• Lakukan Pengecekan Harga Jual Harian, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Terkendali

    Lakukan Pengecekan Harga Jual Harian, Polresta Palu Pastikan Harga Jual Beras Terkendali

    AKP Ismail: Harga Lebih Terjangkau, Jangan Lagi Ada Pedagang Nakal

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Unit V Eksus Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan beras curah di ritel modern dan pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Jumat (05-12/2025).

    Kegiatan yang dimulai dari pukul 10:00-16:00 tersebut bertujuan untuk memastikan harga jual beras telah stabil dan sesuai regulasi pemerintah.

    Berdasarkan pelaporan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan Setelah dilakukan pengecekan harga jual pada beras pada dua lokasi tersebut didapati harga jualnya bervariasi

    “Kalau untuk Palu Grand Hero, tidak melakukan penjualan beras curah, makanya ketika dilakukan pengecekan hanya terdapat beras Premium dan Medium dengan harga beras premium tertinggi Rp. 16,500/kg dan terendah Rp. 14,500/kg sedangkan beras medium tertinggi di harga Rp. 15,000/kg dan terendah Rp. 14,000/kg,” ungkap Kanit Eksus Itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan berbeda dengan data yang di dapat pada Pasar Sentral Inpres Manonda Palu didapati penjualan beras premium, medium dan beras curah lebih rendah di banding palu grand hero

    “Kalau di Pasar Sentral Inpres Manonda sendiri dijual untuk beras premium tertinggi di harga Rp. 16,000/kg dan terendah Rp. 14,900/kg, medium tertinggi Rp. 14,000/kg terendah Rp. 13,500/kg dan Beras Curah tertinggi dan terendahnya di harga Rp. 12,500/kg,” pungkas IPDA Ridho.

    “Berdasarkan Harga jual beras tersebut, bisa kita simpulkan bahwa terdapat beberapa pedagang yang melakukan penjualan melebihi Harga Eceran Tertingginya (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kami berikan sanksi berupa teguran,” jelas IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

    “Sampai hari ini, kami terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Massa Poboya Ultimatum PT CPM, Beri Batas Waktu Satu Minggu

    Massa Poboya Ultimatum PT CPM, Beri Batas Waktu Satu Minggu

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Masyarakat lingkar tambang Poboya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Citra Palu Minerals (CPM) pada Kamis, 4 Desember 2025.

    Aksi yang diikuti ratusan warga tersebut bertujuan mendesak perusahaan melakukan penciutan lahan konsesi menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) agar dapat dikelola masyarakat melalui izin pertambangan rakyat (IPR).

    Ratusan warga yang datang sejak pagi hari memenuhi halaman depan kantor PT CPM. Mereka membawa spanduk, poster, serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan tambang Poboya yang selama ini dianggap tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat lingkar tambang.

    Para demonstran menyebut kehadiran WPR penting untuk membuka akses ekonomi bagi warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan tradisional.

    Koordinator lapangan, Kusnadi Paputungan, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan yang selama ini dirasakan warga terhadap sikap PT CPM. Ia menilai perusahaan tidak memiliki itikad untuk mendengarkan maupun memenuhi tuntutan masyarakat.

    “Memang sejak awal CPM seakan tidak pernah berniat untuk melaksanakan apa yang diinginkan masyarakat,” ujarnya dalam orasi yang disambut teriakan setuju dari para peserta aksi. Menurutnya, penciutan lahan konsesi menjadi langkah yang telah lama diminta warga, namun hingga kini tidak pernah ditanggapi secara serius oleh pihak perusahaan.

    Kusnadi menegaskan bahwa masyarakat di lingkar tambang Poboya sudah terlalu lama berhadapan dengan berbagai keterbatasan akibat aturan ketat perusahaan dalam akses terhadap wilayah konsesi. Ia menyebut warga hanya ingin mendapatkan ruang yang adil untuk mengelola tambang melalui mekanisme yang sah, yakni izin pertambangan rakyat.

    Sementara itu, Sekretaris Dewan Adat Poboya, Herman, yang juga turut berorasi, menilai keberadaan PT CPM sejak awal operasi tidak memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Menurutnya, berbagai janji yang pernah disampaikan perusahaan tidak pernah terealisasi hingga kini.

    “CPM hanya mau menguasai sendiri konsesi tambang di wilayah Poboya,” ujarnya.

