• Harga Beras Sudah Stabil, Stok Beras Melimpah, AKP Ismail: Jangan Ada Pedagang Nakal

    Harga Beras Sudah Stabil, Stok Beras Melimpah, AKP Ismail: Jangan Ada Pedagang Nakal

    Ilong (detaknews.id) – Palu – menjelang akhir tahun, Satreskrim Unit V Polresta Palu, masif lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Rabu (19-11/2025).

    Hal ini terus dilaksanakan berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025. Sehingga Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu dalam realisasi pengendalian harga beras.

    Adapun pengecekan harga jual beras ini dilakukan untuk memastikan harga jualnya tetap stabil dan sesuai regulasi pemerintah.

    Seperti yang diketahui, harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah untuk harga jual beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

    Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan harga jual beras sampai hari ini masih stabil dan terkendali.

    “Alhamdulillah telah kami lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar tradisional. Dan untuk harga jualnya masih stabil sesuai dengan regulasi pemerintah yakni beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg, serta kami juga memastikan jumlah stok berasnya masih tersedia,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    “Jika kita cocokkan dengan HETnya, ini telah sesuai dan stabil, sama dengan regulasi pemerintah,” tutur IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Gubernur Anwar Hafid Resmikan Gedung Baru SMK Negeri 1 Luwuk

    Gubernur Anwar Hafid Resmikan Gedung Baru SMK Negeri 1 Luwuk

    Ilong (detaknews.id) – Luwuk – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si meresmikan gedung belajar baru SMK Negeri 1 Luwuk, Selasa (18/11/2025). Peresmian ini menandai pemulihan menyeluruh fasilitas pendidikan yang sempat rusak berat akibat kebakaran pada 2021.

    Acara peresmian turut dihadiri Bupati Banggai Ir. Amirudin Tamoreka, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng Yudiawati V. Windarrusliana, SKM., M.Kes., Wakapolres Banggai Kompol Pino Ary, SH., SIK., MH., jajaran guru, Unsur Forkopimda Banggai serta ratusan siswa yang menyambut langsung pengoperasian gedung baru tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas sekolah menengah kejuruan. Program tersebut selaras dengan Program 9 BERANI, khususnya pilar BERANI Cerdas, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembentukan generasi unggul dan kompetitif.

    Menurutnya, penyediaan fasilitas literasi dan ruang belajar yang modern akan terus menjadi prioritas. “Kami ingin memastikan setiap peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang layak, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan vokasi,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, termasuk pemerintah daerah dan tenaga pendidik. Ia pun berharap fasilitas baru ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses pendidikan vokasi, dan mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun wirausaha.

    Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung SMK Negeri 1 Luwuk dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025 senilai Rp12,5 miliar. Proyek tersebut menjadi salah satu program strategis daerah pada 2024 dan mendapatkan supervisi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Pembangunan yang menjadi prioritas meliputi sepuluh ruang kelas, satu ruang praktik pariwisata, lima laboratorium, satu perpustakaan, serta satu unit toilet dengan empat bilik. SMK Negeri 1 Luwuk mendapat alokasi besar karena bangunan lamanya mengalami kerusakan total akibat kebakaran pada 24 Mei 2021.

    Pada 2024, Dinas Pendidikan melakukan intervensi dengan metode swakelola tipe satu. Hasil uji mutu menunjukkan seluruh bangunan lama tidak layak direhabilitasi, sehingga harus dibongkar total. Peletakan batu pertama dilakukan pada Oktober 2024. Meski proyek sempat mengalami tiga kali perpanjangan waktu, seluruh tahap pembangunan akhirnya rampung sesuai target sehingga bisa diresmikan pada hari ini.

    Optimalisasi anggaran swakelola membuat jumlah ruang yang awalnya direncanakan sepuluh unit meningkat menjadi empat belas unit. Fasilitas toilet pun bertambah signifikan menjadi enam unit dengan total dua puluh satu bilik, tanpa mengurangi standar konstruksi.

    Pengendalian mutu diterapkan secara ketat, mulai dari tahap perencanaan, pemilihan material, uji beton, hingga penataan administrasi teknis. Seluruh gedung telah dinyatakan memenuhi standar dan siap digunakan, meski beberapa titik masih memerlukan penyelesaian minor.

