekerja sesuai kaidah metodologi ilmiah dan objektivitas akademik, memastikan setiap temuan dan kesimpulan didukung oleh data empiris dan prinsip-prinsip teknik yang berlaku.
Mengenai hasil akhir, Ketua Satgas Eva Susanti Bande menjelaskan bahwa belum ada kesimpulan yang bisa diperoleh dari kunjungan lapangan yang dilakukan tim ahli ITB hari ini. Para pakar baru sebatas mengumpulkan data awal, mencocokkan dokumen dan meninjau lokasi.
Eva Susanti Bande menegaskan, pihaknya menjamin tim ahli yang dilibatkan bekerja sesuai kaidah akademik dan objektivitas ilmiah murni.
Hasil penelitian ini jauh dari afiliasi politik dan kepentingan pihak manapun, baik perusahaan maupun kelompok tertentu.
Dengan integritas yang terjamin ini, ia optimistis laporan akhir dari tim ITB dapat menjadi pijakan yang kuat dan adil bagi Gubernur dalam mengambil keputusan terbaik untuk semua pihak. Sumber rilis PKA Sulteng. ***

Jadi Panggung Seleksi Menuju Kejuaraan Asian (AFC) 2026, Gubernur Anwar Hafid Membuka Kejurnas Anggar 2025
Ilong (detaknews.id) – Palu – Untuk pertama kalinya, Provinsi Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar. Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting karena turut berperan dalam proses seleksi atlet menuju Kejuaraan Asia 2026, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng, Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, secara resmi membuka Kejurnas Anggar 2025 di Gedung Olahraga Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo (GBK) Palu.Sulawesi Tengah, Sabtu (15/11/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran PB IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) serta seluruh kontingen dari 16 provinsi, yaitu Banten, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Anggar di Sulteng merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya anggar yang dikenal memiliki tradisi panjang, teknik tinggi, serta menjunjung nilai sportivitas dan disiplin.
“Kehadiran para atlet dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah bukan hanya kaya akan alam dan budaya, tetapi juga memiliki semangat olahraga serta persaudaraan yang kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menilai bahwa kejuaraan berskala nasional juga membawa manfaat ekonomi bagi daerah, mulai dari meningkatnya okupansi hotel hingga perputaran ekonomi pada pelaku UMKM.
“Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga dapat menggerakkan perekonomian rakyat,” tambahnya.
Kejurnas Anggar 2025 ini sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Asian Fencing Championships (AFC) 2026. Gubernur menyampaikan harapan agar Sulawesi Tengah kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan event nasional maupun internasional berikutnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, tetap rendah hati, dan memberikan kemampuan terbaik di arena. Ia juga mengingatkan para wasit dan juri agar menjalankan tugas secara adil, objektif, dan profesional demi menjaga kehormatan olahraga anggar.
Tidak lupa gubernur turut mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, dimulai dari aktivitas sederhana demi meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup.
Selaras dengan gubernur, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah yang juga Ketua Panitia, Nuzul Rahmat R., SH., MH., menyampaikan bahwa kesempatan bagi Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah merupakan momentum berharga sekaligus langkah bersejarah, karena untuk pertama kalinya Kejurnas Anggar digelar di daerah tersebut. Pada Kejurnas 2025, tercatat 154 peserta dari 16 provinsi berpartisipasi, termasuk 39 atlet asal Sulawesi Tengah.
“Saya berharap melalui ajang ini lahir atlet-atlet anggar Sulawesi Tengah yang berani, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Turut hadir Sekjen Umum PB Ikasi, Firtian Judiswantara; Ketua Pemprov Ikasi Sulteng, Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T.; Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae; Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM.; para kepala perangkat daerah; Kepala Bandara Sis Al-Jufri; para ketua kontingen; official; serta seluruh atlet anggar dari berbagai provinsi di Indonesia dan Masyarakat Sulteng.***

Kabar Gembira Bagi Mahasiswa, Perluasan Jenjang S2 Berani Cerdas Siap Terealisasi Tahun 2026
Ilong (detaknews.id) – Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) kemukakan program beasiswa Berani Cerdas yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tetap dilanjutkan pada tahun 2026 dengan perluasan jenjang pendidikan magister atau S2.