    Herman menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki hak historis sekaligus moral untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya yang berada di wilayah mereka. Ia juga menambahkan bahwa berbagai regulasi terkait WPR seharusnya memberikan ruang yang cukup bagi warga untuk mengelola tambang secara legal dan teratur.

    Salah satu tokoh masyarakat Poboya, Sofyar, juga hadir dalam barisan demonstran dan menyampaikan ultimatum kepada PT CPM. Ia menegaskan bahwa warga memberikan batas waktu satu minggu bagi perusahaan untuk merespons tuntutan yang telah disampaikan.

    “Satu minggu dari hari ini, kalau CPM tidak ada respon terkait tuntutan kami, akan ada aksi lanjutan supaya CPM diusir keluar dari Kota Palu,” tegasnya.

    Menurutnya, warga tidak ingin konflik berkepanjangan, namun ketidakjelasan sikap perusahaan membuat kesabaran masyarakat semakin menipis. Ia berharap PT CPM segera memberikan jawaban resmi sehingga tidak ada eskalasi aksi di kemudian hari.

    Sofyar menjelaskan bahwa masyarakat ingin menghindari ketegangan lebih lanjut, tetapi apabila aspirasi mereka terus diabaikan, maka warga siap melakukan aksi yang lebih besar.

    Ia menyatakan bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan perusahaan, tetapi menuntut pembagian ruang yang adil agar warga tidak semakin terpinggirkan dari tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

    Sayangnya, aksi yang berlangsung hingga siang hari itu tidak direspons oleh pihak manajemen PT CPM. Tidak ada satu pun jajaran direksi maupun petinggi perusahaan yang turun menemui para demonstran. Kondisi ini memperkuat kekecewaan warga yang telah berkali-kali menyampaikan aspirasi namun tidak pernah mendapat tanggapan konkret.

    Para peserta aksi tetap berada di depan kantor perusahaan meski tidak ada perwakilan yang hadir. Mereka melanjutkan orasi dan menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara, sambil berharap pihak perusahaan bersedia membuka dialog terbuka sebagaimana telah diminta sejak lama.

    Ketiadaan respons membuat warga menilai PT CPM enggan memberikan kepastian terkait pengelolaan lahan konsesi dan potensi perubahan kebijakan yang memberikan ruang bagi WPR.

    Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari aparat Polresta Palu. Puluhan personel disiagakan untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap tertib. Aparat terlihat menjaga agar tidak terjadi kericuhan antara warga dan pihak perusahaan.

    Setelah beberapa jam menyampaikan tuntutan, para demonstran akhirnya membubarkan diri secara tertib. Namun mereka menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir.

    Warga telah sepakat untuk kembali turun ke jalan apabila dalam waktu satu minggu ke depan PT CPM tidak memberikan jawaban resmi atas tuntutan penciutan lahan konsesi untuk dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat.

    Bagi warga Poboya, perjuangan ini bukan hanya soal pengelolaan tambang, tetapi juga tentang hak memperoleh kesempatan ekonomi yang selama ini terhalang oleh kebijakan perusahaan.

    Para tokoh masyarakat menyatakan bahwa aksi lanjutan akan dirancang lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen komunitas apabila tidak ada kepastian dari PT CPM.

    Mereka berharap pihak pemerintah daerah juga dapat turun tangan untuk memfasilitasi dialog antara warga dan perusahaan agar ketegangan tidak terus berlarut.

    Dengan berakhirnya aksi hari ini, masyarakat lingkar tambang Poboya kini menanti langkah berikutnya dari PT CPM. Bagi warga, respons perusahaan dalam sepekan ke depan akan menentukan arah perjuangan selanjutnya sekaligus menjadi penanda apakah aspirasi mereka benar-benar didengar.***

  • Kanit Eksus Polresta Palu Sampaikan Ke Pedagang agar Patuhi Regulasi Saat Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras

    Kanit Eksus Polresta Palu Sampaikan Ke Pedagang agar Patuhi Regulasi Saat Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Kanit Eksus dan Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan penijauan harga jual beras di Ritel Modern dan Pasar Tradisional, Kamis (04-12/2025).

    Hal ini terus dilakukan untuk menstabilkan harga jual beras baik premium, medium dan beras curah di wilayah hukum Polresta Palu.