    Saat ini SMK Negeri 1 Luwuk memiliki tiga gedung berlantai dua dengan warna berbeda sebagai identitas baru. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat layanan pendidikan vokasi di Kabupaten Banggai sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan sistem pendidikan yang modern, berkelanjutan dan berdaya saing.

    Biro Administrasi Pimpinan

  • Intens Lakukan Peninjauan Harga Jual Beras, IPDA Ridho Pastikan Stok Beras Masih Aman

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Berlandaskan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025. Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu dalam realisasi pengendalian harga beras.

    Prosesi menjaga kestabilan harga jual beras premium, medium dan SPHP hingga kini terus dilakukan oleh Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V (lima).

    Adapun peninjauan dan pengimbauan harga jual beras tersebut dilakukan di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Selasa (18-11/2025).

    Seperti yang kita ketahui, harga jual beras premium dan medium dan SPHP berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah yakni Rp. 14,900/kg (Premium), Rp. 13,500/kg (Medium) dan beras SPHP yakni seharga Rp. 12,500/kg-nya.

    Setelah masif melakukan kegiatan tersebut, Polresta Palu bersama satgas pangan berhasil menjaga kestabilan harga jual beras dan ketersediaan stok beras di wilayah hukum Polresta Palu.

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho, mengatakan harga jual beras Premium, Medium dan SPHP saat ini telah stabil sesuai ketetapan Pemerintah.

    “Alhamdulillah tadi telah dilakukan pengecekan harga jual beras baik yang premium, medium dan SPHP di beberapa toko pengecer beras di Pasar Tradisional Kota Palu. Dan saat ini harga jualnya telah stabil sesuai dengan HET-nya,” ungkap Kepala Unit Ekonomi Khusus itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu.

    “Untuk itu, kami mengimbau kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.***

  • Harga Beras Premium, Medium dan SPHP Sudah Stabil, AKP Ismail: Mari Patuhi Regulasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Prosesi menjaga kestabilan harga jual beras premium, medium dan SPHP hingga kini terus dilakukan oleh Polresta Palu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit V (lima) bersama satgas pangan.

    Adapun peninjauan dan pengimbauan harga jual beras tersebut dilakukan di beberapa pasar tradisional di wilayah hukum Polresta Palu, Selasa (18-11/2025).

    Hal itu dilakukan berlandaskan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025. Sehingga Polresta Palu berkoordinasi dengan Bulog dan Disperindag Kota Palu dalam realisasi pengendalian harga beras.

    Seperti yang kita ketahui, harga jual beras premium dan medium sempat melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah di tetapkan oleh pemerintah yakni di atas Rp. 14,900/kg (Premium) dan di atas Rp. 13,500/kg (Medium) dan yang sesuai dengan regulasi ada pada harga jual beras SPHP yakni seharga Rp. 12,500/kg-nya.

    Mengetahui harga jual yang membumbung tinggi tersebut, Polresta Palu bersama satgas pangan intens melakukan pengecekan harga jual beras dan memberikan pengimbauan kepada pedagang agar melakukan penjualan tidak melebihi harga yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

    Setelah masif melakukan kegiatan tersebut, Polresta Palu bersama satgas pangan berhasil menjaga kestabilan harga jual beras dan ketersediaan stok beras di wilayah hukum Polresta Palu.

    Berdasarkan laporan pengecekan harga jual beras yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho, mengatakan harga jual beras Premium, Medium dan SPHP saat ini telah stabil sesuai ketetapan Pemerintah.

    “Alhamdulillah tadi telah dilakukan pengecekan harga jual beras baik yang premium, medium dan SPHP di beberapa toko pengecer beras di Pasar Tradisional Kota Palu. Dan saat ini harga jualnya telah stabil sesuai dengan HET-nya,” ungkap Kepala Unit Ekonomi Khusus itu.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Imbau Pedagang Beras Agar Jual Sesuai Aturan, IPDA Ridho: Jika Melebihi yang Telah Ditetapkan, akan Kami Beri Sanksi

    Imbau Pedagang Beras Agar Jual Sesuai Aturan, IPDA Ridho: Jika Melebihi yang Telah Ditetapkan, akan Kami Beri Sanksi

    Harga Beras Sudah Stabil

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Satreskrim Polresta Palu, imbau pedagang beras lakukan penjualan sesuai dengan regulasi pemerintah, Senin(17-11/2025).

    Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga jual beras berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Adapun yang menjadi lokasi peninjauan harga jual beras tersebut bertempat di Pasar Inpres Manonda Palu dan salah satu toko yang menjadi tempat pengecekan ialah toko Belawa Raya, dimulai dari pukul 10:00 – 16:00 WITA.

    Seperti yang diketahui, harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah untuk harga jual beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

    Berdasarkan hasil pengecekan dilapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di ketiga lokasi pengecekan tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    “Untuk Toko Belawa Raya, harga jual berasnya sendiri telah sesuai bahkan lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET)nya, yakni beras premium Rp. 14,500/kg, beras medium Rp. 13,000/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kgnya,” ucap IPDA Ridho.

    “Tentunya ini merupakan dampak yang positif dari kegiatan pengecekan harga jual yang kami lakukan sampai hari ini, karena harga jualnya bisa di-stabilkan,” tuturnya.

    Kanit Eksus itu juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual beras di toko pengecer maupun ritel modern dan tradisional lainnya agar harga jual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk itu, kami mengimbau kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” pungkas IPDA Ridho mengakhiri.***

  • Polresta Palu Berhasil Stabilkan Harga Jual Beras Di Kota Palu, AKP Ismail: Bersama-Sama, Kita Jaga Harga Jual Beras Sesuai Aturan

    Polresta Palu Berhasil Stabilkan Harga Jual Beras Di Kota Palu, AKP Ismail: Bersama-Sama, Kita Jaga Harga Jual Beras Sesuai Aturan

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu melalui Unit V Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu bersama satgas pangan lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Tradisional di Wilayah Hukum Polresta Palu.

    Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga jual beras berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025, Senin (17-11/2025).

    Kegiatan tersebut dimulai pukul 10:00 WITA hingga 16:00 WITA dengan menyasar pedagang beras di Pasar Tradisional maupun Ritel Tradisional baik pengecer atau kiloan.

    Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan harga jual beras sampai hari ini masih stabil dan terkendali.

    “Alhamdulillah telah kami lakukan pengecekan harga jual beras di beberapa pasar tradisional, salah satunya di toko Belawa Raya di Pasar Inpres Manonda Palu. Dan untuk harga jualnya masih stabil sesuai dengan regulasi pemerintah, serta kami juga memastikan jumlah stok berasnya masih tersedia,” ungkap Kanit Eksus IPDA Ridho.

    Seperti yang diketahui, harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah untuk harga jual beras premium seharga Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kg.

    “Jika kita cocokkan dengan HETnya, ini telah sesuai dan stabil, sama dengan regulasi pemerintah,” tutur IPDA Ridho.

    Ia juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual guna menjaga kestabilan pangan di wilayah hukum Polresta Palu.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Wagub Sulteng Tutup PATRICS 2025: Dorong Dokter Umum Ambil Spesialis Lewat Program Berani Cerdas

    Wagub Sulteng Tutup PATRICS 2025: Dorong Dokter Umum Ambil Spesialis Lewat Program Berani Cerdas

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mendorong para dokter umum di Sulawesi Tengah untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas. Ajakan ini disampaikan saat menutup Palu Pediatric Symposium (PATRICS) ke-2 Tahun 2025 yang diselenggarakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Tengah, di Hotel Santika Palu, Jl. Moh. Hatta, Minggu (16/11).

    Wagub menilai kebutuhan akan dokter spesialis di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah masih sangat besar. Banyak rumah sakit, terutama kelas C, belum mampu memenuhi standar pelayanan karena minimnya ketersediaan dokter spesialis.
    “Kami ingin jumlah dokter spesialis bertambah di semua kabupaten. Silakan mendaftar, kami biayai UKT nya melalui Berani Cerdas,” ujarnya.

    Ia mencontohkan salah satunya kebutuhan dokter patologi klinik yang hingga kini masih belum mencukupi kebutuhan rumah sakit di daerah.

    Menurut Wagub dr. Reny, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka kesempatan luas bagi para dokter umum yang ingin menjadi dokter spesialis serta tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2), dimana seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Berani Cerdas mulai tahun 2026.
    “Dokter yang ingin mengambil spesialis, subspesialis, atau fellowship. UKT nya akan kami biayai sampai selesai, dan tidak ada batasan usia bagi peserta S2, kecuali aturan masuk universitas tertentu,” tegasnya.