“Khusus S2 difokuskan pada keahlian strategis pembangunan daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah Yudiawati V Windarualina di Palu, Selasa.
Ia mengemukakan, program berani cerdas merupakan salah satu program strategis Pemprov Sulteng sebagai upaya pemerataan akses pendidikan. Program itu mencakup tiga hal utama yakni memastikan seluruh anak usia sekolah menempuh pendidikan menengah, menjadikan sekolah bebas pungutan, dan memberikan beasiswa kuliah bagi mahasiswa tidak mampu namun berprestasi.
“Program ini sudah berjalan sekitar delapan bulan. Khusus perluasan tahun 2026 pemerintah memprioritaskan bantuan beasiswa kuliah S2 di bidang kedokteran spesial, pertambangan, dan profesi tenaga ahli lainnya,” ujarnya.
Karena bidang-bidang itu merupakan kebutuhan daerah untuk menunjang pembangunan berkelanjutan ke depan, berbeda dengan beasiswa berani cerdas untuk jenjang strata satu (S1) yang memberikan afirmasi bagi mahasiswa berprestasi namun tidak memiliki kemampuan secara ekonomi.
“Bantuan beasiswa S2 berbasis prestasi akademik dan kompetensi tambahan. Para penerima juga diwajibkan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan masa studi, dan itu akan dituangkan ke dalam dokumen perjanjian,” ucap Yudiawati.
Ia memaparkan khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa dokter spesialis, Dinas Pendidikan akan menerapkan sistem pengabdian dengan rumus N×2, di mana N merupakan lama masa studi.
Misalnya, jika masa studi berlangsung lima tahun, maka penerima wajib mengabdi selama sepuluh tahun di daerah penempatan.
Selain itu, bidang profesi seperti notariat, keperawatan profesi, dan insinyur juga akan dimasukkan dalam kategori S2 dan setara.
“Prinsipnya, untuk jenjang S2 ke atas, beasiswa diberikan sesuai kebutuhan dan kekhususan profesi,” kata dia.
Lalu bantuan beasiswa berani cerdas jenjang S1, hingga kini masih menjadi partisipasi tertinggi sebanyak 58.276 pendaftar dengan prioritas yakni warga Sulawesi Tengah, 24.398 peserta telah mengunggah berkas dan 18.724 mahasiswa telah menerima penyaluran beasiswa.
Dinas Pendidikan menargetkan hingga akhir November jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 25 ribu mahasiswa, pemerintah mengajak masyarakat yang ingin meningkatkan senjang pendidikan manfaatkan program berani cerdas.
Program berani cerdas salah satu dari sembilan program strategis Sulteng, bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul,” tutur Yudiawati.***

Soroti Utang Proyek oleh Dispora Sulteng, Wakil Ketua DPRD Sulteng Tegaskan Pemprov Harus Melunasi Hutang Itu
Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil ketua II DPRD Sulteng Fraksi Partai Demokrat Syarifuddin Hafid, SH, MM menjawab media ini Kamis (6/11-2025), via telepone di aplikasi whatsAppnya menegaskan pemerintah provinsi harus membayar hutang proyek pembangunan kolam renan Yellow Aquatik Stadium di bukit jabal nur Palu.
Ia berharap Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) segera memprogramkan anggaran pembayaran hutang proyek kolam renang yang sudah selesai sejak awal tahun 2021.
“Namanya hutang daerah ya harus dibayar, kasihan kontraktornya sudah selesai pekerjaannya tapi Dispora (Pemprov) Sulteng lalai membayarnya. Masa sampai 5 tahun sudah selesai tidak dibayar-bayar, bisa-bisa tidak dipakai-pakai, padahal mestinya fungsional,”tegas ketua DPC Partai Demokrat Morowali itu.
Menurut, pihaknya akan mengingatkan dan mendorong Pemprov dalam hal ini Dispora Sulteng untuk mengusulkan anggaran agar bisa menyelesaikan hutang proyek pembangunan kolam renang itu, yang katanya mencapai Rp, 10,9 miliyar.