    Adapun kegiatan yang dimulai dari pukul 10:00-16:00 WITA tersebut menyasar Palu Grand Hero dan Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan didapati harga jual beras premium dan medium di Palu Grand Hero yakni beras premium Rp. 16,500/kg (tertinggi) & Rp. 14,500/kg (terendah) kemudian beras medium Rp. 15,000/kg (tertinggi) dan Rp. 14,000/kg (terendah).

    “Sedangkan di pasar sentral inpres manonda menjual beras premium di harga Rp. 16,000/kg (tertinggi)-Rp. 14,900/kg (terendah), medium Rp. 14.000/kg (tertinggi)-Rp. 13,500/kg (terendah) dan beras curah Rp. 12,500/kg (tertinggi dan terendahnya),” pungkas Kanit Eksus itu.

    “Tentunya jika kita lihat harga jualnya cukup bervariasi dan berhubungan dengan hal itu, kami akan terus melakukan peninjauan dan pengecekan harga jual agar bisa seperti yang ditetapkan oleh pemerintah,” tuturnya.

    Ia juga mengatakan akan terus mengimbau pedagang agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku sesuai anjuran pemerintah.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.***

  • Tinjau Ritel Modern & Pasar Tradisional, Polresta Palu Cek Harga Jual Beras Agar Sesuai Regulasi

    Tinjau Ritel Modern & Pasar Tradisional, Polresta Palu Cek Harga Jual Beras Agar Sesuai Regulasi

    AKP Ismail: Kita Jaga Harga Jual Agar Tetap Stabil

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Kanit Eksus Polresta Palu dan Unit V Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras Premium, Medium dan Beras Curah di Pasar Tradisional dan Ritel Modern di Wilayah Hukum Polresta Palu, Kamis (04-12/2025).

    Kegiatan yang di mulai pukul 10:00-16:00 WITA itu menyasar dua tempat yakni Palu Grand Hero dan Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH Melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan Setelah dilakukan pengecekan harga jual pada beras pada dua lokasi tersebut didapati harga jualnya bervariasi

    “Kalau untuk Palu Grand Hero, tidak melakukan penjualan beras curah, makanya ketika dilakukan pengecekan hanya terdapat beras Premium dan Medium dengan harga beras premium tertinggi Rp. 16,500/kg dan terendah Rp. 14,500/kg sedangkan beras medium tertinggi di harga Rp. 15,000/kg dan terendah Rp. 14,000/kg,” ungkap Kanit Eksus Itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan berbeda dengan data yang di dapat pada Pasar Sentral Inpres Manonda Palu didapati penjualan beras premium, medium dan beras curah lebih rendah di banding palu grand hero

    “Kalau di Pasar Sentral Inpres Manonda sendiri dijual untuk beras premium tertinggi di harga Rp. 16,000/kg dan terendah Rp. 14,900/kg, medium tertinggi Rp. 14,000/kg terendah Rp. 13,500/kg dan Beras Curah tertinggi dan terendahnya di harga Rp. 12,500/kg,” pungkas IPDA Ridho.

    “Berdasarkan Harga jual beras tersebut, bisa kita simpulkan bahwa terdapat beberapa pedagang yang melakukan penjualan melebihi Harga Eceran Tertingginya (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kami berikan sanksi berupa teguran,” jelas IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

    “Sampai hari ini, kami terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Kanit Eksus Polresta Palu Bersama Satreskrim Unit V Polresta Palu Lakukan Peninjauan Harga Jual Beras Di Ritel Modern dan Pasar Tradisional

    Kanit Eksus Polresta Palu Bersama Satreskrim Unit V Polresta Palu Lakukan Peninjauan Harga Jual Beras Di Ritel Modern dan Pasar Tradisional

    IPDA Ridho: Kami akan Terus Melakukan Pengimbauan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Kanit Eksus dan Unit V Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras Premium, Medium dan Beras Curah di Pasar Tradisional dan Ritel Modern di Wilayah Hukum Polresta Palu, Rabu (03-12/2025).