    Selain mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis, Wagub dr. Reny juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memfasilitasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional di Kota Palu, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.
    “Kalau ada event nasional, saya siap memfasilitasi agar bisa terlaksana di Kota Palu. Kita dorong semua bidang spesialisasi untuk melakukan kegiatan di sini,” katanya.

    Wagub turut menegaskan kembali implementasi Program Berani Sehat, layanan kesehatan gratis menggunakan KTP Sulawesi Tengah guna menjawab persoalan warga yang kesulitan berobat karena tidak memiliki jaminan kesehatan atau BPJS nonaktif.

    Menutup PATRICS ke-2 Tahun 2025, Wagub menyampaikan apresiasi kepada IDAI Sulteng dan para tenaga medis yang hadir. Ia menyampaikan kedekatannya dengan komunitas dokter anak.
    “Saya selalu bersama teman-teman IDAI. IDAI selalu di hatiku,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

    Kegiatan berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025, dengan tema “Nurturing Future Generations: Integrating Nutrition and Child Development in Primary Care” diikuti ratusan tenaga medis terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, bidan, dan perawat dari Kota Palu dan berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.

    PATRICS 2025 ditutup dengan komitmen untuk membangun kolaborasi lebih kuat, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, dan memperkuat layanan kesehatan demi masa depan generasi Sulawesi Tengah.***

  • Lakukan Peninjauan Di Pasar Inpres Manonda Palu, IPDA Ridho: Tetap Patuhi Regulasi

    Lakukan Peninjauan Di Pasar Inpres Manonda Palu, IPDA Ridho: Tetap Patuhi Regulasi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Unit V Satreskrim Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras premium, medium dan SPHP di Pasar Inpres Manonda Palu.

    Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga jual beras berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Adapun yang menjadi lokasi peninjauan harga jual beras tersebut bertempat di Toko 99, Toko 31 dan Kios Pangan Kami dimulai dari pukul 10:00 – 16:00 WITA.

    Berdasarkan hasil pengecekan dilapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit Eksus IPDA Ridho mengatakan bahwa harga jual beras di ketiga lokasi pengecekan tersebut telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    “Untuk Toko 99, Toko 31 dan Kios Pangan Kita, harga jual berasnya sendiri telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)nya, yakni beras premium Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP Rp. 12,500/kgnya,” ucap IPDA Ridho.

    “Tentunya ini merupakan dampak yang positif dari kegiatan pengecekan harga jual yang kami lakukan sampai hari ini, karena harga jualnya bisa di-stabilkan,” tuturnya.

    Kanit Eksus itu juga mengatakan akan terus melakukan pengecekan harga jual beras di toko pengecer maupun ritel modern dan tradisional lainnya agar harga jual beras tidak melebihi HETnya.

    “Untuk itu, kami mengimbau kepada pedagang agar tetap mematuhi aturan penjualan sesuai HETnya, jika ada yang melebihi regulasi tersebut akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

    “Kami juga mengimbau bagi pedagang yang belum memiliki izin berdagang agar segera di urus perizinannya dan juga untuk izin pengemasan beras harus berdasarkan regulasi,” Pungkas IPDA Ridho mengakhiri.***

  • Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Berkala, Polresta Palu Pastikan Beras Sudah Stabil

    Lakukan Pengecekan Harga Jual Beras Berkala, Polresta Palu Pastikan Beras Sudah Stabil

    AKP Ismail: Patuhi Regulasi, Jika Melanggar Akan Kami Berikan Sanksi

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Polresta Palu lakukan pengecekan harga jual beras berkala dan imbau pedagang lakukan penjualan sesuai regulasi pemerintah, Senin (16-11/2025).

    kegiatan tersebut dilakukan bersama satgas pangan sesuai dengan SK Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras tahun 2025.

    Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras serta menjaga kestabilan harga jualnya.

    Kegiatan tersebut dimulai pukul 10:00 WITA hingga 16:00 WITA dengan menyasar pedagang beras di Pasar Tradisional maupun Ritel Tradisional baik pengecer atau kiloan di wilayah Pasar Inpres Manonda Palu tepatnya di Toko Beras 99, Toko Beras 31 dan Kios Pangan Kita.

    Berdasarkan data pelaporan lapangan yang diperoleh dari Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail, SH, MH melalui Kanit  Eksus IPDA Ridho mengatakan untuk proses pengecekan telah di lakukan dan sampai hari ini, harga jualnya telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)-nya.