“Kami akan mengingatkan dan mendorong pemprov (Dispora) untuk segera mengusulkan anggaran pembayaran hutang biaya proyek pembangunan kolam renang Yellow Aquatik Stadium yang tersisa kurang lebih Rp, 10,9 miliyar dari nilai kontrak sebesar Rp.Rp. 19.363.930.400 (sembilan belas miliar tiga ratus enam puluh tiga juta sembilan ratus tiga puluh ribu empat ratus rupiah),”jelas mantan wakil ketua DPRD Morowali itu.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng Drs.Irvan Aryanto, M.Si yang dikonfirmasi via chat di aplikasi whatsAppnya Rabu malam (5/11-2025), mengaku perlu melihat dokumen untuk mengetahui detal montraknya, berapa yang telah dibayarkan dan berapa sisanya.
“Wass,,, harus liat dokumen dulu lee, kami sementara ada ikut POPNAS di Jkt,”tulis Irvan.
Sebelumnya Gubernur Sulteng Anwar Hafid menjawab media ini Senin (3/11-2025), via telepone di aplikasi whatsAppnya menegaskan pembayaran proyek pembangunan kolam reneng akan dianggarkan tahun 2026.
“Tahun depan Pemprov Sulteng anggarkan untuk pembayaran biaya proyek pembangunan kolam renang itu. Dispora Sulteng selama ini belum ada anggaran untuk membayar rekanan proyek pembangunan kolam renang itu,”ujar mantan bupati Morowali dua periode itu.
Muhammad Raslin aktivisi pekerja hukun progresif kepada media ini Rabu (5/11-2025), menegaskan Dispora Sulteng sudah seperti BUMN tidak membayar subkonnya.
“Sdh tertular penyakit BUMN ke pemda 😅,” tulis aktivis yang sering berdemonstrasi itu untuk mencari kebenaran dan peduli terhadap korban ketidak adilan itu.***

Kolam Renang Aquatik Stadium Sering Digunakan Dalam Lomba Renang Lokal hingga Nasional
Ilong (detaknews.id) – Palu – Walau belum dibayar 100 persen sejak selesai dibangun, namun kolam renang Yellow Aquatik Stadium yang terletak di ex lokasi STQ bukit Jabal Nur kota Palu, tapi sudah sering digunakan dalam lomba renang baik lokal, regional maupun Nasional.
Pada tahun 2023, atlit renang asal Cenderawasih Swimming Club Merauke Papua Selatan mengikuti kejuaraan renang ILM Cup Open Swimming Competition di Yellow Aquatik Stadiun Palu Provinsi Sulteng Sulawesi Tengah.
Lomba renang itu berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Mei 2023.
Atlit tersebut bernama Nathania Zefanya Wohel berasal dari SD YPPK Don Boscho Budhi Mulia Merauke dan mengikuti 5 nomor lomba kelompok umur atau KU 5 masing – masing gaya bebas 50 meter Board, gaya bebas 50 meter Fins, gaya bebas 50 meter, gaya bebas 100 meter dan gaya dada 50 meter.
Ketua PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Pengurus Provinsi (Pengprov) Sulawesi Tengah adalah Dr. H. Hidayat Lamakarate, S.I.P, M.Si hadir dalam beberapa momen lomba renang di kolam renang Yellow Aquatik Stadium menyaksikan lomba.
Begitupun Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng Drs.Irvan Aryanto, M.Si. Walau sudah sering digunakan sejak selesai dibagun tahun 2021, namun masih menyisahkan hutang sekitar Rp,10,9 miliyar dari nilai kontrak kurang lebih Rp, 19,3 miliyar.
Kolam Renang Yellow Aquatik Stadium itu telah dilengkapi sumur bor dengan air mengalir dari dalam (debit) puluhan liter perdetik. Sehingga terjadi sirkulasi air yang sehat. Dan memenuhi standar kolam renang nasional.
Selain itu setiap saat ditaburi obat kedalam kolam renang, agar sehat, harga obatnyapun mencapai Rp,15 juta sekali pake.
Karena pihak pemerintah provinsi Sulteng masih berhutang ke kontraktor yakni PT.Mandava Putra Utama kurang lebih Rp,10,9 miliyar, sehingga belum diserahkan dan diresmikan oleh pemerintah.
Padahal kolam renang Yellow Aquatik Stadium itu sangat refresantatif baik untuk pemusatan latihan para atlet renang, maupun untuk kejuaraan baik lokal, regional maupun nasional.