    Kegiatan yang di mulai pukul 10:00-16:00 WITA itu menyasar dua tempat yakni Palu Grand Hero dan Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH Melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan Setelah dilakukan pengecekan harga jual pada beras pada dua lokasi tersebut didapati harga jualnya bervariasi

    “Kalau untuk Palu Grand Hero, tidak melakukan penjualan beras curah, makanya ketika dilakukan pengecekan hanya terdapat beras Premium dan Medium dengan harga beras premium tertinggi Rp. 16,500/kg dan terendah Rp. 14,500/kg sedangkan beras medium tertinggi di harga Rp. 15,000/kg dan terendah Rp. 14,000/kg,” ungkap Kanit Eksus Itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan berbeda dengan data yang di dapat pada Pasar Sentral Inpres Manonda Palu didapati penjualan beras premium, medium dan beras curah lebih rendah di banding palu grand hero

    “Kalau di Pasar Sentral Inpres Manonda sendiri dijual untuk beras premium tertinggi di harga Rp. 16,000/kg dan terendah Rp. 14,900/kg, medium tertinggi Rp. 14,000/kg terendah Rp. 13,500/kg dan Beras Curah tertinggi dan terendahnya di harga Rp. 12,500/kg,” pungkas IPDA Ridho.

    “Berdasarkan Harga jual beras tersebut, bisa kita simpulkan bahwa terdapat beberapa pedagang yang melakukan penjualan melebihi Harga Eceran Tertingginya (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kami berikan sanksi berupa teguran,” jelas IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

    “Sampai hari ini, kami terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.***

  • Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Di Ritel Modern dan Pasar Tradisional, Polresta Palu Imbau Pedagang Patuhi Regulasi

    Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Di Ritel Modern dan Pasar Tradisional, Polresta Palu Imbau Pedagang Patuhi Regulasi

    AKP Ismail: Jika Ada yang Melanggar, Akan Kami Berikan Sanksi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Unit V Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras Premium, Medium dan Beras Curah di Pasar Tradisional dan Ritel Modern di Wilayah Hukum Polresta Palu, Rabu (03-12/2025).

    Kegiatan yang di mulai pukul 10:00-16:00 WITA itu menyasar dua tempat yakni Palu Grand Hero dan Pasar Sentral Inpres Manonda Palu.

    Berdasarkan data yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH Melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan Setelah dilakukan pengecekan harga jual pada beras pada dua lokasi tersebut didapati harga jualnya antara lain:

    – Palu Grand Hero:
    • Premium:
    Tertinggi = Rp. 16,500/kg
    Terendah = Rp. 14,500/kg
    • Medium:
    Tertinggi = Rp. 15,000/kg
    Terendah = Rp. 14,000/kg

    “Kalau untuk Palu Grand Hero, tidak melakukan penjualan beras curah, makanya ketika dilakukan pengecekan hanya terdapat beras Premium dan Medium,” ungkap Kanit Eksus Itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan berbeda dengan data yang di dapat pada Pasar Sentral Inpres Manonda Palu didapati penjualan beras antara lain:
    • Premium:
    Tertinggi = Rp. 16,000/kg
    Terendah = Rp. 14,900/kg
    • Medium:
    Tertinggi = Rp. 14,000/kg
    Terendah = Rp. 13,500/kg
    • Beras Curah:
    Tertinggi = Rp. 12,500/kg
    Terendah = Rp. 12,500/kg

    “Berdasarkan Harga jual beras tersebut, bisa kita simpulkan bahwa terdapat beberapa pedagang yang melakukan penjualan melebihi Harga Eceran Tertingginya (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kami berikan sanksi berupa teguran,” jelas IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Pemprov Sulteng Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

    Pemprov Sulteng Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

    ​Ilong (detaknews.id) – Palu – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Bidang Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus, dan Inovasi Pendidikan (PKPLK & IP) sukses menggelar rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 di Kantor Dinas Pendidikan Sulteng, Palu.

    ​Acara puncak yang diselenggarakan pada Rabu, 3 Desember 2025, ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido. Peringatan tahun ini mengusung tema global “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

    ​Rangkaian Kegiatan dan Apresiasi

    ​Rangkaian kegiatan HDI 2025 berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 30 November 2025, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan. Beberapa kegiatan yang menarik perhatian antara lain:

    • ​Berbagai Lomba: Termasuk lomba senam anak sehat SLB, lomba nyanyi bagi pendidik dan tenaga kependidikan, hingga lomba fashion show SLB.
    • Pameran Karya: Lomba pameran karya siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Sulteng.
    • Dero Kreasi: Lomba dero kreasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lingkup Dinas Pendidikan Sulteng.

    ​Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny A Lamadjido memberikan motivasi kepada para siswa berkebutuhan khusus, menekankan agar mereka tidak merasa minder dan menganggap disabilitas sebagai anugerah.