    “Ya setelah kami lakukan pengecekan, alhamdulillah hari ini harga jual beras masih sesuai dengan regulasi yakni beras premium Rp. 14,900/kg, beras medium Rp. 13,500/kg dan beras SPHP seharga Rp. 12,500/kg.,” ungkap Kanit Eksus itu.

    “Jika kita cocokkan dengan HETnya, ini telah sesuai dan stabil, sama dengan regulasi pemerintah,” pungkas IPDA Ridho.

    Selaras dengan hal itu, Kapolresta Palu Kombes Deny Abrahams melalui Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail mengatakan akan terus melakukan pengimbauan kepada para pedagang agar mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Kami mengimbau kepada pedagang, agar menjual beras tidak melebihi HETnya. Karena jika kedapatan, akan kami berikan sanksi,” imbuh AKP Ismail.

    “Dan kami juga mengimbau agar pedagang segera mengurus izin berdagangnya jika belum ada,” tuturnya.

    Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail itu juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panik buying agar situasi tetap terkendali dan tertap kondusif.

    “Untuk masyarakat, kami mengimbau agar tidak melakukan panik buying karena stok beras kita masih sangat melimpah,” tegas AKP Ismail mengakhiri.***

  • Jadi Panggung Seleksi Menuju Kejuaraan Asian (AFC) 2026, Gubernur Anwar Hafid Membuka Kejurnas Anggar 2025

    Jadi Panggung Seleksi Menuju Kejuaraan Asian (AFC) 2026, Gubernur Anwar Hafid Membuka Kejurnas Anggar 2025

    Ilong (detaknews.id) – Palu – Untuk pertama kalinya, Provinsi Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar. Penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting karena turut berperan dalam proses seleksi atlet menuju Kejuaraan Asia 2026, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

    Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng, Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, secara resmi membuka Kejurnas Anggar 2025 di Gedung Olahraga Gelora Bumi Kaktus Andi Raga Pettalolo (GBK) Palu.Sulawesi Tengah, Sabtu (15/11/2025).

    Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran PB IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) serta seluruh kontingen dari 16 provinsi, yaitu Banten, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

    Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan Kejurnas Anggar di Sulteng merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya anggar yang dikenal memiliki tradisi panjang, teknik tinggi, serta menjunjung nilai sportivitas dan disiplin.

    “Kehadiran para atlet dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Sulawesi Tengah bukan hanya kaya akan alam dan budaya, tetapi juga memiliki semangat olahraga serta persaudaraan yang kuat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Gubernur menilai bahwa kejuaraan berskala nasional juga membawa manfaat ekonomi bagi daerah, mulai dari meningkatnya okupansi hotel hingga perputaran ekonomi pada pelaku UMKM.

    “Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga dapat menggerakkan perekonomian rakyat,” tambahnya.

    Kejurnas Anggar 2025 ini sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Asian Fencing Championships (AFC) 2026. Gubernur menyampaikan harapan agar Sulawesi Tengah kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan event nasional maupun internasional berikutnya.

    Mengakhiri sambutannya, Gubernur berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, tetap rendah hati, dan memberikan kemampuan terbaik di arena. Ia juga mengingatkan para wasit dan juri agar menjalankan tugas secara adil, objektif, dan profesional demi menjaga kehormatan olahraga anggar.

    Tidak lupa gubernur turut mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, dimulai dari aktivitas sederhana demi meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup.

    Selaras dengan gubernur, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah yang juga Ketua Panitia, Nuzul Rahmat R., SH., MH., menyampaikan bahwa kesempatan bagi Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah merupakan momentum berharga sekaligus langkah bersejarah, karena untuk pertama kalinya Kejurnas Anggar digelar di daerah tersebut. Pada Kejurnas 2025, tercatat 154 peserta dari 16 provinsi berpartisipasi, termasuk 39 atlet asal Sulawesi Tengah.

    “Saya berharap melalui ajang ini lahir atlet-atlet anggar Sulawesi Tengah yang berani, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

    Turut hadir Sekjen Umum PB Ikasi, Firtian Judiswantara; Ketua Pemprov Ikasi Sulteng, Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T.; Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae; Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, MM.; para kepala perangkat daerah; Kepala Bandara Sis Al-Jufri; para ketua kontingen; official; serta seluruh atlet anggar dari berbagai provinsi di Indonesia dan Masyarakat Sulteng.***