Dan hal ini sudah sering digunakan lomba renang, baik anak-anak, remaja maupun dewasa dan para atlet renang Sulteng.
Adalah OJK dan Bank Indonesia sponsor dalam open turnamen Swimming Competititon pada 19 Mei 2023 di Yellow Aquatic Stadium, Kota Palu, Sulteng.
Dan mestinya Dispora Sulteng menganggarkan pembayaran hutang Pemprov Sulteng itu dan tidak mengulur-ngulur waktu untuk melakukan pembayaran ke rekanan.
“Bayangkan sudah memasuki tahun ke 5, kolam renang itu selesai kami kerjakan pembangunannya. Dan hanya uang muka dari anggaran proyek kolam renang itu diberikan diawal kepada kami. Selanjutnya kami pakai dana sendiri dengan harapan pemprov Sulteng melalui Dispora menggantinya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja pada tahun 2018/2019. Namun hanya dijanji-janji terus oleh Kadis Pora Sulteng bapak Irvan Aryanto,”tegas Budi salah seorang Direksi di PT.Mandava Putra Utama itu.
Celakanya lagi Kadispora Sulteng Irvan Aryanto terkesan mendiamkan hutang proyek di Dinas yang dipimpinnya itu, sehingga sampai saat ini pekerjaan yang sudah selesai 100 persen itu tidak dibayar-bayar.
Proyek kolam renang itu mulai dianggarkan jelang akhir masa jabatan Gubernur Longki Djanggola. Dan Selesai dikerjakan dimasa awal pemerintahan Gubernur Rusdy Mastura. Dan sampai berakhir masa jabatan Rusdy Mastura hasil pekerjaan proyek yang sudah selesai itu belum dilunasi pembayarannya sesuai kontrak kerja.
Diduga Kadispora tidak pernah serius mengusulkan sisa anggaran proyek kolam renang Yellow Aquatik Stadium itu yang masih tersisa kurang lebih Rp, 10,9 miliyar, sehingga menjadi beban hutang Pemprov Sulteng.
Manyikapi hal itu, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengaku segera menganggarkannya tahun 2026 mendatang dan segera membayar hutang tersebut ke rekanan sebesar Rp, 10,9 miliyar itu.
“Tahun depan (2026) Pemprov menganggarkannya dan segera membayarkannya ke pihak rekanan yang mengerjakan proyek kolam renang itu,”ujar Gubernur Anwar Hafid dari balik telepone di aplikasi whatsAppnya Senin pagi (3/11-2025).
Untuk diketahuan disekitar kolam renang Yellow Aquatik Stadium Talise itu akan dibangu sekolah rakyat program Presiden Prabowo Subianto. Dan saat ini sudah dilakukan penggusuran.***

Buka Webinar Nasional Hari Pangan Sedunia, Wagub Sulteng: Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Ilong (detaknews.id) – Palu – Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. membuka Webinar Nasional Peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, Kamis (30/10).
Dari ruang kerjanya, Wagub Reny Lamadjido menyampaikan keynote speech bertema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future.”
Webinar yang diinisiasi DPD PERGIZI PANGAN Sulteng menghadirkan beberapa narasumber dari pusat dan daerah, diantaranya Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional RI Dr. Drs. Sarwo Edhy, S.P., M.M., M.H.
Dalam arahannya, Wagub Reny menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menjawab tantangan mewujudkan ketahanan pangan dan konsumsi pangan lokal di Sulteng dan Indonesia pada umumnya.
“Percepatan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan,” tegasnya agar dijadikan fokus.
Selanjutnya wagub berharap webinar menghasilkan rumusan-rumusan aplikatif untuk mempercepat pengentasan masalah pangan dan gizi yang sinkron dengan program 9 BERANI, utamanya BERANI Sehat, BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera.
“Saya berharap dapat lahir ide-ide segar dan kebijakan yang semakin memperkokoh ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan mandiri dalam pangan,” ujarnya.
DI bagian lain, panitia melaporkan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia di Sulteng diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain : Pasar murah tanggal 25 Oktober 2025 di Kelurahan Tondo.
Webinar nasional, bakti sosial di wilayah Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala) dan edukasi gizi seimbang dan konsumsi pangan lokal ke masyarakat.***