    ​Dukungan Program “Berani Cerdas”

    ​Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sebagai bagian dari program unggulan Pemerintah Sulawesi Tengah, “Berani Cerdas”, yang berfokus pada perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan inklusif.

    ​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup:

    • ​Peralatan Bantu: Sebanyak 60 unit alat bantu, termasuk 20 kursi roda, 20 kruk/tongkat, dan 20 alat bantu dengar.
    • Seragam Sekolah: Penyerahan 309 buah seragam sekolah untuk SLB Negeri di sejumlah Kabupaten.

    ​Selain itu, Pemprov Sulteng juga telah menetapkan seluruh SLB negeri maupun swasta sebagai penerima BOSDA pada tahun anggaran 2025, menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Peringatan HDI ini diharapkan dapat terus mendorong sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan bebas diskriminasi.***

  • Pengurus KONI Sulteng Dilantik, Gubernur Anwar Hafid: KONI Harus Bisa Membina Atletnya Agar Berprestasi

    Pengurus KONI Sulteng Dilantik, Gubernur Anwar Hafid: KONI Harus Bisa Membina Atletnya Agar Berprestasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Hari ini Ketum KONI Pusat lantik Pengurus KONI Sulteng, bertempat di ballroom hotel Best Western and Coco Palu, Selasa (02-12/2025).

    Dalam sambutannya Gubernur Anwar Hafid mengatakan harapannya agar bisa masuk 10 besar di PON 2028 mendatang.

    “Jangan hanya namanya besar, tapi prestasinya kecil. Tapi saya yakin dengan tenaga-tenaga muda penuh semangat, dapat meraih prestasi besar yakni sesuatu hal yang kita bisa raih, paling tidak masuk 10 besar pada PON 2028 mendatang dari 38 provinsi,”ujar mantan bupati Morowali dua periode itu dalam sambutannya pada acara pelantikan ketum dan Pengurus KONI Sulteng Selasa (2/12-2025) di salah satu hotel di Palu.

    Menurut mantan anggota DPR RI Fraksi Demokrat itu, anggaran adalah urusan pemerintah. Sementara KONI harus membina atlet-atletnya, sehingga berprestasi. Dan atlet-atlet berprestasi harus dirangkul semua dan dibina.

    “Pola perekrutan dan pembinaan atle-atlet oleh KONI, harus transparan, profesional dan gunakan database yang berbasis digitalisasi, KONI harus tinggalkan pola lama, bagi atlet yang berprestasi diutamakan pembinaannya, jangan lagi ada praktek karena atletnya ada orang dalam (Ordal) itu yang diloloskan dan dibina,  sementara yang berprestasi dibiarkan,” tandas gubernur Sulteng yang mantan Kades itu.

    Gubernur Anwar yang mantan Sekcam dan Camat itu mengikaskan bagaimana putranya Muhammad Fathur Razaq mau maju jadi ketum KONI Sulteng.

    “Dia dua kali datang minta izin ke saya, nantinkedua kalinya baru saya izinkan, itupun setelah ada beberapa pengurus KONI datang menghadap minta izin agar Fathur bisa maju jadi Ketum KONI,” ujarnya.

    Selain itu kata Gubernur  Anwar Hafid yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, ada juga pejabat birokrasi datang minta ijin mau maju jadi Ketum KONI Sulteng, saya juga mengizinkannya.

    Fathur Razaq adalah  Alumni Taruna Nusantara dan pernah menjadi ketua himpunan pengusaha muda Indonesia  (Hipmi) Universotas Gajah Mada (UGM).

    “Mari kita bersama-sama berkolaborasi dan mendukung KONI agar dapat memajukan olahraga, baik ditingkat nasional maupun dunia,” kata Gubernur Anwar Hafid menyemangati pengurus KONI yang baru dilantik.

    Sementara itu ketum KONI Sulteng terpilih yang baru dilantik bersama Kabinetnya Fathur Razaq menegaskan kembali taglinenua “Temponamo Juara”.

    “Sudah saatnya kita juara jangan lagi kita hanya menjadi kuda hutam, jaman teknologi, sinergi dan kolaborasi kita utamakan dalam membina para atlet kita, sehingga bisa juara meraih prestasi. KONI adalah rumah besar yang kita jadikan energi pendorong, untuk memajukan olahraga di Sulteng,”tegas putra sulung Anwar Hafid itu.

    Fathur menegaskan bahwa dirinya memimpin koni dengan lurus, bersih, bukan untuk alat politik. Koni sulteng bertekad merebut emas sebanyak-banyak dan atlet berprestasi kita masukkan ke platda dan platnas.

    Sementara itu Ketum KONI pusat Letjen amarciano Norman memuji ketum KONI Sulteng Fathur Razaq, sebagai sosok pemuda yang punya semangat luar biasa.

    Ia mengatakan prestasi KONI Sulteng,  meningkat lebih baik dari waktu-waktu.  Sebelumnya, prestasi koni Sulteng berada pada peringkat 18 dari ke 38 Provinsi di Indonesia.

    “Ketum koni yang baru, anak kita Fathur Razaq bertekad masuk peringkat 10 besar pada PON 2028. Olehnya kita patut mendukungnya, khususnya pemerintah provinsin. Karena tanpa dukungan pemprov Sulteng prestasi atlet tidak akan  diraih,”tuturnya.

    Ia menjelaskan pada PON mendatang, hanya cabor yang dipertandingkan di olimpiade yang juga dipertandingkan.

    Sedangkan cabor-cabor lainnya akan dipertandingkan sesuai event masiangi-masing, salah satunya PON Beladiri.

    Hadir dalam pelantikan Ketum dan Pengurus KONI Sulteng itu diantaranya Panglima Palaka Wira XXIII Mayor Jenderal TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar bersama Istri, para pejabat yang tergabung dalam Forkopinda Sulteng, Wakil Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin, Para Bupati se Sulteng dan sejumlah pejabat OPD.***

  • Koordinasi Dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu, Polresta Palu Himbau Pedagang Beras Agar Patuhi Regulasi

    IPDA Ridho: Beras Kita Masih Melimpah

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu, bentuk realisasi satgas pangan, Selasa (02-12/2025).

    Hal ini dilaksanakan berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Adapun dalam pelaksanaannya, kegiatan pengecekan harga jual beras tersebut dilakukan setiap dari dari pukul 10:00 – 16:00 WITA dengan menyasar pasar-pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu.

    Berdasarkan pelaporan pengecekan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan telah melakukan pengecekan harga jual beras di Pasar Tradisional Masomba Palu.

    “Tadi kami telah melakukan pengecekan di beberapa toko pengecer di Pasar Masomba, dan salah satunya Toko Sinar Masomba, ungkap IPDA Ridho.

    ” Untuk harga jualnya sendiri, masih terbilang stabil sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku yaitu untuk beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg,” tutur Kanit Eksus itu.

    Selain melakukan pengecekan harga jual, Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengimbauan dan memberikan arahan kepada pedagang agar tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami juga terus mengimbau kepada pedagang agar tidak berjualan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketetapan pemerintah, jika ada yang melanggar akan kami berikan sanksi,” tegas IPDA Ridho.

    “Kepada pedagang juga segera mengurus izin berdagang dan juga izin pengemasan sesuai dengan regulasi yang ada,” tutur Kanit Eksus Polrsta Palu Itu.

    Ia juga mengatakan untuk ketersediaan stok beras sendiri masih banyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

    “Untuk stok berasnya, itu masih sangat melimpah. Sehingga dihimbau kepada masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan panik buying,” jelas IPDA Ridho dengan tegas sambil mengakhiri.***

  • Tekan Harga Jual Beras, Polresta Palu Berhasil Stabilkan Harga Jual Beras

    Tekan Harga Jual Beras, Polresta Palu Berhasil Stabilkan Harga Jual Beras

    AKP Ismail: Mari Patuhi Regulasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Satreskrim Unit V Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras harian di beberapa pasar tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu, Selasa (02-12/2025).

    Kegiatan yang berkoordinasi dengan bulog dan disperindag Kota Palu itu dimulai pukul 10:00-16:00 WITA.

    Adapun dalam pelaksanaan pengecekan harga jual tersebut, berdasarkan pelaporan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di wilayah hukum Polresta Palu telah stabil sesuai ketetapan pemerintah.

    “Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Masomba, kami dapatkan harganya telah stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET)-nya. Yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (medium) dan Rp. 12,500/kg (SPHP),” ungkap Kanit Eksus itu

    “Tentunya ini telah sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku,” jelasnya.

    Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dan mengimbau harga jual beras agar bisa di tekan dan dikendalikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***